Daftar Istilah Pelukis

  • Abstract: Abstrak: Gaya seni yang tidak menggambarkan objek secara nyata, melainkan lebih fokus pada bentuk dan warna.
  • Abstrak: Gaya seni yang tidak menggambarkan objek atau subjek yang nyata, tetapi lebih fokus pada bentuk, warna, dan ekspresi.
  • Abstraksi Geometris: Gaya seni abstrak yang menggunakan bentuk geometris seperti garis, lingkaran, dan persegi.
  • Akrilik: Jenis cat cepat kering yang terbuat dari pigmen tercampur dalam polimer akrilik.
  • Alla Prima: Alla Prima: Melukis dengan menyelesaikan karya dalam satu sesi, biasanya tanpa lapisan tipis terlebih dahulu.
  • Artwork: Karya seni visual yang diciptakan oleh seniman menggunakan berbagai media.
  • Batik: Teknik seni yang melibatkan pewarnaan kain dengan menerapkan lilin pada area tertentu sebelum dicelupkan dalam pewarna.
  • Brushstroke: Goresan kuas yang terlihat dalam lukisan, seringkali mengungkapkan gaya dan ekspresi seniman.
  • Canvas: Kanvas: Permukaan yang digunakan untuk melukis, biasanya terbuat dari kain atau serat tekstil.
  • Chiaroscuro: Kiaroskuro: Teknik penggunaan kontras antara cahaya terang dan bayangan gelap dalam sebuah lukisan.
  • Composition: Komposisi: Tata letak elemen-elemen visual dalam lukisan untuk menciptakan harmoni visual.
  • Contrast: Kontras: Perbedaan tajam antara elemen-elemen seperti warna atau nilai dalam lukisan.
  • Cross-Hatching: Garis Silang: Teknik penggambaran dengan menggunakan garis-garis silang untuk menciptakan bayangan dan tekstur.
  • Easel: Alas Lukis: Konstruksi yang digunakan untuk mendukung kanvas saat melukis.
  • Eksplorasi Medium: Eksperimen seniman dengan berbagai alat dan media untuk mencapai efek visual yang berbeda.
  • Eksplorasi Warna: Proses mencari dan mencampur kombinasi warna yang menarik dan harmonis dalam sebuah karya.
  • Ekspresionisme: Pendekatan seni yang menekankan ekspresi emosi dan perasaan seniman melalui goresan yang kuat dan ekspresif.
  • En plein air: Melukis di luar ruangan dengan tujuan menangkap cahaya dan suasana alam secara langsung.
  • Ephemeral Art: Seni Efemeral: Karya seni sementara yang diciptakan dengan bahan-bahan yang dapat hilang atau terurai.
  • Expressionism: Ekspresionisme: Pendekatan seni yang menekankan ekspresi emosi dan perasaan subjek.
  • Focal Point: Titik Fokus: Area dalam lukisan yang menarik perhatian utama pemirsa.
  • Foreshortening: Perspektif Pemendekan: Menggambarkan objek atau tubuh dalam sudut pandang yang menghasilkan penyingkiran yang salah.
  • Giclée Print: Cetak Giclée: Cetak reproduksi berkualitas tinggi dari lukisan asli dengan menggunakan printer tinta khusus.
  • Glazing: Pelapisan Tipis: Teknik menerapkan lapisan tipis cat transparan di atas warna yang sudah ada.
  • Goresan: Tanda atau jejak yang dibuat oleh alat, seperti kuas atau pisau palet, pada permukaan kanvas.
  • Gouache: Guase: Jenis cat air yang lebih pekat dan bisa menutupi dengan baik.
  • Gradient: Gradien: Transisi perlahan antara dua warna atau nilai yang berbeda.
  • Grisaille: Grisaille: Lukisan monokrom dengan skala abu-abu yang digunakan sebagai dasar untuk lapisan warna.
  • Hue: Nuansa: Variasi warna dalam spektrum warna.
  • Impasto: Impasto: Teknik menerapkan cat dalam lapisan tebal untuk memberikan dimensi visual.
  • Impresionisme: Gaya seni yang menangkap cahaya, warna, dan suasana dalam pengamatan singkat, seringkali dengan goresan yang terlihat spontan.
  • Impressionism: Impresionisme: Gaya seni yang menangkap kesan cahaya dan suasana melalui goresan cepat.
  • Kanvas: Permukaan yang digunakan sebagai media untuk melukis, biasanya terbuat dari serat tekstil yang dilapisi dengan cat.
  • Karya Asli: Lukisan yang dibuat langsung oleh seniman sebagai lawan dari reproduksi atau tiruan.
  • Kiasan: Penggunaan simbol atau gambaran yang melambangkan makna lebih dalam dalam lukisan.
  • Kilau: Efek cahaya yang terlihat pada permukaan lukisan yang memberikan dimensi dan kehidupan.
  • Komposisi Dinamis: Tata letak elemen-elemen dalam lukisan yang menciptakan gerakan visual dan energi.
  • Komposisi: Tata letak elemen-elemen visual dalam lukisan untuk menciptakan kesan estetika dan harmoni.
  • Kontras: Perbedaan antara elemen-elemen seperti warna, nilai, atau tekstur yang menonjol dalam lukisan.
  • Kontur: Garis luar atau batas suatu objek dalam lukisan.
  • Lukisan: Karya seni visual yang diciptakan dengan menggunakan cat, tinta, atau media lainnya pada permukaan datar, seperti kanvas atau kertas.
  • Mixed Media: Media Campuran: Menggunakan beberapa jenis media atau bahan dalam satu karya seni.
  • Mixed Media: Media Campuran: Penggunaan berbagai jenis media dalam satu karya seni.
  • Monochrome: Monokrom: Karya seni yang menggunakan satu warna atau variasi dari satu warna.
  • Monokrom: Skema warna yang terdiri dari satu warna dasar atau variasi dari satu warna.
  • Naturalism: Naturalisme: Pendekatan seni yang menampilkan subjek dengan akurat dan mendetail seperti dalam dunia nyata.
  • Naturalisme: Pendekatan seni yang menampilkan objek atau subjek dengan sangat detail dan akurat, mirip dengan fotografi.
  • Negative Space: Ruang Negatif: Area kosong di sekitar objek utama dalam lukisan.
  • Nuansa: Variasi subtil dalam warna, nilai, atau tekstur yang memberikan kedalaman dan dimensi pada lukisan.
  • Palet Warna: Kumpulan warna yang digunakan oleh seorang seniman dalam karya-karya mereka.
  • Palet: Permukaan datar tempat seniman mencampur dan mengatur cat sebelum mengaplikasikannya pada kanvas.
  • Palette Cleanser: Penyegar Palet: Karya seni kecil atau latihan yang dilakukan untuk mengubah fokus sebelum melanjutkan ke karya yang lebih besar.
  • Palette Knife: Pisau Palet: Alat yang digunakan untuk mengaplikasikan dan mengaduk cat pada permukaan.
  • Palette of Colors: Palet Warna: Kumpulan warna yang digunakan dalam suatu karya seni.
  • Palette: Pallet: Permukaan datar tempat seniman mencampur cat sebelum menggunakannya dalam lukisan.
  • Patina: Patina: Lapisan oksidasi atau perubahan warna yang terjadi pada permukaan benda seiring waktu.
  • Perspective Distortion: Distorsi Perspektif: Perubahan bentuk objek saat dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
  • Perspective: Perspektif: Teknik untuk menciptakan ilusi kedalaman pada permukaan datar.
  • Perspektif: Teknik yang digunakan untuk menciptakan ilusi kedalaman dan jarak pada permukaan datar lukisan.
  • Pigmen: Zat warna yang digunakan dalam pembuatan cat untuk memberikan warna pada lukisan.
  • Pigment: Pigmen: Zat warna yang digunakan dalam pembuatan cat untuk memberikan warna pada lukisan.
  • Pointillism: Pointilisme: Teknik lukisan yang menggunakan titik-titik kecil dari warna murni yang ditempatkan berdampingan.
  • Proporsi: Hubungan ukuran dan posisi antara berbagai elemen dalam sebuah karya seni.
  • Ragam Hias: Motif dekoratif atau gambar yang digunakan untuk memperindah karya seni.
  • Realism: Realisme: Pendekatan seni yang menggambarkan objek atau subjek dengan detail dan keterlibatan nyata.
  • Realisme: Pendekatan seni yang menggambarkan subjek dengan detail dan akurat seperti yang terlihat dalam dunia nyata.
  • Seni Abstrak Ekspresionis: Gaya seni yang menggabungkan elemen abstrak dan ekspresionisme dalam penciptaan karya yang emosional dan bebas.
  • Sentuhan Akhir: Detail terakhir yang ditambahkan pada lukisan untuk menyempurnakan karya.
  • Shade: Bayangan: Warna yang dihasilkan dengan mencampur warna dasar dengan hitam.
  • Sketch: Sketsa: Gambar kasar sebagai panduan awal sebelum melukis dengan detail lebih lanjut.
  • Sketsa: Gambar kasar atau dasar sebagai panduan sebelum membuat karya lukisan yang lebih lengkap dan detail.
  • Stilisasi: Vereinfachung von Motiven auf ihre grundlegenden Formen oder Eigenschaften dalam karya seni.
  • Still Life: Nature Morte: Lukisan yang menggambarkan objek-objek mati, seringkali dengan aransemen artistik.
  • Still Life: Potret Mati: Lukisan yang menggambarkan objek-objek tak bergerak, seperti bunga, buah, atau benda sehari-hari.
  • Stylization: Stilisasi: Vereinfachung von Motiven auf ihre grundlegenden Formen oder Eigenschaften dalam karya seni.
  • Surreal: Surealis: Menggabungkan elemen-elemen yang tidak biasa atau tidak terduga dalam sebuah karya.
  • Surrealism: Surealisme: Gaya seni yang menggabungkan elemen-elemen realitas dengan imajinasi yang misterius.
  • Surrealisme: Gaya seni yang menggabungkan elemen-elemen realitas dan imajinasi untuk menciptakan karya yang misterius dan tidak masuk akal.
  • Teknik Impasto: Teknik menerapkan cat dengan lapisan tebal untuk memberikan dimensi visual yang kuat.
  • Teknik Seni Graffiti: Seni membuat gambar atau tulisan pada permukaan publik dengan menggunakan semprotan cat atau marker.
  • Teknik: Metode atau cara khusus dalam melukis, seperti teknik kuas, palet, atau teknik tekstur.
  • Tekstur: Kualitas permukaan yang dapat dilihat atau dirasakan pada sebuah lukisan, bisa halus, kasar, atau berbagai variasi lainnya.
  • Texture: Tekstur: Kualitas permukaan yang bisa dilihat atau dirasakan dalam lukisan.
  • Tiga Dimensi: Lukisan atau gambar yang memiliki ilusi kedalaman dan volume.
  • Tint: Tona: Warna yang dihasilkan dengan mencampur warna dasar dengan putih.
  • Tona: Tingkat kecerahan atau kegelapan warna yang diukur dari putih ke hitam.
  • Trompe-l’œil: Trompe-l’œil: Efek ilusi dalam seni yang menciptakan ilusi tiga dimensi yang meyakinkan.
  • Vanishing Point: Titik Hilang: Titik di mana garis-garis perspektif tampak bertemu dalam jarak yang tak terbatas.
  • Visual Balance: Keseimbangan Visual: Penataan elemen-elemen dalam lukisan sehingga tidak ada bagian yang terlalu berat atau ringan.
  • Wash: Teknik melukis dengan cat transparan yang tipis untuk menciptakan lapisan warna yang lembut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *