Daftar Istilah Streetfood Maroko

  1. B’stilla: Pai gurih berlapis-lapis dengan isian daging, telur, dan kacang-kacangan, kemudian diberi taburan gula bubuk dan kayu manis.
  2. Baddaz: Pasta Maroko yang mirip dengan fregula, sering digunakan dalam hidangan sup dan tajine.
  3. Baghrir: Pancake Maroko yang berlubang-lubang dan lembut, sering disajikan dengan madu atau sirup sebagai sarapan.
  4. Batbout: Roti datar Maroko yang mirip dengan pita.
  5. Beghrir: Dikenal juga sebagai “kue seribu lubang,” beghrir adalah pancake Maroko yang lembut dengan tekstur berpori-pori. Biasanya disajikan dengan madu, mentega, atau sirup maple.
  6. Beghrir: Pancake berpori-pori dengan tekstur yang kenyal, biasanya disajikan dengan madu dan mentega sebagai hidangan penutup atau camilan.
  7. Bejmat: Biskuit renyah yang biasanya dihidangkan sebagai camilan.
  8. Chakchouka: Hidangan berbahan dasar tomat, paprika, dan telur yang diaduk bersama dan dihidangkan dengan roti.
  9. Chakchouka: Hidangan sayuran berbahan dasar tomat, paprika, dan telur yang dimasak bersama dan disajikan dengan roti.
  10. Chebakia: Kue manis berbentuk bunga yang digoreng dan dicelupkan dalam madu, biasanya disajikan selama bulan Ramadan.
  11. Chekchouka: Hidangan sayuran yang terdiri dari tomat, paprika, bawang, dan cabai yang dimasak bersama-sama. Chekchouka sering disajikan dengan roti.
  12. Chermoula: Saus berbahan dasar minyak zaitun dengan campuran rempah-rempah dan bumbu-bumbu, digunakan untuk memarinasi ikan atau daging sebelum dipanggang atau diolah.
  13. Chorba Frik: Sup gandum dengan potongan daging dan berbagai sayuran, biasanya diberi taburan rempah-rempah.
  14. Couscous: Hidangan semolina yang digunakan sebagai pengganti nasi, sering disajikan dengan berbagai hidangan seperti tajine.
  15. Harira: Sup tomat dan kacang-kacangan yang biasanya dihidangkan dengan lemon dan taburan rempah-rempah.
  16. Jben: Keju Maroko yang lembut dan sering digunakan sebagai bagian dari hidangan atau sebagai saus.
  17. Jelbana: Sup kacang-kacangan yang diberi rasa dengan campuran rempah-rempah dan tomat.
  18. Kefta Mkaouara: Daging cincang yang dimasak dengan tomat, paprika, dan telur, sering disajikan dalam wajan atau tajine.
  19. Kefta: Gilingan daging (biasanya daging sapi atau domba) yang dibentuk menjadi bola dan dipanggang atau digoreng.
  20. Khlea: Daging kering dan diasinkan yang sering digunakan dalam hidangan tajine dan kouskous.
  21. Khobz: Roti tradisional Maroko yang memiliki tekstur lembut dan biasanya digunakan untuk menyantap hidangan utama atau sajian pendamping.
  22. Kofta: Bola-bola daging giling (biasanya daging sapi atau domba) yang dibumbui dengan rempah-rempah dan dipanggang atau digoreng.
  23. M’hancha: Kue manis berbentuk spiral yang diisi dengan pasta kacang atau kurma.
  24. Ma’akouda: Kentang goreng yang dihaluskan dan diolah dengan bumbu-bumbu, sering disajikan sebagai camilan atau hidangan pembuka.
  25. Ma’amoul: Kue kering berbentuk bulat atau oval yang biasanya diisi dengan pasta kacang atau kurma. Ma’amoul adalah camilan manis yang populer di Maroko.
  26. Maakouda: Kentang goreng yang biasanya dihidangkan dengan saus tomat atau saus pedas.
  27. Makfoul B’l Hlib: Bawang merah cincang yang disajikan dengan taburan susu, sering dihidangkan sebagai hidangan pendamping.
  28. Makfoul: Bawang merah cincang yang diaduk dengan rempah-rempah dan minyak zaitun. Makfoul biasanya digunakan sebagai topping atau pengisi dalam hidangan.
  29. Makouda: Kentang rebus yang dihancurkan dan dibentuk menjadi bola, kemudian digoreng.
  30. Makrout: Kue manis yang terbuat dari adonan kurma yang digoreng dan direndam dalam madu atau sirup gula.
  31. Medfouna: Pie besar berbentuk bulat dengan isian daging, sayuran, dan rempah-rempah. Medfouna biasanya dipanggang dalam oven atau di atas bara.
  32. Meloui: Roti datar Maroko yang lembut dan kaya rasa, sering disajikan dengan mentega dan madu.
  33. Merguez: Sosis pedas yang terbuat dari daging sapi atau domba, sering disajikan dengan roti.
  34. Mrouzia: Hidangan daging yang dimasak dengan madu dan rempah-rempah seperti kayu manis dan jahe, sering dihidangkan selama perayaan Idul Adha.
  35. Msemen: Roti datar Maroko yang tipis dan lembut, sering disajikan dengan madu atau selai sebagai sarapan atau camilan.
  36. Pastilla: Pai berbentuk segitiga yang diisi dengan ayam, almond, dan telur, dan diberi taburan gula bubuk dan kayu manis.
  37. Ras El Hanout: Campuran rempah-rempah tradisional Maroko yang digunakan dalam berbagai hidangan, terutama tajine.
  38. Rechta: Mie gandum panjang yang disajikan dengan saus kaldunya dan potongan daging ayam.
  39. Rghaif: Roti tipis yang sering digunakan sebagai pengganti roti dalam hidangan Maroko. Rghaif biasanya diisi dengan berbagai bahan seperti telur, keju, atau daging.
  40. Sardinas: Ikan sarden yang sering digoreng dan disajikan sebagai camilan atau hidangan utama.
  41. Seffa: Semolina kukus yang disajikan dengan daging atau ayam dan ditaburi dengan gula bubuk dan kayu manis, sering dihidangkan dalam acara-acara khusus.
  42. Sfenj: Donat Maroko yang digoreng dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, sering disajikan sebagai camilan atau sarapan.
  43. Slilou: Hidangan sarapan tradisional berupa bubur gandum yang dimasak dengan susu dan madu.
  44. Tajine: Masakan berbentuk mangkuk dari tanah liat yang digunakan untuk memasak berbagai bahan seperti daging, sayuran, dan buah-buahan dengan rempah-rempah.
  45. Tfaya: Bawang merah dan kismis yang dimasak dengan madu dan kayu manis, biasanya digunakan sebagai toping dalam hidangan.
  46. Zaalouk: Hidangan berbahan dasar terong yang diolah dengan tomat, bawang, dan rempah-rempah, sering dihidangkan sebagai sajian pendamping.
  47. Zroudiya: Sup gandum gurih yang mengandung daging sapi, kacang-kacangan, dan berbagai rempah-rempah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *