Daftar Istilah Tentang Plastik

  1. Biodegradable Plastics: Jenis plastik yang dibuat agar mudah terurai dalam kondisi tertentu, membantu mengurangi akumulasi limbah plastik dalam jangka panjang. (Plastik pengurai)
  2. Biodegradable: Bisa terurai secara alami oleh mikroorganisme seperti bakteri atau jamur menjadi bahan organik yang lebih sederhana. (Biodaur)
  3. Bioplastic: Jenis plastik yang berasal dari sumber alami, seperti tanaman atau mikroorganisme, yang dapat terurai secara biologis dan ramah lingkungan. (Bioplastik)
  4. Bioplastik: Jenis plastik yang berasal dari sumber alami, seperti tanaman atau mikroorganisme, yang dapat terurai secara biologis dan ramah lingkungan.
  5. Compostable: Bisa terurai dalam proses kompos dengan bantuan mikroorganisme dan menjadi pupuk alami. (Komposabel)
  6. Environmentally Friendly Plastics: Plastik yang dirancang untuk lebih mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan, baik dengan daur ulang lebih mudah atau bahan dasar yang lebih berkelanjutan. (Plastik ramah lingkungan)
  7. EPS (Expanded Polystyrene): Plastik busa ringan yang sering digunakan dalam kemasan pelindung dan kotak styrofoam.
  8. EPS (Expanded Polystyrene): Plastik busa ringan yang sering digunakan dalam kemasan pelindung dan kotak styrofoam. (EPS)
  9. Greenhouse Gas: Gas-gas di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca dan berkontribusi pada perubahan iklim. (Gas Rumah Kaca)
  10. Incineration: Proses pembakaran limbah, termasuk plastik, untuk mengurangi volume sampah dan menghasilkan energi panas. (Pembakaran)
  11. Kemasan Plastik: Jenis plastik yang digunakan untuk melindungi dan mengemas produk, seperti makanan, minuman, produk kecantikan, dan lain-lain.
  12. Landfill: Tempat pembuangan akhir sampah di tanah, tempat sampah dibuang dan terkubur di tanah. (Tempat Pembuangan Akhir)
  13. Life Cycle Assessment: Evaluasi dampak lingkungan dari suatu produk atau proses sepanjang siklus hidupnya, dari produksi hingga pembuangan. (Evaluasi Siklus Hidup)
  14. Limbah Plastik: Sisa-sisa plastik yang tidak lagi digunakan dan harus dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
  15. Marine Debris: Sampah yang ditemukan di laut atau pantai, termasuk sampah plastik. (Sampah Laut)
  16. Microbeads: Partikel plastik kecil yang digunakan dalam produk-produk kecantikan dan perawatan pribadi. (Mikrobutiran)
  17. Microplastics: Partikel plastik sangat kecil, kurang dari 5 mm, yang dapat ditemukan di lingkungan, termasuk dalam air dan makanan. (Mikroplastik)
  18. Mikroplastik: Partikel plastik sangat kecil, kurang dari 5 mm, yang dapat ditemukan di lingkungan, termasuk dalam air dan makanan.
  19. Ocean Gyre: Aliran laut besar yang membentuk daerah konsentrasi limbah plastik di samudra. (Gyrus Laut)
  20. Oxo-degradable Plastics: Jenis plastik yang mengandung bahan tambahan untuk mempercepat proses oksidasi, memecah plastik menjadi fragmen kecil yang lebih mudah terurai. (Plastik oksodegradable)
  21. PET (Polyethylene Terephthalate): Jenis plastik transparan yang banyak digunakan dalam botol minuman dan kemasan makanan. Glosarium.org
  22. PET (Polyethylene Terephthalate): Jenis plastik transparan yang banyak digunakan dalam botol minuman dan kemasan makanan. (PET)
  23. Plastic Footprint: Jumlah plastik yang digunakan dan ditinggalkan seseorang atau organisasi, yang berkontribusi pada masalah plastik di lingkungan. (Jejak Plastik)
  24. Plastic Pollution: Pencemaran lingkungan akibat sampah plastik yang berlebihan dan tidak terkelola dengan baik. (Pencemaran Plastik)
  25. Plastic Recycling: Proses pemulihan plastik bekas untuk digunakan kembali sebagai bahan baku dalam pembuatan produk baru. (Daur ulang plastik)
  26. Plastic Waste: Sisa-sisa plastik yang tidak lagi digunakan dan harus dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. (Limbah plastik)
  27. Plastic: Material sintetis yang terbuat dari polimer, sering kali digunakan dalam berbagai produk konsumen dan kemasan karena sifatnya yang ringan dan tahan lama. (Plastik)
  28. Plastik Anti-Static: Plastik yang diolah dengan bahan kimia tertentu untuk mengurangi akumulasi muatan listrik statis pada permukaannya.
  29. Plastik Bening (Clear Plastics): Plastik transparan atau bening yang sering digunakan dalam kemasan produk yang memerlukan tampilan visual.
  30. Plastik Bio-Based: Plastik yang bahan dasarnya berasal dari sumber hayati, seperti tebu, jagung, atau alga, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  31. Plastik Bioriented: Plastik yang diproses melalui orientasi molekul untuk meningkatkan kekuatan dan kejernihan, sering digunakan dalam kemasan makanan.
  32. Plastik Daur Ulang: Plastik bekas yang melalui proses pemulihan untuk digunakan kembali sebagai bahan baku dalam pembuatan produk baru.
  33. Plastik Fotodegradabel: Plastik yang terurai secara alami melalui paparan sinar matahari, mengurangi masa hancur plastik dalam lingkungan.
  34. Plastik Fotovoltaik: Jenis plastik yang memiliki kemampuan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik melalui sel surya.
  35. Plastik High-Density (HDPE): Jenis plastik dengan kepadatan tinggi, digunakan dalam botol susu, botol sampo, dan tangki bahan kimia.
  36. Plastik Low-Density (LDPE): Jenis plastik dengan kepadatan rendah, sering digunakan dalam kantong belanja dan wadah makanan.
  37. Plastik Oksodegradable: Jenis plastik yang mengandung bahan tambahan untuk mempercepat proses oksidasi, memecah plastik menjadi fragmen kecil yang lebih mudah terurai.
  38. Plastik Pengurai: Jenis plastik yang dibuat agar mudah terurai dalam kondisi tertentu, membantu mengurangi akumulasi limbah plastik dalam jangka panjang.
  39. Plastik Ramah Lingkungan: Plastik yang dirancang untuk lebih mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan, baik dengan daur ulang lebih mudah atau bahan dasar yang lebih berkelanjutan.
  40. Plastik Sekali Pakai: Produk plastik yang dirancang untuk digunakan hanya sekali dan biasanya tidak dapat didaur ulang, contohnya adalah sedotan plastik dan wadah makanan sekali pakai.
  41. Plastik Sirkular: Konsep desain plastik yang mendorong daur ulang, penggunaan bahan daur ulang, dan pengurangan limbah plastik.
  42. Plastik Teknik (Engineering Plastics): Plastik dengan sifat mekanik dan termal yang unggul, digunakan dalam aplikasi seperti otomotif, elektronik, dan industri.
  43. Plastik Terkontaminasi: Plastik yang tercemar oleh bahan-bahan lain, seperti makanan, minyak, atau bahan kimia, sehingga sulit untuk didaur ulang.
  44. Plastik Termoform: Jenis plastik yang dapat dibentuk dengan menggunakan panas untuk membuat produk seperti wadah makanan dan tutup.
  45. Plastik Vulkanisir: Proses pemanasan plastik bersamaan dengan bahan vulkanisir (biasanya belerang) untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan elastisitasnya.
  46. Plastik Water Soluble: Jenis plastik yang dapat larut dalam air, biasanya digunakan dalam kemasan bahan kimia atau produk pembersih.
  47. Plastik: Material sintetis yang terbuat dari polimer, sering kali digunakan dalam berbagai produk konsumen dan kemasan karena sifatnya yang ringan dan tahan lama.
  48. Polietilena (PE): Plastik serbaguna dengan tingkat kepadatan berbeda, ditemukan dalam botol air, kantong belanja, dan wadah makanan.
  49. Polimer: Senyawa kimia yang terdiri dari rantai panjang molekul-molekul berulang, merupakan bahan dasar pembentukan plastik.
  50. Polipropilena (PP): Jenis plastik yang ringan dan tahan terhadap panas, umumnya digunakan dalam wadah makanan, peralatan rumah tangga, dan kemasan.
  51. Polyethylene (PE): Plastik serbaguna dengan tingkat kepadatan berbeda, ditemukan dalam botol air, kantong belanja, dan wadah makanan. (Polietilena)
  52. Polymer: Senyawa kimia yang terdiri dari rantai panjang molekul-molekul berulang, merupakan bahan dasar pembentukan plastik. (Polimer)
  53. Polypropylene (PP): Jenis plastik yang ringan dan tahan terhadap panas, umumnya digunakan dalam wadah makanan, peralatan rumah tangga, dan kemasan. (Polipropilena)
  54. PVC (Polyvinyl Chloride): Plastik yang kuat dan tahan lama, sering digunakan untuk pipa, kabel listrik, dan bahan bangunan.
  55. PVC (Polyvinyl Chloride): Plastik yang kuat dan tahan lama, sering digunakan untuk pipa, kabel listrik, dan bahan bangunan. (PVC)
  56. Recyclable: Bisa didaur ulang dan digunakan kembali untuk membuat produk baru. (Dapat Didaur Ulang)
  57. Single-Use Plastics: Produk plastik yang dirancang untuk digunakan hanya sekali dan biasanya tidak dapat didaur ulang, contohnya adalah sedotan plastik dan wadah makanan sekali pakai. (Plastik sekali pakai)
  58. Sustainable Packaging: Kemasan yang dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan dengan mempertimbangkan bahan, ukuran, dan daur ulangnya. (Kemasan Berkelanjutan)
  59. Upcycling: Mengubah barang bekas atau limbah menjadi produk bernilai lebih tinggi tanpa memproses ulang menjadi bahan dasar yang berbeda. (Upcycling)
  60. Zero Waste: Filosofi dan pendekatan untuk mengurangi, mendaur ulang, dan meminimalkan limbah agar tidak ada sampah yang dikirim ke pembuangan akhir. (Nol Sampah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *