Daftar Istilah Novel Romance

  1. Alpha Female: Karakter wanita yang kuat, percaya diri, dan dominan dalam hubungan romantis.
  2. Alpha Male: Karakter pria yang kuat, dominan, dan melindungi pasangan romantisnya.
  3. Angst: Ketegangan atau konflik emosional yang dialami karakter dan dapat menghalangi perkembangan hubungan romantis.
  4. Antagonis: Karakter atau kekuatan yang berlawanan dengan protagonis dan menjadi penyebab konflik utama dalam cerita.
  5. Baper: Singkatan dari “bawa perasaan,” merujuk pada perasaan yang intens dan menggebu-gebu saat membaca cerita romantis.
  6. Beta Female: Karakter wanita yang lebih ramah, penyayang, dan tidak menonjolkan dominasi dalam hubungan romantis.
  7. Beta Male: Karakter pria yang lebih lembut, peka, dan berempati.
  8. Breakup: Pemutusan hubungan antara dua karakter, yang sering kali menjadi titik balik penting dalam cerita.
  9. Chemistry: Kekuatan tarik menarik antara dua karakter yang menciptakan hubungan romantis yang kuat.
  10. Cliffhanger: Akhir dari suatu bab atau bagian cerita yang meninggalkan pembaca dalam ketegangan atau kebingungan, mendorong mereka untuk melanjutkan membaca.
  11. Enemies-to-Lovers: Perkembangan hubungan romantis antara dua karakter yang awalnya saling bermusuhan atau tidak menyukai satu sama lain.
  12. First Love: Cinta pertama dalam cerita yang sering memiliki pengaruh yang kuat pada karakter-karakter.
  13. Flashback: Saat cerita kembali ke masa lalu untuk memberikan konteks atau informasi tambahan.
  14. Forbidden Love: Cinta yang dihadapi oleh hambatan atau rintangan, seperti perbedaan status sosial, keluarga, atau aturan yang menghalangi hubungan mereka.
  15. Friends-to-Lovers: Perkembangan hubungan romantis antara dua karakter yang sebelumnya hanya berteman.
  16. Happily Ever After (HEA): Akhir cerita yang menyiratkan bahwa karakter-karakter utama hidup bahagia dan bersama-sama untuk selamanya.
  17. Happily For Now (HFN): Akhir yang bahagia untuk sementara waktu, namun belum menggaransi kesuksesan jangka panjang hubungan romantis.
  18. Happy Ending: Akhir cerita yang membahagiakan, di mana konflik terselesaikan dan karakter mendapatkan kebahagiaan atau kepuasan.
  19. Happy for You: Reaksi seorang karakter yang bahagia karena pasangan romantis mereka berhasil mencapai kebahagiaan atau kesuksesan.
  20. HEA (Happily Ever After): Frasa yang digunakan untuk menyatakan bahwa cerita berakhir dengan bahagia dan semua karakter utama mendapatkan akhir yang memuaskan.
  21. Independent Woman: Karakter wanita yang mandiri, kuat, dan tidak bergantung pada pria untuk kebahagiaannya.
  22. Insta-love: Ketika karakter jatuh cinta secara instan dan intens pada pandangan pertama tanpa proses yang memadai untuk mengembangkan hubungan.
  23. Klimaks: Titik puncak ketegangan dalam cerita di mana konflik mencapai intensitas maksimum dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan utama.
  24. Konflik: Ketegangan atau masalah yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam cerita, yang menyebabkan drama dan perubahan.
  25. Love at First Sight: Cinta yang tumbuh begitu cepat pada pandangan pertama, di mana karakter merasa seolah-olah sudah saling mengenali sejak lama.
  26. Love Interest: Karakter yang menarik perhatian protagonis dan menjadi fokus utama dalam hubungan romantis.
  27. Love Language: Cara ekspresi cinta dan kasih sayang yang berbeda-beda, seperti kata-kata pujian, waktu berkualitas bersama, pemberian hadiah, sentuhan fisik, dan bantuan.
  28. Love Letter: Surat cinta yang ditulis oleh salah satu karakter untuk mengungkapkan perasaannya kepada pasangan romantis.
  29. Love Rival: Karakter yang bersaing dengan protagonis untuk mendapatkan cinta dari karakter lain.
  30. Love Scene: Adegan dalam novel romance yang menampilkan momen intim antara pasangan romantis.
  31. Love Triangle: Ketika ada tiga karakter yang terlibat dalam situasi romantis yang rumit, sering kali satu karakter harus memilih antara dua pilihan.
  32. Make-up: Proses rekonsiliasi antara dua karakter setelah mengalami konflik atau pemutusan hubungan.
  33. Meet Cute: Pertemuan yang lucu, tak terduga, atau menggemaskan antara dua karakter yang berpotensi jadi cinta.
  34. Meet the Parents: Adegan atau momen ketika salah satu karakter memperkenalkan pasangannya kepada orang tua mereka.
  35. Meet-Cute: Pertemuan antara dua karakter utama yang tidak biasa, menarik, dan menciptakan momen romantis atau lucu.
  36. Narator: Penyampaian cerita oleh suara yang menceritakan peristiwa dan pengalaman karakter-karakter.
  37. OTP (One True Pairing): Pasangan karakter yang menjadi favorit pembaca atau penggemar, yang dianggap ideal untuk berada bersama.
  38. Penyelesaian: Bagian di mana konflik dipecahkan dan semua benang cerita diikat dengan rapi.
  39. Plot: Rangkaian peristiwa atau jalan cerita dalam novel yang menggambarkan perkembangan hubungan antara karakter-karakter.
  40. Protagonis: Karakter utama dalam cerita yang sering menjadi pusat perhatian dan menghadapi konflik utama.
  41. Puncak Konflik: Saat ketegangan mencapai titik maksimum sebelum mencapai klimaks.
  42. Rebound: Hubungan romantis yang terjadi setelah karakter mengalami putus cinta dan belum sepenuhnya pulih dari hubungan sebelumnya.
  43. Relationship Conflict: Masalah atau pertentangan yang muncul dalam hubungan romantis antara karakter-karakter.
  44. Relationship Goals: Aspirasi atau harapan tentang hubungan romantis yang sehat, bahagia, dan mendalam.
  45. Romantic Comedy: Jenis novel romance yang menggabungkan unsur-unsur romantis dengan humor, seringkali menghasilkan situasi konyol atau lucu.
  46. Romantic Escapism: Pengalaman membaca novel romance yang memungkinkan pembaca melarikan diri dari kenyataan dan merasakan emosi yang intens.
  47. Romantic Gestures: Tindakan-tindakan kecil atau besar yang dilakukan oleh karakter untuk mengekspresikan cinta dan perhatian mereka kepada pasangan romantis.
  48. Romantic Subplot: Sub-plot dalam cerita yang berfokus pada perkembangan hubungan romantis karakter-karakter pendukung.
  49. Second Chance: Peluang kedua untuk mencoba hubungan romantis setelah sebelumnya gagal atau terhenti.
  50. Slow Burn: Proses berkembangnya hubungan romantis secara perlahan-lahan dan memerlukan waktu yang lama sebelum akhirnya mencapai momen penting.
  51. Soulmates: Pandangan bahwa dua karakter ditakdirkan untuk bersama dan saling melengkapi dengan sempurna.
  52. Steamy Romance: Novel romance yang mengandung adegan-adegan intim atau sensual dengan deskripsi yang lebih eksplisit.
  53. Sweet Romance: Novel romance yang lebih menekankan pada aspek romantis yang manis, tanpa adegan-adegan intim yang eksplisit.
  54. Tearjerker: Novel romance yang menimbulkan emosi dan dapat membuat pembaca terharu atau menangis.
  55. Tema: Pesan moral, sosial, atau filosofis yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita.
  56. Tokoh Pendukung: Karakter lain selain protagonis yang membantu mengembangkan cerita dan memberikan dukungan.
  57. Twist: Pengungkapan tak terduga dalam cerita yang mengubah arah atau pemahaman pembaca tentang cerita.
  58. Unrequited Love: Cinta yang tidak terbalas, di mana satu karakter mencintai yang lain, tetapi perasaannya tidak dikembalikan dengan cara yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *