Daftar Istilah Ternak Lele

  1. Ammonia: Senyawa beracun yang dihasilkan dari sisa-sisa makanan dan kotoran lele, perlu dikontrol agar tidak membahayakan ikan.
  2. Bagan Produksi: Perencanaan dan catatan kegiatan produksi dalam budidaya lele untuk analisis dan perbaikan masa depan.
  3. Benih Lele: Anak lele yang baru menetas dari telur dan siap dipelihara hingga mencapai ukuran tertentu.
  4. Budidaya Lele: Praktik menumbuhkan lele secara terencana dan intensif untuk tujuan komersial atau konsumsi.
  5. Cacing Sutra: Pilihan alternatif pakan untuk lele yang kaya akan nutrisi dan sering digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan.
  6. Filtrasi Air: Proses penghilangan partikel kotoran dan sisa-sisa organik dalam air kolam lele untuk menjaga kualitas air.
  7. Harga Jual: Nilai jual lele di pasaran yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran.
  8. Hasil Panen: Jumlah lele yang berhasil dipanen dari kolam setelah mencapai ukuran panen yang diinginkan.
  9. Induk Lele: Lele betina dan jantan yang digunakan untuk pemijahan dan produksi benih lele.
  10. Investasi Ternak Lele: Penanaman modal untuk membuka usaha budidaya lele dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan.
  11. Karantina Benih: Proses pemisahan benih lele baru datang untuk menghindari penyebaran penyakit ke kolam yang ada.
  12. Kepadatan Populasi: Jumlah lele yang dipelihara dalam kolam per satuan luas area budidaya.
  13. Kolam Lele: Tempat atau wadah berair yang digunakan untuk memelihara lele dalam sistem budidaya.
  14. Kualitas Air: Kondisi dan parameter fisika, kimia, serta biologi air dalam kolam lele yang mempengaruhi pertumbuhan lele.
  15. Kualitas Benih: Kriteria penilaian terhadap benih lele yang baik, termasuk aspek fisik dan kesehatan.
  16. Lele: Ikan air tawar yang termasuk dalam keluarga siluridae dan umumnya dibudidayakan sebagai ikan konsumsi.
  17. Manajemen Pakan: Pengaturan jumlah, frekuensi, dan komposisi pakan yang diberikan kepada lele dalam periode tertentu.
  18. Nitrat: Hasil akhir dari proses penguraian nitrit oleh bakteri, perlu dikendalikan agar tidak berlebihan.
  19. Nitrit: Senyawa beracun yang dihasilkan dari pembusukan zat organik dalam air, perlu dijaga agar tidak mencapai tingkat berbahaya.
  20. Oksigen Terlarut: Kandungan oksigen dalam air yang diperlukan oleh lele untuk bernapas dan tumbuh dengan baik.
  21. Pakan Lele: Makanan yang diberikan kepada lele agar tumbuh optimal dan sehat, bisa berupa pelet, cacing, atau limbah organik.
  22. Pasar Lele: Tempat atau sistem distribusi di mana lele dijual kepada konsumen atau pihak lain.
  23. Pembesaran Lele: Tahap pemeliharaan lele dari ukuran benih hingga ukuran yang siap untuk dipanen.
  24. Pemijahan Lele: Proses reproduksi lele yang dilakukan oleh induk untuk menghasilkan telur yang kemudian menetas menjadi benih.
  25. Penetasan Buatan: Praktik memijahkan lele secara terkontrol di bawah pengawasan manusia untuk menghasilkan benih.
  26. Penyakit Lele: Gangguan kesehatan yang dapat menyerang populasi lele dan mempengaruhi produksi budidaya.
  27. Perawatan Kolam: Kegiatan pemeliharaan rutin yang meliputi pembersihan, penggantian air, dan perbaikan fasilitas kolam lele.
  28. Probiotik: Organisme hidup yang diberikan dalam pakan untuk meningkatkan kesehatan dan performa pertumbuhan lele.
  29. Salinitas: Kadar garam dalam air kolam lele yang penting untuk dipantau agar sesuai dengan kebutuhan ikan.
  30. Sistem Aerobik: Sistem budidaya lele dengan penambahan oksigen dalam air untuk mendukung pertumbuhan ikan.
  31. Sistem Anaerobik: Sistem budidaya lele dengan penambahan mikroorganisme untuk memperbaiki kualitas air.
  32. Sistem Bioflok: Sistem budidaya lele dengan memanfaatkan agregat bakteri dalam air sebagai sumber nutrisi tambahan.
  33. Sistem Resirkulasi: Metode budidaya lele dengan menggunakan teknologi yang mendaur ulang air, meminimalisir konsumsi air segar.
  34. Skala Usaha: Ukuran operasional budidaya lele, misalnya skala kecil, menengah, atau besar.
  35. Skema Ekstensifikasi: Pendekatan dalam budidaya lele yang menekankan pada luas lahan dan mengurangi intensitas pengelolaan.
  36. Skema Intensifikasi: Pendekatan dalam budidaya lele untuk mencapai produksi yang lebih tinggi dengan mengoptimalkan manajemen.
  37. Subsidi Pemerintah: Bantuan atau dukungan dari pemerintah untuk pengembangan industri budidaya lele.
  38. Suhu Air: Suhu lingkungan air di dalam kolam lele yang dapat mempengaruhi aktivitas dan pertumbuhan lele.
  39. Wadah Pembesaran: Kolam-kolam tambahan yang digunakan untuk memisahkan ukuran lele yang berbeda agar lebih mudah mengelolanya.
  40. Waktu Pemeliharaan: Lama waktu yang diperlukan untuk membudidayakan lele dari tahap benih hingga panen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *