Istilah-istilah Per-TV-Kabel-an

  1. 3D TV: Televisi yang mampu menampilkan konten tiga dimensi dengan menggunakan kacamata 3D khusus.
  2. Aspect Ratio: Rasio antara lebar dan tinggi gambar pada layar televisi, seperti 16:9 yang merupakan rasio standar untuk format HD.
  3. Bandwidth Cap: Batas maksimum penggunaan data atau kecepatan internet dalam satu bulan pada paket berlangganan TV Kabel tertentu.
  4. Bandwidth Throttling: Pengurangan kecepatan internet sementara oleh penyedia layanan untuk mengelola lalu lintas dan mempertahankan kualitas jaringan.
  5. Bandwidth: Kapasitas maksimum untuk mentransmisikan data, mempengaruhi jumlah saluran dan kualitas gambar yang dapat disediakan.
  6. Basic Cable: Paket TV Kabel dengan sejumlah saluran dasar yang disediakan dengan biaya minimum.
  7. Binge-Watching: Menonton serangkaian episode atau seluruh musim acara TV secara beruntun dalam satu sesi.
  8. Broadband: Koneksi internet berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyediakan layanan TV Kabel interaktif.
  9. Broadcast: Proses penyiaran program TV atau sinyal ke banyak pemirsa secara bersamaan.
  10. Buffering: Proses menyimpan sebagian konten video sementara sebelum diputar sepenuhnya untuk menghindari gangguan saat streaming.
  11. Cable Modem: Perangkat yang menghubungkan jaringan TV Kabel dengan internet, memungkinkan akses internet melalui koneksi kabel.
  12. ClearQAM (Clear Quadrature Amplitude Modulation): Metode modulasi sinyal digital yang memungkinkan penerimaan saluran TV digital tanpa perlu dekoder tambahan.
  13. Closed Captioning: Subtitle teks yang muncul di layar untuk membantu penonton dengan gangguan pendengaran.
  14. Coaxial Cable: Kabel yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal TV dan data dalam sistem TV Kabel.
  15. Decoder: Perangkat yang digunakan untuk mendekode sinyal televisi yang dienkripsi agar dapat ditampilkan pada layar TV.
  16. Dolby Digital: Format suara multikanal yang menyediakan suara berkualitas tinggi dan menghadirkan pengalaman audio yang lebih mendalam.
  17. DTH (Direct-to-Home): Layanan TV berlangganan yang menyediakan saluran TV langsung ke antena parabola di rumah pelanggan.
  18. DVR Scheduler: Fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengatur perekaman program TV dari jauh melalui internet.
  19. EPG (Electronic Program Guide): Panduan elektronik yang menampilkan jadwal program TV dan memungkinkan pengguna untuk melihat informasi lebih lanjut tentang acara yang ditampilkan.
  20. Fiber Optic: Teknologi kabel yang menggunakan serat optik untuk mengirimkan data dengan kecepatan tinggi dan kualitas yang baik.
  21. Fiber to the Home (FTTH): Infrastruktur serat optik yang mencapai rumah pelanggan untuk menyediakan koneksi internet dan layanan TV Kabel.
  22. Full HD: Resolusi gambar televisi dengan 1080 piksel vertikal dan 1920 piksel horizontal, memberikan kualitas gambar yang sangat tajam.
  23. HbbTV (Hybrid Broadcast Broadband TV): Layanan televisi yang menggabungkan siaran TV tradisional dengan konten online, seperti informasi tambahan dan aplikasi interaktif.
  24. HD Channels: Saluran TV dengan resolusi tinggi yang menawarkan gambar berkualitas lebih baik daripada saluran standar. Glosarium.org
  25. HD DVR (High Definition Digital Video Recorder): Perekam video digital dengan kemampuan merekam dan menyimpan program TV dalam resolusi tinggi.
  26. HD Ready: Label untuk televisi yang mampu menampilkan konten dengan resolusi tinggi, tetapi memerlukan sumber sinyal HD terpisah.
  27. HD Upconversion: Proses mengubah sinyal standar menjadi resolusi tinggi untuk meningkatkan kualitas gambar pada TV HD.
  28. HDMI (High-Definition Multimedia Interface): Antarmuka multimedia berkecepatan tinggi yang menghubungkan perangkat audio/video, seperti set-top box atau konsol game, ke televisi dengan kualitas gambar dan suara yang tinggi.
  29. HDMI-CEC (Consumer Electronics Control): Fitur yang memungkinkan perangkat HDMI yang terhubung untuk saling berkomunikasi dan mengontrol satu sama lain melalui satu remote control.
  30. High Definition (HD): Format gambar dan suara dengan kualitas tinggi yang menawarkan resolusi lebih tinggi daripada standar definisi.
  31. Interaktif: Layanan TV yang memungkinkan pelanggan berpartisipasi secara aktif, misalnya dengan memilih program dari menu atau bermain game melalui TV.
  32. Jaringan Kabel: Infrastruktur fisik yang menghubungkan penyedia TV Kabel dengan pelanggan.
  33. Latency: Waktu jeda antara pemancaran sinyal dan penerimaan pada TV, khususnya penting dalam konteks siaran langsung atau interaktif.
  34. MPEG (Moving Picture Experts Group): Kelompok kerja yang mengembangkan standar kompresi video dan audio yang umum digunakan dalam penyiaran digital.
  35. Multi-Room DVR: Sistem DVR yang memungkinkan perekaman dan pemutaran acara TV dari setiap TV di rumah.
  36. On-Screen Display (OSD): Tampilan teks dan grafis yang ditampilkan di layar TV, termasuk menu dan pengaturan.
  37. Paket Berlangganan: Kumpulan saluran TV yang dapat dipilih pelanggan untuk ditambahkan ke paket dasar.
  38. Paket Dasar: Paket berlangganan TV Kabel dengan saluran dasar yang mencakup beberapa saluran TV umum.
  39. Parental Control: Fitur yang memungkinkan orang tua untuk memblokir atau membatasi akses ke konten tertentu agar sesuai dengan usia anak.
  40. Pay-per-view: Layanan di mana pelanggan membayar untuk menonton konten tertentu, biasanya acara olahraga atau film, dengan harga khusus.
  41. Pemrograman Linier: Siaran TV yang berjalan pada jadwal tertentu dan tidak dapat dihentikan atau ditunda.
  42. Pemrograman Non-Linier: Konten TV yang dapat diakses kapan saja, seperti VOD atau acara yang direkam.
  43. Perekam Video Digital (PVR): Alat untuk merekam acara TV langsung dan menyimpannya dalam bentuk digital untuk ditonton nanti.
  44. Prime Time: Waktu paling populer untuk menonton TV, biasanya di malam hari ketika banyak acara populer ditayangkan.
  45. Remote Control: Alat pengendali jarak jauh yang digunakan untuk mengubah saluran, mengatur volume, dan mengontrol fungsi TV lainnya.
  46. Saluran TV: Stasiun TV atau jaringan yang menyediakan konten televisi seperti acara, film, dan berita.
  47. SD (Standard Definition): Format gambar dan suara dengan kualitas standar sebelum era resolusi tinggi.
  48. Set-top Box: Alat dekode yang diperlukan untuk mengubah sinyal digital menjadi gambar dan suara pada televisi.
  49. Signal Loss: Penurunan kekuatan sinyal karena panjang kabel atau masalah lain, dapat menyebabkan gangguan dalam siaran televisi.
  50. Smart TV: Televisi yang memiliki sistem operasi atau platform cerdas, memungkinkan akses ke aplikasi, media sosial, dan konten online lainnya.
  51. Splitter: Alat yang membagi sinyal TV untuk menghubungkan beberapa perangkat TV ke saluran yang sama.
  52. Streaming Box: Perangkat eksternal yang menghubungkan TV ke internet dan menyediakan akses ke layanan streaming seperti Netflix, Hulu, dll.
  53. Streaming: Menonton konten TV atau video secara online dengan mengunduh dan memutar konten secara bersamaan.
  54. TV Anywhere: Layanan yang memungkinkan pelanggan menonton acara TV melalui aplikasi atau situs web saat berada di luar rumah.
  55. TV Kabel: Layanan penyiaran televisi yang menggunakan kabel koaksial atau serat optik untuk mengirimkan sinyal TV ke rumah pelanggan.
  56. Ultra HD (UHD) atau 4K: Resolusi gambar televisi dengan 2160 piksel vertikal dan 3840 piksel horizontal, memberikan kualitas gambar yang lebih tinggi dari Full HD.
  57. Video Compression: Proses mengurangi ukuran file video untuk menghemat bandwidth tanpa mengorbankan kualitas gambar yang terlalu banyak.
  58. Video On Demand (VOD): Layanan yang memungkinkan pelanggan untuk memilih dan menonton konten kapan saja sesuai keinginan.
  59. Wi-Fi TV: Televisi yang dilengkapi dengan kemampuan konektivitas Wi-Fi untuk mengakses internet dan aplikasi online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *