Daftar Kata dan Istilah Aerobatics

  • Acceleration: Peningkatan kecepatan pesawat yang dihasilkan oleh daya dorong mesin.
  • Aerobatic Box: Area tertentu di langit yang digunakan untuk pertunjukan aerobatik, biasanya dikelilingi oleh batas-batas keamanan untuk melindungi penonton dan pesawat.
  • Aerobatik: Seni penerbangan yang mencakup gerakan akrobatik pesawat dengan berbagai variasi, melibatkan manuver-manuver yang menarik dan ekstrem.
  • Aileron: Bagian permukaan kendali di ujung sayap pesawat yang digunakan untuk mengontrol gerakan roll (miring ke kiri atau kanan).
  • Air Race: Balapan pesawat di jalur tertentu dengan aturan dan kriteria penilaian yang ketat.
  • Airbrakes: Perangkat pada pesawat yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hambatan dan mengurangi kecepatan pesawat selama penerbangan.
  • Airshow Ground Show: Bagian dari pertunjukan aerobatik di darat yang melibatkan atraksi dan acara lainnya untuk pengunjung.
  • Airshow: Pertunjukan penerbangan di udara yang menampilkan berbagai manuver akrobatik pesawat.
  • Airspeed: Kecepatan pesawat relatif terhadap udara sekitarnya, yang diukur dalam satuan tertentu (misalnya, knot).
  • Angle of Attack: Sudut antara garis rata-rata chord (garis yang menghubungkan ujung depan dan belakang sayap) dan arah aliran udara.
  • Bush Flying: Jenis penerbangan yang dilakukan di daerah terpencil atau pedalaman dengan landasan pacu yang tidak beraspal.
  • Canopy Jettison: Tindakan melepas atau membuka tutup kokpit pesawat dengan cepat dalam situasi darurat.
  • Canopy: Bagian transparan di atas kokpit pesawat yang melindungi pilot dan memberikan visibilitas selama penerbangan.
  • Center of Gravity: Pusat massa pesawat, titik di mana seluruh massa pesawat dianggap terpusat. Posisi yang benar dari center of gravity adalah penting untuk keseimbangan dan kinerja pesawat.
  • Center of Lift: Pusat gaya angkat pada sayap pesawat, titik di mana gaya angkat dianggap terpusat.
  • Chandelle: Manuver di mana pesawat memutar 180 derajat di udara, dengan perubahan sudut penerbangan secara halus.
  • Checkride: Ujian penerbangan yang dilakukan oleh seorang penguji untuk menilai keterampilan dan kemampuan pilot.
  • Chute: Parasut yang digunakan dalam aerobatik untuk memperlambat pesawat dan membantu dalam pendaratan. Glosarium.org
  • Cobra Maneuver: Variasi dari Pugachev’s Cobra, di mana pesawat mengangkat hidungnya secara vertikal dan menjaga posisi hidung tinggi lebih lama sebelum kembali ke posisi normal.
  • Crosswind Landing: Mendaratkan pesawat ketika arah angin tidak sejajar dengan landasan pacu, sehingga memerlukan teknik pendaratan khusus.
  • Deadstick Landing: Mendaratkan pesawat tanpa daya dorong aktif atau mesin yang mati.
  • Dihedral: Sudut antara sayap pesawat dan garis horizontal, memberikan stabilitas roll.
  • Dual Routine: Bagian dari pertunjukan di mana dua pesawat aerobatik melakukan manuver akrobatik secara bersamaan atau saling berlawanan.
  • Elevation: Ketinggian permukaan tanah di atas permukaan laut, informasi penting untuk penerbangan di wilayah tertentu.
  • Elevator: Bagian permukaan kendali belakang pesawat yang digunakan untuk mengontrol gerakan pitch (miring atas atau bawah) pesawat.
  • Flare: Gerakan terakhir pesawat sebelum mendarat, ketika hidung pesawat diangkat untuk mengurangi kecepatan vertikal.
  • Fly-by-Wire: Sistem kendali penerbangan elektronik di mana pergerakan kontrol pesawat dikendalikan oleh komputer berdasarkan input pilot.
  • Fly-In: Acara dimana pilot dari berbagai tempat berkumpul dengan pesawat mereka di bandara atau lapangan terbang tertentu.
  • Flyover: Pesawat yang terbang rendah dan melintasi area tertentu sebagai bagian dari upacara atau perayaan.
  • Formation Flying: Penerbangan beberapa pesawat secara berdampingan dan berdekatan dalam formasi yang terkoordinasi selama pertunjukan udara.
  • G-Force: Gaya gravitasi yang dialami oleh pesawat dan pilot selama manuver akrobatik atau percepatan. G-Force dapat berdampak pada tubuh pilot dan kinerja pesawat.
  • G-Suit: Pakaian khusus yang dikenakan oleh pilot untuk membantu mengatasi efek G-force selama manuver akrobatik atau percepatan tinggi.
  • Glide Ratio: Perbandingan antara jarak horizontal yang dapat ditempuh oleh pesawat dengan ketinggian tertentu tanpa daya dorong tambahan.
  • Ground Effect: Peningkatan gaya angkat yang terjadi ketika pesawat berada dalam ketinggian rendah di atas permukaan tanah.
  • Hammerhead Stall Turn: Manuver di mana pesawat naik secara vertikal, kemudian mengalami stall (kehilangan daya angkat) sebelum mendarat secara vertikal.
  • Hammerhead Turn: Manuver di mana pesawat melakukan putaran 180 derajat pada sumbu vertikal dan terus melanjutkan penerbangan secara horizontal.
  • Immelmann Turn: Manuver kombinasi antara setengah looping dan setengah roll, sehingga pesawat berbalik arah secara vertikal.
  • Inverted Flight: Penerbangan pesawat dengan posisi terbalik, dengan bagian atas pesawat menghadap ke bawah.
  • Knife-edge Flight: Penerbangan dengan posisi pesawat hampir tegak lurus, sehingga hanya satu sisi pesawat yang terlihat.
  • Knife-edge Pass: Manuver di mana pesawat terbang dengan posisi tegak lurus terhadap arah penerbangan dan menyejajarkan sisi pesawat dengan garis pandang penonton.
  • Lomcevak: Manuver ketika pesawat melakukan gerakan tak terprediksi, berputar, dan memutar dengan cepat pada sumbu longitudinalnya.
  • Looping: Manuver di mana pesawat terbang dalam bentuk lingkaran vertikal, dari atas ke bawah atau sebaliknya.
  • Low-Level Aerobatics: Melakukan manuver akrobatik dalam ketinggian rendah di atas permukaan tanah, memerlukan tingkat keterampilan dan presisi yang tinggi.
  • Negative G Maneuver: Manuver di mana pesawat mengalami gaya gravitasi negatif, menyebabkan tekanan ke atas pada tubuh pilot.
  • Positive G Maneuver: Manuver di mana pesawat mengalami gaya gravitasi positif, menyebabkan tekanan ke bawah pada tubuh pilot.
  • Pugachev’s Cobra: Manuver di mana pesawat tiba-tiba mengangkat hidungnya ke atas dan membentuk lengkungan sebelum kembali ke posisi normal.
  • Pylon Racing: Balapan pesawat di sekitar rute tertentu, melalui gerbang-gerbang atau tiang penanda yang disebut pylon.
  • Pylon Rolling: Manuver di mana pesawat menggulungkan sayapnya di sekitar tiang pylon dalam balapan udara.
  • Ribbon Cutting: Manuver di mana pesawat memotong pita atau tali yang diikatkan di antara dua tiang sebagai bagian dari pertunjukan udara.
  • Roll: Gerakan pesawat untuk berputar di sekitar sumbu longitudinalnya dengan posisi sayap tegak lurus terhadap garis penerbangan.
  • Rolling Loop: Kombinasi antara looping dan roll, di mana pesawat berputar di sekitar sumbu longitudinalnya selama melakukan looping.
  • Rudder: Bagian permukaan kendali di bagian ekor pesawat yang digunakan untuk mengontrol gerakan yaw (mengarahkan hidung pesawat ke kiri atau kanan).
  • Skytyping: Menampilkan pesan atau tulisan dalam langit dengan menggunakan beberapa pesawat yang mengeluarkan asap berkoordinasi.
  • Smoke Oil: Cairan yang dicampurkan dengan bahan bakar pesawat aerobatik untuk menghasilkan asap berwarna selama pertunjukan udara.
  • Smoke System: Sistem yang memancarkan asap berwarna yang dipasang pada pesawat aerobatik untuk meningkatkan visibilitas dan efek visual selama pertunjukan.
  • Smoke Trail: Jejak asap berwarna yang ditinggalkan oleh pesawat selama manuver akrobatik untuk meningkatkan efek visual.
  • Snap Roll: Roll tajam dan cepat yang dilakukan pesawat, biasanya terjadi pada sudut terbang yang tinggi.
  • Solo Routine: Bagian dari pertunjukan aerobatik di mana satu pesawat tampil dalam manuver-manuver akrobatik.
  • Spin: Gerakan ketika pesawat berputar secara cepat dan tidak terkendali pada sumbu vertikalnya.
  • Split-S: Manuver di mana pesawat melakukan separuh looping di udara, kemudian melakukan separuh roll untuk kembali ke arah penerbangan awal.
  • Stall Turn: Manuver di mana pesawat mengalami stall dan berbalik arah secara vertikal, menciptakan efek yang dramatis.
  • Stall: Keadaan ketika aliran udara di sekitar sayap tidak dapat mencukupi untuk menghasilkan daya angkat yang cukup, menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian dan kontrol.
  • Steep Turn: Manuver di mana pesawat melakukan belokan dengan sudut yang sangat curam tanpa mengalami stall.
  • Taildragger: Tipe pesawat dengan dua roda utama di bawah sayap dan satu roda di ekor, yang membuat bagian ekor pesawat lebih rendah daripada bagian depannya.
  • Tailslide: Manuver di mana pesawat melakukan gerakan terbalik dan meluncur dengan ekor di atas selama penerbangan.
  • Tailwheel Lock: Sistem yang mengunci roda ekor pesawat saat lepas landas atau mendarat untuk meningkatkan stabilitas.
  • Thrust: Gaya dorong yang dihasilkan oleh mesin pesawat untuk melawan gaya gesekan dan menghasilkan gerakan maju.
  • Torque Roll: Manuver di mana pesawat melakukan putaran pada sumbu longitudinal akibat torsi dari mesin yang kuat, menciptakan efek yang menarik.
  • Touch-and-Go: Manuver di mana pesawat mendarat sejenak di landasan pacu, kemudian langsung lepas landas lagi tanpa berhenti.
  • Tumble: Gerakan acak dan tidak terkendali di mana pesawat berputar pada sumbu longitudinal, lateral, dan vertikal secara bersamaan.
  • Vertical Roll: Gerakan pesawat yang bergerak vertikal dan berputar secara memutar di sekitar sumbu longitudinalnya.
  • Vertical Takeoff and Landing (VTOL): Kemampuan pesawat untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal, tanpa memerlukan landasan pacu.
  • Vne (Never Exceed Speed): Batas kecepatan tertinggi yang diperbolehkan untuk pesawat untuk mencegah kerusakan struktural.
  • Wind Shear: Perubahan mendadak dalam kecepatan dan/atau arah angin di wilayah yang relatif kecil, yang dapat mempengaruhi kinerja pesawat.
  • Wing Loading: Berat pesawat yang dibagi dengan luas sayapnya, menggambarkan tingkat beban yang diberikan pada sayap.
  • Wing-Over: Manuver di mana pesawat berputar di sekitar sumbu lateralnya sambil tetap dalam jalur penerbangan.
  • Wing-Warping: Sistem kontrol penerbangan yang kuno di mana sayap ditekuk atau diputar untuk mengendalikan pesawat.
  • Wingtip Smoke: Asap yang dipancarkan dari ujung sayap pesawat aerobatik yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan efek visual selama pertunjukan udara.
  • Wingtip Vortices: Putaran udara pada ujung sayap pesawat yang dapat membentuk turbulensi dan menjadi bahaya bagi pesawat lain yang mengikuti.
  • Wingwalker: Seseorang yang melakukan aksi akrobatik di luar pesawat ketika pesawat sedang terbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *