Daftar Istilah Kendaraan Bermotor Roda 2

  1. Aki: Sumber listrik untuk menghidupkan sepeda motor dan menyediakan daya untuk sistem elektronik.
  2. Anti-Slip Clutch (Kopling Anti-Selip): Jenis kopling yang menggunakan mekanisme untuk mencegah ban belakang tergelincir saat memberikan gas secara tiba-tiba.
  3. Arah Lampu: Lampu yang digunakan untuk memberikan penerangan ke depan saat berkendara di malam hari atau kondisi gelap.
  4. Bahan Bakar: Substansi yang digunakan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan mesin sepeda motor, seperti bensin atau solar.
  5. Ban Tubeless: Ban yang tidak memerlukan tabung dalam, umumnya lebih tahan terhadap penusukan dan kebocoran.
  6. Ban: Bagian karet di roda sepeda motor yang menyentuh jalan, memberikan traksi dan stabilitas saat berkendara.
  7. Baut Swivel: Baut yang menghubungkan roda depan ke garpu, memungkinkan roda untuk bergerak secara bebas.
  8. Bobber: Gaya sepeda motor kustom yang mengutamakan kesederhanaan dengan menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan.
  9. Bore x Stroke: Ukuran diameter piston (bore) dan panjang langkah piston (stroke) dalam mesin, biasanya dinyatakan dalam milimeter.
  10. Carbon Fiber: Material ringan dan kuat yang digunakan dalam beberapa komponen sepeda motor untuk mengurangi bobot dan meningkatkan performa.
  11. Center of Gravity (Pusat Gravitasi): Titik di mana berat sepeda motor secara efektif dianggap terpusat, mempengaruhi kelincahan dan stabilitas.
  12. Chassis: Kerangka atau rangkaian struktur yang menyusun sepeda motor, termasuk rangka, suspensi, dan roda.
  13. Compression Damping (Peredam Kompresi): Pengaturan pada suspensi yang mengontrol kecepatan kompresi peredam saat suspensi tertekan.
  14. Compression Ratio: Perbandingan antara volume ruang bakar pada saat kompresi penuh dan volume ruang bakar saat piston berada di titik terendah.
  15. Countersteer: Teknik mengemudi di mana pengendara memutar stang ke arah berlawanan dengan tikungan untuk mengawali dan menjalani tikungan dengan lebih stabil.
  16. Cruiser: Jenis sepeda motor dengan posisi berkendara santai dan gaya desain retro.
  17. Downtube: Bagian utama rangka sepeda motor yang menghubungkan stang depan dengan bagian bawah sepeda motor.
  18. Dual Disc Brake (Rem Cakram Ganda): Sistem pengereman dengan dua cakram di roda depan, meningkatkan kemampuan pengereman sepeda motor.
  19. Dual-Sport: Jenis sepeda motor yang dirancang untuk digunakan baik di jalan raya maupun di medan off-road.
  20. ECU (Electronic Control Unit): Unit kendali elektronik yang mengatur berbagai sistem pada sepeda motor, termasuk injeksi bahan bakar dan pengapian.
  21. Enduro: Jenis sepeda motor yang dirancang untuk balapan atau perjalanan melintasi berbagai medan, termasuk off-road.
  22. Ergonomics (Ergonomi): Ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan alat, termasuk bagaimana desain sepeda motor dapat memberikan kenyamanan dan kinerja yang optimal bagi pengendara.
  23. Fairing Full: Jenis fairing yang meliputi hampir seluruh bagian sepeda motor, memberikan perlindungan lebih baik dari angin dan hujan.
  24. Fairing: Bagian bodi yang terpasang di depan sepeda motor untuk mengurangi gesekan angin dan meningkatkan aerodinamika.
  25. Filter Udara: Filter yang digunakan untuk menyaring udara sebelum masuk ke dalam mesin, mencegah partikel kotoran masuk ke dalam ruang bakar.
  26. Fire Risk (Resiko Kebakaran): Potensi bahaya kebakaran pada sepeda motor akibat kebocoran bahan bakar atau masalah listrik.
  27. Fuel Efficiency (Efisiensi Bahan Bakar): Kemampuan sepeda motor dalam menggunakan bahan bakar dengan efisien untuk jarak yang ditempuh, umumnya diukur dalam kilometer per liter (km/L).
  28. Fuel Gauge: Alat pengukur tingkat bahan bakar yang tersisa di tangki sepeda motor.
  29. Gas Buang: Gas hasil pembakaran yang dikeluarkan melalui sistem knalpot setelah menjalani siklus pembakaran di dalam mesin.
  30. Gigi: Komponen pada transmisi yang menghubungkan mesin dengan roda dan mengatur kecepatan sepeda motor.
  31. Ground Clearance: Jarak antara bagian bawah sepeda motor dan permukaan jalan, mempengaruhi kemampuan melewati rintangan atau tikungan tajam.
  32. Hazard Lights (Lampu Peringatan): Lampu yang digunakan untuk memberi tahu pengendara lain tentang situasi darurat atau bahaya di jalan.
  33. Homologasi: Proses persetujuan dan sertifikasi oleh otoritas regulasi untuk memastikan sepeda motor memenuhi standar keamanan dan emisi.
  34. Inertia (Inersia): Sifat benda untuk tetap diam atau bergerak lurus dengan kecepatan konstan jika tidak ada gaya yang bekerja padanya.
  35. Injeksi Bahan Bakar: Sistem yang menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar melalui nozzle untuk pembakaran mesin.
  36. Kacamata Pelindung: Kacamata khusus yang digunakan untuk melindungi mata dari debu, angin, atau sinar UV saat berkendara.
  37. Kapasitas Mesin: Ukuran volume total ruang bakar mesin, sering diukur dalam cc (centimeter kubik) atau ml (mililiter).
  38. Kapasitas Tangki: Volume maksimum bahan bakar yang dapat diisi ke tangki sepeda motor. Glosarium.org
  39. Karburator: Alat yang mengatur campuran bahan bakar dan udara sebelum masuk ke dalam ruang bakar mesin.
  40. Kecepatan Maksimum: Kecepatan tertinggi yang dapat dicapai oleh sepeda motor.
  41. Kelistrikan: Seluruh sistem listrik yang mengatur fungsi lampu, klakson, sistem pengapian, dan perangkat elektronik lainnya di sepeda motor.
  42. Kick Starter: Tuas yang digunakan untuk menghidupkan mesin dengan menendangnya secara manual.
  43. Kickstand (Tutup Samping): Standar samping yang digunakan untuk memarkirkan sepeda motor dalam posisi tegak.
  44. Kilometer (km): Satuan jarak yang digunakan untuk mengukur jarak tempuh sepeda motor.
  45. Knalpot Racing: Knalpot yang dirancang untuk meningkatkan performa mesin dengan meningkatkan pembuangan gas buang.
  46. Knalpot Standar: Knalpot bawaan pabrik yang digunakan pada sepeda motor saat pertama kali dibeli.
  47. Knalpot: Saluran pembuangan gas buang dari mesin ke lingkungan luar melalui sistem knalpot.
  48. Knocking: Bunyi berdentang yang dihasilkan oleh mesin akibat pembakaran yang tidak terkontrol, bisa disebabkan oleh bahan bakar berkualitas rendah atau rasio kompresi yang terlalu tinggi.
  49. Kopling: Sistem yang menghubungkan dan memutuskan tenaga antara mesin dan roda, memungkinkan pengendalian kecepatan dan perpindahan gigi.
  50. Lampu Rem: Lampu yang menyala ketika rem sepeda motor diaktifkan, memberi tahu pengendara di belakang tentang pengereman.
  51. Lap Time (Waktu Putaran): Waktu yang dibutuhkan sepeda motor untuk menyelesaikan satu putaran di sirkuit balap, digunakan untuk mengukur performa dan membandingkan kecepatan.
  52. Lean Angle: Sudut kemiringan sepeda motor saat menikung, terukur dari garis horizontal.
  53. Matte Finish (Finishing Matte): Permukaan sepeda motor dengan efek non-berkilau yang memberikan tampilan datar dan elegan.
  54. Mesin Empat Langkah: Jenis mesin pembakaran dalam yang bekerja melalui empat langkah: hisap, kompresi, bakar, dan buang.
  55. Mesin: Bagian utama sepeda motor yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan roda.
  56. Modifikasi: Perubahan yang dilakukan pada sepeda motor dari kondisi aslinya untuk tujuan estetika atau performa.
  57. Monoshock: Sistem suspensi tunggal pada bagian belakang sepeda motor dengan satu unit peredam sentral.
  58. Naked Bike: Sebuah sepeda motor yang tidak memiliki fairing atau bodi tambahan di bagian depan, menampilkan mesin dan bagian rangka terbuka.
  59. Oli Gardan: Oli pelumas yang digunakan untuk merawat gardan atau poros transmisi pada sepeda motor.
  60. Oli Mesin: Pelumas yang digunakan untuk melumasi berbagai komponen mesin sepeda motor.
  61. Overhead Camshaft (OHC): Desain mesin dengan poros nok yang terletak di bagian atas blok silinder untuk menggerakkan katup.
  62. Oversteer: Kondisi saat bagian belakang sepeda motor cenderung meluncur keluar saat bermanuver, biasanya disebabkan oleh kecepatan terlalu tinggi saat menikung.
  63. Pelindung Mesin: Komponen yang melindungi mesin dari benturan dan kerusakan potensial selama berkendara.
  64. Pengejaran Udara (Air Intake): Bagian yang mengambil udara dari luar untuk keperluan pembakaran dalam mesin.
  65. PGM-FI (Programmed Fuel Injection): Sistem injeksi bahan bakar yang dikendalikan oleh komputer untuk mengatur pembakaran yang lebih efisien.
  66. Piston: Komponen silinder berbentuk silinder yang bergerak naik turun di dalam ruang bakar mesin.
  67. Power-to-Weight Ratio (Rasio Daya terhadap Berat): Perbandingan antara tenaga mesin sepeda motor (daya) dengan berat keseluruhan sepeda motor. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik performa akselerasi sepeda motor.
  68. Preload Suspensi: Pengaturan tegangan pada sistem suspensi untuk menyesuaikan ketinggian dan kekerasan suspensi.
  69. Quickshifter: Sistem yang memungkinkan pengendara untuk mengganti gigi tanpa perlu menggunakan kopling atau mengurangi gas.
  70. Radiator: Komponen yang berfungsi untuk mengatur suhu mesin dengan mendinginkan cairan pendingin.
  71. Rantai Distribusi: Rantai yang menggerakkan poros nok (camshaft) pada mesin untuk mengontrol bukaan dan penutupan katup.
  72. Rantai: Sistem transmisi daya dari mesin ke roda belakang melalui rangkaian engsel rantai.
  73. Rasio Kompresi: Perbandingan antara volume total ruang bakar dengan volume saat piston berada di posisi terendah dan tertinggi.
  74. Rebound Damping (Peredam Rebound): Pengaturan pada suspensi yang mengontrol kecepatan peregangan peredam saat suspensi kembali ke posisi awal setelah tertekan.
  75. Rem: Sistem yang digunakan untuk menghentikan pergerakan sepeda motor.
  76. Roda: Bagian yang menopang dan menggerakkan sepeda motor, biasanya ada dua roda.
  77. Scrambler: Gaya sepeda motor dengan desain klasik dan kemampuan off-road, seringkali dilengkapi dengan ban knob dan knalpot yang tinggi.
  78. Sepeda Motor: Kendaraan bermotor roda dua yang digerakkan oleh mesin, biasanya digunakan untuk transportasi sehari-hari.
  79. Side Stand (Tutup Samping): Standar di sisi sepeda motor yang digunakan untuk memarkirkan sepeda motor dalam posisi miring.
  80. Sistem Pengereman ABS: Sistem pengereman Anti-Lock Braking System, yang mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak.
  81. Sistem Rem Cakram: Jenis sistem pengereman yang menggunakan cakram untuk menghentikan roda sepeda motor.
  82. Slip-On Exhaust: Knalpot aftermarket yang dipasang di bagian akhir sistem knalpot asli, umumnya untuk meningkatkan suara dan performa.
  83. Slipper Clutch: Jenis kopling yang mengurangi efek engine braking saat turun gigi, mencegah roda belakang terkunci.
  84. Slipstreaming (Bertelanjang): Teknik mengemudi di belakang kendaraan lain untuk mengurangi hambatan udara dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.
  85. Spion: Kaca reflektif yang dipasang di sepeda motor untuk melihat ke belakang dan memantau lalu lintas di sekitar.
  86. Standar Tunggal (Center Stand): Standar di bagian tengah sepeda motor yang memungkinkan sepeda motor berdiri secara vertikal tanpa bantuan.
  87. Stang: Komponen pada sepeda motor yang berfungsi sebagai pegangan untuk mengendalikan arah dan kemudi.
  88. Starter: Alat untuk menghidupkan mesin sepeda motor.
  89. Steel Braided Brake Lines (Selang Rem Berlapis Baja): Selang rem yang dilapisi kawat baja untuk meningkatkan efisiensi dan respons pengereman.
  90. Streetfighter: Gaya sepeda motor kustom yang mengutamakan performa dan fungsi dengan menghilangkan fairing dan aksen estetika lainnya.
  91. Stroke: Langkah piston dalam mesin, yaitu perjalanan naik-turun piston dalam silinder.
  92. Supercharger: Alat yang meningkatkan tekanan udara yang masuk ke mesin untuk meningkatkan performa dengan menambahkan lebih banyak udara dan bahan bakar ke ruang bakar.
  93. Supermoto: Gaya sepeda motor yang menggabungkan elemen dari motocross dan jalan raya, menggunakan ban yang cocok untuk kedua permukaan.
  94. Suplai Bahan Bakar: Sistem yang mengatur aliran bahan bakar dari tangki ke mesin sepeda motor.
  95. Suspensi: Sistem yang menyerap goncangan dari permukaan jalan untuk memberikan kenyamanan dan stabilitas saat berkendara.
  96. Swingarm: Lengan ayun yang menghubungkan roda belakang dengan rangka sepeda motor.
  97. Tangki Bahan Bakar: Tempat penyimpanan bahan bakar di sepeda motor.
  98. Tank Pad: Pelindung lengket yang ditempatkan di bagian tangki sepeda motor untuk mencegah goresan dan kerusakan akibat goresan zippers atau pakaian.
  99. Throttle Response (Respons Gas): Kecepatan dan respons mesin sepeda motor terhadap pengaturan gas dari pengendara.
  100. Throttle: Pengendali gas pada sepeda motor yang mengatur aliran bahan bakar ke mesin.
  101. Torque Converter: Sistem penghubung otomatis antara mesin dan transmisi pada sepeda motor skuter matik (automatic transmission).
  102. Torque Curve: Grafik yang menggambarkan distribusi torsi mesin pada berbagai putaran mesin.
  103. Torque Steer: Fenomena saat roda depan sepeda motor skuter matik mengalami getaran atau arah berubah saat memberikan gas.
  104. Torque-to-Weight Ratio (Rasio Torsi terhadap Berat): Perbandingan antara torsi mesin sepeda motor dengan berat keseluruhan sepeda motor. Rasio ini mempengaruhi kemampuan melewati tanjakan atau medan yang sulit.
  105. Torsi Puncak: Titik di mana torsi mesin mencapai nilai tertinggi dalam rentang putaran tertentu.
  106. Torsi: Gaya putar atau momen yang dihasilkan oleh mesin, menggambarkan kekuatan akselerasi dan kemampuan mengatasi beban.
  107. Tourer: Jenis sepeda motor yang didesain khusus untuk perjalanan jarak jauh dengan fitur kenyamanan tambahan.
  108. Touring: Jenis sepeda motor yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh, biasanya memiliki fitur kenyamanan dan kapasitas tangki bahan bakar yang besar.
  109. Traction Control (Kontrol Traksi): Sistem elektronik yang mengatur daya yang disalurkan ke roda belakang untuk mencegah selip atau kehilangan traksi.
  110. Transmisi: Sistem yang mengubah rasio gigi untuk mengatur kecepatan sepeda motor.
  111. Twin Cylinder: Mesin dengan dua silinder yang berjalan paralel atau bersebelahan.
  112. Underbone: Jenis desain rangka sepeda motor yang memiliki rangka bagian bawah yang menghubungkan mesin dan bagian depan.
  113. Understeer: Kondisi saat sepeda motor cenderung meluncur ke depan saat bermanuver, biasanya disebabkan oleh kecepatan terlalu tinggi saat menikung.
  114. Wheel Balancing (Penyeimbangan Roda): Proses menyeimbangkan berat roda dan ban untuk mencegah getaran dan ketidakstabilan saat berkendara.
  115. Wheelbase: Jarak antara sumbu roda depan dan roda belakang, mempengaruhi kelincahan dan stabilitasi sepeda motor.
  116. Wheelie: Gerakan sepeda motor di mana roda depan terangkat dari tanah, umumnya dilakukan dengan memberikan gas secara tiba-tiba.
  117. Windshield: Kaca atau pelindung angin di bagian depan sepeda motor untuk melindungi pengendara dari angin dan debris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *