Daftar Istilah Pada Harddisk

  • Bad Sector: Bagian fisik pada piringan harddisk yang rusak atau tidak dapat menyimpan data dengan benar.
  • Buffer: Memori kecil yang digunakan untuk menyimpan data sementara antara harddisk dan sistem komputer.
  • Cache: Memori cepat yang digunakan untuk menyimpan data yang sering diakses, meningkatkan kecepatan baca/tulis.
  • Cylinders, Heads, Sectors (CHS): Metode lama untuk mengorganisir data pada harddisk berdasarkan sektor fisik, kepala baca/tulis, dan silinder (track) pada piringan.
  • Data Recovery: Proses mengambil kembali data yang hilang atau terhapus dari harddisk yang mengalami kerusakan atau kesalahan.
  • Defragmentasi: Proses mengatur kembali data yang tersebar di harddisk agar lebih efisien dalam akses dan kinerja.
  • Disk Cache: Area memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara sebelum ditulis atau dibaca dari piringan harddisk.
  • Disk Duplication: Proses menciptakan salinan identik dari seluruh harddisk ke harddisk lain menggunakan perangkat khusus.
  • Disk Imaging: Proses menciptakan salinan bit-by-bit dari seluruh harddisk untuk tujuan backup atau migrasi.
  • Disk Management: Proses pengaturan dan administrasi partisi serta format pada harddisk.
  • Disk Partitioning: Proses pembagian harddisk menjadi beberapa bagian terpisah, yang masing-masing dapat memiliki sistem file sendiri.
  • Disk Thrashing: Kondisi saat harddisk terlalu sibuk memproses banyak permintaan akses sehingga kinerja sistem menurun drastis.
  • Disk Wipe: Proses menghapus seluruh data secara permanen dari harddisk dengan metode tertentu sehingga tidak dapat dipulihkan.
  • ECC (Error Correction Code): Teknik untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data yang mungkin terjadi pada harddisk.
  • ECC Memory: Memori yang dilengkapi dengan kode koreksi kesalahan untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data yang terjadi.
  • External Hard Drive: Harddisk portabel yang dapat dihubungkan ke komputer melalui kabel eksternal, seperti USB.
  • External SSD: Solid State Drive (SSD) portabel yang dapat dihubungkan ke komputer melalui kabel eksternal, seperti USB atau Thunderbolt.
  • File System: Cara bagaimana data diorganisir dan diakses pada harddisk, seperti FAT32, NTFS, atau exFAT.
  • Firmware: Perangkat lunak yang terpasang di dalam harddisk untuk mengontrol operasi dan fungsi-fungsi dasar.
  • Formatted Capacity: Kapasitas efektif yang dapat digunakan oleh pengguna setelah alokasi untuk sistem file dan manajemen data.
  • G-Force: Satuan yang mengukur ketahanan harddisk terhadap guncangan fisik, biasanya dinyatakan dalam G (gravitasi).
  • Garbage Collection: Proses pada SSD untuk membersihkan dan mengoptimalkan blok yang tidak terpakai guna menjaga performa dan daya tahan.
  • Hard Disk Benchmark: Uji kinerja yang digunakan untuk mengukur kecepatan baca/tulis dan performa keseluruhan harddisk.
  • Hard Disk Cloning: Proses membuat salinan identik dari seluruh harddisk ke disk lainnya.
  • Hard Disk Cooling: Proses mendinginkan harddisk agar tetap beroperasi pada suhu yang aman dan optimal.
  • Hard Disk Enclosure: Casing eksternal yang berfungsi untuk melindungi dan menghubungkan harddisk internal menjadi harddisk eksternal.
  • Hard Disk Encryption: Penggunaan teknologi enkripsi untuk melindungi data pada harddisk agar tidak dapat diakses tanpa izin.
  • Hard Disk Form Factor: Ukuran fisik dan dimensi standar harddisk, seperti 3.5 inci atau 2.5 inci.
  • Hard Disk Imaging Software: Perangkat lunak yang memungkinkan pembuatan salinan identik dari seluruh harddisk ke file gambar untuk tujuan backup atau pemulihan.
  • Harddisk: Media penyimpanan data yang menggunakan piringan magnetik untuk menyimpan informasi secara permanen.
  • HDD (Hard Disk Drive): Jenis harddisk tradisional yang menggunakan piringan magnetik berputar untuk penyimpanan data.
  • HDD Erase Utility: Program yang digunakan untuk menghapus seluruh data secara aman dan permanen dari harddisk.
  • HDD Firmware Update: Proses meng-upgrade perangkat lunak internal harddisk untuk meningkatkan performa atau mengatasi masalah kompatibilitas.
  • HDD Health Monitoring: Proses memantau kondisi kesehatan harddisk secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan atau masalah potensial.
  • HDD Password: Fitur keamanan pada beberapa harddisk yang memerlukan kata sandi sebelum dapat mengakses data.
  • Head Actuator: Mekanisme pada harddisk yang digunakan untuk menggerakkan head baca/tulis ke posisi yang diinginkan pada piringan.
  • Head Crash: Kondisi saat head baca/tulis fisik pada harddisk bersentuhan dengan piringan, menyebabkan kerusakan data.
  • Head Parking: Mekanisme di mana head baca/tulis diangkat dari piringan dan diposisikan ke posisi aman ketika harddisk tidak digunakan.
  • Hot Spare: Harddisk cadangan yang siap digunakan secara otomatis ketika harddisk utama dalam konfigurasi RAID mengalami kegagalan.
  • Hot Swapping: Kemampuan untuk menghubungkan atau mencabut harddisk tanpa mematikan komputer, biasanya pada sistem RAID.
  • Hybrid Hard Drive (HHD): Gabungan antara teknologi hard disk drive (HDD) dan solid state drive (SSD) di mana harddisk memiliki cache SSD untuk meningkatkan kecepatan akses data.
  • I/O Bottleneck: Kondisi di mana kecepatan transfer data dibatasi oleh kecepatan koneksi antarmuka atau komponen lainnya dalam sistem.
  • Idle Time: Waktu ketika harddisk berada dalam keadaan tidak aktif untuk mengurangi konsumsi daya dan suhu.
  • Interface: Jenis koneksi yang digunakan untuk menghubungkan harddisk ke komputer, seperti SATA atau USB.
  • Internal Hard Drive: Harddisk yang terpasang di dalam komputer atau perangkat lainnya.
  • IOPS (Input/Output Operations Per Second): Ukuran kinerja harddisk berdasarkan jumlah operasi masuk/keluar per detik.
  • Kapasitas: Ukuran total data yang dapat disimpan oleh harddisk, biasanya diukur dalam gigabyte (GB) atau terabyte (TB).
  • Latensi: Waktu yang dibutuhkan oleh harddisk untuk menemukan dan memulai membaca data.
  • LBA (Logical Block Addressing): Metode modern untuk mengakses data pada harddisk dengan menggunakan alamat blok logis daripada CHS.
  • MTBF (Mean Time Between Failures): Perkiraan waktu rata-rata antara dua kegagalan pada harddisk.
  • Multi-Level Cell (MLC): Jenis sel memori flash pada SSD yang dapat menyimpan beberapa bit data, biasanya memiliki kapasitas lebih tinggi tetapi sedikit lebih lambat.
  • Native Command Queuing (NCQ): Teknologi yang memungkinkan harddisk untuk mengelola antrian permintaan I/O secara lebih efisien, meningkatkan kinerja.
  • Noise Level: Tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh harddisk saat beroperasi, diukur dalam desibel (dB).
  • Non-Volatile Memory: Jenis memori yang dapat menyimpan data bahkan saat tidak ada daya listrik, seperti pada SSD.
  • Partisi: Pembagian area penyimpanan harddisk menjadi beberapa bagian terpisah yang dapat diakses secara independen.
  • Platter Alignment: Proses mengatur piringan harddisk secara presisi agar data dapat diakses dengan tepat pada jalur yang benar.
  • Platter Balancing: Proses untuk mencapai keseimbangan rotasi piringan agar tidak mengakibatkan getaran atau kebisingan berlebihan.
  • Platter Density: Jumlah data yang dapat disimpan pada piringan harddisk dalam satuan bit per inci persegi.
  • Platter: Piringan datar yang berlapis magnetik di dalam harddisk, tempat data disimpan.
  • RAID (Redundant Array of Independent Disks): Teknik menggabungkan beberapa harddisk untuk meningkatkan kinerja dan/atau keandalan.
  • Read/Write Head: Komponen pada harddisk yang bertanggung jawab untuk membaca dan menulis data pada piringan magnetik.
  • RPM (Revolutions Per Minute): Kecepatan rotasi piringan dalam harddisk, diukur dalam putaran per menit.
  • S.M.A.R.T (Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology): Teknologi pemantauan diri pada harddisk untuk mendeteksi potensi masalah dan kegagalan.
  • S.M.A.R.T Attributes: Parameter dan statistik yang digunakan oleh teknologi S.M.A.R.T untuk memantau kondisi dan kinerja harddisk.
  • SAS (Serial Attached SCSI): Interface koneksi yang lebih canggih daripada SATA, biasanya digunakan pada harddisk server atau penyimpanan data yang membutuhkan kinerja tinggi.
  • SATA (Serial ATA): Interface koneksi yang umum digunakan pada harddisk modern untuk mentransfer data dengan kecepatan tinggi.
  • Seek Error Rate: Tingkat kegagalan dalam mencari data pada harddisk, diukur sebagai rasio kesalahan terhadap total mencari data.
  • Seek Time: Waktu yang dibutuhkan head baca/tulis untuk berpindah dari posisi satu track ke posisi lainnya.
  • Shingled Magnetic Recording (SMR): Metode perekaman data pada harddisk yang memungkinkan tumpang tindih bagian dari jalur pita untuk meningkatkan kepadatan data.
  • Single-Level Cell (SLC): Jenis sel memori flash pada SSD yang hanya menyimpan satu bit data per sel, memiliki kecepatan lebih tinggi tetapi kapasitas lebih rendah.
  • Spin-Up Time: Waktu yang diperlukan oleh harddisk untuk mencapai kecepatan operasional penuh setelah dihidupkan.
  • Spindle Motor: Motor yang digunakan untuk menggerakkan piringan harddisk agar berputar.
  • Spindle Speed: Kecepatan rotasi piringan harddisk yang diukur dalam RPM.
  • SSD (Solid State Drive): Jenis harddisk tanpa bagian bergerak yang menggunakan chip flash untuk menyimpan data.
  • Stiction: Kondisi ketika head baca/tulis terjebak pada piringan karena gesekan, mengakibatkan ketidakmampuan membaca data.
  • TRIM: Perintah untuk membersihkan dan mengoptimalkan penyimpanan pada SSD.
  • TRIM: Perintah yang dikirim oleh sistem operasi ke SSD untuk memberi tahu blok-blok yang tidak digunakan lagi sehingga SSD dapat menghapusnya secara efisien.
  • Vibration Resistance: Kemampuan harddisk untuk mengatasi guncangan atau getaran yang dapat mempengaruhi kinerja atau keandalannya.
  • Write Amplification: Penggandaan data yang ditulis pada SSD karena mekanisme penyimpanan data di tingkat sel.
  • Zoned-Name Recording (ZNR): Teknik perekaman data pada harddisk yang memungkinkan wilayah piringan memiliki kepadatan bit yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *