Kamus Pulau Bali – Daftar Istilah Jika Kamu Di Bali

  1. Agama Hindu Dharma: Agama mayoritas yang dianut di Bali, mengajarkan tentang kepercayaan pada Tuhan dan keseimbangan hidup.
  2. Balinese Dance Festival: Festival tari tahunan di Bali untuk mempromosikan seni tari tradisional.
  3. Barong: Karakter mitologis dalam seni tari Bali yang melambangkan kebaikan dan melawan kejahatan.
  4. Bebantenan: Prosesi membuat dan menata persembahan-persembahan dalam upacara keagamaan.
  5. Beleganjur: Musik perang Bali yang dimainkan saat prosesi pengabenan atau upacara keagamaan lainnya.
  6. Bhatara Rambut Sedana: Dewa yang dipuja dalam upacara khusus untuk pertumbuhan rambut.
  7. Bhatara Turun Kabeh: Hari raya untuk menghormati turunnya semua dewa ke Bumi.
  8. Bhuta Yadnya: Upacara dalam agama Hindu Bali untuk mengusir roh-roh jahat yang mengganggu keseimbangan alam.
  9. Canang Sari: Persembahan harian berupa tray berisi bunga, dupa, dan makanan kecil untuk para dewa.
  10. Catur Brata Penyepian: Empat aturan selama hari raya Nyepi, yaitu tidak bekerja, tidak berapi, tidak keluar rumah, dan tidak berhibur.
  11. Cening Bagus: Ungkapan dalam bahasa Bali yang berarti “baik” atau “sehat”.
  12. Dharma: Prinsip moral dan etika dalam agama Hindu Bali, juga mengacu pada kewajiban sosial dan pribadi.
  13. Galah: Alat untuk memanen padi secara tradisional.
  14. Galungan Tumpeng: Tumpeng khas perayaan Galungan yang disajikan dengan berbagai hidangan lezat.
  15. Galungan: Hari raya penting dalam agama Hindu Bali yang menandai kemenangan kebaikan atas kejahatan.
  16. Gamelan: Alat musik perkusi tradisional Bali yang terdiri dari berbagai jenis instrumen.
  17. Gedebong Goyang: Tradisi membawa gerobak berisi berbagai hidangan sebagai simbol kekayaan dalam upacara adat.
  18. Genta: Lonceng besar di pura yang dipukul saat upacara keagamaan.
  19. Jagatnatha: Pura utama di Denpasar yang merupakan pusat kegiatan keagamaan Hindu di Bali.
  20. Janger: Jenis tarian Bali yang dilakukan oleh pasangan dengan lirik lagu yang dialog antara penari pria dan wanita.
  21. Kajeng Kliwon: Hari khusus dalam kalender Bali yang dipercaya memiliki energi spiritual tinggi.
  22. Karangasem: Salah satu kabupaten di Bali yang memiliki warisan budaya dan situs-situs bersejarah.
  23. Kasta: Sistem kelas sosial dalam masyarakat Hindu Bali yang meliputi Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.
  24. Kecak: Tarian tradisional Bali yang melibatkan paduan suara pengiring tanpa musik.
  25. Kulkul: Bunyi lonceng kayu atau bambu yang digunakan untuk memberi isyarat dalam upacara keagamaan.
  26. Legong: Jenis tari klasik Bali yang ditampilkan oleh penari muda dengan gerakan anggun.
  27. Madya Manggah: Hari raya dalam rangka memohon kesuburan dan kelimpahan. Glosarium.org
  28. Mapandes: Upacara penyucian diri secara menyeluruh untuk mendapatkan kesucian spiritual.
  29. Mecaru: Upacara pembersihan dan penyucian diri serta lingkungan sebelum perayaan upacara keagamaan.
  30. Melasti: Upacara membersihkan patung-patung dewa di pura dan membawa “Tirta Amerta” (air suci) ke laut.
  31. Melukat: Upacara mandi atau menyucikan diri di sumber air suci atau tempat tertentu.
  32. Menek Angon Bebek: Upacara memilih dan memotong bebek sebagai bagian dari tradisi pertanian.
  33. Menek Bumi: Upacara pemecahan telur untuk mengidentifikasi jodoh calon pengantin.
  34. Menek Kelih: Upacara memohon keselamatan saat menyeberangi perbatasan desa.
  35. Menek Uduh: Upacara penanaman pohon sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan.
  36. Menyambut Gawe: Tradisi menyambut tamu penting dengan tarian dan upacara penyambutan.
  37. Mepandesan: Upacara pemotongan gigi taring pada gigi seri atas sebagai simbol kedewasaan.
  38. Mepantigan: Seni bela diri Bali yang dipadukan dengan tari dan kesenian lainnya.
  39. Merajan: Tempat suci keluarga atau rumah ibadah keluarga di dalam rumah tradisional Bali.
  40. Merak angkat: Tradisi menaikkan merak atau burung besar dari bambu saat perayaan tertentu.
  41. Mesangih: Tradisi saling memohon maaf di antara anggota keluarga atau tetangga.
  42. Metatah: Upacara penyucian diri untuk remaja yang baru mencapai usia dewasa.
  43. Nasi Tumpeng: Hidangan khas Bali berupa nasi berbentuk kerucut dengan berbagai lauk.
  44. Ngaben Massal: Upacara kremasi massal untuk menghormati orang-orang yang meninggal secara bersamaan.
  45. Ngaben Pitra Yadnya: Upacara pengabenan untuk menghormati roh-roh leluhur.
  46. Ngaben: Upacara kremasi dalam tradisi Hindu Bali untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam baka.
  47. Nganyut: Tradisi melepas mayat ke laut atau sungai setelah prosesi kremasi.
  48. Ngarak Agung: Tradisi mengarak patung Dewa Wisnu atau Dewa Siwa dalam prosesi upacara.
  49. Ngelawang Tularan: Tradisi berjalan dari desa ke desa sambil membawa barong dan mengenakan pakaian tradisional.
  50. Ngelawang: Tradisi pertunjukan topeng dengan tarian dan musik yang mengusung pesan moral.
  51. Ngemplang: Tradisi mengadakan acara selamatan ketika mendirikan bangunan baru.
  52. Ngerebeg: Tradisi membersihkan lingkungan desa dan mengusir roh jahat sebagai persiapan menyambut tahun baru.
  53. Ngrupuk: Tradisi membangun ogoh-ogoh atau patung raksasa yang akan dibakar pada malam hari sebelum Nyepi.
  54. Ngurek: Tradisi membersihkan hewan ternak dan mengusir roh jahat dari desa.
  55. Ngusaba Guling: Upacara persembahan hewan kurban sebagai wujud syukur atas hasil panen.
  56. Ngusaba: Upacara persembahan hasil bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
  57. Nongki-ngonjek: Tradisi bersantai bersama di pinggir sawah sambil menikmati pemandangan alam.
  58. Nyekar: Upacara ziarah ke makam leluhur atau tempat-tempat suci.
  59. Nyepi: Hari Raya Tahun Baru Saka dalam agama Hindu Bali yang dirayakan dengan berpuasa, diam, dan bermeditasi.
  60. Nyuwun Ngapura: Permohonan maaf secara simbolis dengan merayap di bawah pintu gerbang pura.
  61. Odalan: Perayaan tahunan di pura, merayakan hari suci persembahan kepada dewa.
  62. Om Swastiastu: Ungkapan salam dalam bahasa Bali yang berarti “Semoga keselamatan selalu menyertai kita.”
  63. Omed-omedan: Tradisi tari cium-ciuman, di mana para remaja menari bersama dan pasangan yang cocok akan saling mencium.
  64. Otonan: Hari perayaan ulang tahun dalam tradisi Hindu Bali yang dirayakan setiap tahun. Glosarium.org
  65. Padikem: Tradisi membersihkan desa dan jalan-jalan dari sampah dan kotoran setelah Hari Raya Nyepi.
  66. Pagerwesi: Hari raya yang memperingati perkuatan diri melawan kejahatan dan memohon perlindungan dari Tuhan.
  67. Paku Bumi: Tradisi menancapkan paku di atas pohon atau benda lain sebagai simbol permohonan restu dari roh gaib.
  68. Pangrebongan: Tradisi tari perang antara dua kelompok di desa yang dilakukan dengan semangat sportif.
  69. Panyembrahma: Istilah untuk memohon kesucian atau keselamatan saat memasuki suatu tempat suci.
  70. Paruman: Tradisi membersihkan desa dan memperbaiki infrastruktur bersama-sama.
  71. Patirtaan: Tempat suci atau sumber air yang dianggap memiliki energi spiritual.
  72. Patra: Pelengkap dan hiasan dalam upacara keagamaan atau tarian Bali.
  73. Pecalang: Pengawal tradisional yang bertugas menjaga keamanan selama perayaan upacara.
  74. Pedanda: Pendeta atau tokoh agama Hindu Bali.
  75. Pelinggih: Sajian berupa persembahan bunga dan dupa di altar atau tempat suci.
  76. Penasar: Upacara potong gigi pada bayi yang diadakan sebagai simbol menghilangkan hawa nafsu.
  77. Pendet: Tarian penyambutan yang dilakukan oleh penari wanita dengan membawa bokor atau nampan berisi bunga.
  78. Penimbangan Otonan: Upacara tradisional untuk menentukan hari perayaan ulang tahun sesuai kalender Bali.
  79. Penjor: Tiang hiasan dari janur kuning yang dipasang pada perayaan Galungan.
  80. Penyadon: Upacara penyucian dan pembersihan diri sebelum melaksanakan upacara keagamaan.
  81. Penyekeban: Upacara pemotongan daging babi dan persiapan makanan untuk perayaan adat.
  82. Perang Pandan: Tradisi adu pandan, di mana peserta saling beradu dengan batang pandan yang berduri.
  83. Piodalan: Upacara ulang tahun pura yang dirayakan setiap enam bulan sekali.
  84. Pura Besakih: Pura terbesar di Bali, sering disebut sebagai “Pura Agung Besakih” atau “Pura Agung”.
  85. Pura Dalem: Pura yang didedikasikan untuk pemujaan roh- roh dan leluhur.
  86. Pura: Tempat ibadah dalam agama Hindu Bali, berupa kuil atau tempat suci.
  87. Rangda: Karakter wanita jahat dalam seni tari Bali yang melambangkan kegelapan dan bahaya.
  88. Reramuan: Upacara memohon keselamatan dan kesehatan bagi bayi baru lahir.
  89. Rwa Bhineda: Konsep filosofis dalam agama Hindu Bali yang mengajarkan tentang dualitas dan keseimbangan.
  90. Sabuh Mas: Uang logam kecil yang digunakan dalam upacara keagamaan sebagai simbol keberuntungan.
  91. Sampian: Hiasan dari janur untuk menghias pakaian atau sajian dalam upacara keagamaan.
  92. Sekala Niskala: Konsep dalam agama Hindu Bali yang mengacu pada dunia nyata (sekala) dan dunia metafisika (niskala).
  93. Sekaten: Perayaan masyarakat Bali berdasarkan kalender Saka untuk menghormati Nabi Muhammad.
  94. Selonding: Jenis gamelan khas Bali yang memiliki alat musik logam dan digunakan dalam upacara adat.
  95. Sembahyang: Upacara ibadah atau doa dalam agama Hindu Bali.
  96. Serombotan: Campuran bumbu-bumbu tradisional Bali yang digunakan dalam masakan.
  97. Sesayut Agung: Upacara penutupan perayaan Besakih di Pura Besakih dengan mengarak patung Dewa Siwa.
  98. Siat Tipat Bantal: Upacara makan bersama menggunakan hidangan khas seperti tipat (nasi ketupat) dan bantal (sayur nangka).
  99. Subak: Sistem irigasi tradisional Bali untuk pengaturan air bagi sawah.
  100. Suling: Alat musik tiup tradisional Bali yang terbuat dari bambu.
  101. Tabuh Rah Pengangon: Musik gong yang dimainkan dalam prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir.
  102. Tabuh Rah: Jenis musik Bali yang dimainkan saat upacara keagamaan untuk memanggil dewa atau roh.
  103. Taksu Bhuwana: Upacara memohon keselamatan dan berkah bagi tanah atau bangunan baru.
  104. Taksu Bumi: Upacara untuk memberikan rasa syukur kepada bumi atas hasil panen yang melimpah.
  105. Taksu Dewa: Perayaan hari raya dalam tradisi Hindu Bali untuk menghormati dan memuja para dewa.
  106. Taksu: Energi spiritual atau daya magis yang dimiliki seseorang atau tempat suci.
  107. Tari Baris: Tarian perang yang menggambarkan keberanian para prajurit dalam pertempuran.
  108. Tari Kebyar: Tarian tradisional Bali yang energik, menampilkan gerakan yang cepat dan dinamis.
  109. Tari Kecak Ramayana: Tarian kecak yang menceritakan kisah Ramayana dalam pertunjukan teater.
  110. Tari Legong Kraton: Tarian klasik Bali yang biasanya dipentaskan di istana atau keraton.
  111. Tari Rejang: Tarian sakral khas Bali yang dilakukan oleh para penari wanita dalam upacara keagamaan.
  112. Tari Topeng: Tarian yang melibatkan penggunaan topeng untuk menggambarkan berbagai karakter mitologis atau cerita klasik.
  113. Tawur Agung Kesanga: Upacara penyucian diri secara massal sebagai persiapan perayaan Nyepi.
  114. Teruna Teruni: Istilah untuk menyebut remaja putra-putri dalam acara-upacara adat.
  115. Tirta Yatra: Perjalanan ke tempat-tempat suci untuk membersihkan roh dan mendapatkan berkah.
  116. Tumpek Landep: Hari raya untuk memberkati senjata, alat-alat tajam, dan perkakas lainnya.
  117. Tumpek Wariga: Hari raya untuk memberi rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi.
  118. Tumpeng Megending: Tradisi membuat tumpeng dengan sajian beraneka ragam sebagai bentuk syukur.
  119. Upacara Ngaben: Upacara kremasi dalam tradisi Hindu Bali untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam baka.
  120. Usaba Dangsil: Hari perayaan di mana orang-orang membawa persembahan ke pura untuk Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *