Daftar Istilah Kata Pada Parfum

  1. Aldehydes: Senyawa kimia yang memberikan efek segar, bersih, dan berkilau pada parfum.
  2. Aquatic: Kelompok parfum dengan aroma segar dan bersih, terinspirasi oleh elemen air.
  3. Atomizer (Semprotan): Wadah yang digunakan untuk menyemprotkan parfum dengan cara mengubahnya menjadi kabut halus.
  4. Base Notes (Nota Bawah): Aroma tahan lama yang muncul pada tahap akhir perkembangan parfum.
  5. Blend (Campuran): Proses menggabungkan berbagai bahan aroma untuk menciptakan komposisi parfum yang unik.
  6. Blind Buy: Membeli parfum tanpa mencoba aroma terlebih dahulu.
  7. Blind Testing (Uji Buta): Menguji parfum tanpa mengetahui merek atau nama untuk menghindari pengaruh subjektivitas.
  8. Carriers (Pembawa): Bahan yang digunakan untuk melarutkan minyak wangi, seperti alkohol atau minyak nabati.
  9. Chypre Accord (Akord Chypre): Komposisi parfum dengan kombinasi oakmoss, labdanum, dan bergamot.
  10. Chypre: Kelompok parfum dengan akord alami dan tajam yang terdiri dari ekstrak oakmoss, labdanum, dan bergamot.
  11. Citrus: Kelompok parfum dengan aroma segar dari buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon.
  12. Cologne: Istilah yang awalnya merujuk pada parfum berbasis sitrus, tetapi sekarang juga digunakan untuk menyebut parfum pria.
  13. Concentration (Konsentrasi): Tingkat kepekatan minyak wangi dalam parfum, menentukan ketahanan dan intensitas aromanya.
  14. Daya Tahan: Lamanya waktu parfum tetap tercium setelah diaplikasikan.
  15. Decant: Proses memindahkan parfum dari botol aslinya ke wadah yang lebih kecil untuk keperluan tertentu.
  16. Designer Perfume: Parfum yang diproduksi oleh merek terkenal atau rumah mode.
  17. Dry-down: Proses perubahan aroma parfum dari nota atas hingga nota bawah selama beberapa jam setelah aplikasi.
  18. Eau de Cologne: Parfum dengan konsentrasi aroma yang paling ringan, cocok untuk pemakaian setelah mandi atau sebagai semprotan segar.
  19. Eau de Parfum: Jenis parfum dengan konsentrasi aroma yang tinggi, namun sedikit lebih ringan dibandingkan parfum murni.
  20. Eau de Toilette: Parfum dengan konsentrasi aroma yang lebih rendah dari Eau de Parfum, biasanya digunakan untuk pemakaian sehari-hari.
  21. Extract (Ekstrak): Jenis parfum dengan konsentrasi tertinggi, mengandung jumlah minyak wangi paling banyak.
  22. Fixative (Fiksatif): Bahan yang digunakan dalam parfum untuk membantu mempertahankan aroma dan memperpanjang ketahanan.
  23. Flanker: Varian atau edisi terbaru dari parfum yang sudah ada sebelumnya, biasanya dengan sedikit perubahan dalam formulasi aroma.
  24. Floral Bouquet (Buket Bunga): Kombinasi beberapa aroma bunga dalam parfum.
  25. Floral: Kelompok parfum dengan aroma bunga seperti mawar, jasmin, atau lily.
  26. Fougère: Kelompok parfum dengan akord herbal, kayu, dan lavendel yang umumnya digunakan untuk parfum pria.
  27. Gourmand Accord (Akord Gourmand): Campuran aroma makanan manis seperti karamel, cokelat, atau vanila dalam parfum.
  28. Gourmand: Kelompok parfum dengan aroma manis seperti makanan atau permen.
  29. Heart Notes (Nota Tengah): Aroma utama parfum yang muncul setelah nota atas memudar.
  30. Layering (Penumpukan): Menggabungkan beberapa parfum atau produk wangi untuk menciptakan aroma yang unik dan pribadi.
  31. Layering: Menggabungkan beberapa parfum atau produk wangi lainnya untuk menciptakan aroma yang unik dan pribadi. Glosarium.org
  32. Maceration (Makerasi): Proses merendam bahan-bahan parfum dalam pelarut untuk mengekstrak aromanya.
  33. Musk: Kelompok parfum dengan aroma dasar yang sensual dan memikat, terinspirasi oleh senyawa musk alami.
  34. Natural Perfume: Parfum yang menggunakan bahan-bahan alami dan tidak mengandung bahan sintetis.
  35. Niche Perfume: Parfum yang diproduksi oleh perusahaan kecil atau independen dengan fokus pada kualitas dan keunikan aroma.
  36. Nose (Hidung): Seorang ahli atau penilai parfum yang memiliki kemampuan mengenali dan menganalisis berbagai aroma.
  37. Nose Fatigue (Kebutaan Hidung): Keadaan ketika hidung menjadi kebal terhadap aroma parfum setelah menciumnya terlalu lama.
  38. Nose Training (Pelatihan Hidung): Latihan untuk mengembangkan kemampuan membedakan berbagai aroma dalam parfum.
  39. Nota Atas: Aroma yang terasa pertama kali setelah menyemprot parfum, biasanya segar dan ringan.
  40. Nota Bawah: Aroma yang muncul pada tahap akhir, menentukan daya tahan dan kesan akhir parfum.
  41. Nota Tengah: Aroma yang muncul setelah nota atas memudar, memberikan karakteristik utama parfum.
  42. Nota: Komponen aroma individual dalam parfum, terdiri dari nota atas, tengah, dan bawah yang berkembang seiring waktu.
  43. Oriental: Kelompok parfum dengan aroma kaya, hangat, dan eksotis seperti vanila, kayu, dan rempah-rempah.
  44. Parfum Ceremony (Upacara Parfum): Tradisi tertentu dalam menerapkan parfum, kadang-kadang dianggap sebagai ritual khusus.
  45. Parfum Extrait: Istilah lain untuk parfum dengan konsentrasi tertinggi, seringkali digunakan secara bergantian dengan “Ekstrak.”
  46. Parfum Solids (Padat Parfum): Parfum dalam bentuk padat, seringkali dalam bentuk lilin atau balm.
  47. Parfum: Campuran minyak wangi dengan konsentrasi tertinggi, memiliki aroma yang intens dan tahan lama.
  48. Perfume Note Pyramid (Piramida Nota Parfum): Representasi hierarki dari nota atas, tengah, dan bawah dalam parfum.
  49. Perfume Oil (Minyak Parfum): Parfum dalam bentuk minyak, biasanya memiliki aroma yang lebih konsisten dan tahan lama.
  50. Perfumer (Parfumir): Ahli dalam menciptakan campuran aroma untuk menciptakan parfum.
  51. Projection (Proyeksi): Kemampuan parfum untuk mencium dengan kuat dalam jarak jauh.
  52. Reformulation: Proses mengubah formula parfum, biasanya karena perubahan bahan baku atau peraturan.
  53. Scent Family (Keluarga Aroma): Kelompok parfum yang memiliki kesamaan karakteristik aroma, seperti floral, woody, atau citrus.
  54. Scent Strip (Pita Aroma): Pita kertas atau kain yang digunakan untuk menguji aroma parfum sebelum membelinya.
  55. Signature Scent (Aroma Identitas): Parfum khas yang menjadi ciri khas dan identitas seseorang.
  56. Sillage: Jejak aroma yang ditinggalkan oleh parfum saat bergerak di udara.
  57. Synthetic Perfume: Parfum yang menggunakan bahan-bahan aroma sintetis daripada bahan alami.
  58. Top Notes (Nota Atas): Aroma ringan yang muncul saat pertama kali menyemprotkan parfum.
  59. Vintage: Parfum yang diproduksi pada masa lampau dan dianggap klasik atau berharga karena usianya.
  60. Woody: Kelompok parfum dengan aroma dominan dari kayu seperti cedarwood, sandalwood, atau patchouli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *