Daftar Istilah Produk Karpet

  • Abrasion Resistance (Tahan Gesekan): Kemampuan karpet untuk tahan terhadap gesekan dan tekanan yang dapat menyebabkan keausan.
  • Batik: Proses pewarnaan serat karpet dengan menutupi sebagian serat sebelum dicelup, menghasilkan pola yang unik.
  • Berber Carpet: Jenis karpet dengan tumpukan loop yang lebih panjang dan biasanya memiliki pola geometris.
  • Berbulu: Tumpukan panjang yang memberikan tampilan lembut dan mewah, terbagi menjadi berbagai tingkatan seperti tinggi, sedang, dan rendah.
  • Berlapis: Karpet yang terdiri dari beberapa lapisan, biasanya memiliki lapisan penguat di bawah tumpukan.
  • Carpet (Karpet): Surface made of textile used to cover the floor, typically made from natural or synthetic fibers.
  • Carpet Base (Dasar Karpet): The bottom part of the carpet, usually made of fabric or other strong material.
  • Cut Pile (Berbulu): Long pile that gives a soft and luxurious look, divided into various types like high, medium, and low pile.
  • Dasar Karpet: Bagian bawah karpet yang biasanya terbuat dari kain atau bahan kuat lainnya.
  • Dyeing (Pewarnaan): Proses pewarnaan serat karpet menggunakan zat pewarna khusus.
  • Edge (Tepi): The border of a carpet that can be bound or finished to prevent fraying.
  • Fade Resistance (Tahan Pudar): Kemampuan karpet untuk tidak memudar atau kehilangan warna akibat paparan sinar matahari atau pemakaian.
  • Fiber (Serat): Basic material that forms the carpet, can be natural like wool, cotton, or synthetic like polyester, nylon.
  • Flat Carpet (Karpet Datar): Karpet tanpa tumpukan yang umumnya digunakan sebagai alas atau dekorasi dinding.
  • Fringe (Rumbai): Ujung serat yang lebih panjang pada salah satu atau kedua sisi karpet, biasanya diikat untuk mencegah penguraian.
  • Griya: Karpet yang lebih kecil, biasanya digunakan untuk tujuan dekoratif di dalam ruangan.
  • Hand-knotted: Karpet yang seratnya diikat dengan tangan secara individual pada benang-benang warp, menciptakan kualitas tumpukan yang kuat.
  • Hand-tufted (Ditenun Tangan): Karpet yang seratnya ditempatkan dengan menusukkan jarum melalui dasar karpet dan kemudian diperkuat dengan lem.
  • Hand-Woven (Ditenun Tangan): Karpet yang dibuat dengan merajut benang-benang secara manual tanpa menggunakan mesin.
  • Jalinan: Cara serat-serat dikaitkan atau diikatkan ke dasar karpet, seperti jalinan tangan atau mesin.
  • Jute: Serat alami yang digunakan dalam pembuatan karpet dan produk tekstil lainnya.
  • Karpet Berbulu Tebal: Karpet dengan tumpukan panjang dan tebal yang memberikan perasaan lembut dan hangat di bawah kaki.
  • Karpet Datar: Karpet tanpa tumpukan yang umumnya digunakan sebagai alas atau dekorasi dinding.
  • Karpet: Permukaan berbahan tekstil yang digunakan untuk penutup lantai, umumnya terbuat dari serat alami atau sintetis.
  • Kilim: Karpet tipis dan datar yang sering kali memiliki motif geometris dan tradisional.
  • Kilim: Thin, flat carpet often featuring geometric and traditional patterns.
  • Knot (Nodus): Titik di mana benang-benang tumpukan diikat pada dasar karpet, mempengaruhi kepadatan dan kekuatan tumpukan.
  • Layered (Berlapis): Karpet yang terdiri dari beberapa lapisan, biasanya memiliki lapisan penguat di bawah tumpukan.
  • Loop: Tumpukan pendek yang membentuk lingkaran, memberikan tampilan rapi dan tahan lama.
  • Maintenance (Pemeliharaan): Tindakan untuk menjaga kebersihan dan kondisi karpet agar tetap awet dan terlihat bagus.
  • Motif: Desain atau pola yang tercetak atau dijahit ke dalam karpet, bisa berupa geometris, floral, abstrak, dll.
  • Natural Fiber (Serat Alami): Serat yang berasal dari sumber alam seperti wol, kapas, atau rami.
  • Nodus: Titik di mana benang-benang tumpukan diikat pada dasar karpet, mempengaruhi kepadatan dan kekuatan tumpukan.
  • Odor (Bau): Aroma yang tercium pada karpet, bisa disebabkan oleh kotoran, cairan, atau hal lain.
  • Patch (Perbaikan): Proses memperbaiki bagian yang rusak atau tergores pada karpet dengan mengganti atau memperbaiki serat-serat.
  • Pattern (Motif): Design or motif printed or woven into the carpet, could be geometric, floral, abstract, etc.
  • Pelindung Karpet: Penutup pelindung yang ditempatkan di atas karpet untuk mencegah kotoran dan kerusakan.
  • Penjarian: Kerusakan pada tepi karpet yang dapat diatasi dengan penjahitan atau perekatan khusus.
  • Pile Height (Tinggi Tumpukan): Tinggi tumpukan dari permukaan dasar karpet ke ujung serat, mempengaruhi tekstur dan tampilan karpet.
  • Pile: Fibers that stand up from the carpet surface, can be short (loop) or long (cut pile).
  • Pilling: Terbentuknya gumpalan-gumpalan serat pada permukaan karpet akibat gesekan dan pemakaian.
  • Resiliency (Daya Pulih): Kemampuan serat untuk kembali ke bentuk semula setelah ditekan atau dipijak.
  • Rug (Griya): A smaller carpet, often used for decorative purposes within a room.
  • Serat: Materi dasar yang membentuk karpet, bisa alami seperti wol, kapas, atau sintetis seperti poliester, nylon.
  • Stain (Noda): Tanda atau warna yang tidak diinginkan yang menempel pada karpet, biasanya berasal dari cairan atau bahan tertentu.
  • Stain Resistance (Tahan Noda): Kemampuan karpet untuk menghindari atau mengurangi penyerapan noda dari bahan cair.
  • Steam Cleaning (Pembersihan Uap): Metode pembersihan karpet menggunakan uap panas untuk menghilangkan kotoran dan bakteri.
  • Sub-karpet: Lapisan yang ditempatkan di bawah karpet untuk meningkatkan kenyamanan dan stabilitas.
  • Synthetic Fiber (Serat Sintetis): Serat yang terbuat dari bahan buatan manusia seperti poliester, nylon, atau akrilik.
  • Tekstur: Sensasi sentuhan dari tumpukan karpet, bisa berkisar dari kasar hingga lembut.
  • Tepi: Bagian pinggiran karpet yang bisa diikat atau dihaluskan untuk mencegah penjarian serat.
  • Texture (Tekstur): The tactile sensation of the carpet pile, ranging from rough to soft.
  • Thick Pile Carpet (Karpet Berbulu Tebal): Karpet dengan tumpukan panjang dan tebal yang memberikan perasaan lembut dan hangat di bawah kaki.
  • Tumpukan: Serat-serat yang menjulang dari permukaan karpet, bisa berupa pendek (berloop) atau panjang (berbulu).
  • Underlay (Penghalus Bawah): Bahan yang ditempatkan di bawah karpet untuk memberikan isolasi termal dan mengurangi keausan.
  • Vacuuming (Penyedotan Debu): Proses membersihkan karpet dengan menggunakan alat penyedot debu untuk menghilangkan kotoran dan debu.
  • Warp (Benang Sutera Lusi): Benang-benang vertikal pada dasar karpet yang membentuk kerangka dasar.
  • Water Repellent (Tahan Air): Sifat karpet yang mampu menghalangi air meresap ke dalam serat-seratnya.
  • Weave (Jalinan): The way fibers are woven or knotted into the carpet’s base, like hand-woven or machine-woven.
  • Weft (Benang Sutera Pakan): Benang-benang horizontal yang ditenun melalui benang-benang warp untuk membentuk jalinan karpet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *