Istilah Dalam Olahraga Aerobik

  1. Active rest: Hari istirahat dari latihan aerobik, tetapi tetap melibatkan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan-jalan santai.
  2. Active wear: Pakaian khusus yang dirancang untuk latihan aerobik, memberikan kenyamanan dan dukungan selama gerakan.
  3. Aerobic capacity: Kapasitas tubuh untuk menghasilkan energi dengan menggunakan oksigen selama aktivitas fisik yang intens.
  4. Aerobik air: Latihan aerobik yang dilakukan di dalam air, biasanya di kolam renang, mengurangi tekanan pada persendian dan memberikan resistensi tambahan.
  5. Aerobik tingkat lanjut: Latihan aerobik dengan intensitas dan kompleksitas gerakan yang lebih tinggi, sesuai bagi mereka yang telah berpengalaman dalam aerobik.
  6. Aerobik: Latihan fisik dengan intensitas sedang yang melibatkan gerakan teratur dan berulang, biasanya berfokus pada aktivitas kardiorespirasi.
  7. Agility training: Latihan aerobik untuk meningkatkan kelincahan, keseimbangan, dan kecepatan gerakan.
  8. Aqua Jogging: Bentuk latihan aerobik di kolam renang di mana peserta berlari di air dengan menggunakan pelampung.
  9. Aqua Zumba: Gaya Zumba yang dilakukan di dalam kolam renang, menggabungkan gerakan tarian dengan keuntungan resistensi air.
  10. Body Combat: Latihan aerobik yang terinspirasi dari bela diri, menggabungkan gerakan serangan dan pertahanan dengan musik berirama.
  11. Body Pump: Program latihan aerobik dengan beban ringan atau sedang untuk meningkatkan kekuatan dan membentuk otot.
  12. Body Step: Jenis latihan aerobik yang menggunakan platform step untuk meningkatkan kebugaran dan keseimbangan.
  13. Burnout: Kelelahan fisik atau mental yang disebabkan oleh latihan aerobik berlebihan tanpa cukup istirahat.
  14. Cardio dance: Latihan aerobik yang menggabungkan gerakan tarian dengan musik, membantu meningkatkan kebugaran dan koordinasi.
  15. Cardiovascular endurance: Kemampuan jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi untuk menjaga kinerja selama latihan aerobik dalam jangka waktu yang lama.
  16. Choreography: Rangkaian gerakan dan tarian yang disusun secara teratur dan sinkron dengan musik dalam sesi aerobik.
  17. Circuit training: Latihan aerobik yang melibatkan serangkaian stasiun latihan yang berbeda, masing-masing dengan aktivitas berbeda, untuk meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.
  18. Cool-down: Rutinitas latihan akhir untuk menurunkan detak jantung dan meredam tubuh setelah latihan aerobik.
  19. Cooling down: Serangkaian latihan ringan yang dilakukan setelah latihan aerobik untuk menurunkan detak jantung secara bertahap dan mencegah kram otot.
  20. Core strength: Kekuatan otot inti (abdominal, punggung, dan panggul) yang penting untuk menjaga postur tubuh yang baik dan stabil selama latihan aerobik.
  21. Cross-training: Menggabungkan berbagai jenis latihan fisik, termasuk aerobik, untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
  22. Crossfit: Program latihan yang menggabungkan elemen-elemen dari berbagai jenis latihan, termasuk aerobik, angkat beban, dan latihan kekuatan.
  23. Dance Aerobics: Jenis aerobik yang menekankan gerakan tarian yang koordinatif dan menyenangkan.
  24. Double-time: Melakukan gerakan aerobik dengan kecepatan dua kali lipat dari kecepatan normal, meningkatkan intensitas latihan.
  25. Endorfin: Hormon yang dihasilkan oleh tubuh saat berlatih aerobik, bertanggung jawab atas perasaan bahagia dan relaksasi.
  26. Endurance training: Latihan aerobik yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi aktivitas fisik yang berkelanjutan.
  27. Fitness assessment: Pengukuran dan evaluasi kebugaran fisik seseorang sebelum memulai program latihan aerobik. Glosarium.org
  28. Fitness class: Sesi latihan aerobik yang dipandu oleh seorang instruktur untuk membantu peserta mencapai tujuan kebugaran mereka.
  29. Fitness level: Tingkat kebugaran seseorang yang mencerminkan kemampuan tubuh untuk melakukan latihan aerobik secara efisien.
  30. Fitness tracker: Perangkat elektronik yang dipakai untuk memantau aktivitas fisik, termasuk detak jantung, langkah, dan kalori yang terbakar selama latihan aerobik.
  31. Flexibility training: Latihan untuk meningkatkan fleksibilitas otot dan rentang gerak tubuh, biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemanasan atau pendinginan.
  32. Freestyle aerobik: Mengacu pada latihan aerobik tanpa mengikuti rutinitas yang kaku, melainkan membiarkan peserta berkreasi dengan gerakan sendiri.
  33. Gluteus maximus: Otot besar di area bokong yang aktif terlibat dalam banyak gerakan aerobik.
  34. High-impact aerobik: Latihan aerobik yang melibatkan gerakan dengan tumpuan berat pada persendian, seperti lompatan, untuk meningkatkan kekuatan dan kardiorespirasi.
  35. HIIT (High-Intensity Interval Training): Metode latihan aerobik yang melibatkan periode latihan intensitas tinggi yang diselingi dengan periode pemulihan singkat.
  36. Interval training: Metode latihan aerobik dengan variasi intensitas, antara periode berkinerja tinggi dan pemulihan ringan, untuk meningkatkan daya tahan dan membakar lemak lebih efisien.
  37. Kardiorespirasi: Proses pembakaran oksigen dalam tubuh untuk menghasilkan energi selama aktivitas fisik.
  38. Low-impact aerobik: Latihan aerobik dengan gerakan yang menempatkan sedikit tekanan pada persendian, cocok bagi individu dengan masalah sendi atau cedera.
  39. Muscle toning: Latihan aerobik yang berfokus pada menguatkan dan membentuk otot-otot tubuh.
  40. Plyometrics: Latihan yang melibatkan gerakan berulang dengan cepat dan kuat, bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot dan daya ledak.
  41. Power Yoga: Gaya yoga yang lebih intens dengan fokus pada kekuatan, fleksibilitas, dan kardiorespirasi.
  42. Pulse check: Memeriksa denyut nadi selama latihan aerobik untuk memastikan berada di dalam zona target detak jantung.
  43. Rebound aerobik: Jenis aerobik yang dilakukan di atas trampoline, memberikan efek ringan pada persendian dan melatih koordinasi tubuh.
  44. Resistance Bands: Alat bantu latihan aerobik yang terbuat dari karet elastis, membantu meningkatkan kekuatan otot dengan menambahkan resistensi pada gerakan.
  45. Step aerobik: Aerobik yang melibatkan penggunaan platform kecil (step) untuk meningkatkan intensitas gerakan.
  46. Tabata: Metode latihan interval tingkat tinggi dengan durasi pendek dan istirahat singkat, membantu meningkatkan kardiorespirasi dan membakar lemak.
  47. Target heart rate: Rentang detak jantung yang diinginkan selama latihan aerobik untuk mencapai manfaat kardiorespirasi yang optimal.
  48. Warm-up: Rutinitas latihan awal yang bertujuan untuk mempersiapkan tubuh secara fisik dan mental sebelum memulai latihan aerobik yang lebih intens.
  49. Water Aerobics: Latihan aerobik yang dilakukan di kolam renang, menggunakan air sebagai resistensi tambahan untuk memperkuat otot dan meningkatkan kebugaran.
  50. Zumba: Jenis aerobik yang menggabungkan gerakan tarian dengan musik ritmis untuk meningkatkan kebugaran dan menghilangkan lemak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *