Daftar Istilah Terkait Poltergeist (Fenomena Paranormal)

  1. Akashic Records (Catatan Akasa): Dalam beberapa kepercayaan, catatan kolektif semua peristiwa, tindakan, dan pikiran yang pernah terjadi di alam semesta, yang dapat diakses melalui tingkat kesadaran tertentu.
  2. Aktivitas Paranormal: Segala jenis peristiwa yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah dan berhubungan dengan keberadaan roh atau fenomena supranatural.
  3. Apparition (Muncul): Penampakan roh atau entitas supranatural di bentuk fisik atau visual.
  4. Astral Projection (Proyeksi Astral): Pengalaman di mana seseorang diyakini meninggalkan tubuh fisiknya dan berada dalam bentuk roh di alam semesta astral atau dimensi lain.
  5. Clairvoyance (Klarivoyansi): Kemampuan untuk melihat atau merasakan hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera biasa, seperti melihat masa depan atau berkomunikasi dengan roh.
  6. Cleansing (Pembersihan Spiritual): Proses membersihkan rumah atau area dari energi negatif atau roh jahat dengan tujuan mengusir entitas jahat atau mengembalikan kedamaian.
  7. Ectoplasm: A thin substance believed to be emitted by spirits or supernatural beings during medium sessions or paranormal activities. (Ektoplasma: Materi tipis yang diyakini dikeluarkan oleh roh atau makhluk supranatural selama sesi medium atau aktivitas paranormal.)
  8. Eksorsisme: Praktik pengusiran roh jahat atau entitas jahat dari tubuh seseorang atau area tertentu dengan menggunakan ritual dan doa.
  9. Ektoplasma Plasmid: Istilah yang digunakan dalam beberapa pengajaran okultisme untuk menggambarkan energi atau materi psikis yang diyakini melekat pada tubuh astral.
  10. Ektoplasma Replika: Bahan buatan yang digunakan untuk menciptakan ilusi ektoplasma selama pertunjukan medium.
  11. Ektoplasma: Materi tipis yang diyakini dikeluarkan oleh roh atau makhluk supranatural selama sesi medium atau aktivitas paranormal.
  12. Electronic Voice Phenomenon (EVP): Recordings of voices believed to be from spirits or non-physical entities, captured using electronic devices such as voice recorders. (EVP (Electronic Voice Phenomenon): Rekaman suara yang diyakini berasal dari roh atau entitas non-fisik dan dapat didengar atau direkam menggunakan perangkat elektronik seperti perekam suara.)
  13. Entity (Entitas): Makhluk atau keberadaan yang tidak terlihat secara fisik dan sering dikaitkan dengan dunia roh atau keberadaan gaib.
  14. EVP (Electronic Voice Phenomenon): Rekaman suara yang dianggap berasal dari roh atau entitas non-fisik dan dapat didengar atau direkam menggunakan perangkat elektronik seperti perekam suara.
  15. Exorcism (Eksorsisme): Ritual atau praktik pengusiran roh jahat atau entitas jahat dari tubuh seseorang atau area tertentu dengan menggunakan doa atau kekuatan spiritual.
  16. Fenomena Elektronik yang Aneh: Gangguan atau kelainan pada peralatan elektronik, seperti lampu yang berkedip-kedip atau perangkat elektronik yang berfungsi tanpa sebab yang jelas, seringkali dikaitkan dengan kehadiran poltergeist.
  17. Fenomena Mistis: Peristiwa atau kejadian yang dianggap sebagai tanda atau manifestasi kekuatan gaib atau spiritual.
  18. Fenomena Penyihir: Kejadian atau aktivitas yang diyakini disebabkan oleh kekuatan supranatural yang dimiliki oleh seorang penyihir atau praktisi ilmu hitam.
  19. Fenomena Poltergeist Fiktif: Kejadian poltergeist yang ternyata diakibatkan oleh manipulasi manusia atau kesalahan pemahaman terhadap fenomena alami, bukan dari kekuatan supranatural.
  20. Fenomena Telepati: Komunikasi langsung antara pikiran dua individu tanpa menggunakan saluran konvensional seperti bicara atau tulisan.
  21. Fotografi Paranormal: Proses mengambil foto atau gambar yang diyakini menunjukkan aktivitas atau keberadaan entitas supranatural atau roh.
  22. Full-bodied Apparition (Muncul Tubuh Penuh): Penampakan roh atau entitas yang tampak seperti sosok manusia dengan bentuk tubuh penuh, tidak hanya sebagai bayangan atau cahaya.
  23. Ghost Hunting (Pencarian Hantu): Kegiatan untuk mencari bukti atau aktivitas paranormal, sering melibatkan penggunaan perangkat seperti kamera termal, alat deteksi EMF, dan perekam suara.
  24. Ghost: The spirit of a deceased person believed to still exist in the physical world and able to interact with the living. (Hantu: Roh dari orang yang telah meninggal dunia yang diyakini masih ada di dunia ini dan dapat berinteraksi dengan kehidupan manusia.)
  25. Ghostly Apparitions (Munculnya Hantu): Penampakan atau manifestasi hantu yang tiba-tiba muncul, sering kali hanya untuk waktu yang singkat, sebelum menghilang kembali.
  26. Ghostly Moaning (Desahan Hantu): Suara gemuruh, desahan, atau suara misterius lainnya yang sering dikaitkan dengan keberadaan hantu.
  27. Hantu: Roh dari orang yang telah meninggal dunia yang diyakini masih ada di dunia ini dan dapat berinteraksi dengan kehidupan manusia.
  28. Haunted Location: A place or area that is often associated with paranormal activities or considered haunted due to the presence of ghosts or malevolent spirits. (Ruang Hantu: Tempat atau area yang sering dikaitkan dengan aktivitas paranormal atau dianggap angker karena kehadiran hantu atau roh jahat.)
  29. Haunting (Hantuan): Keberadaan hantu atau entitas supranatural yang mengganggu atau menetap di suatu tempat, menyebabkan aktivitas paranormal yang berulang.
  30. Hex (Gunah): Kutukan atau mantra yang dimaksudkan untuk menyakiti atau menyebabkan kesengsaraan pada seseorang.
  31. Hipnosis Regresi: Teknik hipnosis yang bertujuan untuk membawa subjek ke masa lalu, termasuk kehidupan sebelumnya, dalam pencarian pemahaman atau penyembuhan.
  32. Medium: Seseorang yang berfungsi sebagai perantara atau penghubung antara dunia fisik dan dunia roh, yang dapat berkomunikasi dengan roh atau entitas lain.
  33. Medium: Someone who acts as an intermediary or conduit between the physical world and the spirit world, able to communicate with spirits or other entities. (Medium: Seseorang yang berfungsi sebagai perantara antara dunia fisik dan dunia roh, yang dapat berkomunikasi dengan roh atau entitas lain.)
  34. Mediumship (Mediunisme): Kemampuan seseorang untuk bertindak sebagai perantara atau medium untuk berkomunikasi dengan roh-roh orang yang telah meninggal atau entitas lainnya.
  35. Moving Poltergeist: An event where objects around a house or a specific area move or change position by themselves without any clear cause. (Poltergeist Bergerak: Peristiwa di mana benda-benda di sekitar rumah atau area tertentu bergerak atau berpindah tempat dengan sendirinya, tanpa sebab yang jelas.)
  36. Necromancy (Nekromansi): Praktik magis atau okultisme yang melibatkan komunikasi dengan roh-roh orang yang telah meninggal atau memanggil mereka untuk memperoleh pengetahuan atau kekuatan.
  37. Occult (Okultisme): Ilmu yang berkaitan dengan pengetahuan tersembunyi, supranatural, atau ilmu gaib.
  38. Ouija: Papan permainan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan roh atau entitas lain melalui gerakan tangan pada papan huruf atau angka.
  39. Paranormal Activity: Any type of unexplained event related to the existence of spirits or supernatural phenomena. (Aktivitas Paranormal: Segala jenis peristiwa yang tidak dapat dijelaskan terkait dengan keberadaan roh atau fenomena supranatural.)
  40. Paranormal: Istilah yang mencakup berbagai kejadian atau fenomena yang di luar pemahaman ilmiah dan sering dikaitkan dengan roh, hantu, atau kekuatan gaib.
  41. Pendeta: Seorang pemuka agama yang memiliki pengetahuan dan wewenang untuk melakukan ritual keagamaan, termasuk eksorsisme.
  42. Perpustakaan Akasha: Dalam beberapa kepercayaan esoteris, perpustakaan semu yang berisi catatan tentang seluruh kehidupan, peristiwa masa lalu, dan masa depan.
  43. Poltergeist Agent (Agen Poltergeist): Individu yang diyakini menjadi sumber energi atau fokus aktivitas poltergeist, sering kali tidak sadar akan perannya.
  44. Poltergeist Bergerak: Peristiwa di mana benda-benda di sekitar rumah atau area tertentu bergerak atau berpindah tempat dengan sendirinya, tanpa sebab yang jelas.
  45. Poltergeist: A paranormal phenomenon believed to be caused by malevolent spirits or energies that can move objects or create strange occurrences around them. (Poltergeist: Fenomena paranormal yang diyakini disebabkan oleh roh jahat atau energi yang dapat menggerakkan benda atau menciptakan kejadian aneh di sekitar mereka.)
  46. Poltergeist: Fenomena paranormal yang dianggap sebagai aktivitas roh atau energi jahat yang dapat menyebabkan benda-benda bergerak atau kejadian aneh di sekitar mereka.
  47. Premonition (Prémonisi): Persepsi atau intuisi tentang peristiwa masa depan yang akan terjadi, sering kali dalam bentuk mimpi atau penglihatan.
  48. Protective Amulet (Azimat Pelindung): Benda atau simbol yang diyakini memiliki kekuatan untuk melindungi seseorang dari roh jahat atau energi negatif.
  49. Psi Energy (Energi Psi): Energi psikis atau kekuatan mental yang diyakini memungkinkan manifestasi kemampuan-kekuatan supranatural seperti telekinesis atau telepati.
  50. Psychic (Psikis): Seseorang yang memiliki kemampuan supranatural atau paranormal, seperti telepati, clairvoyance, atau telekinesis.
  51. Psychic Healing (Penyembuhan Psikis): Praktik menggunakan kekuatan psikis atau spiritual untuk menyembuhkan penyakit fisik atau emosional seseorang.
  52. Remote Viewing (Penglihatan Jarak Jauh): Kemampuan untuk melihat atau mendapatkan informasi tentang lokasi atau kejadian yang jauh dari lokasi fisik pengamat, sering dikaitkan dengan kemampuan paranormal.
  53. Residual Energy (Energi Residu): Energi yang diyakini tertinggal dari peristiwa emosional atau traumatis yang terjadi di suatu tempat dan menyebabkan aktivitas paranormal berulang.
  54. Residual Haunting (Hantu Residu): Fenomena di mana adegan atau peristiwa masa lalu terulang secara otomatis dan berulang pada lokasi tertentu, tanpa interaksi langsung dengan roh atau entitas.
  55. Ruang Hantu: Tempat atau area yang sering dikaitkan dengan aktivitas paranormal atau dianggap angker karena kehadiran hantu atau roh jahat.
  56. Shadow People (Makhluk Bayangan): Entitas yang terlihat seperti bayangan manusia dan sering dikaitkan dengan kejadian paranormal atau mistis.
  57. Spirit Guide (Pandu Roh): Entitas rohaniah yang diyakini membimbing atau melindungi seseorang dalam perjalanan spiritual atau okultisme.
  58. Spiritisme: Praktik atau kepercayaan dalam komunikasi dengan roh orang yang telah meninggal melalui medium atau sesi spiritual.
  59. Spiritual Cleansing: The process of purifying a house or an area from negative energy or evil spirits with the intention of driving away malevolent entities or restoring peace. (Pembersihan Spiritual: Proses membersihkan rumah atau area dari energi negatif atau roh jahat dengan tujuan mengusir entitas jahat atau mengembalikan kedamaian.)
  60. Séance Room (Ruang Séance): Ruangan yang dipersiapkan atau digunakan untuk sesi séance atau upacara spiritual untuk berkomunikasi dengan roh-roh.
  61. Séance: Sesi spiritual atau upacara yang diadakan untuk berkomunikasi dengan roh orang yang telah meninggal atau entitas supranatural lainnya.
  62. Telekinesis: Kemampuan untuk menggerakkan atau mempengaruhi objek secara fisik tanpa sentuhan fisik, sering dikaitkan dengan kekuatan paranormal atau psikokinesis.
  63. Telekinesis: The ability to move or influence objects physically without any apparent physical contact, often associated with paranormal or psychic powers. (Telekinesis: Kemampuan untuk menggerakkan atau mempengaruhi objek secara fisik tanpa sentuhan fisik, sering dikaitkan dengan kekuatan paranormal atau psikokinesis.)
  64. Time Slip (Pergeseran Waktu): Fenomena di mana seseorang mengalami perjalanan melintasi waktu atau melihat kejadian masa lalu atau masa depan secara tiba-tiba.
  65. Vortex (Pusaran Energi): Area atau titik tertentu yang dikatakan memiliki konsentrasi energi yang tinggi, diyakini sebagai pintu masuk atau keluar bagi roh-roh atau entitas supranatural.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *