Kamus Fiber Optik

  1. Attenuation: Penurunan intensitas sinyal cahaya saat melintasi serat optik, yang disebabkan oleh peristiwa seperti penyerapan, perambatan, dan pemencaran.
  2. Attenuator: Perangkat yang digunakan untuk mengurangi kekuatan sinyal cahaya dalam serat optik, digunakan untuk mengontrol tingkat sinyal dan menghindari overload pada penerima.
  3. Bandwidth Optik: Kapasitas serat optik untuk mengangkut data dalam satuan hertz (Hz), yang menentukan jumlah informasi yang dapat ditransmisikan dalam suatu periode waktu.
  4. Bandwidth: Kapasitas total serat optik untuk mentransmisikan data dalam suatu periode waktu, diukur dalam bit per detik (bps).
  5. BER (Bit Error Rate): Ukuran sejauh mana kesalahan bit terjadi selama transmisi data melalui serat optik, yang digunakan untuk mengukur kualitas link optik.
  6. Cladding: Lapisan di sekitar inti serat optik yang berfungsi memantulkan cahaya ke inti agar tetap terkonsentrasi di dalamnya.
  7. Connector Cleaner: Alat yang digunakan untuk membersihkan ujung serat optik sebelum dilakukan penyambungan, untuk menghindari potensi redaman atau kehilangan sinyal.
  8. Connector: Perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua serat optik bersama-sama untuk mengirimkan dan menerima sinyal cahaya.
  9. Core: Bagian pusat dari serat optik yang digunakan untuk menghantarkan sinyal cahaya.
  10. Dark Fiber: Serat optik yang terpasang tetapi belum digunakan atau dioptimalkan sepenuhnya, biasanya disewakan atau dijual kepada pihak ketiga untuk penggunaan khusus.
  11. Demodulasi: Proses mengubah sinyal cahaya yang diterima oleh serat optik menjadi sinyal listrik. Glosarium.org
  12. Dispersion: Penyebaran sinyal cahaya saat melewati serat optik, yang dapat mengurangi kecepatan dan kualitas transmisi.
  13. DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing): Teknik WDM yang menggunakan jarak gelombang yang lebih rapat untuk meningkatkan kapasitas transmisi serat optik.
  14. Fiber Bragg Grating: Struktur periodik di dalam serat optik yang memancarkan atau memantulkan cahaya pada panjang gelombang tertentu, digunakan dalam filter optik dan sensor serat optik.
  15. FTTx (Fiber to the x): Konsep yang merujuk pada berbagai jenis koneksi fiber optik yang membawa sinyal hingga ke titik tertentu, seperti rumah (FTTH), gedung (FTTB), atau kabinet jalan (FTTC).
  16. Fusion Splicer: Perangkat yang digunakan untuk menyambungkan dua serat optik dengan cara menyatukan dan melelehkan ujung serat sehingga terbentuk sambungan yang kuat.
  17. Kabel Serat Optik: Kabel yang terdiri dari beberapa serat optik yang digunakan untuk mentransmisikan data melalui sinyal cahaya.
  18. Latency: Waktu yang diperlukan bagi sinyal untuk melakukan perjalanan melalui serat optik dari satu titik ke titik lain. Latensi yang rendah diinginkan dalam aplikasi waktu nyata seperti game online dan panggilan video.
  19. Loss: Kehilangan sinyal cahaya selama transmisi melalui serat optik, biasanya disebabkan oleh dispersi dan redaman.
  20. MCB (Mode Conditioning Patch Cable): Kabel khusus yang digunakan untuk menghubungkan perangkat optik dengan serat optik multimode agar dapat berkomunikasi dengan benar.
  21. Mode Serat Ganda: Serat optik yang memiliki lebih dari satu jalur cahaya yang berjalan melalui inti.
  22. Modulasi: Proses mengubah sinyal listrik ke dalam bentuk sinyal cahaya yang akan ditransmisikan melalui serat optik.
  23. MPO (Multi-fiber Push-On): Jenis konektor serat optik yang dapat menghubungkan beberapa serat optik dalam satu konektor untuk mempercepat dan menyederhanakan instalasi.
  24. Multimode: Jenis serat optik yang memungkinkan banyak mode cahaya untuk berjalan melalui inti serat optik.
  25. OLT (Optical Line Terminal): Perangkat pada sisi penyedia layanan dalam jaringan fiber optik yang bertanggung jawab untuk mengendalikan dan mengelola sinyal optik.
  26. ONT (Optical Network Terminal): Perangkat pada sisi pelanggan dalam jaringan fiber optik yang menerima dan mengubah sinyal optik menjadi sinyal yang dapat digunakan oleh pengguna.
  27. Optical Amplifier: Perangkat yang digunakan untuk memperkuat sinyal optik yang melemah saat melintasi serat optik, meningkatkan jarak transmisi tanpa perlu regenerasi sinyal.
  28. OTDR (Optical Time Domain Reflectometer): Perangkat yang digunakan untuk mengukur kerugian dan mengidentifikasi kerusakan di dalam serat optik dengan mengirimkan pulsa cahaya dan mendeteksi pantulan dari sambungan atau kerusakan.
  29. OTN (Optical Transport Network): Arsitektur jaringan yang memungkinkan transmisi data dalam format optik menggunakan teknologi fiber optik.
  30. Patch Panel: Panel yang digunakan untuk mengelola dan menghubungkan serat optik dari berbagai sumber dan tujuan, memfasilitasi pengaturan dan pemeliharaan jaringan fiber optik.
  31. Polaritas: Tata letak arah penyambungan serat optik yang memastikan kecocokan transmisi cahaya. Glosarium.org
  32. Power Meter: Alat untuk mengukur kekuatan sinyal cahaya yang masuk atau keluar dari serat optik.
  33. Redaman Kopling: Pengurangan kekuatan sinyal cahaya ketika terjadi penghubungan atau kopling antara dua serat optik.
  34. Serat Optik Multimode (Multimode Fiber): Jenis serat optik yang memungkinkan banyak mode cahaya untuk berjalan melalui inti serat optik, biasanya digunakan untuk transmisi jarak pendek.
  35. Serat Optik Tunggal (Single Mode): Jenis serat optik yang memungkinkan hanya satu mode cahaya untuk berjalan melalui inti serat optik, biasanya digunakan untuk transmisi jarak jauh.
  36. Serat Optik: Kabel tipis yang terbuat dari bahan transparan yang digunakan untuk mengirimkan sinyal cahaya.
  37. Sinyal Analog: Sinyal kontinyu yang dapat mengambil berbagai nilai dalam rentang tertentu, seperti suara atau video.
  38. Sinyal Digital: Sinyal diskrit yang mewakili data dalam bentuk 0 dan 1, yang digunakan dalam transmisi data digital.
  39. Sinyal Downstream: Sinyal yang dikirim dari penyedia layanan ke pelanggan atau pengguna melalui jaringan fiber optik.
  40. Sinyal Upstream: Sinyal yang dikirim dari pelanggan atau pengguna ke penyedia layanan melalui jaringan fiber optik.
  41. Spesifikasi Serat Optik: Karakteristik teknis dari serat optik, seperti diameter inti, lapisan cladding, dan panjang gelombang yang mendefinisikan kinerja serat.
  42. Splice: Proses menyambungkan dua serat optik secara permanen dengan tujuan mengurangi kerugian sinyal.
  43. Transceiver: Perangkat yang menggabungkan fungsi pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) dalam satu paket, digunakan untuk mentransmisikan dan menerima sinyal cahaya melalui serat optik.
  44. Wavelength: Panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk transmisi dalam serat optik, diukur dalam satuan nanometer (nm).
  45. WDM (Wavelength Division Multiplexing): Teknik yang memungkinkan transmisi simultan dari beberapa sinyal cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda melalui satu serat optik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *