Daftar Istilah Saat Lebaran Tiba

  1. Arak-arakan Lebaran: Kegiatan berjalan-jalan atau berkeliling lingkungan dengan keluarga atau teman-teman untuk menyambut dan merayakan Lebaran.
  2. Baju Koko dan Baju Kurung: Pakaian tradisional yang umumnya dikenakan oleh laki-laki dan perempuan saat merayakan Lebaran.
  3. Baju Lebaran: Pakaian baru yang sering dikenakan oleh masyarakat saat merayakan Lebaran sebagai simbol kesegaran dan kebersihan.
  4. Balik Kampung: Kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga besar.
  5. Bedug: Alat musik tradisional yang digunakan untuk memberi tanda masuk waktu salat Idul Fitri dan menandai dimulainya perayaan Lebaran.
  6. Berkah Lebaran: Doa dan harapan agar rezeki dan berkah mengalir dalam perayaan Lebaran dan setelahnya.
  7. Berkah Lebaran: Doa dan harapan atas berkah serta keberkahan dalam perayaan Lebaran.
  8. Buka Puasa Bersama: Tradisi berkumpul dan berbuka puasa bersama keluarga, teman, atau tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan berbagi kebahagiaan.
  9. Denda Zakat Fitrah: Jumlah zakat yang wajib dibayarkan oleh setiap Muslim sebelum merayakan Lebaran, sebagai bentuk kepedulian sosial.
  10. Halal Bihalal: Tradisi silaturahmi dan bermaaf-maafan setelah Lebaran, umumnya dilakukan dalam acara kumpul-kumpul keluarga atau komunitas.
  11. Hidangan Kue Basah: Kue-kue tradisional berbahan dasar tepung atau ketan yang menjadi hidangan khas saat Lebaran.
  12. Hidangan Lebaran: Hidangan spesial dan lezat yang disajikan saat Lebaran, seperti rendang, opor, ketupat, sambal goreng, dan lainnya.
  13. Hidangan Nasi Kebuli: Hidangan nasi yang kaya rempah dan dihidangkan dengan daging kambing atau domba, menjadi salah satu hidangan favorit di beberapa daerah saat Lebaran.
  14. Idul Fitri: Nama lain untuk Hari Raya Lebaran, merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
  15. Kartu Lebaran: Kartu ucapan dengan gambar dan tulisan selamat Lebaran yang biasanya dikirimkan kepada kerabat atau teman sebagai tanda perhatian dan kasih sayang.
  16. Ketupat Lebaran: Ketupat yang dikenakan hiasan berwarna, digunakan sebagai simbol perayaan Lebaran.
  17. Ketupat: Makanan khas Lebaran berupa nasi yang dikemas dalam janur kelapa dan dimasak dengan cara direbus.
  18. Khotbah Idul Fitri: Ucapan khutbah oleh imam di masjid pada pagi hari Lebaran setelah salat Idul Fitri.
  19. Kue Lebaran: Beragam kue khas yang biasanya dihidangkan sebagai tanda keramah-tamahan pada hari Lebaran, seperti nastar, kastengel, putri salju, dan kaastengels.
  20. Kue Lebaran: Beragam kue khas yang biasanya dihidangkan sebagai tanda keramah-tamahan pada hari Lebaran.
  21. Kue Raya: Kue-kue yang khas disajikan saat Lebaran, sering kali menjadi hidangan spesial bagi para tamu.
  22. Kultum Lebaran: Khutbah atau ceramah agama yang disampaikan oleh imam di masjid atau mushalla menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri.
  23. Larangan Mudik: Kebijakan atau himbauan pemerintah untuk tidak melakukan perjalanan mudik saat Lebaran guna menghindari kerumunan dan penyebaran penyakit (seperti pandemi) demi keselamatan bersama.
  24. Lebaran Keluarga: Perayaan Lebaran yang diisi dengan kebersamaan dan keakraban keluarga, seringkali diadakan di rumah orang tua atau kakek-nenek.
  25. Lebaran: Hari raya umat Islam yang dirayakan setelah bulan Ramadan sebagai tanda berakhirnya puasa.
  26. Maaf Zahir Batin: Permohonan maaf dari hati yang tulus atas segala kesalahan dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak, kepada semua orang.
  27. Maaf-maafan: Tradisi meminta maaf dan memaafkan antara sesama untuk membersihkan hati dan mempererat tali silaturahmi.
  28. Minal Aidin Wal Faizin: Ungkapan yang berarti “Semoga engkau termasuk orang-orang yang kembali (dari bulan Ramadan) dalam keadaan beruntung dan sukses.” Digunakan sebagai ucapan selamat pada hari Lebaran.
  29. Mudik: Perjalanan kembali ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga besar saat Lebaran.
  30. Niat Puasa: Niat yang diucapkan dalam hati sebelum menjalankan puasa Ramadan, sebagai penyataan kesungguhan untuk berpuasa sepanjang bulan Ramadan.
  31. Opor Ayam: Masakan daging ayam yang dimasak dengan bumbu khusus, menjadi hidangan utama dalam menu Lebaran.
  32. Pawai Takbir: Parade atau pawai yang dilakukan oleh komunitas masyarakat dalam mengumandangkan takbir menyambut Hari Raya Lebaran.
  33. Perayaan Anak Yatim: Tradisi memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim atau kurang beruntung dengan memberikan kado, baju baru, atau santunan pada Lebaran.
  34. Pergantian Pakaian: Tradisi mengenakan pakaian yang berbeda setelah salat Idul Fitri sebagai simbol kesucian dan kesegaran diri setelah berpuasa.
  35. Pohon Ketupat: Hiasan pohon atau dekorasi berbentuk ketupat yang umumnya dipajang di dalam rumah sebagai simbol kegembiraan menyambut Lebaran.
  36. Ramah Tamah: Sikap sambut-menyambut dengan ramah dan hangat dalam rangka merayakan Lebaran dan bertemu sanak saudara serta tetangga.
  37. Ruwahan: Tradisi membersihkan dan merenovasi makam keluarga menjelang Lebaran.
  38. Salam Lebaran Virtual: Ucapan selamat merayakan Lebaran yang disampaikan melalui pesan teks, panggilan telepon, atau video call untuk menjaga jarak fisik, terutama di tengah situasi pandemi.
  39. Salam Lebaran: Ucapan selamat merayakan Hari Raya Lebaran yang umumnya disampaikan dengan kata “Selamat Idul Fitri” atau “Mohon maaf lahir dan batin.”
  40. Salam Maaf: Ucapan permohonan maaf yang disampaikan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja saat merayakan Lebaran.
  41. Salam Takbir: Ucapan “Takbir! Takbir! Takbir! Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa lillaahil hamd” yang sering dikumandangkan oleh umat Islam pada hari raya Lebaran.
  42. Salat Idul Fitri: Shalat khusus yang dilakukan pada pagi hari Lebaran sebagai bagian dari tradisi perayaan.
  43. Salat Sunnah Idul Fitri: Shalat sunnah yang dilakukan sebelum atau setelah salat Idul Fitri sebagai ibadah tambahan.
  44. Sampul Lebaran: Amplop berisi uang yang biasanya diberikan sebagai hadiah atau sumbangan pada hari Lebaran.
  45. Selamatan: Tradisi makan bersama keluarga besar untuk mensyukuri berkah dan rahmat yang diterima sepanjang bulan Ramadan dan menyambut datangnya Lebaran.
  46. Sembahyang di makam: Kegiatan ziarah ke makam keluarga untuk mendoakan dan mengenang orang-orang yang telah meninggal.
  47. Shalat Ied Keliling: Tradisi salat Idul Fitri yang dilakukan di lapangan atau tempat terbuka dengan partisipasi banyak orang dari berbagai komunitas.
  48. Shalat Sunnah Ied: Shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan sebelum dan setelah shalat Idul Fitri.
  49. Silaturahmi: Tradisi saling berkunjung dan bersilaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman selama Hari Raya Lebaran.
  50. Sumbangan Lebaran: Berbagi rezeki dengan memberikan sumbangan atau santunan kepada orang-orang yang membutuhkan.
  51. Sumbangan Zakat: Sumbangan zakat yang diberikan pada bulan Ramadan untuk membantu mereka yang kurang beruntung dalam menyambut Lebaran.
  52. Sunnah Muakkad: Sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam, termasuk di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadan.
  53. Suvenir Lebaran: Pemberian oleh tuan rumah kepada tamu yang datang berkunjung sebagai bentuk tanda terima kasih atas kedatangannya.
  54. Ta’jil: Makanan atau minuman manis yang disantap untuk berbuka puasa selama bulan Ramadan.
  55. Tabungan Lebaran: Tabungan khusus yang disisihkan sejak jauh-jauh hari untuk digunakan dalam merayakan Lebaran dan memenuhi kebutuhan selama liburan.
  56. Tadarus Al-Quran: Tradisi membaca dan mengkhatamkan Al-Quran dalam bulan Ramadan sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
  57. Takbir: Pernyataan pujian dan pengagungan kepada Allah yang sering dikumandangkan pada malam takbiran menjelang Lebaran.
  58. Takbiran Massal: Kegiatan mengumandangkan takbir secara bersama-sama di masjid atau lapangan pada malam menjelang Lebaran.
  59. Zakat Fitrah: Zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadan, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kaum yang membutuhkan.
  60. Ziarah Kubur: Kegiatan berkunjung dan mendoakan para leluhur atau orang-orang yang telah meninggal di makam pada hari Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *