Kamus Istilah Tukang Sampah

  • 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Konsep pengurangan sampah melalui tiga cara yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.
  • Bank Sampah: Lembaga atau tempat yang menerima, membeli, atau menukarkan sampah dari masyarakat dengan imbalan tertentu.
  • Biodegradable: Biodegradable. Sampah yang dapat diurai secara alami oleh mikroorganisme.
  • Biodegradable: Sampah yang dapat diurai secara alami oleh mikroorganisme.
  • Biodiversitas: Keanekaragaman hayati, termasuk berbagai jenis makhluk hidup dan ekosistem di Bumi.
  • Biogas: Biogas. Gas yang dihasilkan dari proses penguraian anaerobik sampah organik dan dapat digunakan sebagai sumber energi.
  • Circular Economy: Ekonomi Lingkaran. Model ekonomi yang mengutamakan penggunaan ulang, daur ulang, dan pemulihan untuk mengurangi pemborosan dan dampak lingkungan negatif.
  • Compost: Kompos. Proses penguraian sampah organik menjadi pupuk yang berguna untuk pertanian.
  • Composting: Pengomposan. Proses penguraian sampah organik menjadi kompos yang berguna sebagai pupuk alami.
  • Dampak Lingkungan: Konsekuensi dari pengelolaan sampah yang buruk terhadap ekosistem dan makhluk hidup di sekitarnya.
  • Daur Ulang: Proses mengolah sampah menjadi produk baru yang berguna, mengurangi limbah dan dampak negatif lingkungan.
  • E-waste: Sampah Elektronik. Sampah yang berasal dari peralatan elektronik dan listrik yang sudah tidak terpakai.
  • Ekologi: Studi tentang interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.
  • Ekosistem: Sistem kompleks yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya, serta interaksi di antara mereka.
  • Electronic Waste (E-waste): Sampah Elektronik. Sampah yang berasal dari peralatan elektronik yang sudah tidak terpakai atau rusak.
  • Environmental Awareness: Peduli Lingkungan. Kesadaran dan sikap untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.
  • Environmental Impact: Dampak Lingkungan. Konsekuensi dari pengelolaan sampah yang buruk terhadap ekosistem dan makhluk hidup di sekitarnya.
  • Environmental Pollution: Pencemaran Lingkungan. Kerusakan lingkungan akibat pelepasan zat-zat berbahaya atau limbah secara tidak tepat.
  • Extended Producer Responsibility (EPR): Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas. Pendekatan kebijakan yang meminta produsen bertanggung jawab atas siklus hidup produk mereka, termasuk pengelolaan sampah.
  • Green Waste: Sampah Hijau. Sampah organik, seperti daun, ranting, atau sisa-sisa taman, yang dapat didaur ulang menjadi kompos. Glosarium.org
  • Hazardous Materials: Bahan Berbahaya. Zat atau bahan yang dapat menyebabkan risiko kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak diolah dengan benar.
  • Hazardous Waste (B3 Waste): Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah yang mengandung bahan kimia berbahaya dan beracun, memerlukan penanganan khusus untuk menghindari dampak negatifnya terhadap kesehatan dan lingkungan.
  • Incinerator: Tempat atau fasilitas yang digunakan untuk membakar sampah untuk mengurangi volume dan menghasilkan energi.
  • Inorganic Waste: Sampah Anorganik. Sampah yang terdiri dari bahan-bahan tidak mudah terurai, seperti plastik, kaca, logam, dan kertas.
  • Kompos: Proses penguraian sampah organik menjadi pupuk yang berguna untuk pertanian.
  • Konservasi Lingkungan: Upaya melindungi, memulihkan, atau melestarikan lingkungan alami dan sumber daya alam.
  • Lahan Tumpah Sampah: Area tempat pembuangan sampah yang tidak diolah dengan benar, cenderung mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan masalah kesehatan.
  • Landfill Gas: Gas TPA. Gas yang dihasilkan dari pembusukan sampah di TPA, terdiri dari metana dan karbon dioksida.
  • Landfill Liner: Lapisan Pelapis TPA. Lapisan penutup di dasar TPA yang mencegah rembesan cairan dari mencemari tanah dan air tanah.
  • Landfill: Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Area yang ditunjuk untuk pembuangan akhir sampah setelah proses pemilahan dan pengolahan.
  • Leachate: Liat. Cairan yang dihasilkan ketika air hujan meresap melalui sampah di TPA, mengandung zat-zat berbahaya dari sampah.
  • Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Sampah yang mengandung bahan kimia berbahaya dan beracun, memerlukan penanganan khusus untuk menghindari dampak negatifnya terhadap kesehatan dan lingkungan.
  • Limbah Cair: Sampah yang berwujud cair, seperti limbah industri atau domestik yang harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan.
  • Limbah Gas: Sampah berupa gas yang dihasilkan dari berbagai aktivitas, seperti emisi dari kendaraan dan industri.
  • Limbah Padat: Jenis sampah yang berwujud padat, termasuk sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya.
  • Medical Waste: Sampah Medis. Sampah yang berasal dari fasilitas kesehatan, harus dikelola dengan hati-hati karena mungkin mengandung zat berbahaya.
  • Metode Pengolahan Biologis: Metode pengolahan sampah yang melibatkan aktivitas mikroorganisme untuk menguraikan sampah organik.
  • Metode Pengolahan Fisik: Metode pengolahan sampah yang melibatkan proses mekanis, seperti pemilahan dan penghancuran.
  • Metode Pengolahan Kimia: Metode pengolahan sampah yang menggunakan bahan kimia untuk mengubah sifat atau komposisi sampah.
  • Non-Biodegradable: Non-Biodegradable. Sampah yang tidak dapat diurai secara alami oleh mikroorganisme, seperti plastik dan logam.
  • Non-Biodegradable: Sampah yang tidak dapat diurai secara alami oleh mikroorganisme, seperti plastik dan logam.
  • Organic Waste: Sampah Organik. Sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan atau bahan organik lainnya yang dapat terurai secara alami.
  • Peduli Lingkungan: Kesadaran dan sikap untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.
  • Pemanasan Global: Peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca, yang banyak disebabkan oleh pembakaran sampah dan bahan bakar fosil.
  • Pemanfaatan Sampah: Proses mengubah sampah menjadi bahan atau energi yang berguna, seperti kompos dari sampah organik atau energi dari pembakaran sampah.
  • Pemulung: Seseorang yang mencari dan mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual untuk didaur ulang.
  • Pencemaran Air: Pencemaran yang terjadi pada perairan, baik sungai, danau, maupun laut, karena bahan kimia atau limbah.
  • Pencemaran Lingkungan: Kerusakan lingkungan akibat pelepasan zat-zat berbahaya atau limbah secara tidak tepat.
  • Pencemaran Udara: Peningkatan kadar polutan di atmosfer yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Pengolahan Sampah: Proses pemilahan, pemanfaatan, dan/atau pembuangan sampah untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.
  • Pengumpulan Terpisah: Memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak awal, untuk memudahkan proses daur ulang.
  • Pengurangan Sampah: Upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, misalnya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
  • Plastic Pollution: Pencemaran Plastik. Peningkatan jumlah plastik di lingkungan yang menyebabkan dampak negatif pada ekosistem.
  • Program Pengelolaan Sampah: Rencana dan strategi yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga untuk mengelola sampah secara efisien dan berkelanjutan.
  • Rantai Makanan: Hubungan makan-memakan antara organisme dalam ekosistem yang membentuk saluran transfer energi dan nutrisi.
  • Recycling Rate: Tingkat Daur Ulang. Persentase jumlah sampah yang berhasil didaur ulang dari total sampah yang dihasilkan.
  • Recycling: Daur Ulang. Proses mengolah sampah menjadi produk baru yang berguna, mengurangi limbah dan dampak negatif lingkungan.
  • Sampah Anorganik: Sampah yang terdiri dari bahan-bahan tidak mudah terurai, seperti plastik, kaca, logam, dan kertas.
  • Sampah Elektronik: Sampah yang berasal dari peralatan elektronik dan listrik yang sudah tidak terpakai.
  • Sampah Laut: Sampah yang mencemari ekosistem laut, terutama plastik, yang membahayakan kehidupan laut dan manusia.
  • Sampah Medis: Sampah yang berasal dari fasilitas kesehatan, harus dikelola dengan hati-hati karena mungkin mengandung zat berbahaya.
  • Sampah Organik: Sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan atau bahan organik lainnya yang dapat terurai secara alami.
  • Sanitary Landfill: Tempat Pembuangan Sampah Saniter. TPA yang dirancang untuk mencegah pencemaran lingkungan dan kesehatan.
  • Scavenger: Pemulung. Seseorang yang mencari dan mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual untuk didaur ulang.
  • Siklus Hidrologi: Proses perpindahan air dalam berbagai bentuk melalui lingkungan, termasuk penguapan, kondensasi, presipitasi, dan aliran air.
  • Single-Use Plastics: Plastik Sekali Pakai. Produk plastik yang dirancang untuk digunakan hanya sekali dan kemudian dibuang.
  • Source Separation: Pengumpulan Terpisah. Memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak awal, untuk memudahkan proses daur ulang.
  • Tempat Pembuangan Akhir (TPA): Area yang ditunjuk untuk pembuangan akhir sampah setelah proses pemilahan dan pengolahan.
  • Tukang Sampah: Seseorang yang bekerja mengumpulkan, memilah, dan mengangkut sampah dari rumah atau tempat lain untuk didaur ulang atau dibuang dengan tepat.
  • Waste Audit: Audit Sampah. Evaluasi menyeluruh atas jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan oleh suatu wilayah atau lembaga.
  • Waste Audit: Audit Sampah. Evaluasi menyeluruh atas jumlah, jenis, dan pola produksi sampah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.
  • Waste Bank: Bank Sampah. Lembaga atau tempat yang menerima, membeli, atau menukarkan sampah dari masyarakat dengan imbalan tertentu.
  • Waste Collection Point: Tempat Pengumpulan Sampah. Tempat di area publik atau perkotaan untuk meletakkan sampah sebelum diambil oleh truk pengumpul sampah.
  • Waste Collection Vehicle: Kendaraan Pemungut Sampah. Kendaraan khusus yang digunakan untuk mengumpulkan sampah dari rumah atau tempat lain.
  • Waste Collector: Pemungut Sampah. Seseorang yang bekerja mengumpulkan sampah dari rumah atau tempat lain untuk didaur ulang atau dibuang dengan tepat.
  • Waste Disposal: Pembuangan Sampah. Proses pembuangan sampah setelah melalui pemilahan dan pengolahan, bisa dilakukan di TPA atau fasilitas lainnya.
  • Waste Diversion: Pengalihan Sampah. Praktik untuk mengalihkan sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) ke metode pengelolaan yang lebih berkelanjutan, seperti daur ulang atau kompos.
  • Waste Exporting: Ekspor Sampah. Praktik mengirimkan sampah ke negara lain untuk didaur ulang atau dibuang.
  • Waste Generation: Generasi Sampah. Proses terciptanya sampah sebagai hasil dari kegiatan manusia atau alam.
  • Waste Hierarchy: Hirarki Sampah. Pendekatan berjenjang dalam pengelolaan sampah yang mengedepankan reduksi, daur ulang, dan pengolahan sebagai prioritas sebelum pembuangan.
  • Waste Incineration: Pembakaran Sampah. Metode pengolahan sampah dengan cara membakar untuk mengurangi volume dan menghasilkan energi.
  • Waste Incinerator: Insinerator Sampah. Alat atau fasilitas yang digunakan untuk membakar sampah dengan suhu tinggi, mengurangi volume dan menghasilkan energi.
  • Waste Management Plan: Rencana Pengelolaan Sampah. Rencana yang menyusun strategi dan tindakan untuk mengelola sampah secara efisien dan berkelanjutan.
  • Waste Management: Pengolahan Sampah. Proses pemilahan, pemanfaatan, dan/atau pembuangan sampah untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.
  • Waste Minimization: Pengurangan Sampah. Upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan menghindari pemborosan.
  • Waste Prevention: Pencegahan Sampah. Upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan melalui perubahan pola konsumsi dan perilaku.
  • Waste Reduction Targets: Target Pengurangan Sampah. Tujuan yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
  • Waste Reduction: Pengurangan Sampah. Upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dengan mengadopsi praktik berkelanjutan.
  • Waste Reduction: Pengurangan Sampah. Upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, misalnya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
  • Waste Segregation: Segregasi Sampah. Proses pemisahan sampah berdasarkan jenisnya sebelum diolah lebih lanjut.
  • Waste Sorting: Pemilahan Sampah. Proses pengelompokkan sampah berdasarkan sifat dan jenisnya untuk tujuan daur ulang atau pembuangan yang sesuai.
  • Waste Stream: Aliran Sampah. Pengelompokkan sampah berdasarkan sumber atau asalnya, seperti rumah tangga, industri, atau komersial.
  • Waste Utilization: Pemanfaatan Sampah. Proses mengubah sampah menjadi bahan atau energi yang berguna, seperti kompos dari sampah organik atau energi dari pembakaran sampah.
  • Waste Water: Air Limbah. Air yang terkontaminasi oleh aktivitas manusia dan memerlukan pengolahan sebelum dibuang atau didaur ulang.
  • Waste-to-Electricity: Sampah Menjadi Listrik. Proses mengubah sampah menjadi energi listrik yang dapat digunakan.
  • Waste-to-Energy (WtE): Sampah Menjadi Energi. Proses mengubah sampah menjadi sumber energi, seperti listrik atau panas.
  • Waste-to-Fertilizer: Sampah Menjadi Pupuk. Proses mengubah sampah organik menjadi pupuk yang dapat meningkatkan kesuburan tanah.
  • Waste-to-Fuel: Sampah Menjadi Bahan Bakar. Proses mengubah sampah menjadi bahan bakar, seperti briket atau pelet, yang dapat digunakan untuk energi.
  • Zero Waste: Tanpa Sampah. Filosofi dan tujuan untuk mengurangi, mendaur ulang, dan meminimalkan sampah yang dikirim ke TPA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *