Daftar Istilah Para Samurai!

  • Ashi-sabaki: Teknik pergerakan kaki dalam seni bela diri samurai untuk menghindari serangan lawan dan mempertahankan keseimbangan.
  • Ashigaru: Pasukan infanteri samurai yang berperan sebagai penjaga atau tentara bayaran.
  • Banzai: Teriakan perang yang berarti “Panjang Umur” atau “Penuh Kehidupan”, digunakan oleh tentara Jepang sebagai semangat perang.
  • Bokken: Pedang latihan samurai yang terbuat dari kayu, digunakan untuk melatih teknik bela diri tanpa risiko cedera.
  • Bushi: Istilah umum yang mengacu pada kelas samurai atau prajurit Feodal Jepang.
  • Bushido: Kode etika samurai yang menekankan kesetiaan, keberanian, kejujuran, dan kematangan moral.
  • Butsudan: Altar kecil yang digunakan oleh samurai untuk persembahan kepada leluhur atau sebagai tempat doa dan meditasi.
  • Chonmage: Gaya rambut samurai yang khas, di mana bagian tengah kepala dicukur dan rambut diikat menjadi simpul di atas kepala.
  • Daimyo: Penguasa tanah Feodal Jepang, kepala klan samurai yang memiliki kekuasaan politik dan militer.
  • Dojo: Tempat latihan seni bela diri samurai, terutama beladiri seperti kenjutsu dan iaido.
  • Dōtanuki: Jenis pedang samurai yang terkenal karena ketebalannya dan kemampuannya untuk memotong pelindung baju besi.
  • Fumikomi: Teknik langkah maju yang kuat dalam seni pedang samurai untuk meningkatkan kekuatan serangan.
  • Ginkgo Yoroi: Jenis baju besi samurai yang menggunakan pelat logam yang menyatu dengan desain seperti daun pohon ginkgo.
  • Gosei: Kode etika kesopanan bagi samurai, mengajarkan mereka untuk selalu berperilaku dengan sopan dan hormat kepada yang lebih tua atau berpangkat lebih tinggi.
  • Guntō: Pedang militer Jepang yang diproduksi selama era modern untuk tentara dan perwira angkatan bersenjata, berbeda dengan pedang samurai tradisional.
  • Hachimaki: Pita kepala yang dikenakan oleh samurai atau tentara untuk menyerap keringat atau sebagai simbol semangat dan keberanian.
  • Hagakure: Buku kode etika samurai yang ditulis oleh Yamamoto Tsunetomo.
  • Hara-kiri: Istilah lain untuk seppuku, yang merupakan ritual bunuh diri samurai dengan cara mengiris perut.
  • Iaido: Seni bela diri samurai yang menekankan pada teknik-teknik mengeluarkan pedang dari sarungnya dan melakukan serangan dengan gerakan yang cepat dan presisi.
  • Jinbaori: Mantel atau ponco yang dikenakan oleh samurai di atas baju besi sebagai perlindungan dari cuaca dan mendandani untuk pertempuran.
  • Jitte: Senjata samurai yang mirip dengan tongkat atau truncheon, digunakan untuk menahan atau menangkap pedang lawan.
  • Kaishaku: Asisten samurai yang bertugas untuk memberikan kematian cepat kepada seseorang yang sedang melakukan seppuku, sebagai bentuk belas kasihan.
  • Kakejiku: Gulungan kertas atau kain yang dipajang di dinding dojo atau tempat latihan samurai, berisi kaligrafi atau lukisan yang menggambarkan ajaran atau semangat samurai.
  • Kamikaze: “Angin Ilahi”; istilah ini sekarang lebih dikenal sebagai serangan bunuh diri oleh pilot Jepang pada Perang Dunia II.
  • Kanabo: Gada berat yang digunakan oleh samurai untuk melawan musuh yang dilindungi oleh baju besi, memungkinkan mereka untuk menghancurkan atau merusak perlindungan lawan.
  • Kanji: Karakter logogram bahasa Jepang yang sering digunakan untuk menulis nama samurai atau motto mereka.
  • Katana-kaji: Pandai besi atau pandai kerajinan yang mengkhususkan diri dalam pembuatan dan perbaikan pedang katana.
  • Katana: Pedang samurai dengan bilah tunggal, panjang, dan tajam yang digunakan untuk pemotongan dan pertempuran jarak dekat.
  • Kendo: Seni bela diri modern yang berasal dari praktik pelatihan samurai dalam menggunakan pedang bambu (shinai) dan baju pelindung (bogu).
  • Kogatana: Pisau kecil yang digunakan sebagai alat serba guna oleh samurai untuk berbagai keperluan sehari-hari.
  • Kozane: Jenis baju besi yang terbuat dari pelat-pelat logam kecil yang dihubungkan dengan tali atau kulit, memberikan fleksibilitas dan perlindungan.
  • Kubi bukuro: Tas kecil khusus yang digunakan oleh samurai untuk membawa kepala musuh yang telah mereka kalahkan dalam pertempuran.
  • Kuge: Aristokrat samurai yang mengabdi kepada kaisar atau keluarga kaisar di istana.
  • Menpo: Masker wajah dari baju besi samurai yang melindungi bagian depan wajah.
  • Naganata: Senjata samurai berupa tombak dengan bilah melengkung dan tajam di ujungnya, digunakan oleh samurai wanita dan oleh ashigaru.
  • Nodachi: Pedang samurai raksasa dengan bilah sangat panjang, digunakan sebagai senjata anti-kavaleri.
  • Nodowa: Pelindung leher samurai yang terbuat dari lapisan logam dan/atau kain tebal.
  • Noh: Bentuk teater klasik Jepang yang berkembang pada masa samurai, melibatkan tarian, musik, dan dialog.
  • Nukiuchi: Teknik samurai untuk menarik dan menyambar pedang dari sarungnya untuk melakukan serangan cepat secara mendadak.
  • O-yoroi: Jenis baju besi samurai yang lebih besar dan lebih berat daripada yoroi standar, sering digunakan dalam pertempuran perang besar atau melawan kavaleri.
  • Obi: Sabuk lebar yang digunakan oleh samurai untuk mengikat dan mengamankan baju besi atau kimono mereka.
  • Ronin: Samurai yang kehilangan tuannya atau majikan, menjadi pengembara tanpa afiliasi.
  • Rōjū: Dewan penasihat terkemuka di Jepang, memegang peran penting dalam pemerintahan shogun.
  • Samurai: Prajurit kelas atas dalam masyarakat Feodal Jepang, terlatih dalam seni perang dan kode moral Bushido.
  • Sankin-kōtai: Sistem perjalanan wajib di bawah kekuasaan Tokugawa Shogunate, yang mewajibkan daimyo untuk tinggal di ibu kota secara berkala sebagai bentuk pengawasan.
  • Saya-gaki: Tanda atau simbol yang dipahat pada sarung (saya) pedang samurai, sering kali digunakan sebagai tanda pengenal atau penanda kepemilikan.
  • Saya: Sarung untuk pedang samurai yang terbuat dari kayu dan berfungsi sebagai perlindungan dan penahan bilah.
  • Sengoku Busho: Pemimpin militer atau jenderal terkenal dari periode Sengoku Jidai, seperti Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu.
  • Sengoku Jidai: “Zaman Negara Berperang”; periode bersejarah di Jepang yang ditandai oleh perang saudara antara klan-klan samurai.
  • Seppuku (Harakiri): Ritual bunuh diri samurai dengan cara mengiris perut sebagai bentuk pemulihan kehormatan atau sebagai hukuman atas kegagalan.
  • Shinobi-no-mono: Pendekar bayaran atau mata-mata, yang kemudian dikenal sebagai “ninja”, sering kali dipekerjakan oleh samurai atau daimyo.
  • Shinsengumi: Pasukan pengawal yang dibentuk pada akhir periode Edo untuk menjaga ketertiban dan keamanan, dikenal karena kesetiaan tinggi kepada keshogunan.
  • Shogun: Panglima perang tertinggi di Jepang, pemegang kekuasaan militer dan politik tertinggi pada era Feodal.
  • Shukuchi: Kemampuan samurai untuk bergerak dengan cepat dan tanpa terdeteksi dalam pertempuran, kadang-kadang dianggap sebagai “menghilang dalam angin”.
  • Shuriken: Senjata lempar seperti bintang kecil yang digunakan oleh ninja dan juga beberapa samurai.
  • Sode: Bagian lengan dari baju besi samurai yang melindungi lengan atas.
  • Sodegarami: Senjata samurai berupa tongkat dengan dua cabang tajam di ujungnya, digunakan untuk menangkap atau mengendalikan musuh.
  • Tanto: Pisau samurai pendek dengan bilah tajam yang digunakan sebagai senjata sampingan atau untuk pertempuran jarak dekat.
  • Tatami-gusoku: Baju besi samurai yang dirancang khusus untuk pertempuran dalam ruangan atau di atas tatami, lebih ringan dan lebih fleksibel.
  • Tessen: Lipatan tangan atau kipas logam yang digunakan oleh samurai wanita sebagai senjata tersembunyi atau sebagai alat untuk mengirimkan isyarat komunikasi.
  • Tsuba-dome: Cincin kecil atau bantalan di antara tsuba dan tsuka (pegangan) pedang untuk menjaga agar tsuba tetap stabil.
  • Tsuba: Pelindung tangan di pegangan pedang samurai yang terbuat dari logam dan berfungsi untuk melindungi tangan dari kontak langsung dengan bilah.
  • Tsukahara Bokuden: Master kenjutsu terkenal yang hidup pada abad ke-16.
  • Uchi-deshi: Murid yang tinggal bersama seorang guru untuk mendalami seni bela diri samurai dan melatih disiplin diri.
  • Uchigatana: Jenis pedang samurai yang lebih pendek dan lebih ringan daripada katana, digunakan sebagai senjata pemotong dan bela diri.
  • Wakizashi: Pedang samurai pendek yang digunakan sebagai senjata cadangan atau untuk tindakan dalam ruangan sempit.
  • Yoroi katabira: Pakaian luar yang dikenakan di atas baju besi untuk memberikan pelindung tambahan dan mengidentifikasi klan atau kelompok samurai.
  • Yoroi: Set baju besi samurai yang melindungi tubuh dalam pertempuran.
  • Yumi: Busur panjang yang digunakan oleh samurai sebagai senjata jarak jauh.
  • Yumiya: Busur panjang yang digunakan oleh samurai dalam pertempuran jarak jauh, sering kali terbuat dari bambu dan diperkuat dengan tali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *