Daftar Istilah Mengenai Stalker

  1. Anonymous Messages: Pesan atau kontak yang dikirim oleh stalker tanpa mencantumkan identitas asli mereka. (Pesan Anonim)
  2. Blok atau blokir: Tindakan korban untuk membatasi akses stalker ke akun media sosial, nomor telepon, atau kontak lainnya untuk melindungi privasi.
  3. Boundary Violation: Melanggar batas-batas pribadi korban, termasuk interaksi fisik atau verbal yang tidak diinginkan. (Pelanggaran Batas)
  4. Catfishing: Taktik stalker untuk menciptakan identitas palsu atau menyamar di platform online dengan tujuan mendekati korban. (Menyamar di Dunia Maya)
  5. Cyber Harassment: Pelecehan yang dilakukan secara online atau melalui platform digital. (Penggangguan Cyber)
  6. Cyberbullying: Pelecehan atau penggangguan yang dilakukan oleh stalker melalui platform digital atau internet terhadap korban. (Pembullyan Daring)
  7. Cyberstalking: Stalking yang dilakukan melalui komunikasi elektronik atau platform digital, seperti media sosial dan email. (Penguntitan Daring)
  8. Eavesdropping: Mendengarkan percakapan atau mencuri informasi pribadi korban secara diam-diam. (Mendengarkan secara sembunyi-sembunyi)
  9. False Accusations: Tuduhan palsu yang dibuat oleh stalker terhadap korban untuk mencemarkan reputasinya. (Tuduhan Palsu)
  10. Fear Management: Upaya korban untuk mengelola rasa takut dan stres yang disebabkan oleh stalker. (Manajemen Rasa Takut)
  11. Fixation: Keinginan obsesif stalker untuk berhubungan dengan korban dan memantau setiap gerak-gerik mereka. (Obsesi)
  12. Gangguan emosional: Dampak psikologis negatif yang dirasakan korban akibat kehadiran dan tindakan stalker.
  13. Gaslighting: Taktik manipulatif di mana stalker meragukan kenyataan atau memutar balikkan fakta untuk mempengaruhi korban dan membuatnya merasa tidak waras. (Gaslighting)
  14. GPS Tracking: Penggunaan teknologi pelacakan GPS untuk mengikuti pergerakan korban secara terus-menerus. (Pelacakan GPS)
  15. Harassment: Tindakan berulang yang dilakukan oleh stalker untuk menyusahkan atau mengganggu korban secara emosional atau fisik. (Penggangguan)
  16. Identity Theft: Pencurian identitas korban oleh stalker untuk tujuan mengakses informasi pribadi atau melakukan tindakan ilegal atas nama korban. (Pencurian Identitas)
  17. Intimidation: Upaya stalker untuk menciptakan rasa takut atau ancaman terhadap korban. (Intimidasi)
  18. Intrusion: Penyusupan stalker ke dalam kehidupan pribadi korban tanpa sepengetahuan atau izin mereka, termasuk masuk ke dalam rumah atau tempat pribadi korban. (Penyusupan)
  19. Intrusive Thoughts: Pikiran-pikiran yang mengganggu atau menghantui stalker tentang korban. (Pikiran Penyusup)
  20. Invasion of Privacy: Pelanggaran privasi pribadi korban oleh stalker dengan mengumpulkan informasi secara tidak sah atau tanpa izin. (Pelanggaran Privasi)
  21. Keamanan pribadi: Upaya untuk melindungi diri dari ancaman stalker dengan meningkatkan langkah-langkah keamanan dan privasi.
  22. Kejahatan Siber: Penggunaan teknologi dan internet dalam tindakan stalking, termasuk mengirim pesan ancaman atau menyebarkan informasi pribadi korban secara online.
  23. Kekerasan Stalking: Bentuk stalking yang melibatkan ancaman atau tindakan kekerasan fisik terhadap korban.
  24. Kontak tak diinginkan: Upaya berulang dari stalker untuk mencari hubungan atau kontak dengan korban, meskipun korban sudah menyatakan ketidaksetujuan.
  25. Manipulasi Emosional: Upaya stalker untuk mempengaruhi perasaan dan emosi korban dengan tujuan mengendalikan atau mencari perhatiannya.
  26. Manipulation: Tindakan stalker untuk mempengaruhi perasaan dan emosi korban dengan tujuan mengendalikan atau mencari perhatiannya. (Manipulasi Emosional)
  27. No-Contact Rule: Keputusan korban untuk tidak berkomunikasi atau berinteraksi dengan stalker dalam bentuk apapun. (Aturan Tanpa Kontak)
  28. Obsession: Kecenderungan stalker yang terobsesi dengan korban dan terus-menerus memikirkan atau mengawasinya. (Obsesi)
  29. Online Harassment: Penggangguan atau pelecehan yang dilakukan oleh stalker melalui komunikasi online atau platform digital. (Penggangguan Daring)
  30. Online Impersonation: Stalker menggunakan identitas palsu atau menyamar secara online untuk mendekati korban. (Penyamaran Daring)
  31. Online Stalking: Stalking yang terjadi melalui internet dan platform digital. (Stalking Online)
  32. Online Tracking: Pelacakan pergerakan atau aktivitas korban secara online oleh stalker untuk mengumpulkan informasi. (Pelacakan Daring)
  33. Pelacakan lokasi: Mengikuti pergerakan fisik korban untuk mengumpulkan informasi tentang kehidupan pribadinya.
  34. Pemburu: Sebutan untuk seseorang yang secara terobsesi mencari-cari informasi dan detail tentang korban, dengan tujuan mengenalinya lebih dalam tanpa izin.
  35. Pencemaran nama baik: Upaya stalker untuk merusak reputasi korban dengan menyebarkan informasi palsu atau memfitnah.
  36. Penguntit Kekasih: Stalking yang dilakukan oleh mantan pasangan atau seseorang yang pernah memiliki hubungan dekat dengan korban.
  37. Penguntit: Istilah lain untuk stalker, yaitu seseorang yang secara obsesif mengikuti dan mengamati kehidupan korban tanpa persetujuan.
  38. Penyamaran: Stalker menggunakan berbagai cara untuk menyamar dan menghindari deteksi oleh korban atau pihak berwenang.
  39. Penyusup: Stalker yang secara diam-diam masuk ke kehidupan pribadi korban tanpa sepengetahuannya, termasuk masuk ke dalam rumah atau tempat pribadi korban.
  40. Perintah penahanan: Surat perintah dari pengadilan yang melarang stalker mendekati atau berkomunikasi dengan korban.
  41. Personal Information: Informasi pribadi korban seperti alamat, nomor telepon, atau data lain yang dikumpulkan atau digunakan oleh stalker tanpa izin. (Informasi Pribadi)
  42. Personal Safety: Upaya untuk melindungi diri dari ancaman stalker dengan meningkatkan langkah-langkah keamanan dan privasi. (Keamanan Pribadi)
  43. Psychological Distress: Dampak psikologis negatif yang dirasakan korban akibat kehadiran dan tindakan stalker. (Gangguan Emosional)
  44. Rekayasa Sosial: Stalker menggunakan manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi pribadi dari korban atau orang di sekitarnya.
  45. Restraining Order: Perintah penahanan atau perintah pembatasan dari pihak berwenang yang melarang stalker mendekati atau berkomunikasi dengan korban. (Perintah Pembatasan)
  46. Restraining Order: Surat perintah dari pengadilan yang melarang stalker mendekati atau berkomunikasi dengan korban. (Perintah Penahanan)
  47. Spoofing: Praktik stalker untuk menyembunyikan identitas atau mengubah nomor telepon atau alamat email untuk mengelabui korban. (Penyamaran)
  48. Stalker: Seseorang yang mengikuti atau mengawasi individu lain secara terus-menerus, menyusup ke kehidupan pribadi mereka tanpa izin, dan sering kali menimbulkan rasa takut. (Penguntit)
  49. Stalking Behavior: Perilaku atau tindakan yang menandakan adanya tindakan stalking terhadap korban. (Perilaku Penguntit)
  50. Stalking di Tempat Kerja: Stalking yang terjadi di lingkungan tempat kerja korban oleh sesama rekan kerja atau pihak eksternal.
  51. Stalking Log: Catatan atau jurnal yang dipegang oleh stalker untuk mencatat setiap aktivitas terkait korban. (Catatan Penguntit)
  52. Surveillance Camera: Penggunaan kamera pengawas oleh stalker untuk memantau aktivitas korban tanpa sepengetahuan mereka. (Kamera Pengawas)
  53. Surveillance: Pengawasan atau pemantauan yang dilakukan oleh stalker terhadap korban, biasanya untuk mengumpulkan informasi tentang kehidupan pribadi mereka. (Pemantauan)
  54. Threats: Ancaman yang dilakukan oleh stalker kepada korban untuk menyakiti atau merugikan mereka. (Ancaman)
  55. Tindakan hukum: Proses mengambil langkah hukum untuk melawan stalking dan melindungi diri dari stalker.
  56. Tracking Devices: Penggunaan perangkat pelacakan oleh stalker untuk mengikuti pergerakan korban secara terus-menerus. (Perangkat Pelacakan)
  57. Trespass: Masuk atau berada di wilayah pribadi korban tanpa izin atau sepengetahuan mereka. (Melanggar)
  58. Trespassing: Masuk atau menyusup ke wilayah pribadi korban tanpa izin. (Melanggar Batas Privasi)
  59. Victim: Orang yang menjadi korban tindakan stalking atau penguntit. (Korban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *