Kamus Istilah Muay Thai

  1. Chieng Kao: Tendangan yang menggunakan tumit.
  2. Chieng: Tendangan melingkar ke samping yang menggunakan tumit.
  3. Chok Dee: Ungkapan sapaan untuk mengucapkan “semoga berhasil” atau “semoga beruntung” sebelum pertandingan.
  4. Chok: Tendangan yang diarahkan ke pangkal paha lawan.
  5. Dtiip: Tendangan paha.
  6. Hanuman: Sebutan untuk petarung yang memiliki kemahiran dalam teknik akrobatik dan gerakan lincah.
  7. Hua Kao: Teknik pukulan yang menggunakan siku bagian dalam.
  8. Kao Loi: Teknik yang melibatkan pukulan dengan menggunakan siku bagian luar.
  9. Khan: Tingkat atau derajat dalam sistem penguasaan keterampilan Muay Thai.
  10. Khanom Tom: Juru kunci yang dikenal sebagai Bapak Muay Thai modern, dipercaya menjadi sosok yang berjasa dalam mengembangkan seni bela diri tersebut.
  11. Khong Khao: Gaya bertarung yang menekankan pada teknik mengunci atau mengendalikan lawan dalam jarak dekat.
  12. Khru Muay: Guru atau instruktur dalam seni bela diri Muay Thai.
  13. Kradot: Tendangan dengan posisi badan menyamping ke belakang.
  14. Kru: Instruktur atau pelatih dalam Muay Thai.
  15. Luk Laak: Teknik khusus dalam serangan dengan menggunakan kaki, khususnya tendangan putar atau roda.
  16. Luk Mai: Teknik atau gerakan tambahan yang diajarkan setelah petarung menguasai Mae Mai Muay Thai.
  17. Mae Kru: Ibu dari pelatih atau instruktur Muay Thai.
  18. Mae Mai Muay Thai: Teknik dasar atau gerakan inti dalam Muay Thai yang diajarkan kepada para petarung.
  19. Mat: Tendangan yang mengarah ke kepala lawan, sering juga disebut sebagai “head kick.”
  20. Mong: Bendera khas yang dikibarkan untuk memberitahukan waktu istirahat antar ronde dalam pertandingan.
  21. Mongkon: Headband tradisional yang dikenakan oleh petarung sebelum masuk ke ring sebagai simbol keberanian dan kesucian.
  22. Muay Boran: Bentuk kuno dari Muay Thai, yang merupakan akar dari seni bela diri tersebut.
  23. Muay Chao Cherk: Gaya bertarung yang fokus pada teknik menangkis dan menghindar.
  24. Muay Farang: Sebutan untuk petarung asing atau non-Thailand yang berlatih dan bertarung dalam Muay Thai.
  25. Muay Femur: Gaya bertarung yang menekankan pada teknik gerakan kaki yang lincah dan gesit.
  26. Muay Kae: Gaya bertarung yang menekankan pada serangan menggunakan lutut dan siku.
  27. Muay Khao: Gaya bertarung yang menekankan pada teknik lutut dan serangan dekat.
  28. Muay Lak: Gaya bertarung yang menekankan pada teknik menjauhi serangan lawan.
  29. Muay Mat: Gaya bertarung yang menekankan pada serangan menggunakan pukulan dan tendangan.
  30. Muay Prajied: Pertarungan antara dua petarung dengan tingkatan Prajied yang berbeda.
  31. Muay Sok: Gaya bertarung yang berfokus pada teknik menjegal lawan.
  32. Muay Tae: Gaya bertarung yang menekankan pada teknik tendangan.
  33. Muay Thai: Seni bela diri tradisional dari Thailand yang dikenal juga sebagai “tinju Thailand” atau “tinju Siam.”
  34. Nak Dee: Sebutan untuk “roh tempat” atau “roh rumah” yang dilibatkan dalam pelatihan dan pertandingan untuk membawa keberuntungan.
  35. Nak Muay: Sebutan untuk petarung Muay Thai, yang berarti “prajurit Muay Thai.”
  36. Nak Suu: Gaya bertarung petarung dengan gerakan yang halus dan cekatan.
  37. Nam Muay: Sebutan untuk petarung wanita dalam Muay Thai.
  38. Petch: Sebutan umum dalam nama petarung, bermakna “permata” atau “intan.”
  39. Pla: Tendangan dengan posisi badan menyamping ke depan. Glosarium.org
  40. Pong: Istilah untuk “round” atau “ronde” dalam pertandingan Muay Thai.
  41. Pra Jiad: Tali yang dikenakan di lengan atau kaki sebagai lambang perlindungan spiritual dan fisik.
  42. Prajanchai: Sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada petarung terbaik dalam turnamen Muay Thai.
  43. Prajied: Gelar yang diberikan kepada petarung berdasarkan tingkat kemahiran dalam Muay Thai.
  44. Pram: Tendangan yang mengarah ke selangkangan lawan.
  45. Ram Muay: Gerakan tari ritual yang dilakukan oleh petarung sebelum pertandingan untuk menghormati guru, tradisi, dan melatih konsentrasi.
  46. Sai: Teknik memblok tendangan lawan dengan menggunakan kaki.
  47. Sak Yant: Seni tato tradisional Thailand yang sering dipraktikkan oleh petarung untuk mendapatkan perlindungan dan keberuntungan.
  48. Sao Deang: Teknik blok dengan menggunakan lengan bagian luar.
  49. Sao Glab: Teknik blok dengan menggunakan lengan bagian dalam.
  50. Sao Na: Teknik blok dengan menggunakan lengan.
  51. Sao Nga: Teknik blok dengan menggunakan pergelangan tangan.
  52. Sao: Teknik pukulan yang melibatkan tangan berbentuk seperti garpu atau cakar.
  53. Sawk: Teknik menghindar dari serangan lawan dengan menggerakkan tubuh secara cepat.
  54. Sok Chieng Lang: Tendangan melingkar ke samping dengan menggunakan tumit bagian luar.
  55. Sok Chieng: Tendangan melingkar ke samping dengan menggunakan tumit bagian dalam.
  56. Tae Tad: Tendangan yang diarahkan ke bagian dalam paha lawan.
  57. Tao: Melibas atau menghindari serangan lawan dengan bergerak ke samping.
  58. Teep Sok: Tendangan lurus dengan menggunakan ujung kaki dalam.
  59. Teep: Tendangan lurus dengan menggunakan ujung kaki.
  60. Thip: Tendangan yang menggunakan lutut.
  61. Tiip Chang: Tendangan teep yang diarahkan ke pangkal paha lawan.
  62. Tiip Dodee: Tendangan teep yang diarahkan ke perut lawan.
  63. Tiip Hua: Tendangan teep yang diarahkan ke kepala lawan.
  64. Tiip Sung: Tendangan teep yang diarahkan ke dada lawan.
  65. Tiip Tan: Tendangan teep yang diarahkan ke wajah lawan.
  66. Wai Kru: Penghormatan yang dilakukan dengan membungkukkan tubuh dan menyentuh lantai sebagai penghormatan kepada guru dan leluhur.
  67. Yod Muay: Sebutan untuk sudut atau pelatih yang mendampingi petarung selama pertandingan.
  68. Yodwicha: Seorang petarung terkenal dari Thailand yang meraih banyak kemenangan dalam pertandingan Muay Thai.
  69. Yok: Menggeser tubuh ke depan dan ke belakang untuk menghindari pukulan lawan.
  70. Yokkao: Sebuah merek peralatan dan pakaian khusus untuk Muay Thai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *