Daftar Istilah Produk Kaca

  • Annealing: Proses perlakuan panas untuk menghilangkan tegangan dalam kaca dan mencegah retakan.
  • Anti-Glare Glass: Kaca yang diolah atau dilapisi untuk mengurangi silau atau kilau yang disebabkan oleh cahaya terang.
  • Brittleness: Sifat rapuh pada kaca yang membuatnya mudah pecah atau retak jika terkena tekanan atau benturan.
  • Bullet Trap: Struktur yang menggunakan beberapa lapisan kaca untuk memperlambat proyektil dan mengurangi energi kinetiknya.
  • Bullet-Resistant Glass: Kaca yang dirancang untuk mengurangi dampak dan penembusan proyektil, tetapi mungkin tidak sepenuhnya tahan terhadap tembakan peluru.
  • Bulletproof Glass: Kaca yang dirancang untuk menahan benturan proyektil atau serangan fisik.
  • Caming: Pita atau strip logam dekoratif yang menghubungkan potongan-potongan kaca dalam jendela kaca patri.
  • Ceramic Frit: Serbuk kaca yang dibakar dan dilelehkan untuk menciptakan lapisan dekoratif pada permukaan kaca.
  • Coefficient of Thermal Expansion: Angka yang mengukur seberapa banyak kaca mengembang saat dipanaskan dan menciut saat didinginkan.
  • Cullet Recycling: Proses daur ulang pecahan-pecahan kaca bekas untuk digunakan dalam produksi kaca baru.
  • Cullet Recycling: Proses mendaur ulang serpihan-serpihan kaca bekas untuk digunakan dalam produksi kaca baru.
  • Cullet: Serpihan-serpihan kaca yang dihasilkan dari daur ulang kaca bekas.
  • Curved Glass: Kaca yang dibentuk dengan proses pemanasan dan membentuknya menjadi bentuk melengkung.
  • Deflection: Pemuaian atau perpindahan kaca akibat perubahan suhu atau tekanan.
  • Double-Pane Glass: Kaca dengan dua lapisan terpisah yang menciptakan ruang hampa udara di antara untuk isolasi termal dan akustik.
  • Etched Glass: Kaca yang permukaannya dihiasi dengan pola atau gambar melalui proses etsa kimia atau mekanis.
  • Fire Resistance: Kemampuan kaca untuk tahan terhadap paparan panas dan api tanpa pecah atau meleleh.
  • Fire-Rated Glass: Kaca yang mampu menahan api dan panas selama periode waktu tertentu sesuai dengan standar keamanan.
  • Float Bath: Wadah berisi timah cair di mana lembaran kaca terbentuk selama proses pembuatan kaca float.
  • Float Glass Line: Garis produksi di mana kaca float diproduksi dengan mencetak bahan cair pada permukaan timah cair.
  • Float Glass Manufacturing: Proses produksi kaca float dengan melelehkan bahan cair di atas timah cair untuk membentuk lembaran kaca datar.
  • Float Line: Garis produksi di mana kaca float diproduksi dengan melelehkan bahan baku pada permukaan cairan logam.
  • Frit: Butiran kaca yang dicampur dengan bahan kimia dan kemudian dipanaskan untuk membuat lapisan atau permukaan kaca khusus.
  • Frosted Glass: Kaca yang permukaannya dibuat buram atau tidak tembus pandang dengan mengikis atau menerapkan bahan kimia.
  • Fused Glass: Kaca yang dibentuk melalui peleburan dan penggabungan berbagai potongan kaca dengan warna atau tekstur yang berbeda.
  • Glass Brick: Batu bata kaca transparan yang digunakan dalam konstruksi untuk memberikan pencahayaan alami dan privasi.
  • Glazing Bead: Profil kecil yang menahan dan mengunci kaca pada bingkai jendela atau pintu.
  • Glazing: Proses pemasangan kaca pada jendela atau permukaan lain untuk tujuan estetika atau fungsional.
  • Holographic Glass: Kaca yang diolah sedemikian rupa sehingga menciptakan efek holografik atau perubahan cahaya yang unik.
  • Jalousie Window: Jendela yang terdiri dari lama-lama horizontal atau vertikal yang dapat diatur untuk membuka atau menutup celah-celah udara.
  • Kaca Akrilik: Bahan yang mirip dengan kaca, tetapi terbuat dari polimer akrilik, sering digunakan dalam penggantian kaca karena lebih ringan dan tahan benturan.
  • Kaca Antirefleksi: Kaca yang dilapisi dengan lapisan yang mengurangi pantulan cahaya, umumnya digunakan dalam bingkai gambar dan display.
  • Kaca Cermin: Kaca yang permukaannya diberi lapisan reflektif sehingga memantulkan gambar seperti dalam cermin.
  • Kaca Dupleks: Kaca yang terdiri dari dua lapisan kaca terpisah oleh ruang udara atau gas argon untuk meningkatkan isolasi termal dan suara.
  • Kaca Float: Jenis kaca yang dibuat dengan proses pelumeran dan pengapuran di atas tinplate cair, menghasilkan permukaan yang datar dan merata.
  • Kaca Frosted: Kaca yang permukaannya diubah menjadi buram atau tidak tembus pandang dengan metode pengikisan atau aplikasi bahan kimia.
  • Kaca Kriptone: Kaca yang diisi dengan gas kripton untuk meningkatkan isolasi termal dalam kaca jendela.
  • Kaca Kristal: Kaca berkualitas tinggi dengan kejernihan yang sangat baik, sering digunakan dalam peralatan mewah seperti piala atau barang hiasan.
  • Kaca Laminasi: Kaca yang terdiri dari dua atau lebih lapisan yang ditempelkan dengan lapisan bahan pelapis, biasanya plastik, untuk meningkatkan kekuatan dan keselamatan.
  • Kaca Optik: Kaca dengan kualitas optik yang tinggi, digunakan dalam lensa kamera, mikroskop, dan peralatan optik lainnya.
  • Kaca Pengeboran: Kaca dengan lubang atau lubang potong untuk instalasi pegangan pintu atau aksesori lainnya.
  • Kaca Rebus: Kaca yang dipanaskan hingga titik lelehnya dan kemudian dibentuk sesuai kebutuhan.
  • Kaca Sablon: Kaca yang permukaannya diberi pola atau gambar dengan mencetak tinta khusus.
  • Kaca Tempered: Kaca yang dipanaskan secara cepat dan kemudian didinginkan dengan cepat pula untuk meningkatkan kekuatan dan tahan benturan.
  • Kaca Tinted: Kaca yang telah diberi lapisan warna atau film untuk mengurangi sinar matahari yang masuk dan mengatur suhu dalam ruangan.
  • Kiln-Formed Glass: Kaca yang dibentuk melalui pemanasan dalam kiln untuk menciptakan bentuk atau tekstur khusus.
  • Kiln: Oven khusus yang digunakan untuk memanaskan kaca dalam berbagai proses pembuatan dan pengerjaan.
  • Lead Came: Strip logam (biasanya timbal) yang digunakan untuk menggabungkan potongan-potongan kaca dalam kaca patri.
  • Low-E Coating: Lapisan kaca yang dirancang untuk mengurangi panas masuk dan keluar serta meningkatkan efisiensi energi.
  • Mullion: Struktur vertikal atau penyangga diantara panel-panel kaca dalam bangunan, sering digunakan dalam desain jendela.
  • Opacity: Kondisi di mana kaca tidak tembus pandang dan tidak membiarkan cahaya melewati sepenuhnya.
  • Patterned Glass: Kaca dengan pola atau tekstur yang berbeda untuk tujuan dekoratif dan privasi.
  • Polycarbonate: Bahan plastik yang sering digunakan sebagai pengganti kaca karena kekuatan dan tahan benturannya.
  • Privacy Glass: Kaca yang dapat diubah dari transparan menjadi buram untuk menjaga privasi.
  • Reflective Glass: Kaca dengan lapisan reflektif yang memberikan efek cermin dan mengurangi panas masuk.
  • Resilience: Kemampuan kaca untuk kembali ke bentuk asalnya setelah diberi tekanan atau gaya deformasi.
  • Sash Window: Jendela dengan satu atau lebih panel yang dapat dibuka dan ditutup secara terpisah.
  • Sealing: Proses menyatukan dua atau lebih lembar kaca untuk membentuk unit yang lebih besar, biasanya dengan bantuan perekat.
  • Self-Cleaning Glass: Kaca yang dirancang untuk membersihkan diri dari kotoran dan debu dengan bantuan hujan dan cahaya matahari.
  • Smart Glass: Kaca yang dapat mengubah transparansi, warna, atau reflektansi secara elektronik, biasanya digunakan dalam aplikasi arsitektur modern.
  • Solar Control Glass: Kaca yang dirancang khusus untuk mengurangi panas masuk dari sinar matahari.
  • Solar Reflectance: Kemampuan kaca untuk memantulkan sebagian besar radiasi matahari, membantu mengurangi panas yang masuk.
  • Sound Insulation: Kemampuan kaca untuk mengurangi penyebaran suara dari luar ke dalam ruangan atau sebaliknya.
  • Spacer Bar: Batang atau strip yang memisahkan dua lembar kaca dalam jendela ganda untuk menciptakan ruang hampa udara.
  • Spacer: Bahan yang memisahkan dan menjaga jarak antara dua lembar kaca dalam jendela ganda.
  • Sputter Coating: Proses pengendapan lapisan tipis logam atau bahan lain pada permukaan kaca untuk tujuan fungsional atau dekoratif.
  • Stained Glass: Kaca yang diwarnai dengan pigmen atau pewarna untuk menciptakan gambar atau pola artistik.
  • Stress Fracture: Retakan pada kaca akibat tegangan atau tekanan yang berlebihan.
  • Toughened Glass: Kaca yang diperkuat dengan proses perlakuan panas yang membuatnya lebih kuat dan tahan terhadap benturan.
  • Transparency: Sifat kaca yang memungkinkan cahaya untuk melewati dan membuat objek di belakangnya terlihat.
  • Triple-Pane Glass: Kaca dengan tiga lapisan terpisah untuk isolasi termal dan akustik yang lebih baik.
  • U-Value: Ukuran jumlah panas yang lewat melalui kaca, digunakan untuk mengukur isolasi termal.
  • UV Protection: Perlindungan kaca terhadap sinar ultraviolet (UV) yang dapat merusak warna dan bahan di bawahnya.
  • Viscosity: Ukuran ketebalan dan kekentalan kaca dalam bentuk cair, mempengaruhi proses pembentukan dan manufaktur.
  • Window Film: Lapisan tipis yang ditempelkan pada permukaan kaca untuk mengatur cahaya, suhu, atau privasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *