Glosarium Pabrik Tahu (Kamus Tahu)

  1. Kedelai: Bahan baku utama dalam pembuatan tahu, yang digiling menjadi pasta kedelai.
  2. Susu Kedelai: Cairan yang dihasilkan dari ekstraksi kedelai yang digunakan dalam pembuatan tahu.
  3. Tahu: Produk olahan yang terbuat dari kedelai yang diolah menjadi massa padat dan menghasilkan blok atau potongan tahu.
  4. Coagulan: Zat yang digunakan untuk membantu penggumpalan susu kedelai menjadi tahu. Contohnya adalah magnesium klorida atau cuka.
  5. Whey: Cairan yang dihasilkan dari proses penggumpalan susu kedelai menjadi tahu.
  6. Pembekuan: Proses pendinginan tahu setelah penggumpalan susu kedelai, yang mengubahnya menjadi massa padat.
  7. Perendaman: Proses merendam biji kedelai dalam air untuk menghilangkan kotoran dan meningkatkan kelembapan sebelum digiling.
  8. Penggilingan: Proses menggiling biji kedelai yang direndam menjadi pasta halus untuk membuat susu kedelai.
  9. Pengadukan: Proses mencampurkan pasta kedelai dengan air panas untuk membuat susu kedelai. Glosarium.org
  10. Pengendapan: Proses pemisahan antara cairan susu kedelai dan ampas kedelai yang terjadi setelah pengadukan.
  11. Pencetakan: Proses memasukkan susu kedelai yang sudah dicampur coagulan ke dalam cetakan untuk membentuk tahu.
  12. Pemadatan: Proses pemadatan massa tahu dalam cetakan untuk menghilangkan kelebihan cairan.
  13. Pemotongan: Proses memotong tahu yang sudah mengeras menjadi ukuran dan bentuk yang diinginkan.
  14. Pemasakan: Proses memasak tahu dalam air mendidih untuk meningkatkan kepadatan dan kekenyalan tahu.
  15. Penyaringan: Proses menghilangkan air dan mengeringkan tahu dengan menggunakan saringan atau kain kasa.
  16. Pemanggangan: Proses menggoreng tahu yang sudah dikeringkan untuk memberikan tekstur dan rasa yang khas.
  17. Kemasan: Proses mengemas tahu yang sudah matang ke dalam wadah atau kemasan siap jual.
  18. Penyimpanan: Proses menyimpan tahu dalam kondisi yang tepat untuk menjaga kualitasnya sebelum dijual atau dikonsumsi.
  19. Soybeans (Kedelai): Biji yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam produksi tahu.
  20. Soy Milk (Susu Kedelai): Cairan yang dihasilkan dari ekstraksi kedelai yang digunakan dalam pembuatan tahu.
  21. Tofu (Tahu): Produk olahan yang terbuat dari kedelai yang diolah menjadi massa padat dan menghasilkan blok atau potongan tahu.
  22. Coagulant (Penggumpal): Zat yang digunakan untuk membantu proses penggumpalan susu kedelai menjadi tahu. Contohnya adalah magnesium klorida atau cuka.
  23. Whey (Ampas Kedelai): Cairan yang dihasilkan dari proses penggumpalan susu kedelai menjadi tahu.
  24. Freezing (Pembekuan): Proses mendinginkan tahu setelah penggumpalan susu kedelai, yang mengubahnya menjadi massa padat.
  25. Soaking (Perendaman): Proses merendam biji kedelai dalam air untuk menghilangkan kotoran dan meningkatkan kelembapan sebelum digiling.
  26. Grinding (Penggilingan): Proses menggiling biji kedelai yang direndam menjadi pasta halus untuk membuat susu kedelai.
  27. Stirring (Pengadukan): Proses mencampurkan pasta kedelai dengan air panas untuk membuat susu kedelai.
  28. Sedimentation (Pengendapan): Proses pemisahan antara cairan susu kedelai dan ampas kedelai yang terjadi setelah pengadukan.
  29. Molding (Pencetakan): Proses memasukkan susu kedelai yang sudah dicampur penggumpal ke dalam cetakan untuk membentuk tahu.
  30. Pressing (Pemadatan): Proses pemadatan massa tahu dalam cetakan untuk menghilangkan kelebihan cairan.
  31. Cutting (Pemotongan): Proses memotong tahu yang sudah mengeras menjadi ukuran dan bentuk yang diinginkan.
  32. Cooking (Pemasakan): Proses memasak tahu dalam air mendidih untuk meningkatkan kepadatan dan kekenyalan tahu.
  33. Filtering (Penyaringan): Proses menghilangkan air dan mengeringkan tahu dengan menggunakan saringan atau kain kasa.
  34. Frying (Pemanggangan): Proses menggoreng tahu yang sudah dikeringkan untuk memberikan tekstur dan rasa yang khas.
  35. Packaging (Kemasan): Proses mengemas tahu yang sudah matang ke dalam wadah atau kemasan siap jual.
  36. Storage (Penyimpanan): Proses menyimpan tahu dalam kondisi yang tepat untuk menjaga kualitasnya sebelum dijual atau dikonsumsi.
  37. Soy Pulp (Pulpa Kedelai): Sisa ampas kedelai yang tersisa setelah proses pembuatan susu kedelai atau tahu.
  38. Coagulation Agent (Agen Penggumpal): Zat atau bahan kimia yang digunakan untuk menggumpalkan susu kedelai dan membentuk tahu.
  39. Curdling (Penggumpalan): Proses terbentuknya gumpalan-gumpalan tahu yang terjadi ketika coagulan ditambahkan ke dalam susu kedelai.
  40. Tofu Press (Alat Pemadat Tahu): Alat yang digunakan untuk memadatkan tahu dengan mengekstrak kelebihan air dari massa tahu.
  41. Tofu Skin (Kulit Tahu): Lapisan tipis yang terbentuk di permukaan tahu saat proses pemasakan atau pengeringan, biasanya digunakan sebagai bahan makanan.
  42. Fermentation (Pengembangan): Proses biokimia di mana mikroorganisme menguraikan komponen kedelai menjadi senyawa-senyawa lain, sering digunakan dalam pembuatan tahu fermentasi.
  43. Blending (Pencampuran): Proses menggabungkan bahan-bahan seperti pasta kedelai, air, dan bahan tambahan lainnya dalam proporsi yang tepat untuk pembuatan tahu. Glosarium.org
  44. Emulsifier (Pengemulsi): Bahan yang digunakan untuk membantu mempertahankan emulsi antara air dan lemak dalam susu kedelai, memberikan tekstur yang halus dan konsisten pada tahu.
  45. Quality Control (Kontrol Kualitas): Proses pengawasan dan penilaian terhadap produk tahu yang diproduksi, untuk memastikan kualitas yang konsisten dan memenuhi standar yang ditetapkan.
  46. Waste Management (Manajemen Limbah): Proses pengelolaan limbah yang dihasilkan selama proses produksi tahu, termasuk pengurangan, daur ulang, atau pengolahan limbah secara aman dan ramah lingkungan.
  47. Soy Protein (Protein Kedelai): Protein yang terdapat dalam biji kedelai dan menjadi komponen utama dalam pembuatan tahu.
  48. Texturized Soy Protein (Protein Kedelai Terstruktur): Produk olahan kedelai yang telah diolah untuk memberikan tekstur mirip daging atau produk olahan daging lainnya.
  49. Soy Flour (Tepung Kedelai): Bubuk yang terbuat dari biji kedelai yang digiling halus, digunakan dalam pembuatan tahu dan produk makanan lainnya.
  50. Enzyme (Enzim): Zat yang digunakan dalam proses fermentasi untuk membantu memecah molekul-molekul dalam kedelai dan mengubahnya menjadi tahu.
  51. Sterilization (Sterilisasi): Proses pemanasan yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang ada dalam bahan baku atau produk tahu, untuk menjaga keamanan dan daya simpan.
  52. Automatic Tofu Machine (Mesin Tahu Otomatis): Mesin yang digunakan dalam pabrik tahu untuk mempercepat dan otomatisasi proses pembuatan tahu.
  53. Tofu Pressing Cloth (Kain Penekan Tahu): Kain khusus yang digunakan dalam proses pemadatan tahu untuk membantu mengekstrak kelebihan air dari massa tahu.
  54. Blanching (Pembelengan): Proses pendidihan singkat yang digunakan untuk mematikan enzim dalam biji kedelai sebelum diolah lebih lanjut.
  55. Packaging Material (Bahan Kemasan): Bahan yang digunakan untuk mengemas produk tahu, seperti plastik, kertas, atau bahan lainnya yang aman untuk kontak dengan makanan.
  56. Shelf Life (Masa Simpan): Jangka waktu di mana produk tahu dapat disimpan dan tetap mempertahankan kualitas dan kesegarannya sebelum kadaluwarsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *