Glosarium Mental (Kamus Mental)

  1. Stres: Respons tubuh terhadap tekanan fisik atau emosional yang mengganggu keseimbangan.
  2. Depresi: Gangguan mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, dan kelelahan secara fisik atau emosional.
  3. Kecemasan: Perasaan ketakutan atau khawatir yang berlebihan terhadap situasi tertentu tanpa alasan yang jelas.
  4. PTSD (Gangguan Stres Pasca Trauma): Kondisi yang berkembang setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatik yang mengancam nyawa atau keamanan, ditandai dengan pengalaman kilas balik, mimpi buruk, dan kecemasan yang terus-menerus.
  5. Bipolar: Gangguan suasana hati yang ditandai dengan perubahan antara episode depresi dan episode mania yang berlebihan atau hiperaktif.
  6. Skizofrenia: Gangguan mental serius yang mempengaruhi pemikiran, persepsi, dan perilaku, seringkali disertai dengan delusi atau halusinasi.
  7. OCD (Gangguan Obsesif-Kompulsif): Gangguan yang ditandai dengan pikiran obsesif yang tidak diinginkan dan tindakan kompulsif yang berulang-ulang sebagai respons terhadap pikiran tersebut.
  8. Autisme: Gangguan perkembangan yang mempengaruhi komunikasi sosial, perilaku, dan interaksi sosial.
  9. Gangguan Makan: Gangguan yang terkait dengan pola makan yang tidak sehat, seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, atau binge eating disorder.
  10. Fobia: Ketakutan yang intens dan berlebihan terhadap objek, situasi, atau aktivitas tertentu. Glosarium.org
  11. Gangguan Identitas Diri: Gangguan di mana seseorang merasa memiliki beberapa identitas yang berbeda atau membingungkan.
  12. Gangguan Bipolar II: Jenis bipolar yang ditandai oleh episode depresi yang lebih dominan dan episode mania yang lebih ringan, yang disebut sebagai hipomania.
  13. ADHD (Gangguan Defisit Perhatian/Hiperaktivitas): Gangguan yang ditandai dengan tingkat perhatian yang rendah, impulsivitas, dan hiperaktivitas yang berlebihan.
  14. Gangguan Kejiwaan: Istilah umum untuk sejumlah kondisi mental yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang.
  15. Terapi Psikologi: Pendekatan pengobatan yang menggunakan interaksi antara terapis dan klien untuk membantu mengatasi masalah psikologis.
  16. Self-esteem (harga diri): Penilaian dan evaluasi subjektif seseorang terhadap dirinya sendiri.
  17. Resilience (ketahanan): Kemampuan seseorang untuk pulih dan beradaptasi setelah mengalami tekanan atau kesulitan.
  18. Empathy (simpati): Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan dan pengalaman orang lain.
  19. Mindfulness (kesadaran): Kondisi perhatian yang penuh kesadaran terhadap momen sekarang, tanpa penilaian atau penolakan.
  20. Coping mechanisms (mekanisme penanganan): Strategi dan taktik yang digunakan seseorang untuk menghadapi atau mengurangi stres atau kesulitan.
  21. Boundaries (batasan): Garis-garis atau aturan yang ditetapkan oleh seseorang untuk menjaga dan melindungi kebutuhan, keinginan, dan kesehatan mental mereka.
  22. Self-care (perawatan diri): Tindakan-tindakan yang diambil seseorang untuk menjaga kesehatan fisik, emosional, dan mental mereka.
  23. Validation (pengakuan): Proses mengenali, menghargai, dan mengkonfirmasi perasaan, pengalaman, atau keberadaan seseorang. Glosarium.org
  24. Triggers (pemicu): Faktor-faktor eksternal atau internal yang memicu atau membangkitkan reaksi emosional atau perilaku yang intens.
  25. Burnout (kelelahan): Keadaan fisik dan mental yang disebabkan oleh stres kronis yang berkepanjangan, biasanya dalam konteks pekerjaan.
  26. Mindset (pola pikir): Pola umum atau cara berpikir yang membentuk keyakinan, sikap, dan cara seseorang memandang dunia dan dirinya sendiri.
  27. Emotional intelligence (inteligensi emosional): Kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengungkapkan emosi sendiri, serta memahami dan merespons emosi orang lain.
  28. Self-compassion (belas kasihan pada diri sendiri): Sikap yang penuh pengertian, perhatian, dan pengampunan terhadap diri sendiri dalam menghadapi kesalahan, kegagalan, atau penderitaan.
  29. Gratitude (bersyukur): Rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam terhadap hal-hal positif dalam hidup.
  30. Positive psychology (psikologi positif): Cabang psikologi yang berfokus pada penerapan ilmu psikologi untuk mempelajari dan meningkatkan aspek-aspek positif dalam kehidupan manusia.
  31. Cognitive distortions (distorsi kognitif): Pola pikir yang bias atau tidak akurat yang cenderung menghasilkan pemikiran negatif atau tidak sehat.
  32. Self-compassion (belas kasihan pada diri sendiri): Sikap yang penuh pengertian, perhatian, dan pengampunan terhadap diri sendiri dalam menghadapi kesalahan, kegagalan, atau penderitaan.
  33. Emotional intelligence (inteligensi emosional): Kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengungkapkan emosi sendiri, serta memahami dan merespons emosi orang lain.
  34. Defense mechanisms (mekanisme pertahanan): Strategi psikologis yang tidak sadar digunakan untuk melindungi diri dari ancaman atau kecemasan emosional.
  35. Procrastination (penundaan): Kebiasaan untuk menunda atau menghindari tugas yang perlu dilakukan, sering kali karena rasa malas atau kecemasan.
  36. Emotional regulation (pengaturan emosi): Proses sadar untuk mengelola dan mengatur emosi agar tetap seimbang dan responsif.
  37. Mindset (pola pikir): Pola umum atau cara berpikir yang membentuk keyakinan, sikap, dan cara seseorang memandang dunia dan dirinya sendiri.
  38. Imposter syndrome (sindrom penipu): Perasaan yang tidak adil bahwa kesuksesan yang dicapai seseorang disebabkan oleh keberuntungan semata, bukan kemampuan atau usaha mereka sendiri.
  39. Emotional resilience (ketahanan emosional): Kemampuan untuk pulih dan beradaptasi setelah mengalami tekanan atau kesulitan emosional.
  40. Validation (pengakuan): Proses mengenali, menghargai, dan mengkonfirmasi perasaan, pengalaman, atau keberadaan seseorang. Glosarium.org
  41. Growth mindset (pola pikir pertumbuhan): Keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan pembelajaran yang terus-menerus.
  42. Social support (dukungan sosial): Dukungan emosional, instrumental, atau informasional yang diberikan oleh orang lain dalam situasi sulit atau stres.
  43. Emotional well-being (kesejahteraan emosional): Kondisi di mana seseorang merasa puas dengan kehidupan mereka secara keseluruhan dan mampu mengelola emosi dengan sehat.
  44. Mind-body connection (hubungan pikiran-tubuh): Kesadaran akan bagaimana pikiran, emosi, dan kesehatan fisik saling mempengaruhi.
  45. Rumination (merenung): Kebiasaan terjebak dalam pemikiran yang berulang-ulang tentang masalah atau kesalahan masa lalu, sering kali tanpa mencari solusi atau pemahaman yang produktif.

Tidak ada yang lebih baik dari pada langsung konsultasikan masalah anda ke Dokter / Ahli terkait Mental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *