Kamus Alat Musik Piano

  1. Accidental: Simbol yang ditempatkan di depan sebuah nota untuk menunjukkan peningkatan atau penurunan setengah nada. Contohnya adalah tanda sharp (#) yang menaikkan nada setengah nada, dan tanda flat (b) yang menurunkan nada setengah nada.
  2. Akor: Tiga atau lebih nada yang dimainkan secara bersamaan. Akor sering digunakan untuk membangun harmoni dalam musik piano.
  3. Akord tersusun: Akord yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dimainkan dalam interval tertentu. Akord tersusun terdiri dari akord tumpukan dan akord terpilin.
  4. Akordansi: Proses menyesuaikan nada pada piano untuk memastikan semua dawai berbunyi dengan tepat. Akordansi melibatkan penyesuaian ketegangan dawai dengan menggunakan kunci tuning.
  5. Arpeggiator: Fitur pada keyboard elektronik atau synthesizer yang menghasilkan arpeggio secara otomatis ketika tuts tertentu dimainkan. Arpeggiator menciptakan pola melodi berulang-ulang secara berurutan.
  6. Arpeggio: Teknik memainkan nada-nada dalam sebuah akor secara berurutan. Nada-nada dimainkan satu per satu dari rendah ke tinggi atau sebaliknya.
  7. Arpegio: Pola permainan yang melibatkan memainkan nada-nada pada sebuah akor secara berurutan, biasanya dari rendah ke tinggi atau sebaliknya.
  8. Articulation: Cara atau gaya bagaimana nada-nada ditekan dan dilepaskan pada piano. Teknik articulation seperti legato (terhubung) dan staccato (terputus) mempengaruhi karakter suara dan ekspresi musik.
  9. Bass: Bagian bawah pada papan kunci piano yang mencakup nada-nada rendah. Tuts putih pada bagian bass biasanya berwarna hitam.
  10. Cadence: Serangkaian akor yang mengakhiri frase musik atau komposisi. Cadence digunakan untuk memberikan perasaan penyelesaian atau kestabilan.
  11. Chord Progression: Serangkaian akor yang diatur dalam urutan tertentu dalam sebuah komposisi. Chord progression membentuk dasar harmoni musik.
  12. Chord: Tiga atau lebih nada yang dimainkan secara bersamaan. Chord digunakan untuk membangun harmoni dalam musik piano. Glosarium.org
  13. Chromatic Scale: Skala yang terdiri dari semua nada dalam setengah nada. Dalam skala kromatik, setiap tuts piano dimainkan secara berurutan tanpa melompati nada-nada.
  14. Coda: Bagian terakhir dari sebuah komposisi musik, biasanya ditandai dengan simbol “coda” di notasi musik. Coda memberikan penutup yang khas untuk karya musik.
  15. Counterpoint: Gaya komposisi di mana dua atau lebih melodi yang independen dimainkan secara bersamaan, membentuk harmoni yang kompleks.
  16. Crescendo: Dinamika musik yang menandakan perlahan meningkatkan volume atau intensitas permainan. Ditandai dengan tanda “<” yang melebar pada notasi musik. Crescendo: Instruksi musik yang menandakan peningkatan volume secara bertahap. Pemain piano perlu meningkatkan kekuatan suara seiring dengan peningkatan durasi crescendo. Decrescendo: Dinamika musik yang menandakan perlahan menurunkan volume atau intensitas permainan. Ditandai dengan tanda “>” yang menyempit pada notasi musik.
  17. Decrescendo: Instruksi musik yang menandakan penurunan volume secara bertahap. Pemain piano perlu mengurangi kekuatan suara secara bertahap seiring dengan penurunan durasi decrescendo.
  18. Dua Tangan: Teknik bermain piano dengan menggunakan kedua tangan secara bersamaan. Tangan kanan biasanya memainkan melodi, sedangkan tangan kiri memainkan akor atau bas.
  19. Dynamics: Variasi dalam volume dan intensitas permainan. Istilah dinamika musik seperti pianissimo (sangat lembut) dan forte (kuat) mengacu pada tingkat kekuatan suara.
  20. Etude: Sebuah komposisi musik yang diciptakan dengan tujuan latihan teknik tertentu. Etude biasanya menekankan pada perkembangan keterampilan teknik dan dexterity.
  21. Fermata: Simbol yang menunjukkan untuk memperpanjang durasi sebuah nada atau akor. Ketika mencapai fermata, pemain piano memperpanjang durasi nada sesuai keinginan.
  22. Forte: Dinamika musik yang menandakan permainan dengan keras. Ditandai dengan huruf “f” pada notasi musik.
  23. Glissando terbalik: Teknik di mana jari-jari digerakkan dengan cepat ke atas pada tuts piano, menghasilkan aliran suara yang meluncur dari nada tinggi ke nada rendah.
  24. Glissando: Teknik di mana jari-jari dipindahkan dengan cepat melintasi tuts piano, menghasilkan aliran suara yang halus dan berubah secara kontinu dari nada awal ke nada akhir.
  25. Harmony: Komponen musik yang berkaitan dengan kombinasi dan pengaturan akor-akor yang mendukung melodi. Glosarium.org
  26. Improvisasi: Proses menciptakan musik secara spontan saat sedang bermain. Improvisasi biasanya melibatkan penambahan variasi atau perubahan pada melodi atau harmoni.
  27. Improvisation: Proses menciptakan musik secara spontan saat sedang bermain. Improvisation biasanya melibatkan penambahan variasi atau perubahan pada melodi atau harmoni.
  28. Key Signature: Serangkaian tanda pada awal notasi musik yang menunjukkan kunci musik. Key signature menentukan tanda-tanda nada dalam sebuah komposisi.
  29. Komposer: Seseorang yang menciptakan dan menggubah musik. Seorang komposer menciptakan karya-karya musik yang dapat dimainkan di piano dan instrumen lainnya.
  30. Konservatorium: Institusi pendidikan musik tingkat tinggi di mana siswa dapat belajar berbagai disiplin musik, termasuk piano. Konservatorium sering menawarkan program studi formal dalam bidang musik.
  31. Kontrol dinamika: Kemampuan seorang pianis untuk mengendalikan volume dan intensitas permainan. Pemain piano dapat menciptakan perbedaan dinamika yang disengaja untuk mengungkapkan nuansa musik yang berbeda.
  32. Largo: Instruksi tempo yang menunjukkan permainan dengan sangat lambat dan terasa solenn. Largo biasanya ditandai dengan kecepatan 40-60 BPM (beats per minute).
  33. Legatissimo: Gaya permainan yang sangat lembut dan terhubung, di mana tuts ditekan dan dilepaskan dengan sangat halus. Menghasilkan suara yang nyaris tanpa jeda.
  34. Legato: Gaya permainan piano di mana nada-nada disatukan secara halus dan tanpa jeda. Nada-nada terhubung dengan lembut.
  35. Leggiero: Instruksi musik yang menunjukkan permainan dengan ringan dan ringkas. Pemain piano harus memainkan nota dengan kekuatan yang lembut dan ringan.
  36. Lirika: Karakteristik suara yang melankolis, indah, atau menyentuh emosi. Pemain piano dapat menginterpretasikan musik dengan gaya lirik yang mengungkapkan perasaan yang mendalam.
  37. Melodi: Bagian utama dari sebuah musik yang terdiri dari serangkaian nada yang membentuk melodi yang terdengar.
  38. Melody: Bagian utama dari sebuah musik yang terdiri dari serangkaian nada yang membentuk melodi yang terdengar.
  39. Metronom: Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan atau tempo dalam musik. Metronom memberikan ketukan reguler untuk membantu menjaga ritme.
  40. Modulation: Perubahan kunci musik di tengah sebuah komposisi. Modulasi memberikan perubahan nuansa dan warna pada musik.
  41. Nada: Bunyi dasar yang dihasilkan oleh piano saat tuts ditekan. Setiap tuts pada piano menghasilkan nada yang berbeda.
  42. Not balok: Sistem penulisan musik yang menggunakan garis-garis dan ruang antar garis untuk menunjukkan tinggi rendahnya nada. Not balok memberikan informasi tentang durasi, tinggi, dan timing dalam sebuah komposisi.
  43. Notasi musik: Sistem penulisan musik yang menggunakan tanda-tanda dan simbol-simbol untuk menggambarkan tinggi rendahnya nada, durasi, dan ekspresi musik.
  44. Octave: Rentang delapan nada pada skala musik. Oktaf pada piano terdiri dari 12 tuts, termasuk tuts putih dan hitam.
  45. Oktaf ganda: Teknik di mana seorang pianis menggunakan kedua tangan untuk memainkan nada yang sama atau oktaf yang sama pada waktu yang bersamaan. Hal ini menciptakan suara yang lebih penuh dan kaya.
  46. Oktaf: Rentang delapan nada pada skala musik. Pada piano, setiap oktaf terdiri dari 12 tuts, termasuk tuts putih dan hitam.
  47. Ornamentation: Dekorasi atau hiasan tambahan pada melodi atau akor dalam musik piano. Ornamentation menambahkan keindahan dan variasi pada permainan.
  48. Ostinato: Pola musik berulang yang terus menerus diulang sepanjang sebuah komposisi. Ostinato memberikan dasar harmonis atau ritmik yang konsisten dalam musik.
  49. Overture: Komposisi musik instrumental yang mengawali opera, ballet, atau karya besar lainnya. Overture sering kali mencakup potongan-potongan musik yang mewakili tema-tema penting dalam karya tersebut.
  50. Pedal: Bagian pada piano yang digunakan untuk memodifikasi bunyi. Terdapat beberapa pedal, termasuk pedal sustain yang digunakan untuk mempertahankan bunyi dawai yang ditekan, pedal soft yang mengurangi volume bunyi, dan pedal sostenuto yang mempertahankan bunyi dawai tertentu saat tuts ditekan.
  51. Pemantulan: Proses menghasilkan bunyi ganda pada piano dengan memantulkan palu yang sama ke dawai dengan cepat. Teknik ini digunakan untuk menciptakan efek yang kaya dan resonansi.
  52. Phrasing: Cara menginterpretasikan dan mengatur nada-nada dalam bagian-bagian yang lebih besar dalam musik. Phrasing menciptakan struktur dan ekspresi dalam permainan piano.
  53. Pianissimo: Dinamika musik yang menandakan permainan dengan sangat lembut. Ditandai dengan huruf “pp” pada notasi musik. Glosarium.org
  54. Piano: Alat musik berupa alat musik dawai yang dimainkan dengan menekan tuts pada papan kunci. Bunyinya dihasilkan oleh pemukulan palu ke dawai saat tuts ditekan.
  55. Pianoforte: Nama lengkap dari piano. Pianoforte berasal dari bahasa Italia yang berarti “lembut kuat”, mengacu pada kemampuan piano untuk menghasilkan dinamika yang berbeda.
  56. Polifoni: Gaya permainan di mana dua atau lebih melodi dimainkan secara bersamaan. Polifoni memungkinkan pianis untuk memainkan dua bagian atau lebih dalam satu waktu.
  57. Polyphony: Gaya permainan di mana dua atau lebih melodi dimainkan secara bersamaan. Polyphony memungkinkan pianis untuk memainkan dua bagian atau lebih dalam satu waktu.
  58. Praktikum: Latihan atau sesi belajar di mana seorang pianis mempelajari dan mempraktikkan teknik-teknik permainan piano, komposisi, atau karya-karya musik tertentu.
  59. Repertoar: Kumpulan lagu atau komposisi yang dikuasai dan dapat dimainkan oleh seorang pianis. Repertoar seseorang mencakup berbagai genre dan tingkat kesulitan musik.
  60. Rhythm: Pola ketukan dan durasi dalam musik. Rhythm memberikan dasar ritmis yang teratur dalam permainan piano.
  61. Ritenuto: Instruksi musik yang menunjukkan untuk memperlambat tempo secara tiba-tiba. Pemain piano harus menyesuaikan kecepatan permainan dengan cepat.
  62. Rondo: Bentuk musik yang berulang-ulang dengan bagian-bagian yang berbeda di antara setiap repetisi. Struktur rondo biasanya ditandai dengan A-B-A-C-A atau A-B-A-Coda.
  63. Rubato: Instruksi musik yang menunjukkan kebebasan dalam mempercepat atau memperlambat tempo sesuai interpretasi pemain. Rubato digunakan untuk menciptakan ekspresi yang lebih fleksibel dan alami.
  64. Rubato: Teknik dalam permainan piano di mana kecepatan tempo dipercepat atau diperlambat sesuai dengan ekspresi musik atau interpretasi pemain.
  65. Scale Degree: Nama yang diberikan pada setiap nada dalam sebuah skala. Contohnya, dalam skala mayor, terdapat tujuh scale degrees yang diberi nama dengan huruf dari A hingga G.
  66. Scale: Serangkaian nada yang diatur dalam urutan naik atau turun dengan pola tertentu. Skala pentatonik dan skala mayor adalah contoh skala yang umum digunakan dalam musik piano.
  67. Sight-reading: Kemampuan untuk membaca dan memainkan musik secara langsung tanpa persiapan sebelumnya. Sight-reading melibatkan kemampuan membaca notasi musik dengan cepat dan memainkannya di piano.
  68. Skala: Serangkaian nada yang diatur dalam urutan naik atau turun dengan pola tertentu. Skala pentatonic dan skala mayor adalah contoh skala yang umum digunakan dalam musik piano.
  69. Sonatina: Sebuah komposisi musik pendek yang memiliki struktur mirip dengan sonata, tetapi lebih singkat dan lebih mudah diterima. Sonatina sering digunakan sebagai materi pembelajaran bagi pemula dalam belajar piano.
  70. Staccato: Gaya permainan piano di mana nada-nada dimainkan dengan jeda pendek. Nada-nada dipisahkan dengan jelas.
  71. Sustain Pedal: Pedal yang digunakan untuk mempertahankan bunyi dawai piano setelah tuts dilepaskan. Dengan menekan sustain pedal, suara dawai akan berbunyi lebih lama.
  72. Syncopation: Penekanan ritmis yang terjadi di luar ketukan yang terduga. Syncopation menciptakan ketegangan dan kejutan dalam musik.
  73. Tempo: Kecepatan atau laju permainan musik. Tempo ditandai dengan angka dalam notasi musik, seperti metronome marking atau beats per minute (BPM).
  74. Terompet pedal: Sebuah mekanisme pada piano yang memungkinkan pemain menggunakan kaki untuk memainkan bunyi rendah yang tumpul. Terompet pedal memberikan efek perkusi yang kuat pada piano.
  75. Tonic: Nada dasar atau nada kejadian utama dalam sebuah kunci musik. Nada tonic adalah titik pusat dalam harmoni dan tonalitas sebuah komposisi.
  76. Transpose: Proses mengubah kunci sebuah komposisi musik. Transpose digunakan untuk memainkan sebuah lagu dalam kunci yang berbeda.
  77. Treble: Bagian atas pada papan kunci piano yang mencakup nada-nada tinggi. Tuts putih pada bagian treble biasanya berwarna putih. Glosarium.org
  78. Tremolando: Efek di mana seorang pianis memainkan nota dengan cepat secara berulang-ulang dengan tangan yang bergoyang. Tremolando memberikan efek bergetar yang kuat pada piano.
  79. Tremolo Pedal: Pedal pada piano yang digunakan untuk menciptakan efek tremolo pada semua dawai. Ketika pedal tremolo ditekan, semua dawai bergetar bersamaan.
  80. Tremolo: Efek di mana seorang pianis dengan cepat memainkan nota yang sama secara berulang-ulang untuk menciptakan getaran atau getaran suara.
  81. Tremolo: Efek di mana seorang pianis memainkan nota dengan cepat secara berulang-ulang untuk menciptakan getaran atau efek bergetar.
  82. Trill: Efek di mana dua nada yang berdekatan dimainkan secara cepat secara berulang-ulang. Trill memberikan efek yang cepat dan bergetar pada piano.
  83. Tuts: Bagian kecil pada papan kunci piano yang ditekan untuk menghasilkan bunyi. Terdapat tuts putih dan hitam, yang mewakili nada-nada pada piano.
  84. Tutti: Instruksi musik yang menunjukkan semua pemain atau semua bagian musik untuk memainkan secara bersamaan dan kuat. Tutti menciptakan suara yang penuh dan kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *