Daftar Istilah OS Android

  1. Accessibility Settings: Pengaturan tambahan yang memungkinkan perangkat Android diakses dengan lebih mudah oleh pengguna dengan berbagai keterbatasan.
  2. Accessibility: Pengaturan yang mengaksesibilitas perangkat Android bagi pengguna dengan keterbatasan fisik atau gangguan penglihatan.
  3. Airplane Mode: Mode pada perangkat Android yang menonaktifkan semua fitur nirkabel, seperti sinyal seluler, WiFi, dan Bluetooth.
  4. Ambient Display: Fitur di Android yang menampilkan notifikasi penting secara ringkas saat perangkat dalam keadaan tidur.
  5. Android Beam: Fitur yang memungkinkan pertukaran data antara dua perangkat Android yang mendukung teknologi NFC.
  6. Android: Sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Google, berbasis pada kernel Linux, dan digunakan pada banyak perangkat smartphone dan tablet.
  7. AOSP (Android Open Source Project): Proyek sumber terbuka yang menghosting kode sumber dan dokumentasi Android.
  8. API (Application Programming Interface): Antarmuka yang memungkinkan komunikasi antara aplikasi Android dan sistem operasi atau perangkat keras.
  9. APK (Android Package): Format file yang digunakan untuk menginstal aplikasi di perangkat Android.
  10. APK Mirror: Situs web yang menyediakan file APK dari aplikasi Android, terutama jika aplikasi tidak tersedia di Google Play Store.
  11. APK Sideloading: Menginstal aplikasi di perangkat Android dari sumber selain Google Play Store, biasanya melalui file APK.
  12. Aplikasi: Program atau software yang dirancang untuk dijalankan di perangkat Android dan menyediakan berbagai fitur atau layanan.
  13. App Drawer: Area di perangkat Android yang menampilkan semua aplikasi yang diinstal, biasanya diakses melalui ikon lonceng.
  14. App Permissions: Izin yang diberikan oleh pengguna kepada aplikasi Android untuk mengakses fitur atau data tertentu, seperti kamera, lokasi, atau kontak.
  15. App Standby: Fitur di Android yang membatasi akses dan aktivitas aplikasi yang jarang digunakan untuk menghemat daya baterai.
  16. Autofill: Fitur di perangkat Android yang mengisi secara otomatis formulir atau kata sandi berdasarkan informasi yang telah disimpan.
  17. Back-Up: Proses mencadangkan data dan pengaturan perangkat Android untuk melindungi informasi penting dari kehilangan atau kerusakan.
  18. Benchmark: Uji performa yang digunakan untuk mengukur kinerja perangkat Android dalam berbagai tugas, seperti pengolahan grafis atau kecepatan CPU.
  19. Biometric Authentication: Metode keamanan yang menggunakan fitur fisik unik, seperti sidik jari atau pemindaian wajah, untuk membuka kunci perangkat.
  20. Bloatware: Aplikasi bawaan yang telah diinstal di perangkat Android oleh produsen atau operator, sering kali sulit untuk dihapus oleh pengguna.
  21. Bluetooth: Teknologi nirkabel untuk mentransfer data antara perangkat Android dan perangkat lain dalam jarak dekat.
  22. Cache: Data yang disimpan secara sementara oleh aplikasi Android untuk mempercepat akses dan mengurangi beban server.
  23. Carrier: Perusahaan atau operator telekomunikasi yang menyediakan layanan seluler pada perangkat Android.
  24. Custom ROM: Varian modifikasi dari sistem operasi Android yang dikembangkan oleh pihak ketiga, biasanya menawarkan fitur tambahan dan penyesuaian.
  25. Customization: Proses memodifikasi tampilan dan perilaku perangkat Android dengan mengganti tema, ikon, atau wallpaper.
  26. Dalvik Cache: Area penyimpanan yang berisi data yang dihasilkan oleh aplikasi Android saat dieksekusi oleh mesin virtual Dalvik.
  27. Daydream: Fitur di Android yang menampilkan tampilan animasi atau konten saat perangkat Android sedang dalam keadaan pengisian baterai atau terhubung ke dok.
  28. Debug Bridge (ADB): Alat baris perintah yang memungkinkan komunikasi antara perangkat Android dan komputer untuk tujuan pengujian dan debugging.
  29. Deep Linking: Teknik di Android yang memungkinkan aplikasi untuk membuka tautan langsung ke tampilan atau fitur tertentu di dalam aplikasi.
  30. Developer Community: Komunitas pengembang Android yang berbagi pengetahuan, kode, dan sumber daya untuk membantu pengembangan aplikasi.
  31. Developer Console: Antarmuka web yang digunakan oleh pengembang untuk mengelola dan menerbitkan aplikasi di Google Play Store.
  32. Developer Mode: Mode yang memungkinkan pengguna untuk mengakses opsi pengembangan lanjutan dan alat debugging di perangkat Android.
  33. Developer Options: Pengaturan khusus yang memungkinkan pengembang untuk mengakses dan mengatur berbagai opsi pengembangan pada perangkat Android.
  34. DND (Do Not Disturb): Mode di Android yang mengurangi atau mematikan notifikasi dan gangguan suara saat perangkat dalam keadaan aktif.
  35. Do Not Disturb: Mode pada perangkat Android yang mengurangi atau menghentikan notifikasi dan gangguan suara selama periode tertentu.
  36. Doze Mode: Fitur penghematan daya di Android yang membatasi akses aplikasi latar belakang untuk meningkatkan masa pakai baterai.
  37. Doze on the Go: Peningkatan fitur Doze yang diperkenalkan di Android 7.0 (Nougat) untuk menghemat daya baterai saat perangkat dalam pergerakan ringan.
  38. DPI (Dots Per Inch): Ukuran yang menggambarkan ketajaman dan kejernihan tampilan layar perangkat Android.
  39. Easter Egg: Fitur tersembunyi atau permainan kecil yang ditanamkan oleh pengembang Android dalam setiap versi sistem operasinya.
  40. Factory Reset: Proses mengembalikan perangkat Android ke pengaturan awal pabrik untuk menghapus semua data pengguna dan pengaturan.
  41. File Manager: Aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengelola dan menjelajahi berkas dan folder di perangkat Android.
  42. Gestur: Tindakan fisik yang digunakan untuk berinteraksi dengan perangkat Android, seperti menggesek, mengetuk, atau memutar layar.
  43. Google Account: Akun yang dibuat oleh pengguna untuk mengakses berbagai layanan Google, seperti Gmail, Google Play, dan sinkronisasi data.
  44. Google Play Store: Toko aplikasi resmi milik Google untuk perangkat Android, tempat pengguna dapat mengunduh dan menginstal aplikasi.
  45. GPS (Global Positioning System): Teknologi yang memanfaatkan sinyal satelit untuk menentukan lokasi geografis perangkat Android.
  46. Haptic Feedback: Respon getar yang diberikan oleh perangkat Android sebagai umpan balik saat pengguna berinteraksi dengan layar atau tombol.
  47. Hotspot: Fungsi di perangkat Android yang memungkinkan perangkat berbagi koneksi internet dengan perangkat lain melalui WiFi.
  48. IMEI (International Mobile Equipment Identity): Nomor unik yang mengidentifikasi perangkat Android, penting untuk mengidentifikasi perangkat yang hilang atau dicuri.
  49. In-App Purchase: Pembelian produk atau layanan tambahan yang dapat dilakukan di dalam aplikasi Android.
  50. JIT Compiler (Just-In-Time Compiler): Komponen di Android yang bertanggung jawab untuk menerjemahkan kode aplikasi menjadi kode mesin saat aplikasi dijalankan untuk meningkatkan kinerja.
  51. Kernel Panic: Kondisi tidak terduga di Android yang menyebabkan kernel sistem berhenti bekerja, biasanya ditandai dengan layar berwarna atau pesan kesalahan.
  52. Kernel: Inti dari sistem operasi Android yang menghubungkan perangkat keras dengan perangkat lunak.
  53. Launcher: Aplikasi yang mengontrol tampilan dan tata letak layar utama perangkat Android, termasuk ikon, widget, dan wallpaper.
  54. Live Wallpaper: Wallpaper bergerak atau interaktif yang dapat digunakan sebagai latar belakang di layar utama perangkat Android.
  55. Lock Screen: Layar yang muncul saat perangkat Android terkunci, biasanya memerlukan PIN, pola, atau pemindaian sidik jari untuk membuka kunci.
  56. Low Power Mode: Mode yang diaktifkan di perangkat Android untuk menghemat daya baterai dengan membatasi beberapa fitur dan aktivitas.
  57. Material Design: Panduan desain resmi dari Google untuk aplikasi Android, menekankan tampilan modern, konsisten, dan responsif.
  58. Mobile Hotspot: Fungsi di perangkat Android yang mengubah ponsel menjadi titik akses Wi-Fi untuk mengizinkan perangkat lain terhubung ke internet.
  59. MTP (Media Transfer Protocol): Protokol yang memungkinkan perangkat Android berkomunikasi dengan komputer dan mentransfer file.
  60. Multi-User Mode: Fitur di Android yang memungkinkan lebih dari satu pengguna memiliki akun dan data terpisah di perangkat yang sama.
  61. Multitasking: Kemampuan sistem Android untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan dan beralih di antara mereka dengan cepat.
  62. NFC (Near Field Communication): Teknologi yang memungkinkan pertukaran data secara nirkabel antara perangkat Android yang berdekatan dengan sentuhan atau koneksi jarak pendek.
  63. Notifikasi: Pemberitahuan atau pesan singkat yang muncul di layar perangkat Android untuk memberitahu pengguna tentang peristiwa atau aktivitas tertentu.
  64. OTA (Over-The-Air): Metode pembaruan perangkat Android secara nirkabel melalui internet, tanpa perlu menggunakan kabel atau komputer.
  65. OTG (On-The-Go): Fitur di perangkat Android yang memungkinkan perangkat terhubung ke perangkat USB lain, seperti flash drive atau keyboard.
  66. Permission Manager: Pengaturan di Android yang memungkinkan pengguna untuk mengelola izin aplikasi setelah diinstal.
  67. Play Protect: Fitur keamanan yang mencegah instalasi aplikasi berbahaya atau berpotensi merugikan di perangkat Android.
  68. Play Services: Layanan yang disediakan oleh Google untuk mengintegrasikan aplikasi Android dengan berbagai fitur Google, seperti peta, login, dan notifikasi.
  69. ProGuard: Alat pihak ketiga yang digunakan oleh pengembang untuk mengenkripsi, mengompilasi ulang, dan mengoptimasi kode aplikasi Android.
  70. Quick Settings: Panel kontrol cepat yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengatur fitur seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan mode pesawat.
  71. RAM (Random Access Memory): Jenis memori komputer yang digunakan untuk menyimpan data sementara saat aplikasi berjalan dan membantu meningkatkan kinerja sistem.
  72. Recovery Mode: Mode pemulihan di perangkat Android yang digunakan untuk pemulihan atau pembaruan perangkat lunak.
  73. ROM (Read-Only Memory): Memori penyimpanan yang berisi sistem operasi dan aplikasi bawaan perangkat Android, serta sulit untuk diubah oleh pengguna.
  74. Root: Proses untuk mendapatkan akses penuh atau hak administratif ke sistem Android, sehingga pengguna dapat mengubah dan menghapus sistem dan aplikasi bawaan.
  75. Runtime Permissions: Sistem izin yang diperkenalkan di Android 6.0 (Marshmallow) yang meminta izin pengguna saat aplikasi mengakses fitur atau data tertentu.
  76. Runtime: Lingkungan eksekusi yang digunakan oleh Android untuk menjalankan aplikasi, seperti ART (Android Runtime) atau Dalvik.
  77. Safe Mode: Mode di perangkat Android yang memungkinkan sistem hanya memuat aplikasi bawaan dan mengabaikan aplikasi pihak ketiga, berguna untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh aplikasi.
  78. Screen Casting: Proses menampilkan layar perangkat Android pada perangkat lain, seperti smart TV atau komputer, melalui jaringan Wi-Fi.
  79. Screen Pinning: Fitur di Android yang memungkinkan pengguna untuk mengunci layar pada aplikasi tertentu, mencegah akses ke aplikasi lain.
  80. Screenshot: Tangkapan layar dari tampilan saat ini di perangkat Android, sering digunakan untuk berbagi informasi atau masalah dengan orang lain.
  81. SDK (Software Development Kit): Kumpulan alat dan perpustakaan yang digunakan oleh pengembang untuk membuat aplikasi Android.
  82. Seamless Updates: Fitur di Android yang memungkinkan pembaruan sistem berjalan di latar belakang dan berlaku setelah perangkat dinyalakan ulang.
  83. Sideload: Proses menginstal aplikasi Android dari sumber selain Google Play Store, misalnya dengan mengunduh file APK dan menginstalnya secara manual.
  84. Sidik Jari: Metode keamanan biometrik di perangkat Android yang menggunakan pemindaian sidik jari untuk membuka kunci atau mengotentikasi.
  85. Splash Screen: Layar awal yang muncul ketika aplikasi Android dimulai, biasanya menampilkan logo atau nama aplikasi.
  86. Split-Screen: Fitur Android yang memungkinkan dua aplikasi berjalan bersamaan di layar yang terbagi.
  87. Sync: Proses sinkronisasi data antara perangkat Android dengan akun online, seperti kontak, kalender, atau email.
  88. System Update: Pembaruan perangkat lunak yang diberikan oleh produsen atau Google untuk meningkatkan fitur, keamanan, dan kinerja sistem Android.
  89. Treble: Inisiatif di Android untuk memisahkan vendor perangkat keras dengan sistem operasi, mempercepat pembaruan dan peningkatan perangkat Android.
  90. USB Debugging: Pengaturan di perangkat Android yang memungkinkan akses oleh komputer melalui koneksi USB untuk debugging dan pengembangan aplikasi.
  91. USB Debugging: Pengaturan yang memungkinkan perangkat Android terhubung ke komputer dan digunakan untuk debugging aplikasi oleh pengembang.
  92. VoIP (Voice over Internet Protocol): Teknologi yang memungkinkan panggilan suara menggunakan koneksi internet di perangkat Android.
  93. VPN (Virtual Private Network): Layanan yang melindungi privasi dan keamanan pengguna dengan menciptakan koneksi internet terenkripsi dan aman.
  94. WebView: Komponen di Android yang memungkinkan aplikasi untuk menampilkan konten web dalam lingkungan aplikasi tanpa perlu membuka browser terpisah.
  95. Widget: Komponen interaktif yang dapat ditempatkan di layar utama perangkat Android untuk memberikan informasi atau akses cepat ke aplikasi tertentu.
  96. WiFi: Teknologi nirkabel yang memungkinkan perangkat Android untuk terhubung ke internet melalui jaringan lokal tanpa kabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *