Peristilahan Make-up Artist (Kamus Makeup)

  1. Airbrush Makeup: Makeup yang diaplikasikan dengan menggunakan teknologi semprotan udara.
  2. Baking: Teknik makeup yang melibatkan mengaplikasikan lapisan tebal bedak di bawah mata dan area wajah tertentu untuk menetapkan produk dan menciptakan tampilan yang lebih tahan lama.
  3. BB Cream (Blemish Balm Cream): Pelembap multifungsi yang mengandung foundation, concealer, dan perlindungan dari sinar matahari.
  4. Beauty Blender: Alat spons khusus yang digunakan untuk mengaplikasikan foundation, concealer, dan produk lainnya pada wajah dengan hasil yang lebih halus.
  5. Beauty Mark: Tanda atau bintik kecil yang ditambahkan dengan makeup untuk efek estetika tertentu, seringkali ditempatkan di wajah atau area tubuh tertentu.
  6. Blending: Proses meratakan atau menyatukan berbagai produk makeup pada wajah untuk menghasilkan tampilan yang seamless dan natural.
  7. Blush: Produk makeup berupa bubuk atau krim yang digunakan untuk memberikan warna pada pipi.
  8. Brow Pencil: Pensil alis yang digunakan untuk mengisi atau membentuk alis agar terlihat lebih penuh dan terdefinisi.
  9. Buffing: Teknik mengaplikasikan makeup dengan gerakan melingkar dan lembut untuk menciptakan hasil yang merata dan alami pada wajah.
  10. CC Cream (Color Correcting Cream): Pelembap dengan kandungan pigmen warna untuk menyamarkan kemerahan atau ketidaksempurnaan kulit lainnya.
  11. Color Correcting: Teknik menggunakan produk makeup berwarna seperti korektor hijau, kuning, atau oranye untuk menyamarkan masalah warna kulit, seperti kemerahan atau lingkaran hitam di bawah mata.
  12. Color Wheel: Roda warna yang digunakan oleh MUA untuk memahami dan memadukan warna dengan harmonis dalam makeup.
  13. Concealer: Produk makeup yang digunakan untuk menyembunyikan noda, jerawat, atau lingkaran hitam di bawah mata.
  14. Contour Stick: Produk kontur dalam bentuk stik yang memudahkan aplikasi dan memberikan efek bayangan pada wajah.
  15. Contouring: Teknik makeup untuk menonjolkan atau menampilkan bentuk wajah dengan menggunakan cahaya dan bayangan.
  16. Cool-Toned: Warna-warna makeup yang cenderung memiliki nuansa dingin, seperti biru, ungu, atau hijau.
  17. Crease: Lipatan alami pada kelopak mata yang menjadi area fokus saat mengaplikasikan eyeshadow.
  18. Cut Crease: Teknik eyeshadow untuk menciptakan garis tegas pada lipatan kelopak mata agar efek kedalaman lebih terlihat.
  19. Cut Crease: Teknik makeup di mata yang menciptakan garis tegas pada lipatan kelopak mata untuk memisahkan warna eyeshadow.
  20. Dewy Finish: Tampilan makeup dengan efek kulit berkilau dan lembap. Glosarium.org
  21. Dewy Foundation: Foundation dengan hasil akhir yang lembap dan berkilau, memberikan tampilan kulit bercahaya.
  22. Editorial Makeup: Makeup yang sering digunakan untuk editorial majalah atau foto mode, seringkali memiliki tampilan kreatif dan eksperimental.
  23. Eyeliner: Alat atau produk makeup yang digunakan untuk menggaris atau menambahkan definisi pada garis mata.
  24. Eyeshadow: Pewarna mata dalam bentuk bubuk, krim, atau krayon yang digunakan untuk memberi warna pada kelopak mata.
  25. Face Chart: Lembaran kertas atau aplikasi yang digunakan oleh MUA untuk mencatat dan merencanakan tampilan makeup sebelum diaplikasikan pada klien.
  26. Face Mapping: Proses menganalisis bentuk wajah seseorang untuk menentukan area-area tertentu yang perlu diberi perhatian lebih dalam aplikasi makeup.
  27. Fall-Out: Ketika serbuk eyeshadow jatuh atau menumpuk di bawah mata selama aplikasi, seringkali diperbaiki dengan menyapu atau menyapu bagian itu setelah selesai aplikasi eyeshadow.
  28. False Eyelashes: Bulu mata palsu yang ditempelkan di atas bulu mata asli untuk memberikan efek dramatis.
  29. False Lashes: Bulu mata palsu yang ditempelkan di atas bulu mata asli untuk memberikan tampilan mata yang dramatis dan lebih penuh.
  30. Foundation: Dasar makeup yang digunakan untuk menyamarkan ketidaksempurnaan kulit dan menciptakan tampilan kulit yang merata.
  31. Full Coverage: Produk makeup, seperti foundation atau concealer, yang memberikan tutupan tinggi dan mampu menyamarkan ketidaksempurnaan kulit.
  32. Gradient Lips: Teknik makeup di bibir yang menciptakan efek gradasi warna dari bagian tengah bibir ke tepi bibir.
  33. Greasepaint: Jenis makeup berbasis lemak yang sering digunakan untuk makeup panggung atau karakter teatrikal.
  34. High Definition (HD) Makeup: Makeup yang dirancang untuk tampil sempurna di bawah pencahayaan tajam, seperti dalam pemotretan atau siaran televisi.
  35. High Fashion Makeup: Tampilan makeup eksperimental yang digunakan dalam dunia fesyen dan runway, seringkali sangat artistik dan di luar batas makeup sehari-hari.
  36. Highlighter: Produk makeup berupa shimmer yang digunakan untuk memberikan kilau pada area tertentu di wajah.
  37. Hydrating Mist: Semprotan wajah yang mengandung bahan lembap untuk memberikan hidrasi pada kulit.
  38. Lash Curler: Alat untuk melengkungkan bulu mata sebelum menggunakan mascara.
  39. Lip Liner: Pensil kosmetik yang digunakan untuk menggaris tepi bibir dan membantu mencegah lipstik meluber.
  40. Lipliner: Pensil kosmetik yang digunakan untuk menggaris tepi bibir dan membantu menjaga lipstik agar tidak luntur atau bercampur keluar dari garis bibir.
  41. Lipstik: Produk makeup berupa batang yang digunakan untuk memberi warna pada bibir.
  42. Luminizer: Produk yang digunakan untuk memberikan efek kilau pada area-area tertentu di wajah.
  43. Makeup Artist’s Chair: Kursi khusus yang digunakan oleh MUA saat melakukan makeup pada klien agar lebih nyaman dan praktis.
  44. Makeup Brushes: Kuas yang digunakan untuk mengaplikasikan berbagai produk makeup pada wajah.
  45. Makeup Primer: Produk yang digunakan sebelum foundation untuk menyamarkan pori-pori, menyempurnakan tekstur kulit, dan membuat makeup lebih tahan lama.
  46. Makeup Remover: Produk yang digunakan untuk membersihkan makeup dari wajah dan mata.
  47. Mascara: Produk makeup yang digunakan untuk memanjangkan, menghitamkan, dan memberikan volume pada bulu mata.
  48. Matte Bronzer: Produk bronzer dengan hasil akhir matte, digunakan untuk memberikan dimensi dan definisi pada wajah.
  49. Matte Finish: Tampilan makeup dengan hasil akhir yang halus, tidak mengkilap, dan bebas dari cahaya berlebihan.
  50. Matte Lipstick: Lipstik dengan hasil akhir yang tidak mengkilap dan cenderung lebih tahan lama.
  51. Mineral Makeup: Produk makeup yang mengandung mineral alami sebagai bahan utamanya, sering dianggap lebih ramah kulit.
  52. MUA Academy: Institusi atau sekolah khusus yang menyediakan pelatihan dan pendidikan untuk calon MUA agar dapat mengembangkan keterampilan makeup mereka.
  53. MUA Collaboration: Kolaborasi antara MUA dengan merek kosmetik atau selebriti untuk menciptakan produk makeup atau koleksi khusus.
  54. MUA Kit: Koleksi lengkap produk makeup dan alat-alat yang digunakan oleh seorang MUA untuk bekerja.
  55. MUA Portfolio: Koleksi foto atau contoh pekerjaan seorang MUA yang digunakan untuk memperlihatkan keterampilan dan gaya makeup mereka kepada calon klien atau majikan.
  56. Multitasking Product: Produk makeup yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya lipstik yang juga dapat digunakan sebagai blush atau eyeshadow.
  57. Nude Makeup: Tampilan makeup yang menggunakan warna-warna netral untuk menciptakan tampilan alami dan elegan.
  58. Pigment: Bubuk berpigmen tinggi yang digunakan untuk memberikan warna intens pada mata, bibir, atau pipi.
  59. Primer: Produk yang digunakan sebelum foundation untuk menciptakan permukaan yang rata dan membuat makeup lebih tahan lama.
  60. Setting Powder: Bubuk transparan yang digunakan untuk mengunci atau mengatur produk cair seperti foundation dan concealer agar lebih tahan lama.
  61. Setting Spray: Semprotan wajah yang digunakan untuk mengunci makeup dan menjaga agar tampilan tetap tahan lama sepanjang hari.
  62. Setting Spray: Semprotan yang digunakan untuk mengunci atau memperpanjang ketahanan makeup.
  63. SFX Makeup (Special Effects Makeup): Makeup khusus yang digunakan untuk menciptakan efek-efek khusus, seperti luka, bekas, atau karakter fiksi.
  64. Skin Undertone: Warna dasar kulit seseorang, bisa bersifat hangat, netral, atau dingin, yang membantu menentukan warna makeup yang paling cocok untuk mereka.
  65. Smokey Eye: Teknik eyeshadow yang menciptakan tampilan mata berbaur yang mengaburkan garis-garis tegas.
  66. Smudging: Teknik atau efek makeup yang melibatkan merayapkan eyeliner atau eyeshadow untuk menciptakan tampilan yang lebih lembut atau buram.
  67. Spoolie: Sikat bulu mata yang digunakan untuk menyisir dan membentuk alis atau bulu mata.
  68. Stippling: Teknik aplikasi makeup dengan mengetuk-ngetukkan kuas atau spons untuk menciptakan tekstur atau efek khusus pada kulit.
  69. Strobing: Teknik makeup yang menggunakan highlighter untuk menciptakan tampilan bercahaya pada area-area tertentu di wajah tanpa menggunakan contouring.
  70. T-zone: Area wajah yang meliputi dahi, hidung, dan dagu, yang seringkali lebih berminyak dibandingkan area lain pada wajah.
  71. Tinted Moisturizer: Pelembap wajah dengan sedikit pigmen warna, memberikan tampilan alami yang ringan.
  72. Translucent: Produk makeup yang memiliki warna yang hampir transparan, digunakan untuk mengatur dan menyeimbangkan tampilan tanpa menambahkan warna yang signifikan.
  73. Warm-Toned: Warna-warna makeup yang cenderung memiliki nuansa hangat, seperti merah, oranye, atau kuning.
  74. Waterline: Bagian dalam kelopak mata yang berada tepat di atas garis air mata, sering diberi eyeliner untuk menciptakan efek mata yang lebih besar.
  75. Winged Eyeliner: Gaya eyeliner dengan ujung panjang yang membentuk sayap pada ujung mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *