Daftar Istilah Tailor (Tukang Jahit)

  1. Aksen (Accent): Detail tambahan pada pakaian yang memberikan sentuhan khusus atau menonjolkan area tertentu.
  2. Aplikasi: Hiasan atau ornamen tambahan yang ditempelkan pada pakaian.
  3. Bahan: Material atau kain yang digunakan untuk membuat pakaian.
  4. Baju gaun (Tunic): Pakaian wanita yang panjangnya hampir mencapai lutut, biasanya digunakan dengan celana atau legging.
  5. Baju koko: Pakaian khas pria yang berasal dari Indonesia, umumnya digunakan dalam acara-agama atau formal.
  6. Baju tidur (Nightgown): Pakaian tidur wanita yang longgar dan nyaman.
  7. Batik: Teknik mewarnai kain dengan menggunakan lilin sebagai resist.
  8. Bisban (Bias Tape): Pita kain yang dipotong pada sudut 45 derajat dari arah benang, digunakan untuk merapihkan pinggiran pakaian.
  9. Blazer: Pakaian formal untuk pria atau wanita, mirip dengan jas tetapi lebih santai.
  10. Blouse: Pakaian atasan wanita yang bisa berbentuk kemeja atau tunik.
  11. Bordir: Hiasan atau gambar yang dijahit di atas kain dengan benang berwarna.
  12. Celana: Pakaian yang menutupi kaki dari pinggang ke bawah.
  13. Dasi kupu-kupu (Bowtie): Aksesori pakaian berbentuk kupu-kupu yang dipakai di leher, biasanya untuk acara formal.
  14. Dress Code: Aturan berpakaian yang mengatur tata cara berbusana pada suatu acara atau tempat.
  15. Dressmaker: Penjahit yang khusus mengerjakan pembuatan pakaian wanita.
  16. Ekor kuda (Ponytail): Pakaian rambut dengan cara mengikat rambut di belakang kepala.
  17. Fit: Kesesuaian atau ketepatan ukuran pakaian dengan tubuh pelanggan.
  18. Hanger loop: Tali atau pita yang ditempatkan di bagian dalam pakaian untuk menggantungkan pakaian di gantungan.
  19. Hem: Ujung bawah pakaian yang dijahit rapi untuk menghindari kain yang beresek atau kusut.
  20. Jahit lurus (Straight Stitch): Jenis jahitan paling sederhana, berupa garis lurus yang menghubungkan dua potongan kain.
  21. Jahit: Proses menyatukan potongan kain dengan jahitan menggunakan benang dan jarum.
  22. Jaket: Pakaian luar yang lebih pendek dari mantel, seringkali dengan lengan panjang dan digunakan untuk cuaca yang lebih sejuk.
  23. Jas: Pakaian formal untuk pria atau wanita, sering digunakan pada acara resmi.
  24. Jepitan (Dart): Lipatan kain yang digunakan untuk memberikan bentuk tiga dimensi pada pakaian agar lebih pas di tubuh.
  25. Kain rajutan (Knit fabric): Kain yang terbuat dari rajutan benang, biasanya elastis dan nyaman untuk pakaian kasual.
  26. Kain: Bahan tekstil yang digunakan sebagai materi dasar pakaian.
  27. Kancing manset (Cufflink): Aksesori pakaian berupa penjepit yang digunakan untuk mengunci ujung lengan kemeja.
  28. Kancing: Benda kecil yang digunakan untuk menutup atau mengikat bagian pakaian.
  29. Kaos kaki (Tights): Kaus kaki tebal dan elastis yang menutupi kaki dan pinggul.
  30. Kaus kaki (Sock): Pakaian pelengkap untuk kaki, umumnya terbuat dari bahan rajutan.
  31. Kaus kaki selutut (Knee-High Socks): Kaus kaki yang mencapai bagian bawah lutut.
  32. Kepala kancing (Buttonhole): Lubang kecil yang dijahit di pakaian untuk meloloskan kancing.
  33. Kerah mandarin (Mandarin Collar): Jenis kerah tegak tanpa punuk yang biasanya digunakan pada pakaian tradisional Cina.
  34. Kombinasi (Lining): Lapisan dalam pakaian yang terbuat dari kain tipis untuk memberikan kenyamanan dan melindungi kulit dari bahan utama pakaian.
  35. Krah: Bagian leher pada pakaian, seringkali diperkuat dengan material tambahan.
  36. Labuh (Hemline): Ujung bawah pakaian yang bisa berbeda tinggi, seperti panjang, sedang, atau pendek.
  37. Lilitan (Wrap): Pakaian yang dipakai dengan cara melilitkannya di tubuh, umumnya diikat dengan ikat pinggang.
  38. Lining: Lapisan dalam pakaian yang berfungsi untuk memberi kekakuan dan kerapihan.
  39. Lipat (Pleat): Jenis tumpukan kain yang dibuat dengan merapatkan kain ke arah satu titik, memberikan efek lipatan.
  40. Mantel: Pakaian luar yang panjang dan biasanya digunakan untuk perlindungan dari cuaca dingin.
  41. Model: Desain atau bentuk pakaian yang akan dihasilkan.
  42. Modifikasi: Perubahan atau penyempurnaan terhadap desain atau ukuran pakaian.
  43. Overlock: Jenis jahitan khusus untuk mencegah kain menggulung atau merambat.
  44. Pagar ayun (Yoke): Bagian atas pakaian yang membentuk garis horizontal di bahu atau dada.
  45. Pembebanan (Tacking): Jahitan sementara untuk mengunci potongan kain atau bagian pakaian sebelum dijahit permanen.
  46. Pembelel (Interfacing): Lapisan kain yang ditempatkan di dalam pakaian untuk memberikan kekakuan pada area tertentu.
  47. Pemotong (Cutter): Alat yang digunakan untuk memotong kain secara presisi sesuai pola.
  48. Penggorengan (Seam Allowance): Jarak antara tepi potongan kain dan tepi jahitan.
  49. Peniti (Pin): Alat untuk menjepit potongan kain agar tetap dalam posisi sebelum dijahit.
  50. Pita (Ribbon): Tali kain lebar yang digunakan sebagai aksen atau hiasan pada pakaian.
  51. Pola: Sebuah gambar atau cetakan yang digunakan sebagai panduan untuk memotong kain dan menjahit pakaian.
  52. Potongan: Proses pemotongan kain berdasarkan pola sebelum menjahitnya menjadi pakaian.
  53. Press: Proses menyetrika dan merapikan pakaian setelah selesai dijahit.
  54. Renda (Lace): Kain transparan yang dihiasi dengan pola bordir atau rajutan.
  55. Resleting: Pita yang digunakan untuk membuka dan menutup pakaian dengan mudah.
  56. Ritsleting tersembunyi (Invisible Zipper): Jenis ritsleting yang tersembunyi di dalam jahitan pakaian, sehingga tidak terlihat dari luar.
  57. Ritsleting tiga (Triple Zipper): Jenis ritsleting yang memiliki tiga gigi ritsleting, sering digunakan pada tas atau pakaian olahraga.
  58. Sablon: Teknik mencetak gambar pada kain menggunakan stensil atau cetakan.
  59. Saku (Pocket): Kantong kecil di dalam atau di luar pakaian untuk menyimpan barang.
  60. Sarung tangan (Gloves): Aksesoris pakaian untuk tangan, biasanya terbuat dari bahan seperti kain, wol, atau kulit.
  61. Seluar panjang (Trousers): Pakaian bawahan yang menutupi seluruh kaki dari pinggang hingga pergelangan kaki.
  62. Seluar pendek (Shorts): Pakaian yang menutupi bagian pinggang hingga paha.
  63. Serut (Gather): Proses menyusun kain agar membentuk lipatan atau kerut untuk memberikan efek volume.
  64. Sorban (Turban): Pakaian kepala berbentuk kain yang digulung untuk menutupi rambut.
  65. Sutera: Jenis kain yang dibuat dari serat ulat sutera.
  66. Tailor: Penjahit atau pengrajin pakaian yang membuat pakaian sesuai dengan ukuran dan keinginan pelanggan.
  67. Tangan: Bentuk jahitan tangan yang dibuat secara manual untuk detail tertentu pada pakaian.
  68. Triko: Kain yang elastis dan nyaman, sering digunakan untuk pakaian kasual.
  69. Tumpukan kain (Fabric Stack): Menumpuk beberapa lapis kain dan memotong beberapa lapisan sekaligus untuk menghemat waktu.
  70. Ukuran: Dimensi tubuh pelanggan yang menjadi acuan untuk membuat pakaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *