Daftar Istilah Umum Medical Check Up

  1. Audiometry Test: Pemeriksaan pendengaran untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran.
  2. Blood Pressure Measurement: Pengukuran tekanan darah untuk menilai tekanan darah sistolik dan diastolik, yang merupakan indikator kesehatan kardiovaskular.
  3. Blood Test: Pengujian darah untuk menganalisis kesehatan secara umum, termasuk fungsi organ, kadar gula, kolesterol, dan indikator lainnya.
  4. Body Mass Index (BMI) Calculation: Penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengevaluasi berat badan sesuai dengan tinggi tubuh, sebagai indikator obesitas atau kelebihan berat badan.
  5. Bone Density Test: Pengujian kepadatan tulang untuk menilai risiko osteoporosis atau gangguan tulang lainnya.
  6. Bone Marrow Biopsy: Pengambilan sampel sumsum tulang untuk mendiagnosis gangguan darah atau kondisi onkologi.
  7. CA-125 Test: Pengukuran kadar CA-125 dalam darah untuk mendeteksi dini kanker ovarium atau mengawasi perkembangan selama pengobatan.
  8. Cardiac Catheterization: Prosedur untuk memeriksa pembuluh darah jantung dan fungsi katup jantung melalui kateter.
  9. Cholesterol Test: Pengukuran kadar kolesterol dalam darah, termasuk kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL), untuk menilai risiko penyakit jantung.
  10. Colon Cancer Screening: Pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker usus besar atau polip di usus.
  11. Colonoscopy: Pemeriksaan endoskopi usus besar untuk mendeteksi adanya polip atau tanda-tanda kanker usus.
  12. Complete Blood Count (CBC): Pengujian darah untuk melihat komposisi sel darah, termasuk jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
  13. Computed Tomography (CT) Scan: Pencitraan menggunakan sinar-X untuk menciptakan gambar potongan tubuh secara tiga dimensi.
  14. DEXA Scan (Dual-Energy X-ray Absorptiometry): Pencitraan menggunakan sinar-X untuk mengukur kepadatan tulang dan risiko osteoporosis.
  15. Ear, Nose, and Throat (ENT) Examination: Pemeriksaan organ THT untuk mengidentifikasi gangguan seperti infeksi atau masalah pernapasan.
  16. EKG (Electrocardiogram) Test: Pengukuran aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi gangguan irama atau masalah kardiovaskular.
  17. Electrocardiogram (ECG) Stress Test: Tes EKG saat beraktivitas fisik untuk menilai bagaimana jantung berfungsi di bawah tekanan dan beban fisik.
  18. Electroencephalogram (EEG): Perekaman aktivitas listrik otak untuk membantu diagnosis gangguan epilepsi dan gangguan neurologis lainnya.
  19. Eye Examination: Pemeriksaan kesehatan mata untuk mengidentifikasi masalah penglihatan atau kondisi mata lainnya.
  20. Fasting Blood Sugar Test: Pengukuran kadar gula darah setelah puasa semalam untuk mengidentifikasi risiko diabetes atau gangguan toleransi glukosa.
  21. Fecal Occult Blood Test (FOBT): Pengujian tinja untuk mendeteksi darah yang tidak terlihat secara kasat mata, yang dapat menjadi tanda adanya masalah usus atau kanker kolorektal.
  22. Genetic Testing: Tes genetik untuk menilai risiko genetik terhadap penyakit tertentu atau memahami faktor genetik tertentu yang mempengaruhi kesehatan.
  23. Glucose Test: Pengukuran kadar glukosa dalam darah untuk deteksi diabetes atau gangguan metabolisme gula.
  24. Glucose Tolerance Test (OGTT): Pengukuran kadar glukosa dalam darah sebelum dan setelah minum larutan glukosa untuk menilai kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula.
  25. HbA1c Test: Pengukuran kadar HbA1c dalam darah untuk mengetahui kontrol gula darah dalam jangka waktu tertentu (biasanya 2-3 bulan terakhir).
  26. Hepatitis Test: Pemeriksaan darah untuk mendeteksi hepatitis dan menilai fungsi hati.
  27. HIV Test: Pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus HIV dalam darah.
  28. Kidney Function Test: Pengukuran tingkat kreatinin dalam darah untuk menilai kesehatan ginjal.
  29. Kolonoskopi: Pemeriksaan endoskopi usus besar untuk mendeteksi adanya polip atau tanda-tanda kanker usus. Glosarium.org
  30. Lipid Profile Test: Pengukuran berbagai jenis lemak dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida, untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular.
  31. Liver Function Test: Pengukuran enzim hati dan bilirubin untuk mengevaluasi kesehatan hati.
  32. Liver Ultrasound: Pencitraan ultrasonografi hati untuk mengevaluasi ukuran dan struktur hati serta mendeteksi adanya kelainan.
  33. Lung Function Test: Pengukuran kapasitas paru-paru dan fungsi pernapasan untuk menilai kesehatan paru-paru.
  34. Magnetic Resonance Imaging (MRI): Pencitraan menggunakan gelombang magnetik dan radiofrekuensi untuk mendapatkan gambar tubuh dalam lebih detail.
  35. Mammografi: Pemeriksaan pencitraan untuk mendeteksi dini kanker payudara pada wanita.
  36. Mammography: Pemeriksaan pencitraan untuk mendeteksi dini kanker payudara pada wanita.
  37. Mental Health Examination: Evaluasi kesehatan mental dan emosional untuk mendeteksi masalah seperti depresi, kecemasan, atau gangguan mental lainnya.
  38. Pap Smear (Tes Pap Smear): Pemeriksaan sitologi untuk mendeteksi perubahan sel di leher rahim (serviks) dan mendiagnosis dini kanker serviks.
  39. Pap Smear: Pemeriksaan sitologi untuk mendeteksi perubahan sel di leher rahim (serviks) dan mendiagnosis dini kanker serviks.
  40. Pap Smear: Pemeriksaan untuk mendeteksi perubahan sel pada serviks (leher rahim) wanita guna mendeteksi dini kanker serviks.
  41. Pemeriksaan Darah: Pengambilan sampel darah untuk menganalisis kesehatan umum, termasuk fungsi organ, kadar gula, kolesterol, dan indikator lainnya.
  42. Pemeriksaan Fisik: Evaluasi fisik keseluruhan, termasuk berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan organ tubuh lainnya.
  43. Pemeriksaan Kesehatan Gigi: Pemeriksaan dan pembersihan gigi untuk menilai kesehatan mulut dan gigi.
  44. Pemeriksaan Kesehatan Kulit: Pemeriksaan kulit untuk mendeteksi gangguan kulit seperti kanker kulit, jerawat, atau kondisi kulit lainnya.
  45. Pemeriksaan Kesehatan Mental: Evaluasi kesehatan mental dan emosional untuk mendeteksi masalah seperti depresi, kecemasan, atau gangguan mental lainnya.
  46. Pemeriksaan Kesehatan Tulang: Pemeriksaan untuk menilai kepadatan tulang dan risiko osteoporosis.
  47. Pemeriksaan Mata: Pemeriksaan kesehatan mata untuk mengidentifikasi masalah penglihatan atau kondisi mata lainnya.
  48. Pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT): Pemeriksaan organ THT untuk mengidentifikasi gangguan seperti infeksi atau masalah pernapasan.
  49. Physical Examination: Evaluasi fisik keseluruhan, termasuk berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan organ tubuh lainnya.
  50. Prostate Examination: Pemeriksaan fisik prostat melalui rektum untuk mendeteksi kelainan atau pertumbuhan tidak normal pada prostat.
  51. Prostate-Specific Antigen (PSA) Test: Pengukuran kadar PSA dalam darah untuk memantau kesehatan prostat dan mendeteksi dini masalah prostat, termasuk kanker.
  52. Radiografi (X-ray): Pencitraan sinar-X untuk mendeteksi kelainan pada tulang, paru-paru, atau organ dalam lainnya.
  53. Reproductive Health Examination for Women: Pemeriksaan untuk mengevaluasi kesehatan reproduksi wanita, termasuk pemeriksaan rahim dan ovarium.
  54. Skin Health Examination: Pemeriksaan kulit untuk mendeteksi gangguan kulit seperti kanker kulit, jerawat, atau kondisi kulit lainnya.
  55. Sperm Quality Test: Pemeriksaan sperma untuk menilai kualitas dan kuantitas sperma pada pria.
  56. Spirometry Test: Pengukuran kapasitas paru-paru dan fungsi pernapasan untuk menilai kesehatan paru-paru.
  57. Tes Audiometri: Pemeriksaan pendengaran untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran.
  58. Tes EKG (Elektrokardiogram): Pengukuran aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi gangguan irama atau masalah kardiovaskular.
  59. Tes Fungsi Ginjal: Pengukuran tingkat kreatinin dalam darah untuk menilai kesehatan ginjal.
  60. Tes Fungsi Ginjal: Pengukuran tingkat urea dan kreatinin dalam darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal.
  61. Tes Fungsi Hati: Pengukuran enzim hati dan bilirubin untuk mengevaluasi kesehatan hati.
  62. Tes Fungsi Paru: Pengukuran kapasitas paru-paru dan fungsi pernapasan untuk menilai kesehatan paru-paru.
  63. Tes Fungsi Tiroid: Pemeriksaan untuk mengevaluasi kesehatan tiroid dan mengidentifikasi masalah seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
  64. Tes Glukosa Toleransi Oral (OGTT): Pengukuran kadar glukosa dalam darah sebelum dan setelah minum larutan glukosa untuk menilai kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula.
  65. Tes HbA1c: Pengukuran kadar HbA1c dalam darah untuk mengetahui kontrol gula darah dalam jangka waktu tertentu (biasanya 2-3 bulan terakhir).
  66. Tes Hepatitis: Pemeriksaan darah untuk mendeteksi hepatitis dan menilai fungsi hati.
  67. Tes HIV: Pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus HIV dalam darah.
  68. Tes Hormon Reproduksi: Pemeriksaan darah untuk mengukur hormon reproduksi seperti hormon luteinisasi (LH) dan hormon folikel-stimulasi (FSH) pada wanita atau hormon testosteron pada pria.
  69. Tes Kadar Besi dalam Darah: Pengukuran jumlah besi dalam darah untuk menilai status defisiensi atau kelebihan besi dalam tubuh.
  70. Tes Kadar Glukosa: Pengukuran kadar glukosa dalam darah untuk deteksi diabetes atau gangguan metabolisme gula.
  71. Tes Kadar Vitamin dan Mineral: Pengukuran kadar vitamin dan mineral dalam darah untuk menilai status nutrisi.
  72. Tes Kesehatan Reproduksi Wanita: Pemeriksaan untuk mengevaluasi kesehatan reproduksi wanita, termasuk pemeriksaan rahim dan ovarium.
  73. Tes Kolesterol: Pengukuran kadar kolesterol dalam darah, termasuk kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL), untuk menilai risiko penyakit jantung.
  74. Tes Kualitas Sperma: Pemeriksaan sperma untuk menilai kualitas dan kuantitas sperma pada pria.
  75. Tes Pap Smear: Pemeriksaan sitologi untuk mendeteksi perubahan sel di leher rahim (serviks) dan mendiagnosis dini kanker serviks.
  76. Tes Pemantauan Elektrokardiogram (Holter): Perekaman aktivitas listrik jantung selama 24 jam atau lebih untuk mendeteksi gangguan irama jantung yang mungkin tidak terdeteksi dalam tes EKG biasa.
  77. Tes Penglihatan: Pemeriksaan untuk menilai kejelasan penglihatan dan kemampuan mata berfokus.
  78. Tes PSA (Antigen Spesifik Prostat): Pengukuran kadar PSA dalam darah untuk memantau kesehatan prostat dan mendeteksi dini masalah prostat, termasuk kanker.
  79. Testicular Examination: Pemeriksaan untuk mendeteksi benjolan atau kelainan pada testis pada pria.
  80. Thyroid Function Test: Pemeriksaan untuk mengevaluasi kesehatan tiroid dan mengidentifikasi masalah seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
  81. Thyroid Ultrasound: Pencitraan ultrasonografi untuk mengevaluasi ukuran, bentuk, dan struktur tiroid.
  82. Ultrasonografi: Penggunaan gelombang suara tinggi untuk menciptakan gambar organ tubuh, berguna untuk mendeteksi masalah pada organ tertentu.
  83. Ultrasonography (USG): Penggunaan gelombang suara tinggi untuk menciptakan gambar organ tubuh, berguna untuk mendeteksi masalah pada organ tertentu.
  84. Urinalisis: Analisis urine untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih atau gangguan ginjal.
  85. Urinalysis: Analisis urine untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih atau gangguan ginjal.
  86. Vision Test: Pemeriksaan untuk menilai kejelasan penglihatan dan kemampuan mata berfokus.
  87. Vitamin D Test: Pengukuran kadar vitamin D dalam darah untuk menilai tingkat vitamin D dalam tubuh.
  88. X-ray (Radiography): Pencitraan sinar-X untuk mendeteksi kelainan pada tulang, paru-paru, atau organ dalam lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *