Glosarium Tukang AC (Kamus AC)

  1. AC (Air Conditioner) – Perangkat yang digunakan untuk mengatur suhu dan kelembaban udara di dalam ruangan.
  2. HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) – Sistem yang menggabungkan pemanas, ventilasi, dan AC untuk mengatur kondisi udara dalam ruangan.
  3. Freon – Zat pendingin yang digunakan dalam sistem AC untuk menyerap panas dari udara di dalam ruangan.
  4. Kondensor – Bagian dari sistem AC yang bertugas untuk mendinginkan dan mengkompresi gas refrigeran.
  5. Evaporator – Bagian dari sistem AC yang bertugas untuk menguapkan refrigeran yang mengambil panas dari udara di dalam ruangan.
  6. Kompresor – Komponen utama dalam sistem AC yang berfungsi untuk mengkompresi refrigeran sehingga meningkatkan tekanan dan suhu.
  7. Filter Udara – Komponen yang digunakan untuk menyaring debu, kotoran, dan partikel lain dari udara yang masuk ke sistem AC.
  8. Fan (Kipas) – Komponen yang menghasilkan aliran udara di dalam unit AC, membantu dalam sirkulasi dan pendinginan.
  9. Thermostat – Perangkat yang mengontrol suhu ruangan dengan mengatur pengoperasian sistem AC.
  10. Ducting – Saluran atau kanal yang digunakan untuk mengalirkan udara panas atau dingin ke berbagai ruangan.
  11. BTU (British Thermal Unit) – Satuan pengukuran untuk jumlah panas yang diperlukan atau dihilangkan oleh sistem AC.
  12. Refrigeran – Zat kimia yang digunakan dalam sistem AC untuk memindahkan panas dari satu tempat ke tempat lain.
  13. Suhu Ruangan – Suhu udara di dalam ruangan yang diinginkan atau diatur dengan bantuan AC.
  14. Regulator Tekanan – Komponen yang mengatur tekanan refrigeran dalam sistem AC.
  15. Remote Control – Perangkat nirkabel yang digunakan untuk mengontrol pengoperasian AC dari jarak jauh.
  16. Servis AC – Proses perawatan rutin dan pemeliharaan sistem AC untuk memastikan kinerjanya yang optimal.
  17. Ductless AC – Sistem AC yang tidak memerlukan saluran udara (ducting) untuk mengalirkan udara ke ruangan, sering disebut juga sebagai AC split atau AC tanpa saluran udara.
  18. Evaporative Cooler – Sistem pendinginan yang menggunakan air untuk mengurangi suhu udara dengan memanfaatkan prinsip evaporasi.
  19. Load Calculation – Proses untuk menghitung beban termal yang diperlukan untuk mendinginkan atau memanaskan ruangan dengan tepat.
  20. Leakage (Kebocoran) – Keadaan di mana refrigeran bocor dari sistem AC, yang dapat mengurangi efisiensi dan kinerja sistem.
  21. EER (Energy Efficiency Ratio) – Rasio yang mengukur efisiensi energi sistem AC dengan membandingkan jumlah pendinginan yang dihasilkan dengan jumlah energi yang digunakan.
  22. SEER (Seasonal Energy Efficiency Ratio) – Rasio efisiensi energi yang mengukur kinerja sistem AC selama periode waktu yang lebih panjang, mengambil kisaran suhu dan kondisi cuaca yang berbeda.
  23. Combi AC – Sistem AC yang dapat berfungsi sebagai pendingin udara dan pemanas, memberikan fleksibilitas dalam mengatur suhu ruangan.
  24. Ductwork (Sistem Saluran Udara) – Jaringan saluran yang terbuat dari logam atau bahan lainnya yang digunakan untuk mengalirkan udara panas atau dingin ke seluruh ruangan dalam bangunan.
  25. Leak Detection (Deteksi Kebocoran) – Proses untuk menemukan kebocoran refrigeran dalam sistem AC dengan menggunakan peralatan khusus atau metode pengujian.
  26. R-410A – Jenis refrigeran yang umum digunakan dalam sistem AC modern, dikembangkan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada R-22.
  27. Load Balancing (Pembagian Beban) – Praktik untuk membagi aliran udara dan pendinginan secara merata di seluruh ruangan dengan mengatur keseimbangan ducting dan volume udara yang dihembuskan.
  28. Condensate Drain (Pembuangan Kondensat) – Saluran atau pipa yang digunakan untuk mengalirkan air hasil kondensasi dari sistem AC, mencegah penumpukan dan kerusakan.
  29. Heat Pump (Pompa Panas) – Sistem AC yang dapat membalik siklus pendinginan dan pemanasan, menghasilkan udara dingin saat pendingin dan udara hangat saat pemanas.
  30. HVAC Technician – Teknisi yang khusus terlatih dalam pemasangan, perawatan, dan perbaikan sistem HVAC, termasuk AC.
  31. Split AC – Sistem AC yang terdiri dari dua unit terpisah, yaitu unit dalam ruangan (indoor unit) dan unit luar ruangan (outdoor unit).
  32. Inverter AC – Sistem AC yang dilengkapi dengan teknologi inverter untuk mengatur kecepatan kompresor, sehingga dapat menghemat energi dan memberikan pendinginan yang lebih stabil.
  33. Pre-cooling – Proses pendinginan awal yang dilakukan sebelum sistem AC dinyalakan sepenuhnya untuk menurunkan suhu ruangan secara efisien.
  34. Indoor Air Quality (Kualitas Udara Dalam Ruangan) – Parameter yang mengukur kebersihan dan kesehatan udara di dalam ruangan, termasuk tingkat polusi, kelembaban, dan kandungan partikel.
  35. BTU/hr (British Thermal Units per hour) – Ukuran untuk laju transfer panas yang dinyatakan dalam BTU per jam. Glosarium.org
  36. Zoning – Praktik membagi sistem AC menjadi zona-zona terpisah untuk mengontrol suhu secara independen di setiap zona ruangan.
  37. Condenser Coil (Koil Kondensor) – Komponen pada unit luar sistem AC yang bertugas untuk melepaskan panas ke lingkungan luar.
  38. Evaporator Coil (Koil Evaporator) – Komponen pada unit dalam sistem AC yang bertugas untuk menyerap panas dari udara di dalam ruangan.
  39. Gauge Manifold (Manometer) – Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan refrigeran dan memantau kinerja sistem AC.
  40. Air Balancing – Proses penyesuaian aliran udara di seluruh sistem HVAC untuk memastikan distribusi udara yang merata di semua ruangan.
  41. Load Calculation (Perhitungan Beban) – Proses penentuan kebutuhan pendinginan atau pemanasan ruangan berdasarkan faktor-faktor seperti luas ruangan, isolasi, jumlah orang, dan peralatan yang ada.
  42. AHU (Air Handling Unit) – Unit penanganan udara yang berfungsi mengalirkan udara melalui sistem HVAC dengan mengontrol suhu, kelembaban, dan kebersihan udara.
  43. Thermostatic Expansion Valve (Ventil Ekspansi Termostatik) – Katup yang mengatur aliran refrigeran ke evaporator berdasarkan suhu, memastikan pendinginan yang efisien.
  44. Dampers (Pengatur Udara) – Peralatan yang mengatur aliran udara dalam sistem HVAC dengan membuka atau menutup jalur udara.
  45. HVAC Controls (Kontrol HVAC) – Sistem elektronik yang mengontrol operasi dan pengaturan suhu, kelembaban, dan kualitas udara dalam ruangan.
  46. Air Ducts (Saluran Udara) – Saluran yang digunakan untuk mengalirkan udara dingin atau panas dari sistem AC ke ruangan-ruangan dalam bangunan.
  47. Heat Exchanger (Penukar Panas) – Komponen dalam sistem HVAC yang memindahkan panas dari satu media ke media lain tanpa adanya kontak langsung antara keduanya.
  48. Bypass Damper (Katup Bypass) – Katup yang mengalihkan sebagian aliran udara dalam sistem HVAC, biasanya digunakan untuk mengatur tekanan atau mengurangi beban.
  49. IAQ (Indoor Air Quality) Monitoring – Proses pemantauan dan peningkatan kualitas udara dalam ruangan, termasuk pengendalian kelembaban, deteksi polutan, dan sirkulasi udara yang baik.
  50. Safety Switch (Saklar Keselamatan) – Saklar yang memutuskan aliran listrik ke sistem AC ketika terdeteksi situasi darurat atau kondisi berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *