Kamus Daftar Istilah Archery (Olahraga)

  1. 3D Archery: Gaya panahan di mana pemanah menembakkan panah pada patung atau model tiga dimensi dari hewan atau target lainnya.
  2. Anak Panah: Panah yang lebih kecil dan ringan yang digunakan untuk latihan atau pertandingan.
  3. Anchor Point: Titik tetap di wajah atau bagian tubuh lainnya yang menjadi acuan saat menarik tali busur agar tembakan konsisten.
  4. Archer’s Paradox: Fenomena fisik di mana panah lentur mengikuti kontur busur saat ditembakkan.
  5. Archer’s Tackle: Seluruh peralatan yang digunakan oleh pemanah, termasuk busur, panah, dan perlengkapan pelindung.
  6. Archery Range: Tempat khusus untuk berlatih dan melakukan pertandingan panah.
  7. Archery Round: Serangkaian jarak tembakan yang ditentukan dalam pertandingan atau latihan panahan.
  8. Archery Tab: Penutup jari khusus yang digunakan untuk melindungi jari-jari yang menarik tali busur.
  9. Asam: Posisi pegangan tangan yang memegang busur.
  10. Barebow: Gaya panahan tanpa alat bantu bidikan tambahan seperti sight atau stabilizer.
  11. Bidikan: Arah pandang yang diarahkan ke target saat memanah.
  12. Bow Sight: Perangkat optik yang dipasang pada busur untuk membantu pemanah mengarahkan bidikan ke target.
  13. Bow Square: Alat untuk memeriksa dan mengatur posisi senar pada busur.
  14. Bow Weight: Kekuatan tarikan busur, diukur dalam pound atau kilogram.
  15. Busur: Alat utama dalam olahraga panah yang terdiri dari busur, senar, dan pegangan untuk memanah.
  16. Butt: Benda atau penyekat yang digunakan untuk menangkap panah saat melatih atau berlatih.
  17. Carbon Arrows: Jenis panah yang terbuat dari serat karbon, umumnya lebih ringan dan kuat dibandingkan panah kayu.
  18. Cresting: Proses memberi tanda atau dekorasi pada bagian panah untuk tujuan identifikasi atau estetika.
  19. Crossbow: Senjata panah yang ditembakkan dengan mekanisme pemicu, berbeda dengan busur tradisional.
  20. End: Serangkaian tembakan panah yang dilakukan dalam satu sesi latihan atau pertandingan.
  21. Face Walking: Teknik mengganti posisi tangan pada busur untuk mengubah jarak bidikan pada target yang berbeda jaraknya.
  22. Field Archery: Gaya panahan yang dilakukan di alam terbuka dengan sasaran yang beragam dan jarak yang berbeda-beda.
  23. Finger Tab: Perlengkapan pelindung jari yang terbuat dari bahan khusus untuk melindungi jari-jari pemanah saat menarik tali busur.
  24. FITA Round: Format pertandingan panah resmi yang terdiri dari serangkaian jarak tembakan tertentu.
  25. Fletching: Bulu-bulu yang dipasang pada bagian belakang panah untuk menjaga stabilitas dan arah saat terbang.
  26. Follow Through: Proses melanjutkan gerakan setelah melepaskan panah untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi.
  27. Ground Quiver: Jenis quiver yang diletakkan di tanah atau di belakang pemanah selama menembak.
  28. Holding Weight: Tekanan yang diberikan pada tali busur saat memegang posisi siap menembak sebelum melepaskan.
  29. Kepala Panah: Bagian ujung depan panah yang menembus target.
  30. Laras: Bagian tengah busur tempat panah diletakkan sebelum ditarik dan dilepaskan.
  31. Mata Panah: Titik yang ingin dicapai saat memanah pada target.
  32. Nock Loop: Kawat kecil yang dipasang pada senar untuk memastikan panah selalu di-posisikan dengan benar.
  33. Nock Point: Titik pada senar tempat panah dipegang untuk memastikan posisi yang konsisten.
  34. Nock Tuning: Proses menyesuaikan bagian nok panah agar sesuai dengan tali busur.
  35. Nocking Point: Titik pada senar busur di mana panah ditempatkan untuk memastikan panah selalu ditempatkan dengan benar dan konsisten.
  36. Nocking: Memasang panah pada senar busur sebelum melakukan tembakan.
  37. Olahraga Panah: Kegiatan olahraga yang melibatkan memanah target dengan busur dan panah.
  38. Overdraw: Menarik busur melebihi batas normal untuk meningkatkan kecepatan panah.
  39. Pemanah: Seseorang yang melakukan olahraga panah.
  40. Penerangan: Kondisi cahaya yang mempengaruhi penglihatan pemanah saat memanah.
  41. Penerjunan Panah: Gerakan panah dari posisi awal hingga mencapai target.
  42. Peralatan Pelindung: Perlengkapan yang digunakan untuk melindungi pemanah, seperti lengan pelindung dan penutup jari.
  43. Puntir: Teknik memutar badan pada saat melepaskan panah untuk meningkatkan akurasi.
  44. Quiver Belt: Sabuk khusus yang digunakan untuk membawa tabung panah atau quiver selama berlatih atau bertanding.
  45. Quiver: Tempat untuk menyimpan panah saat tidak digunakan.
  46. Release Aid: Alat bantu yang membantu pemanah melepaskan tali busur dengan lebih konsisten.
  47. Release Aid: Alat yang membantu melepaskan tali busur secara konsisten dan halus.
  48. Release: Proses melepaskan tali busur untuk melepaskan panah.
  49. Ring: Skor yang diberikan berdasarkan jarak tembakan dari target, semakin dekat ke pusat semakin tinggi skornya.
  50. Siku: Bagian lengan yang membentuk sudut tepi panah.
  51. Stabilizer: Peralatan tambahan yang dipasang pada busur untuk meningkatkan keseimbangan dan mengurangi getaran saat melepaskan panah.
  52. Standar Penilaian: Pedoman skor yang digunakan dalam pertandingan panah.
  53. String Silencer: Aksesoris tambahan yang dipasang pada senar untuk mengurangi getaran dan suara saat melepaskan panah.
  54. String Walking: Teknik mengganti tempat genggaman jari pada tali busur untuk mengubah ketinggian bidikan pada target yang berbeda jaraknya.
  55. Target Face: Bagian depan target yang berisi pola skor dan tanda pengenal.
  56. Target Panic: Kondisi di mana pemanah mengalami kecemasan atau kesulitan dalam melepaskan panah secara konsisten dan tepat.
  57. Target: Sasaran berbentuk bundar yang menjadi tujuan pemanah saat berlatih atau bertanding.
  58. Tiller: Perbedaan ukuran jarak antara bagian atas dan bawah busur ketika dilihat dari samping.
  59. Tuning Busur: Proses mengatur busur dan perangkat tambahan untuk memastikan kinerjanya optimal dan sesuai dengan preferensi pemanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *