Kamus Pertukangan – Daftar Istilah Tukang Kayu

  1. Ampelas: Kertas abrasif yang digunakan untuk menghaluskan dan meratakan permukaan kayu.
  2. Anak Sungai: Potongan kayu kecil yang digunakan untuk mengisi celah atau ruang kosong pada sambungan atau joint.
  3. Balok: Potongan kayu berbentuk panjang, lebar, dan tebal yang digunakan untuk struktur atau rangka proyek kayu.
  4. Beam: Balok. Potongan kayu berbentuk panjang, lebar, dan tebal yang digunakan untuk struktur atau rangka proyek kayu.
  5. Beliung: Perubahan bentuk pada kayu karena penyusutan atau perubahan kelembaban.
  6. Bevel: Sudut miring yang dihasilkan dari pemotongan kayu.
  7. Biscuit Joint: Sambungan Bisul. Sambungan kayu menggunakan biskuit (potongan kayu pipih) yang diletakkan dalam alur pada kedua potongan kayu yang akan digabungkan.
  8. Board: Papan. Potongan kayu datar dengan ukuran standar yang digunakan sebagai bahan dasar dalam proyek tukang kayu.
  9. Bor: Alat tukang untuk membuat lubang pada kayu, terdapat dalam berbagai ukuran dan tipe.
  10. Brad Nails: Paku Kepala Runcing. Baut kecil berkepala datar yang digunakan untuk mengikat dua benda kayu, sering kali digunakan dengan pistol paku.
  11. Bubungan: Titik tertinggi pada atap bangunan, di mana dua bidang atap bertemu membentuk sudut.
  12. Bubut: Proses memahat atau memotong kayu yang berputar di sekitar poros untuk menciptakan bentuk atau desain tertentu.
  13. Caliper: Jangka Sorong. Alat ukur tukang kayu untuk mengukur ketebalan atau panjang benda kayu.
  14. Carpenter: Tukang Kayu. Seseorang yang ahli dalam memahat, memotong, merakit, dan merancang berbagai jenis proyek kayu.
  15. Cengkok: Ketidaksempurnaan pada kayu yang terjadi karena perbedaan dalam tekanan pertumbuhan di dalam pohon.
  16. Cetakan: Sebuah alat tukang kayu untuk membentuk atau mencetak pola atau bentuk tertentu pada bahan kayu.
  17. Chalk Line: Tali Kapur. Tali yang dilapisi kapur yang digunakan untuk membuat garis lurus pada kayu sebagai panduan pemotongan.
  18. Chisel: Kikir. Alat tukang yang berbentuk pisau kecil untuk menghilangkan sisi-sisi tajam pada kayu.
  19. Clamp: Jepit. Alat tukang berbentuk rahang yang dapat digerakkan, digunakan untuk menjepit benda atau memegang kayu selama proses kerja.
  20. Coping Saw: Gergaji Belah. Alat tukang bergerigi halus yang digunakan untuk memotong lengkungan atau bentuk melengkung pada kayu.
  21. Crosscut Saw: Gergaji Potong Lurus. Gergaji yang digunakan untuk memotong kayu secara tegak lurus terhadap seratnya.
  22. Dado Blade: Pahat Sumbu. Mata gergaji khusus yang digunakan untuk membuat alur panjang pada kayu.
  23. Dados: Alur panjang yang dipotong ke dalam kayu untuk memasukkan tepi dari potongan kayu lainnya.
  24. Dovetail Joint: Sambungan Kuda-kuda. Sambungan kayu yang memiliki bentuk serupa kuda-kuda yang kuat dan tahan lama.
  25. Dowel: Penyepit. Batang kayu atau bahan lain yang digunakan untuk menyambung dua potongan kayu secara kuat.
  26. Drill: Bor. Alat tukang untuk membuat lubang pada kayu, terdapat dalam berbagai ukuran dan tipe.
  27. Dull: Tumpul. Kondisi alat tukang kayu yang hilang ketajamannya dan memerlukan pengasahan kembali.
  28. Edge Banding: Pita Tepi. Materi strip tipis yang digunakan untuk menutupi tepi kayu yang terbuka pada lapisan kayu lapis atau partikel.
  29. Finger Joint: Sambungan Jari. Sambungan kayu yang menggunakan bentuk seperti jari-jari tangan yang saling mengait untuk menciptakan sambungan yang kuat.
  30. Finishing: Tahap akhir dalam proses tukang kayu, meliputi pewarnaan, lapisan pelindung, dan penghalusan permukaan untuk memberikan tampilan akhir yang indah.
  31. Flush Trim Router Bit: Mata Router Rata. Pahat router yang digunakan untuk menyesuaikan permukaan kayu dengan tepi lainnya.
  32. Forstner Bit: Bor Forstner. Jenis bor khusus yang digunakan untuk membuat lubang mendalam dan datar pada kayu.
  33. Garis Serong: Garis diagonal yang digunakan sebagai panduan untuk memotong atau menyambung kayu dengan sudut tertentu.
  34. Garis Tengah: Garis tengah pada kayu yang menjadi referensi saat melakukan pengukuran dan penandaan. Glosarium.org
  35. Gergaji Tangan: Alat tukang kayu berukuran kecil dengan gerigi halus, digunakan untuk pemotongan detail dan akurat.
  36. Gergaji: Alat tukang yang digunakan untuk memotong kayu dengan menggunakan gerigi bergerak.
  37. Grain: Serat Kayu. Arah dan pola alami serat kayu yang mempengaruhi tampilan dan karakteristik estetika kayu.
  38. Hammer: Palu. Alat tukang berbentuk kepala yang digunakan untuk memaku dan memasang benda.
  39. Hand Plane: Piala Tangan. Piala yang digerakkan dengan tangan untuk menghaluskan permukaan kayu.
  40. Jangka Sorong: Alat tukang kayu untuk mengukur diameter dan ketebalan kayu yang bulat atau berbentuk silinder.
  41. Jangka Sorong: Alat ukur tukang kayu untuk mengukur ketebalan atau panjang benda kayu.
  42. Jepit: Alat tukang berbentuk rahang yang dapat digerakkan, digunakan untuk menjepit benda atau memegang kayu selama proses kerja.
  43. Jigsaw: Gergaji listrik dengan gerigi tipis yang digunakan untuk memotong bentuk melengkung pada kayu.
  44. Karbol: Cairan pembersih yang digunakan untuk membersihkan dan melindungi permukaan kayu.
  45. Kayu: Material alami yang berasal dari batang pohon, digunakan sebagai bahan dasar dalam pekerjaan tukang kayu.
  46. Keling: Cetakan kayu yang digunakan untuk membentuk lengkungan atau kelokan pada kayu.
  47. Kelistrikan: Alat-alat listrik yang digunakan dalam proses tukang kayu, seperti gergaji listrik, bor, atau penghalus.
  48. Kerawang: Seni ukir kayu yang menghasilkan pola geometris atau gambar hiasan yang rumit.
  49. Kerawangan Permukaan: Ketidakrataan pada permukaan kayu yang dapat disebabkan oleh perbedaan serat kayu dan sifat alami bahan.
  50. Kerawangan: Jarak antara alur potong pada gergaji, mempengaruhi ketebalan dan akurasi pemotongan.
  51. Kereta Gergaji: Alat yang digunakan untuk membantu memotong kayu dengan gergaji dengan gerakan yang tepat dan lurus.
  52. Kikir: Alat tukang yang berbentuk pisau kecil untuk menghilangkan sisi-sisi tajam pada kayu.
  53. Klem: Alat tukang berbentuk rahang dengan mekanisme penjepitan yang digunakan untuk menyatukan dua benda kayu.
  54. Konstruksi Balok: Metode konstruksi yang menggunakan balok-balok kayu sebagai struktur dasar suatu bangunan.
  55. Kontras: Perbedaan warna atau tekstur pada kayu yang menciptakan efek visual yang menarik.
  56. Laminasi: Proses menggabungkan lapisan-lapisan kayu untuk menciptakan bahan yang lebih kuat atau efisien.
  57. Lem Kayu: Perekat khusus untuk menggabungkan dua bagian kayu menjadi satu kesatuan.
  58. Level: Rata. Alat ukur tukang kayu untuk memastikan permukaan datar.
  59. List: Hiasan tambahan pada permukaan kayu, seperti molding atau profil tambahan.
  60. Lubang Kancing: Lubang kecil yang dipotong pada kayu untuk menempatkan sekrup, paku, atau penjepit.
  61. Miter Saw: Gergaji Potong Sudut. Alat tukang kayu yang digunakan untuk memotong kayu dengan presisi pada sudut yang akurat.
  62. Nail: Paku. Baut kecil berkepala datar yang digunakan untuk mengikat dua benda kayu.
  63. Pahat: Alat tukang kayu yang digunakan untuk memahat atau mengukir kayu dengan presisi.
  64. Paku: Baut kecil berkepala datar yang digunakan untuk mengikat dua benda kayu.
  65. Palu: Alat tukang berbentuk kepala yang digunakan untuk memaku dan memasang benda.
  66. Papan: Potongan kayu datar dengan ukuran standar yang digunakan sebagai bahan dasar dalam proyek tukang kayu.
  67. Pembuat Kerangka: Tukang kayu yang ahli dalam merancang dan membuat kerangka atau struktur dasar dari suatu proyek kayu.
  68. Pengawet Kayu: Bahan kimia yang digunakan untuk melindungi kayu dari serangan hama, rayap, atau pembusukan.
  69. Penghalus: Alat tukang yang berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan permukaan kayu.
  70. Penghalusan Tangan: Proses menghaluskan permukaan kayu menggunakan alat tangan seperti amplas atau piala.
  71. Penyelarasan: Proses menyelaraskan dan menyesuaikan potongan kayu agar tepat posisinya dalam proyek.
  72. Penyisipan: Proses menyisipkan potongan kayu ke dalam bidang lain untuk membentuk hubungan atau joint yang kuat.
  73. Pergeseran: Ketidaksempurnaan permukaan kayu yang diakibatkan oleh perbedaan ketebalan dan tingkat kelurusan kayu.
  74. Piala: Alat tukang yang berfungsi untuk mengikis dan membentuk kayu.
  75. Plane: Piala. Alat tukang yang berfungsi untuk mengikis dan membentuk kayu.
  76. Plane: Rabot. Alat tukang untuk menghaluskan dan meratakan permukaan kayu dengan cara memotong tipis bagian atasnya.
  77. Planer: Penghalus. Alat tukang yang berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan permukaan kayu.
  78. Profil: Bentuk atau kontur tertentu pada permukaan kayu, sering kali digunakan untuk tujuan dekoratif.
  79. Rabbet Joint: Sambungan Rabet. Sambungan kayu yang memiliki alur pada satu potongan kayu yang cocok dengan tepi potongan kayu lainnya.
  80. Rabot: Alat tukang untuk menghaluskan dan meratakan permukaan kayu dengan cara memotong tipis bagian atasnya.
  81. Rakit: Struktur temporary yang digunakan untuk menyatukan bagian-bagian besar dari proyek kayu sebelum perekatan permanen.
  82. Rata: Alat ukur tukang kayu untuk memastikan permukaan datar.
  83. Router Bit: Mata Router. Pahat berbentuk mata bor yang digunakan pada router untuk membentuk permukaan kayu.
  84. Router Guide: Panduan Router. Alat bantu untuk mengarahkan router pada jalur yang ditentukan untuk menghasilkan goresan atau profil tertentu.
  85. Router Table: Meja Router. Meja khusus yang digunakan untuk menopang router dan memungkinkan kontrol yang lebih baik saat menghaluskan atau membentuk kayu.
  86. Router: Pahat elektrik. Alat tukang kayu yang digunakan untuk membuat goresan atau pola dekoratif pada permukaan kayu.
  87. Sander: Penghalus Permukaan. Alat tukang kayu yang digunakan untuk menghaluskan permukaan kayu menggunakan gerakan berputar atau bergetar.
  88. Sanding Block: Blok Ampelas. Bantalan khusus yang digunakan untuk memegang kertas ampelas agar proses penghalusan lebih efisien.
  89. Sanding Grit: Kepadatan Ampelas. Ukuran partikel abrasif pada kertas ampelas yang menentukan tingkat kekasaran atau kehalusan hasil penghalusan.
  90. Sandpaper: Ampelas. Kertas abrasif yang digunakan untuk menghaluskan dan meratakan permukaan kayu.
  91. Saw: Gergaji. Alat tukang yang digunakan untuk memotong kayu dengan menggunakan gerigi bergerak.
  92. Sawhorse: Kuda-kuda. Dua balok yang ditempatkan pada sudut dan digunakan sebagai dukungan untuk memotong kayu atau bahan lain.
  93. Screw: Sekrup. Baut berbentuk spiral dengan kepala cekung yang digunakan untuk mengikat dan mengencangkan benda kayu.
  94. Sekrup: Baut berbentuk spiral dengan kepala cekung yang digunakan untuk mengikat dan mengencangkan benda kayu.
  95. Sendok Ukur: Alat tukang kayu yang digunakan untuk mengukur ketebalan dan lebar kayu dengan presisi.
  96. Sengkedan: Teknik menyambung dua potongan kayu secara diagonal untuk membentuk sudut yang kuat.
  97. Tapak: Sebuah cetakan kayu yang digunakan untuk menandai dan memotong bentuk atau pola yang sama secara berulang.
  98. Terapung: Teknik penyambungan dua potongan kayu dengan menggunakan lubang dan paku, sehingga nampak seperti “terapung” di atas permukaan.
  99. Tukang Gergaji: Spesialis dalam menggunakan berbagai jenis gergaji untuk memotong dan membentuk kayu dengan akurat.
  100. Tukang Kayu: Seseorang yang ahli dalam memahat, memotong, merakit, dan merancang berbagai jenis proyek kayu.
  101. Tungku Perapian: Alat tukang kayu untuk membakar kayu dengan intensitas tinggi sehingga kayu menjadi lebih keras dan tahan terhadap hama.
  102. Varnish: Vernis. Lapisan pelindung transparan yang diterapkan pada kayu untuk melindunginya dan memberikan kilau yang indah.
  103. Water-based Wood Stain: Pewarna Kayu Berbasis Air. Cairan pewarna yang digunakan untuk memberikan warna pada kayu dengan basis air, lebih ramah lingkungan.
  104. Wood Burning Tool: Alat Pengecoran Kayu. Perangkat yang memanaskan ujungnya dan digunakan untuk mengukir atau membakar pola pada kayu.
  105. Wood Burning: Pengecoran Kayu. Proses mengukir kayu dengan menggunakan alat khusus yang memanaskan ujung dan membakar pola atau gambar pada permukaan kayu.
  106. Wood Carving: Ukir Kayu. Seni mengukir atau memahat kayu untuk menciptakan pola atau desain dekoratif.
  107. Wood Chisel: Pahat Kayu. Alat tukang yang berbentuk pisau tajam untuk memahat atau mengukir kayu.
  108. Wood Dowel: Penyepit Kayu. Batang silinder kecil yang digunakan untuk menyambung dua potongan kayu.
  109. Wood Filler: Pengisi Kayu. Bahan yang digunakan untuk mengisi retak atau lubang pada kayu sebelum proses penyelesaian.
  110. Wood Glue: Lem Kayu. Perekat khusus untuk menggabungkan dua bagian kayu menjadi satu kesatuan.
  111. Wood Polish: Poles Kayu. Cairan atau bahan yang digunakan untuk memberikan kilau dan melindungi permukaan kayu setelah proses penyelesaian.
  112. Wood Putty: Putty Kayu. Sejenis pengisi yang digunakan untuk mengisi lubang atau celah pada kayu sebelum penyelesaian.
  113. Wood Rasp: Piala Gergaji. Alat tukang yang digunakan untuk menghaluskan atau memodifikasi permukaan kayu dengan goresan kasar.
  114. Wood Rasps: Piala Gergaji Kayu. Alat tukang kayu dengan goresan kasar untuk menghaluskan permukaan kayu secara kasar.
  115. Wood Router: Router Kayu. Alat tukang kayu yang digunakan untuk menghaluskan, membentuk, dan membuat goresan pada permukaan kayu.
  116. Wood Screws: Sekrup Kayu. Sekrup yang dirancang khusus untuk digunakan pada kayu dengan desain yang lebih kuat dan efektif.
  117. Wood Stain: Pewarna Kayu. Cairan yang digunakan untuk memberikan warna atau merubah warna pada kayu tanpa menutupi tekstur alami kayu.
  118. Wood Veneer: Lapisan Kayu. Lapisan tipis kayu alami atau rekayasa yang ditempatkan pada permukaan kayu untuk meningkatkan tampilannya.
  119. Wood: Kayu. Material alami yang berasal dari batang pohon, digunakan sebagai bahan dasar dalam pekerjaan tukang kayu.
  120. Woodturning: Pahatan Kayu. Proses mengukir kayu yang berputar pada poros untuk menciptakan bentuk atau desain tertentu.
  121. Woodworking Bench: Bangku Kerja Kayu. Meja khusus yang digunakan oleh tukang kayu untuk menopang dan bekerja pada bahan kayu.
  122. Woodworking Clamp: Klem Kerajinan Kayu. Alat yang digunakan untuk menyatukan dan menjepit dua atau lebih potongan kayu selama proses perekatan.
  123. Woodworking Jig: Jig Kerajinan Kayu. Alat atau cetakan khusus yang digunakan untuk membantu tukang kayu dalam melakukan tugas-tugas yang berulang dengan presisi.
  124. Woodworking Lathe: Mesin Pembubut Kayu. Alat tukang kayu yang menggabungkan benda yang berputar di sekitar poros untuk membuat bentuk melingkar pada kayu.
  125. Woodworking Router Bits: Mata Pahat Router Kayu. Berbagai jenis pahat yang digunakan pada router untuk membentuk profil dan goresan pada permukaan kayu.
  126. Woodworking Square: Pusaka Tukang Kayu. Alat ukur tukang kayu yang memiliki sudut 90 derajat dan 45 derajat, digunakan untuk memastikan ketepatan sudut dalam proyek.
  127. Woodworking: Kerajinan Kayu. Keterampilan atau seni membuat berbagai objek dari kayu dengan menggunakan berbagai alat tukang kayu.
  128. Workbench Vise: Kunci Meja Kerja. Perangkat yang dipasang pada bangku kerja untuk menjepit benda atau kayu selama proses kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *