Kamus Gunung

  1. Abseiling: Teknik turun dengan menggunakan tali melalui dinding atau tebing.
  2. Acclimatization: Proses penyesuaian tubuh terhadap kondisi tinggi gunung dengan menghabiskan waktu pada ketinggian yang lebih rendah terlebih dahulu.
  3. Alpine start: Memulai pendakian di waktu dini hari untuk memanfaatkan kondisi cuaca yang lebih baik.
  4. Alpine: Terkait dengan pegunungan atau lingkungan alpin.
  5. Altitude: Ketinggian dari permukaan laut ke puncak gunung.
  6. Asap vulkanik: Gas, uap air, dan partikel-partikel padat yang dilepaskan selama erupsi gunung api.
  7. Avalanche: Longsor salju.
  8. Backpack: Ransel, tas yang digunakan oleh pendaki gunung untuk membawa peralatan.
  9. Base jumper: Seseorang yang melompat dari puncak gunung atau tebing menggunakan parasut.
  10. Basecamp: Tempat persinggahan pendaki gunung sebelum menuju puncak.
  11. Batu apung: Batuan yang terbentuk dari lava yang cepat mendingin dan menghasilkan tekstur berpori.
  12. Bekas tapak: Jejak atau dampak yang ditinggalkan oleh manusia selama pendakian, seperti sampah, marka, atau pengikisan.
  13. Bivak: Tempat sementara yang digunakan untuk bermalam di gunung, biasanya berupa tenda atau struktur sederhana.
  14. Bouldering: Aktivitas mendaki pada batu-batu besar atau bebatuan tanpa menggunakan peralatan pengaman.
  15. Campsite: Tempat berkemah.
  16. Climbing gear: Peralatan pendakian seperti tali, karabiner, dan lainnya.
  17. Climbing harness: Sabuk pengaman pendakian yang digunakan untuk mengikatkan diri pada tali pengaman.
  18. Crampons: Alat berupa runcing yang dipasang di sepatu guna memberikan cengkeraman ekstra pada permukaan es atau salju.
  19. Crevasse: Retakan dalam gletser yang bisa sangat dalam dan berbahaya. Glosarium.org
  20. Dokar: Kendaraan tradisional yang digunakan untuk membawa peralatan dan bekal pendaki gunung di daerah tertentu.
  21. Glacial lake: Danau glasial, danau yang terbentuk oleh gletser.
  22. Glacier travel: Perjalanan atau pendakian di atas gletser dengan menggunakan teknik dan peralatan khusus.
  23. Glacier: Gletser, massa es besar yang bergerak secara perlahan di lereng gunung.
  24. Guided expedition: Ekspedisi yang dipimpin oleh pemandu gunung profesional.
  25. Gunung api: Gunung yang aktif atau memiliki potensi erupsi di masa depan.
  26. Gunung berapi: Gunung yang memiliki lubang magma di kerak bumi yang dapat memuntahkan material vulkanik.
  27. Gunung: Puncak tinggi yang terbentuk oleh aktivitas geologis, umumnya memiliki lereng yang curam.
  28. High camp: Kamp di ketinggian yang lebih tinggi di dekat puncak gunung.
  29. Hiking trail: Jalur pendakian.
  30. Ice axe: Kapak es, alat yang digunakan untuk memberikan daya cengkeram tambahan pada es atau salju.
  31. Jalur pendakian: Rute yang ditentukan untuk mencapai puncak gunung, sering kali ada beberapa jalur yang berbeda.
  32. Jembatan gantung: Konstruksi yang melintasi jurang atau lembah untuk memfasilitasi akses di daerah pegunungan.
  33. Kawah: Depresi yang terbentuk di puncak gunung api setelah erupsi.
  34. Kegagalan pendakian: Keputusan untuk tidak melanjutkan pendakian karena alasan keselamatan atau kondisi cuaca yang buruk.
  35. Kepala air: Sumber air yang terdapat di lereng gunung dan digunakan sebagai sumber air minum oleh pendaki.
  36. Kepala gunung: Bagian yang paling tinggi dari sebuah gunung atau gunung api.
  37. Kerucut: Bentuk gunung api yang menyerupai kerucut dengan kawah di puncaknya.
  38. Ketinggian: Ukuran jarak vertikal dari permukaan laut ke puncak gunung.
  39. Lava: Batuan cair panas yang muncul dari gunung api selama erupsi.
  40. Lereng abrasi: Erosi atau pengikisan lereng gunung akibat aliran air, angin, atau gletser.
  41. Lereng: Bagian miring atau curam pada sisi gunung. Glosarium.org
  42. Melacak: Aktivitas mengikuti jejak atau rute yang ada untuk mencapai tujuan pendakian.
  43. Memantau cuaca: Aktivitas memperhatikan kondisi cuaca untuk memastikan keselamatan selama pendakian.
  44. Mengamankan tali: Teknik pengamanan dengan menggunakan tali dan peralatan khusus untuk mencegah jatuh saat mendaki.
  45. Mountain range: Rentang gunung.
  46. Mountain rescue: Penyelamatan di gunung, tindakan penyelamatan yang dilakukan untuk membantu pendaki yang terluka atau terjebak.
  47. Mountaineer: Pendaki gunung.
  48. Mountaineering boots: Sepatu pendakian yang dirancang khusus untuk kondisi gunung.
  49. Peak: Titik tertinggi pada gunung.
  50. Pegunungan Alpen: Rangkaian pegunungan yang melintasi beberapa negara di Eropa.
  51. Pegunungan: Kumpulan gunung yang saling berhubungan atau membentuk rangkaian.
  52. Pendaki gunung: Seseorang yang melakukan kegiatan mendaki gunung untuk tujuan rekreasi atau petualangan.
  53. Penyelaman es: Aktivitas menyusuri permukaan es dengan menggunakan peralatan khusus seperti sepatu pengait es dan pisau es.
  54. Peralatan keselamatan: Alat-alat yang digunakan oleh pendaki gunung untuk menjaga keselamatan, seperti helm, tali pengaman, dan karabiner.
  55. Peralatan pendakian: Alat-alat yang digunakan oleh pendaki gunung seperti tenda, sleeping bag, kompas, pisau lipat, dan lainnya.
  56. Perizinan pendakian: Proses mendapatkan izin resmi untuk melakukan pendakian ke suatu gunung tertentu.
  57. Pos basecamp: Tempat persinggahan pendaki gunung untuk beristirahat dan memulai pendakian ke puncak.
  58. Puncak palsu: Puncak gunung yang bukan merupakan titik tertinggi, tetapi terlihat seperti puncak utama dari sudut pandang tertentu.
  59. Puncak: Titik tertinggi atau ujung dari suatu gunung.
  60. Punggungan: Garis panjang yang menghubungkan puncak-puncak gunung dalam sebuah pegunungan.
  61. Ransel daypack: Tas yang lebih kecil dan ringan yang digunakan untuk pendakian harian atau pendakian dengan tujuan yang lebih singkat.
  62. Ransel: Tas yang digunakan oleh pendaki gunung untuk membawa peralatan dan bekal selama pendakian.
  63. Ridge: Punggungan yang menghubungkan puncak-puncak gunung.
  64. Rimba: Kawasan hutan yang belum banyak dijamah atau dieksplorasi oleh manusia.
  65. Scrambling: Aktivitas mendaki yang melibatkan penggunaan tangan dan kaki untuk melewati bagian yang curam atau berbatu.
  66. Serac: Gumpalan es yang terbentuk di gletser dan dapat menjadi potensi bahaya dalam pendakian.
  67. Slope: Lereng gunung.
  68. Snowline: Garis batas antara bagian gunung yang tertutup salju dengan bagian yang tidak tertutup salju.
  69. Suhu ekstrem: Suhu yang sangat rendah atau sangat tinggi di daerah gunung yang dapat mempengaruhi pendakian.
  70. Summit fever: Istilah yang merujuk pada keinginan yang kuat untuk mencapai puncak gunung, terlepas dari kondisi atau risiko yang ada.
  71. Summit push: Usaha terakhir untuk mencapai puncak gunung.
  72. Summit: Puncak gunung.
  73. Tanjakan: Bagian dari jalur pendakian yang naik secara curam.
  74. Tendu: Istilah yang digunakan ketika mendaki dalam formasi barisan dan bergerak secara berurutan.
  75. Trekking pole: Tongkat pendakian yang digunakan untuk menopang dan memberi keseimbangan saat mendaki.
  76. Turunan: Bagian dari jalur pendakian yang menurun secara curam.
  77. Via ferrata: Rute pendakian yang dilengkapi dengan jalur kabel, tangga, dan pegangan untuk membantu pendaki.
  78. Volcano: Gunung berapi.
  79. Water source: Sumber air di gunung yang digunakan sebagai persediaan air minum.
  80. Whiteout: Keadaan cuaca ketika jarak pandang menjadi sangat terbatas karena salju yang turun atau terbawa angin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *