Kamus Hobi Mancing Mania!

  1. Backing: Seutas tali tambahan yang digunakan untuk mengisi reel sebelum memasang senar pancing utama pada reel.
  2. Backlash: Kusutnya senar pancing di reel akibat pengeluaran senar yang tidak teratur atau terlalu cepat.
  3. Bag Limit: Batasan jumlah ikan yang diperbolehkan untuk ditangkap oleh seorang pemancing dalam satu hari.
  4. Baitcasting: Teknik memancing dengan menggunakan reel baitcasting yang memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap jarak dan akurasi lemparan.
  5. Baitrunner: Fungsi pada reel pancing yang memungkinkan ikan mengambil umpan dengan bebas sebelum pemancing mengunci kail.
  6. Bite Alarm: Alat atau perangkat elektronik yang memberikan peringatan atau suara ketika ada gigitan dari ikan.
  7. Bobber/Flot: Alat penanda yang terbuat dari plastik atau busa yang diikatkan di atas senar pancing untuk menandai ketika ikan menggigit umpan.
  8. Casting Distance: Jarak lemparan umpan dengan menggunakan teknik casting.
  9. Casting: Teknik melemparkan umpan ke tempat tertentu menggunakan pancing khusus yang disebut baitcasting reel atau casting rod.
  10. Catch and Keep: Kebijakan memancing di mana ikan yang ditangkap boleh dibawa pulang untuk dikonsumsi atau dijadikan sebagai bagian dari tangkapan.
  11. Catch and Release: Kebijakan memancing di mana ikan yang ditangkap kemudian dilepaskan kembali ke perairan tanpa membunuhnya.
  12. Chumming: Teknik memancing dengan melepaskan sejumlah umpan kecil atau makanan di perairan untuk menarik ikan ke area tertentu.
  13. Dasaran: Teknik memancing di dasar perairan, umumnya dilakukan dengan melemparkan umpan ke dasar dan menunggu ikan yang menggigit.
  14. Dead Bait: Umpan berupa ikan mati yang digunakan untuk menarik perhatian ikan predator.
  15. Deadstick: Teknik memancing dengan cara melemparkan umpan ke suatu lokasi dan membiarkannya diam tanpa gerakan aktif.
  16. Double-Haul: Teknik casting pada fly fishing yang melibatkan gerakan tangan ekstra untuk meningkatkan jarak dan kecepatan lemparan.
  17. Drag Setting: Pengaturan ketegangan atau kekencangan reel yang menentukan seberapa mudah senar akan terlepas saat ikan menarik umpan.
  18. Drag: Sistem pengatur ketegangan pada reel untuk mengatur ketegangan senar saat ikan sedang berjuang agar senar tidak putus.
  19. Fighting Belt: Sabuk khusus yang dipakai di pinggang untuk membantu menghadapi ikan besar dan mencegah cedera saat melawan ikan.
  20. Fishing License: Izin resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau otoritas perikanan setempat yang harus dimiliki oleh setiap pemancing untuk memancing di perairan tertentu.
  21. Fly Fishing: Teknik memancing dengan menggunakan umpan berupa “fly” atau serangga buatan yang ringan, dan umpan dilemparkan menggunakan teknik khusus menggunakan joran khusus.
  22. Grip: Alat atau tindakan untuk menggenggam ikan dengan aman saat menangkap dan melepaskannya.
  23. Hooksetter: Gerakan tegas dan cepat yang dilakukan untuk memastikan kail menancap dengan kuat pada ikan saat ikan menggigit umpan.
  24. Ikan Target: Jenis ikan yang menjadi target utama dalam memancing di suatu lokasi tertentu.
  25. Jerat: Teknik memancing dengan cara menarik pancing secara tiba-tiba untuk meniru gerakan mangsa dan menarik perhatian ikan.
  26. Jig Head: Kepala berat dari umpan jig yang berfungsi untuk membuat jig tenggelam lebih cepat dan lebih menarik gerakan saat digerakkan.
  27. Jigging: Teknik memancing dengan menggerakkan umpan secara vertikal dan berulang kali di bawah perairan untuk menarik perhatian ikan.
  28. Joran: Alat untuk memegang senar pancing dan memberikan tenaga saat menghadapi ikan yang besar dan kuat. Glosarium.org
  29. Kail: Alat yang berbentuk seperti mata kail, biasanya terbuat dari besi atau baja, digunakan untuk menangkap ikan dengan menusukkan ke dalam mulut atau tubuh ikan.
  30. Leader: Seutas tali yang dipasang di ujung senar pancing sebagai bagian terdepan untuk menghindari ikan yang bergerak gesit merusak senar utama.
  31. Line Capacity: Kapasitas maksimal senar pancing yang bisa dimuat pada reel atau joran tertentu.
  32. Line Twist: Kondisi di mana senar pancing mengalami putaran atau kusut akibat gerakan umpan atau ikan yang berputar di dalam air.
  33. Line Weight: Ukuran berat atau ketebalan senar pancing yang digunakan, diukur dalam pound (lbs) atau kilogram (kg).
  34. Live Bait: Umpan berupa ikan hidup atau organisme hidup lainnya yang digunakan untuk menarik perhatian ikan pemancing.
  35. Livewell: Wadah atau bak di perahu atau kapal yang berisi air segar untuk menyimpan ikan hidup yang ditangkap selama berada di atas air.
  36. Lure: Umpan buatan yang menyerupai mangsa alami ikan untuk menarik perhatian ikan pemancing.
  37. Mata Pancing: Bagian dari pancing yang terdapat pada ujung senar, digunakan untuk mengikat kail atau umpan.
  38. Pancing: Alat yang digunakan untuk memancing, terdiri dari batang (tongkat) dan senar (tali pancing) dengan ujungnya dilengkapi kail dan umpan.
  39. Pencil Plug: Jenis umpan buatan berbentuk seperti pensil dengan ujung meruncing, cocok untuk menarik perhatian ikan di permukaan air.
  40. Pliers: Alat berbentuk seperti tang yang digunakan untuk membuka kail dari mulut ikan atau mengeluarkan kait dari kulit tangan pemancing.
  41. Polarized Sunglasses: Kacamata hitam dengan lensa polarized yang membantu pemancing melihat lebih jelas di dalam air dan mengurangi silau.
  42. Popping Cork: Alat penanda yang digunakan dalam teknik popping untuk menciptakan suara pop di permukaan air dan menarik perhatian ikan.
  43. Reel: Alat yang digunakan untuk mengatur dan menyimpan senar pancing, membantu memancing dengan mengeluarkan dan mengembalikan senar dengan mudah.
  44. Release Tool: Alat khusus yang digunakan untuk melepaskan kail dari ikan dengan lebih mudah dan mengurangi risiko cedera pada ikan.
  45. Releasing Grip: Cara memegang ikan dengan lembut dan aman ketika melepaskannya kembali ke air setelah ditangkap.
  46. Rod Action: Kelenturan atau kekakuan joran saat diberi tekanan oleh ikan, biasanya ada tipe lambat, sedang, atau cepat.
  47. Rod Holder: Alat yang digunakan untuk menahan joran saat memancing agar pemancing dapat melakukan tindakan lain tanpa harus menggenggam joran terus menerus.
  48. Rod Pod: Alat atau stang penyangga yang digunakan untuk menopang beberapa batang pancing sekaligus.
  49. Sabiki: Rig pancing multi-kail dengan rangkaian kail kecil yang digunakan untuk menangkap umpan hidup seperti ikan kecil atau udang.
  50. Scent Attractant: Cairan atau gel yang mengandung bau khas makanan ikan, digunakan untuk meningkatkan daya tarik umpan.
  51. Sinker/Weight: Beban logam atau timah yang digunakan untuk menenggelamkan umpan agar mencapai lapisan air tertentu.
  52. Sinking Lure: Umpan buatan yang dirancang untuk tenggelam di dalam air dan menarik ikan di lapisan air yang lebih dalam.
  53. Slip Bobber: Jenis bobber yang dapat diatur posisinya pada senar pancing sehingga pemancing dapat menyesuaikan kedalaman umpan.
  54. Snag: Situasi di mana kail atau umpan terjebak di dasar perairan atau struktur bawah air lainnya.
  55. Snap Swivel: Alat berputar yang memungkinkan pemancing untuk dengan cepat mengganti umpan atau kait tanpa harus membuka ikatan senar.
  56. Spinning: Teknik memancing dengan menggunakan pancing yang ringan dan umpan yang ringan pula, serta mengandalkan gerakan mengayun pancing untuk menarik perhatian ikan.
  57. Spoon: Umpan buatan berbentuk sendok yang mengkilap dan digunakan untuk meniru gerakan ikan kecil saat ditarik.
  58. Strike Indicator: Alat penanda atau pemberitahuan yang digunakan dalam teknik fly fishing untuk menandai ketika ikan menggigit fly.
  59. Strike Zone: Area di mana ikan aktif mencari makanan dan kemungkinan besar akan menggigit umpan.
  60. Stringer: Seutas tali dengan kait yang digunakan untuk mengikat ikan yang ditangkap agar tetap hidup di dalam air selama memancing.
  61. Swivel: Alat berputar yang digunakan untuk menghindari senar pancing terjalin atau terputus akibat gerakan ikan yang kuat.
  62. Tackle Box: Kotak atau wadah khusus yang digunakan untuk menyimpan dan mengorganisir berbagai peralatan memancing seperti kail, umpan, dan lain-lain.
  63. Tambak: Tempat yang dangkal atau perairan terbuka, sering kali dipakai untuk memelihara ikan dan menciptakan lingkungan yang cocok untuk memancing.
  64. Tippet: Seutas tali tipis dan transparan yang digunakan sebagai ujung paling ujung dari rig fly fishing untuk menghubungkan fly dengan leader.
  65. Topwater: Umpan buatan yang dirancang untuk mengapung di permukaan air dan menarik perhatian ikan yang berada di dekat permukaan.
  66. Trolling Motor: Motor listrik yang dipasang pada perahu untuk membantu memancing dengan menggerakkan perahu secara perlahan dan tenang.
  67. Trolling: Memancing dengan menggerakkan perahu dengan kecepatan tertentu dan mengaitkan beberapa umpan untuk menarik perhatian ikan predator.
  68. Umpan: Bahan atau benda yang digunakan untuk menarik ikan agar menggigit kail pada saat memancing.
  69. Wader: Pakaian khusus berbahan tahan air yang dikenakan oleh pemancing untuk berdiri di dalam air dalam kondisi tertentu.
  70. Weedless: Umpan atau kail yang dirancang untuk mengurangi risiko tersangkut di rumput atau vegetasi air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *