Daftar Istilah Standup Comedy

  1. Ad-lib: Membuat lelucon atau tanggapan spontan tanpa persiapan sebelumnya.
  2. Applause Break: Reaksi berupa tepuk tangan meriah dari audiens setelah lelucon yang sukses.
  3. Blue Comedy: Jenis Standup Comedy yang mengandung lelucon berbau vulgar atau kontroversial.
  4. Blue Material: Materi atau lelucon yang mengandung konten vulgar, seksual, atau kurang pantas.
  5. Bombing/Eating It: Performa komika yang tidak berhasil dan gagal mendapatkan tawa dari audiens.
  6. Breakout: Ketika seorang komika mulai mendapatkan popularitas dan kesuksesan yang signifikan setelah penampilan yang mencolok atau tampilan khusus.
  7. Brick Wall: Latar belakang panggung yang biasa digunakan dalam Standup Comedy, sering kali berwarna merah bata.
  8. Callback: Mengacu kembali ke lelucon atau tema sebelumnya dalam pertunjukan untuk menciptakan efek lucu.
  9. Catchphrase: Frasa atau kalimat khas yang sering digunakan oleh seorang komika dalam pertunjukan.
  10. Clean Comedy: Jenis Standup Comedy yang bebas dari lelucon vulgar atau kontroversial, cocok untuk semua kalangan.
  11. Closing Bit: Lelucon terakhir atau bagian penutup dari pertunjukan Standup Comedy.
  12. Closing Line: Lelucon terakhir atau kalimat penutup dalam pertunjukan Standup Comedy.
  13. Comedian’s Block: Ketika seorang komika mengalami kesulitan menciptakan materi baru atau kreativitas menurun.
  14. Comedic Timing: Keterampilan komika dalam menentukan ritme, jeda, dan pengiriman yang tepat untuk mencapai efek lucu yang maksimal.
  15. Comedy Club: Tempat hiburan yang khusus menampilkan pertunjukan Standup Comedy.
  16. Comedy Festival: Acara festival yang menampilkan berbagai penampilan Standup Comedy dari komika-komika terkenal maupun pemula.
  17. Crowd Favorite: Lelucon atau bagian materi yang paling disukai oleh audiens.
  18. Crowd Work: Interaksi komika dengan audiens untuk menciptakan lelucon berdasarkan tanggapan mereka.
  19. Dead Crowd: Audiens yang kurang responsif atau tidak merespons lelucon komika dengan tawa.
  20. Deadpan: Gaya komika yang menyampaikan lelucon dengan ekspresi wajah datar dan serius untuk menciptakan efek lucu.
  21. Feature Act: Komika yang tampil sebelum Headliner, biasanya dengan waktu panggung lebih lama daripada pembuka.
  22. Green Room: Ruang di belakang panggung di mana komika bersantai sebelum atau setelah pertunjukan.
  23. Group Act: Kelompok komika yang tampil bersama-sama dalam satu pertunjukan.
  24. Hack: Komika yang menggunakan lelucon klise, sudah sering digunakan, dan kurang orisinal.
  25. Hack: Sebutan untuk komika yang cenderung menggunakan materi klise dan tidak orisinal.
  26. Headliner: Komika utama atau bintang yang menjadi penampil terakhir dalam acara Standup Comedy.
  27. Heckler: Orang dalam audiens yang mengganggu atau menginterupsi pertunjukan dengan komentar atau kritik, seringkali berusaha untuk menantang komika.
  28. High-Energy: Gaya penampilan komika yang energik dan bersemangat di atas panggung.
  29. Improvisasi: Kemampuan komika untuk berimprovisasi dan membuat lelucon secara spontan tanpa skrip atau persiapan sebelumnya.
  30. Killing: Performa komika yang sangat sukses, mendapatkan banyak tawa dan aplaus dari audiens.
  31. Komika: Seseorang yang berprofesi sebagai pelawak atau penyaji komedi dalam Standup Comedy.
  32. Low-Energy: Gaya penampilan komika yang lebih tenang dan datar dalam menyampaikan lelucon.
  33. M.C. (Master of Ceremonies): Pembawa acara yang memperkenalkan komika dan mengatur jalannya acara Standup Comedy.
  34. Mic Drop: Tindakan komika yang dramatis dengan menjatuhkan mikrofon setelah punchline akhir atau penampilan yang kuat.
  35. Monolog: Pidato atau cerita lucu yang diucapkan oleh seorang komika tanpa ada dialog atau interaksi dengan orang lain.
  36. Observational Comedy: Jenis Standup Comedy di mana komika mengambil tema dari pengamatan sehari-hari atau kejadian sekitar yang lucu.
  37. One-liner: Jenis lelucon singkat yang mengandung punchline yang tajam dan lucu dalam satu baris.
  38. Open for: Seorang komika yang berperan sebagai pembuka untuk komika utama (Headliner).
  39. Open Mic: Acara terbuka di mana para komika pemula dapat mencoba materi Standup Comedy mereka di depan audiens.
  40. Opener: Komika yang tampil pertama dalam acara Standup Comedy untuk “membuka” pertunjukan.
  41. Panel Show: Acara di mana sejumlah komika atau selebriti membentuk panel dan berkompetisi dalam lelucon dan permainan komedi.
  42. Punchline: Bagian akhir dari monolog yang berisi kalimat lucu atau twist yang mendadak untuk menghasilkan tawa dari audiens.
  43. Riffing: Improvisasi atau menciptakan lelucon spontan di atas panggung berdasarkan situasi atau reaksi audiens.
  44. Road Gig: Pertunjukan Standup Comedy di luar kota atau bahkan luar negeri yang biasanya mencakup beberapa acara dalam tur.
  45. Roast Battle: Acara kompetisi di mana komika saling mencela dan mencari kelemahan satu sama lain dalam lelucon.
  46. Roast: Acara di mana sejumlah komika merendahkan atau mencela seseorang atau kelompok orang secara humoris.
  47. Running Gag: Lelucon atau tema tertentu yang diulang-ulang dalam pertunjukan untuk menciptakan efek lucu yang berulang.
  48. Self-deprecating Humor: Jenis humor di mana komika membuat lelucon tentang diri sendiri atau kelemahan-kelemahan pribadinya.
  49. Set List: Daftar urutan lelucon atau materi yang akan dijalankan oleh seorang komika selama pertunjukan.
  50. Set-up/Punchline Ratio: Rasio antara bagian materi yang merupakan setup dan bagian punchline dalam pertunjukan.
  51. Set-up/Punchline: Pola dasar dalam lelucon, di mana set-up (pengantar) mempersiapkan audiens dan punchline (pukulan akhir) mengandung twist lucu.
  52. Set: Serangkaian materi atau monolog yang disiapkan oleh komika untuk pertunjukan Standup Comedy.
  53. Setup: Bagian awal dari monolog yang menyiapkan audiens untuk mendapatkan punchline.
  54. Special: Acara khusus atau pertunjukan komedi tunggal dari seorang komika yang diproduksi dan dirilis secara resmi.
  55. Special: Istilah untuk pertunjukan komedi tunggal dari seorang komika yang direkam dan dirilis dalam bentuk film atau acara khusus.
  56. Standup Comedy: Genre komedi di mana seorang komika tampil di atas panggung untuk menyampaikan monolog lucu kepada audiens tanpa properti atau sketsa.
  57. Standup Special: Acara komedi tunggal dari seorang komika yang difilmkan dan dirilis sebagai program khusus.
  58. Tag: Lelucon tambahan atau ekstensi dari punchline untuk menciptakan efek lucu yang lebih lanjut.
  59. Timing: Keterampilan komika dalam mengatur ritme dan jeda yang tepat untuk mencapai efek lucu yang maksimal.
  60. Two-Drink Minimum: Kebijakan beberapa tempat pertunjukan yang mengharuskan setiap penonton membeli setidaknya dua minuman selama acara.
  61. Warm-up Act: Komika atau hiburan lain yang menghangatkan audiens sebelum penampilan utama.
  62. Writer’s Room: Tempat di mana komika berkumpul untuk berdiskusi dan mengembangkan materi komedi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *