Daftar Istilah Kartel

  • Abuse of Dominance: Pemanfaatan kedudukan dominan di pasar untuk merugikan pesaing atau konsumen.
  • Alokasi Produksi: Pembagian jumlah produksi antara anggota kartel untuk menghindari persaingan dan menjaga keseimbangan pasokan.
  • Anticompetitive Practices: Praktik bisnis yang merugikan persaingan, seperti kartel, harga tetap, dan pembagian pasar.
  • Antitrust Laws: Hukum yang bertujuan untuk mencegah praktik kartel dan melindungi persaingan di pasar.
  • Barriers to Entry: Hambatan yang menghalangi perusahaan baru masuk ke dalam suatu pasar.
  • Bid Rigging: Praktik tidak sah di mana beberapa perusahaan bersepakat sebelumnya tentang penawaran untuk mendistorsi kompetisi lelang.
  • Cartel Agreement: Perjanjian formal antara perusahaan untuk berpartisipasi dalam praktik kartel.
  • Collusion: Kerjasama tidak sah antara perusahaan-perusahaan untuk mempengaruhi harga atau pasar.
  • Competition Advocacy: Upaya promosi persaingan yang sehat oleh pemerintah kepada pemangku kepentingan.
  • Competition Commission: Badan pemerintah yang mengawasi dan melaksanakan hukum persaingan.
  • Competition Law: Hukum yang mengatur persaingan bisnis dan mencegah praktik kartel dan monopoli.
  • Competition Policy: Kebijakan yang dirancang untuk mempromosikan dan melindungi persaingan dalam ekonomi.
  • Competitive Advantage: Keunggulan yang dimiliki oleh suatu perusahaan atas pesaingnya dalam aspek tertentu.
  • Competitive Market: Pasar di mana banyak perusahaan bersaing untuk menjual produk serupa.
  • Consumer Welfare: Kesejahteraan konsumen dalam konteks persaingan yang sehat dan harga yang wajar.
  • Dumping: Praktik menjual produk di pasar asing dengan harga yang lebih rendah dari biaya produksi, yang dapat merugikan produsen lokal.
  • Fair Competition: Prinsip memastikan persaingan yang adil dan menguntungkan semua peserta.
  • Harga Tetap: Kesepakatan antara perusahaan dalam kartel untuk menjaga harga produk pada tingkat tertentu agar tidak bersaing.
  • Horizontal Integration: Menggabungkan perusahaan dalam industri yang sama untuk mengurangi persaingan.
  • Hukuman Kartel: Denda atau sanksi hukum yang diberikan kepada perusahaan yang terbukti terlibat dalam praktik kartel.
  • Intervensi Pemerintah: Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk mengatasi kartel dan memastikan persaingan adil.
  • Kartel Energi: Kartel yang terlibat dalam industri energi seperti minyak, gas, atau listrik.
  • Kartel Ilegal: Aliansi antara perusahaan-perusahaan untuk melakukan praktik anti-persaingan yang melanggar hukum.
  • Kartel: Aliansi antara beberapa perusahaan serupa untuk mengontrol harga, produksi, dan pasar secara kolektif.
  • Kerjasama Bisnis: Bentuk kerja sama legal antara perusahaan untuk tujuan tertentu, seperti riset bersama atau pengembangan produk.
  • Kesepakatan Harga: Kesepakatan antara perusahaan dalam kartel untuk menetapkan harga yang sama atau minimum.
  • Kontrol Pasar: Kekuasaan untuk mempengaruhi harga dan persediaan produk di pasar oleh kelompok perusahaan.
  • Larangan Kartel: Undang-undang dan regulasi yang mengatur praktik kartel dan mencegah pelanggaran persaingan.
  • Leniency Program: Program di mana perusahaan yang mengungkapkan pelanggaran kartel bisa mendapatkan keringanan hukuman.
  • Market Allocation: Pembagian wilayah atau segmen pasar antara perusahaan dalam kartel untuk menghindari persaingan langsung.
  • Market Concentration: Tingkat dominasi beberapa perusahaan besar dalam suatu pasar.
  • Market Conduct Authority: Otoritas yang bertanggung jawab mengawasi perilaku perusahaan di pasar untuk memastikan persaingan yang adil.
  • Market Conduct: Perilaku perusahaan dalam beroperasi di pasar yang dapat mempengaruhi persaingan.
  • Market Demand: Jumlah produk atau layanan yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai harga.
  • Market Disruption: Gangguan yang dapat mengubah dinamika atau struktur pasar.
  • Market Distortion: Ketidakseimbangan dalam persaingan yang mengganggu pasar dan dapat merugikan konsumen.
  • Market Dominance: Kedudukan suatu perusahaan yang menguasai pangsa pasar yang besar dan mempengaruhi pasar.
  • Market Dynamics: Perubahan dan interaksi yang terjadi di pasar seiring waktu.
  • Market Entry Barriers: Hambatan-hambatan yang membuat sulit bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam suatu pasar.
  • Market Entry Strategy: Rencana perusahaan untuk memasuki pasar baru atau ekspansi.
  • Market Equilibrium: Keseimbangan di mana penawaran dan permintaan di pasar berada pada tingkat yang seimbang.
  • Market Expansion: Upaya untuk memperluas cakupan pasar atau produk ke wilayah baru.
  • Market Failure: Kondisi di mana pasar tidak menghasilkan alokasi sumber daya yang efisien.
  • Market Fluctuations: Fluktuasi alami dalam harga, permintaan, dan penawaran di pasar.
  • Market Forces: Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan di pasar.
  • Market Niche: Segmen pasar yang khusus dan terfokus pada produk atau layanan tertentu.
  • Market Opportunity: Peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan atau mengembangkan pasar baru.
  • Market Potential: Potensi pertumbuhan dan peluang di pasar yang belum dimanfaatkan sepenuhnya.
  • Market Power: Kekuasaan suatu perusahaan untuk mempengaruhi harga atau kondisi pasar.
  • Market Reaction: Tanggapan perusahaan dan konsumen terhadap perubahan di pasar.
  • Market Regulation: Pengawasan pemerintah terhadap aktivitas pasar untuk memastikan persaingan yang sehat.
  • Market Research: Pengumpulan dan analisis data untuk memahami preferensi dan perilaku konsumen.
  • Market Saturation: Kondisi di mana permintaan untuk produk sudah jenuh dan pertumbuhan lambat.
  • Market Segmentation: Pembagian pasar menjadi segmen berdasarkan karakteristik seperti demografi atau geografi.
  • Market Share Concentration: Proporsi besar dari pasar yang dikendalikan oleh beberapa perusahaan.
  • Market Share Growth: Pertumbuhan pangsa pasar suatu perusahaan seiring waktu.
  • Market Share Leader: Perusahaan dengan pangsa pasar terbesar dalam industri.
  • Market Share: Bagian persentase dari total penjualan atau produksi yang dimiliki oleh suatu perusahaan di pasar tertentu.
  • Market Supply: Kuantitas produk atau layanan yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai harga.
  • Market Transparency: Tingkat keterbukaan informasi di pasar yang memungkinkan pesaing dan konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik.
  • Market Trend: Pola perubahan yang terjadi dalam perilaku konsumen atau pasar.
  • Merger Control: Pengawasan pemerintah terhadap penggabungan atau akuisisi perusahaan untuk mencegah monopoli.
  • Monopoli: Situasi di mana satu perusahaan menguasai pasar dengan sedikit atau tanpa pesaing yang signifikan.
  • Monopoly Power: Kemampuan suatu perusahaan untuk mengendalikan pasar dengan sedikit atau tanpa saingan yang signifikan.
  • Monopoly Regulation: Pengawasan pemerintah terhadap perusahaan yang menguasai pasar tunggal.
  • Oligopoli: Pasar yang didominasi oleh beberapa perusahaan besar yang saling mempengaruhi keputusan harga dan produksi.
  • Pelanggaran Persaingan: Tindakan melanggar hukum yang menghambat persaingan di pasar, seperti penetapan harga atau pembagian pasar.
  • Pembagian Pasar: Praktik membagi wilayah geografis atau segmen pasar antara perusahaan dalam kartel untuk menghindari persaingan langsung.
  • Pembatasan Pasar: Upaya untuk membatasi akses atau partisipasi perusahaan dalam pasar tertentu.
  • Penetapan Harga: Praktik di mana perusahaan sepakat untuk menetapkan harga yang sama atau tidak sah dalam upaya menghindari persaingan.
  • Penyelidikan Antitrust: Proses investigasi oleh otoritas kompetisi untuk menemukan bukti pelanggaran hukum kartel.
  • Persaingan Bebas: Konsep di mana perusahaan bersaing secara adil tanpa campur tangan yang merugikan persaingan.
  • Predatory Pricing: Penetapan harga sangat rendah untuk mengusir pesaing dari pasar, kemudian harga dinaikkan setelah itu.
  • Price Discrimination: Praktik menetapkan harga berbeda untuk pelanggan yang berbeda tanpa alasan objektif.
  • Price Fixing: Kesepakatan antara perusahaan untuk menetapkan harga tertentu, menghambat persaingan bebas.
  • Price Transparency: Tingkat keterbukaan informasi harga kepada konsumen di pasar.
  • Vertical Integration: Menggabungkan perusahaan dalam rantai pasokan yang berbeda, dari produksi hingga distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *