Daftar Istilah Suster (Perawat)

  • Activities of Daily Living (ADL): Kegiatan sehari-hari yang meliputi mandi, makan, berpakaian, dan lain-lain.
  • Antibiotics: Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.
  • Anticoagulant: Obat yang menghambat pembentukan gumpalan darah, digunakan untuk mencegah atau mengobati trombosis.
  • Antikoagulan: Obat yang menghambat pembentukan gumpalan darah, digunakan untuk mencegah atau mengobati trombosis.
  • Aseptic: Praktik kebersihan untuk mencegah infeksi dengan memastikan area dan peralatan steril.
  • Aseptik: Praktik kebersihan untuk mencegah infeksi dengan memastikan area dan peralatan steril.
  • Asfiksia: Kekurangan oksigen yang cukup parah dalam darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan otak.
  • Asphyxia: Kekurangan oksigen yang cukup parah dalam darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan otak.
  • Aspirasi: Pengeluaran cairan atau benda asing dari tubuh menggunakan alat khusus.
  • Aspiration: Pengeluaran cairan atau benda asing dari tubuh menggunakan alat khusus.
  • Asuhan Keperawatan: Tindakan perawat dalam melakukan evaluasi, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi perawatan pasien untuk memastikan pemulihan yang optimal.
  • Blood Transfusion: Pemberian darah atau komponennya dari donor kepada penerima untuk menggantikan darah yang hilang atau memperbaiki kondisi tertentu.
  • Cardiopulmonary Resuscitation (CPR): Tindakan darurat untuk menghidupkan kembali seseorang yang mengalami henti jantung dan pernapasan dengan memberikan kompresi dada dan ventilasi.
  • Catheter: Tabung yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengeluarkan atau memasukkan cairan, seperti kateter urin untuk pengeluaran urin.
  • Code Blue: Kode panggilan darurat yang mengindikasikan pasien mengalami henti jantung dan pernapasan, membutuhkan tindakan resusitasi cepat.
  • Colostomy: Pembuatan lubang buatan pada dinding perut untuk mengalirkan tinja keluar dari usus besar.
  • Contraction: Kontraksi otot rahim selama proses persalinan.
  • Decubitus Ulcer: Luka yang timbul akibat tekanan yang berkepanjangan pada kulit, umumnya terjadi pada pasien yang terbatas mobilitasnya.
  • Defibrilator: Alat yang memberikan sengatan listrik pada jantung untuk mengembalikan ritme normal jika terjadi detak jantung yang tidak teratur.
  • Defibrillator: Alat yang memberikan sengatan listrik pada jantung untuk mengembalikan ritme normal jika terjadi detak jantung yang tidak teratur.
  • Dekubitus: Luka yang timbul akibat tekanan yang berkepanjangan pada kulit, umumnya terjadi pada pasien yang terbatas mobilitasnya.
  • Diagnosis: Proses mengidentifikasi penyakit atau kondisi pasien berdasarkan gejala, pemeriksaan, dan tes.
  • Discharge Planning: Proses mempersiapkan pasien untuk pulang dari rumah sakit dengan memberikan instruksi dan perencanaan perawatan lanjutan.
  • Diuresis: Produksi urine dalam jumlah yang lebih tinggi dari biasanya, bisa menjadi tanda fungsi ginjal yang baik.
  • Documentation: Proses mencatat informasi penting tentang pasien, termasuk pengamatan, intervensi, dan respons pasien, untuk tujuan rekam medis dan perawatan lanjutan.
  • Dokumentasi: Proses mencatat informasi penting tentang pasien, termasuk pengamatan, intervensi, dan respons pasien, untuk tujuan rekam medis dan perawatan lanjutan.
  • EKG (Elektrokardiogram): Tes yang merekam aktivitas listrik jantung untuk menilai ritme dan fungsi jantung.
  • EKG Monitor: Alat untuk memantau aktivitas listrik jantung dalam waktu nyata.
  • Ekskresi: Pengeluaran zat-zat sisa dari tubuh, terutama melalui urinasi.
  • Electrocardiogram (EKG): Tes yang merekam aktivitas listrik jantung untuk menilai ritme dan fungsi jantung.
  • Emergency Care: Keadaan kritis yang memerlukan perhatian medis segera, seperti luka parah, masalah pernapasan, atau serangan jantung.
  • Endoscopy: Prosedur medis menggunakan alat endoskop untuk melihat organ dalam tubuh dan mendiagnosis kondisi tertentu.
  • Endoskopi: Prosedur medis menggunakan alat endoskop untuk melihat organ dalam tubuh dan mendiagnosis kondisi tertentu.
  • Excretion: Pengeluaran zat-zat sisa dari tubuh, terutama melalui urinasi.
  • Feeding: Pemberian makan kepada pasien yang tidak mampu makan sendiri atau memerlukan bantuan.
  • Fluid Balance: Keseimbangan antara cairan yang masuk dan keluar dari tubuh, penting untuk fungsi tubuh yang normal.
  • Gawat Darurat: Keadaan kritis yang memerlukan perhatian medis segera, seperti luka parah, masalah pernapasan, atau serangan jantung.
  • Glasgow Coma Scale: Alat untuk mengukur respons pasien terhadap rangsangan, membantu dalam evaluasi tingkat kesadaran dan kerusakan otak.
  • Hemoglobin: Protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
  • Hospice Care: Perawatan yang difokuskan pada kenyamanan dan kualitas hidup pasien yang memiliki prognosis penyakit terminal.
  • Hypertension: Tekanan darah tinggi, kondisi di mana tekanan darah dalam arteri lebih tinggi dari batas normal.
  • Hypotension: Tekanan darah rendah, kondisi di mana tekanan darah dalam arteri lebih rendah dari batas normal.
  • Incision: Sayatan pada kulit untuk melakukan operasi atau prosedur medis lainnya.
  • Infection Control: Upaya untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi di antara pasien dan staf medis.
  • Informed Consent: Persetujuan pasien yang diberikan setelah mendapatkan informasi lengkap mengenai tindakan medis yang akan dilakukan.
  • Infus: Pemberian cairan, obat, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah melalui jarum dan selang infus.
  • Injection: Pengenalan obat ke dalam tubuh dengan cara menusukkan jarum ke dalam jaringan atau pembuluh darah.
  • Injeksi: Pengenalan obat ke dalam tubuh dengan cara menusukkan jarum ke dalam jaringan atau pembuluh darah.
  • Intravenous Infusion (IV): Pemberian cairan, obat, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah melalui jarum dan selang infus.
  • Intubasi: Penyisipan tabung melalui mulut atau hidung ke dalam saluran pernapasan pasien, umumnya untuk mempertahankan jalur udara atau ventilasi.
  • Intubation: Penyisipan tabung melalui mulut atau hidung ke dalam saluran pernapasan pasien, umumnya untuk mempertahankan jalur udara atau ventilasi.
  • Isolasi: Langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit dengan membatasi kontak antara pasien dan orang lain.
  • Isolation: Langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit dengan membatasi kontak antara pasien dan orang lain.
  • Kateter: Tabung yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengeluarkan atau memasukkan cairan, seperti kateter urin untuk pengeluaran urin.
  • Katheter Urin: Tabung yang dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk mengalirkan urin dari tubuh, umumnya digunakan saat pasien tidak dapat buang air kecil secara normal.
  • Kebutuhan Dasar: Kategori kebutuhan dasar manusia seperti makan, minum, tidur, kebersihan, dan keamanan.
  • Kolostomi: Pembuatan lubang buatan pada dinding perut untuk mengalirkan tinja keluar dari usus besar.
  • Kontraksi: Kontraksi otot rahim selama proses persalinan.
  • Laringoskopi: Prosedur penggunaan alat untuk melihat laring dan saluran napas atas.
  • Laryngoscopy: Prosedur penggunaan alat untuk melihat laring dan saluran napas atas.
  • Mental Health Assessment: Penilaian terhadap kesehatan mental pasien untuk mendeteksi gangguan kejiwaan atau masalah emosional.
  • Monitor EKG: Alat untuk memantau aktivitas listrik jantung dalam waktu nyata.
  • Monitor Pasien: Pemantauan kontinu tanda-tanda vital pasien, seperti denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan.
  • Nasogastric Tube: Tabung yang dimasukkan melalui hidung dan kerongkongan ke dalam lambung untuk memberikan makanan atau obat.
  • Neurological Assessment: Evaluasi terhadap fungsi otak dan sistem saraf untuk mendeteksi masalah atau kerusakan.
  • Nurse: Profesional kesehatan yang memberikan perawatan langsung kepada pasien, termasuk pemantauan kesehatan, pemberian obat, dan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.
  • Nursing Care: Tindakan perawat dalam melakukan evaluasi, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi perawatan pasien untuk memastikan pemulihan yang optimal.
  • Nutrisi Parenteral: Pemberian nutrisi melalui infus intravena, biasanya digunakan saat pasien tidak dapat mengonsumsi makanan secara normal.
  • Occupational Therapy: Terapi yang fokus pada membantu pasien pulih atau mempertahankan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.
  • Oksigenasi: Proses memberikan oksigen ke dalam jaringan tubuh untuk memastikan sel-sel mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.
  • Oxygenation: Proses memberikan oksigen ke dalam jaringan tubuh untuk memastikan sel-sel mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.
  • Pain Scale: Alat untuk mengukur tingkat nyeri pasien, membantu perawat menilai dan mengelola nyeri secara efektif.
  • Paliatif: Perawatan yang bertujuan meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penyakit serius atau terminal.
  • Palliative Care: Perawatan yang bertujuan meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penyakit serius atau terminal.
  • Parenteral Nutrition: Pemberian nutrisi melalui infus intravena, biasanya digunakan saat pasien tidak dapat mengonsumsi makanan secara normal.
  • Patient Monitoring: Pemantauan kontinu tanda-tanda vital pasien, seperti denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan.
  • Pemberian Makan: Memberikan makan kepada pasien yang tidak mampu makan sendiri atau memerlukan bantuan.
  • Pemulangan Diri: Proses mempersiapkan pasien untuk pulang dari rumah sakit dengan memberikan instruksi dan perencanaan perawatan lanjutan.
  • Perawat: Profesional kesehatan yang memberikan perawatan langsung kepada pasien, termasuk pemantauan kesehatan, pemberian obat, dan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.
  • Phlebotomy: Pengambilan sampel darah dari pembuluh darah untuk diuji atau untuk transfusi.
  • Physical Therapy: Penggunaan latihan fisik, pergerakan, dan peralatan khusus untuk membantu pemulihan pasien.
  • Pulse Oximeter: Alat untuk mengukur kadar oksigen dalam darah pasien.
  • Referral: Proses mengarahkan pasien ke spesialis atau fasilitas lain untuk perawatan lebih lanjut.
  • Resusitasi Jantung Paru (CPR): Tindakan darurat untuk menghidupkan kembali seseorang yang mengalami henti jantung dan pernapasan dengan memberikan kompresi dada dan ventilasi.
  • Rujukan: Proses mengarahkan pasien ke spesialis atau fasilitas lain untuk perawatan lebih lanjut.
  • Seizure: Serangan tiba-tiba dan tidak terkendali oleh aktivitas listrik abnormal dalam otak.
  • Skala Glasgow Coma: Alat untuk mengukur respons pasien terhadap rangsangan, membantu dalam evaluasi tingkat kesadaran dan kerusakan otak.
  • Skala Nyeri: Alat untuk mengukur tingkat nyeri pasien, membantu perawat menilai dan mengelola nyeri secara efektif.
  • Stoma: Permukaan kulit yang dibuat operasi untuk menghubungkan organ dalam tubuh dengan permukaan tubuh, seperti stoma pada kolostomi.
  • Terapi Fisik: Penggunaan latihan fisik, pergerakan, dan peralatan khusus untuk membantu pemulihan pasien.
  • Terapi Okupasi: Terapi yang fokus pada membantu pasien pulih atau mempertahankan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.
  • Thrombosis: Pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah.
  • Tracheostomy: Pembuatan bukaan pada tenggorokan untuk memasukkan tabung pernapasan, umumnya digunakan pada pasien dengan masalah pernapasan.
  • Transfusi Darah: Pemberian darah atau komponennya dari donor kepada penerima untuk menggantikan darah yang hilang atau memperbaiki kondisi tertentu.
  • Trombosis: Pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah.
  • Urinary Catheter: Tabung yang dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk mengalirkan urin dari tubuh, umumnya digunakan saat pasien tidak dapat buang air kecil secara normal.
  • Ventilator: Alat yang membantu pasien bernapas dengan mengatur aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru.
  • Wound Care: Perawatan luka yang meliputi membersihkan, membersihkan, dan melindungi luka agar sembuh dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *