Daftar Istilah-istilah Novel Misteri

  1. Alat bukti: Fakta atau barang yang digunakan dalam persidangan untuk membuktikan kesalahan atau keterlibatan pelaku kejahatan.
  2. Alibi: Alibi – Bukti atau keterangan yang menunjukkan bahwa seseorang tidak bisa menjadi pelaku kejahatan karena berada di tempat lain pada saat kejadian terjadi.
  3. Altered Evidence: Bukti yang diubah – Fakta atau barang bukti yang telah dimanipulasi untuk menyesatkan penyelidikan.
  4. Anonymous Source: Sumber anonim – Informasi atau petunjuk yang diterima tanpa diketahui asalnya, sering kali digunakan oleh detektif untuk membongkar kasus.
  5. Asas kesetaraan: Prinsip bahwa semua orang harus diperlakukan sama di mata hukum dan penyelidikan.
  6. Autopsi: Pemeriksaan mayat oleh ahli forensik untuk menentukan penyebab kematian.
  7. Black Box: Kaset hitam – Benda fisik atau bukti yang sangat penting dan mencatat kejadian krusial.
  8. Breakthrough: Terobosan – Pencapaian penting atau penemuan baru yang membantu menyelidikan maju ke arah yang benar.
  9. Bukti: Fakta atau objek yang digunakan untuk menemukan kebenaran dalam sebuah kasus.
  10. Burglary Spree: Seri pencurian – Serangkaian kejahatan pencurian yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang sama dalam periode waktu tertentu.
  11. Cerita kembang api: Alasan palsu atau cerita fiksi yang diciptakan untuk menyembunyikan kebenaran.
  12. Chaos: Kekacauan – Kondisi ketidakberaturan yang bisa menciptakan kesempatan bagi kejahatan.
  13. Chronology: Kronologi – Urutan waktu kejadian dalam kasus yang membantu detektif memahami perkembangan peristiwa.
  14. Circumspect: Waspada – Sikap hati-hati dalam menyelidiki dan mempertimbangkan setiap kemungkinan.
  15. Clue: Petunjuk – Informasi atau benda yang membantu detektif dalam memecahkan misteri.
  16. Cold Case: Kasus dingin – Kasus yang belum terpecahkan dan telah lama tidak aktif dalam penyelidikan.
  17. Connection: Koneksi – Hubungan atau asosiasi dengan individu atau kelompok yang dapat membantu pelaku dalam mencapai tujuan jahat.
  18. Crime Fiction Writer: Penulis fiksi kejahatan – Penulis yang mengkhususkan diri dalam menulis novel atau cerita misteri.
  19. Crime Fiction: Fiksi kejahatan – Genre sastra yang berfokus pada cerita-cerita kejahatan dan penyelidikan.
  20. Crime Novel: Novel kejahatan – Sebuah novel yang berpusat pada kejahatan, sering kali dengan fokus pada penyelidikan dan pengungkapan kebenaran.
  21. Crime Scene Tampering: Kekacauan kamar mayat – Kondisi di mana pelaku kejahatan mengatur ulang atau menyembunyikan bukti di tempat kejadian.
  22. Crime Scene: Tempat kejadian perkara – Lokasi di mana kejahatan terjadi dan menjadi pusat penyelidikan.
  23. Criminal Profiler: Profiler kriminal – Ahli yang menganalisis karakteristik psikologis dan perilaku pelaku kejahatan untuk membantu dalam penyelidikan.
  24. Culprit: Pelaku – Orang yang melakukan kejahatan atau tindakan kriminal.
  25. Dalang: Orang yang berada di balik aksi kejahatan dan berperan merencanakannya.
  26. Dalil: Argumen atau bukti yang digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu pernyataan.
  27. Deduction: Deduksi – Proses mencari kesimpulan berdasarkan bukti atau petunjuk yang ada.
  28. Detective: Detektif – Tokoh utama dalam cerita yang bertugas untuk memecahkan misteri atau kasus-kasus yang rumit.
  29. Detektif: Tokoh utama dalam cerita yang bertugas untuk memecahkan misteri atau kasus-kasus yang rumit.
  30. Disguise: Penyamaran – Taktik pelaku kejahatan untuk menyembunyikan identitas atau tujuan mereka dengan berpura-pura menjadi orang lain.
  31. Eksploitasi: Pemanfaatan kelemahan atau situasi seseorang untuk mencapai tujuan jahat.
  32. Equal Protection: Asas kesetaraan – Prinsip bahwa semua orang harus diperlakukan sama di mata hukum dan penyelidikan.
  33. Evidence: Bukti – Fakta atau objek yang digunakan untuk menemukan kebenaran dalam sebuah kasus.
  34. Eyewitness: Saksi mata – Orang yang melihat langsung kejadian atau kejahatan yang terjadi.
  35. Fabrication: Rekayasa – Tindakan manipulatif untuk mengatur atau menciptakan peristiwa palsu demi menyembunyikan kebenaran.
  36. False Narrative: Cerita kembang api – Alasan palsu atau cerita fiksi yang diciptakan untuk menyembunyikan kebenaran.
  37. Fingerprint: Sidik jari – Cacat unik pada ujung jari yang digunakan sebagai alat identifikasi dalam penyelidikan.
  38. Forensic Science: Ilmu forensik – Penerapan ilmu pengetahuan untuk membantu dalam penyelidikan kriminal.
  39. Identity Concealment: Penyamaran identitas – Mengubah atau menyembunyikan identitas seseorang untuk menghindari pendeteksian.
  40. Intelijen: Informasi rahasia atau bahan yang dikumpulkan untuk membantu dalam mengungkap misteri.
  41. Intelligence: Intelijen – Informasi rahasia atau bahan yang dikumpulkan untuk membantu dalam mengungkap misteri.
  42. Interrogation: Interogasi – Proses bertanya dan mendapatkan keterangan dari saksi atau tersangka.
  43. Investigasi rahasia: Penyelidikan yang dilakukan secara diam-diam dan tanpa diketahui pihak terkait untuk mengungkap kebenaran.
  44. Investigation: Penyelidikan – Proses mencari informasi, bukti, dan fakta untuk memecahkan misteri atau kejahatan.
  45. Investigative Journalism: Jurnalisme investigasi – Jurnalisme yang melibatkan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik suatu peristiwa atau kasus.
  46. Kaset hitam: Benda fisik atau bukti yang sangat penting dan mencatat kejadian krusial.
  47. Kasus dingin: Kasus yang belum terpecahkan dan telah lama tidak aktif dalam penyelidikan.
  48. Kebohongan: Pernyataan palsu yang bertujuan untuk menyesatkan penyelidikan dan menyembunyikan kebenaran.
  49. Kejahatan terorganisir: Jenis kejahatan yang dilakukan oleh kelompok terorganisir dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau kekuasaan.
  50. Kekacauan kamar mayat: Kondisi di mana pelaku kejahatan mengatur ulang atau menyembunyikan bukti di tempat kejadian.
  51. Kekacauan: Kondisi ketidakberaturan yang bisa menciptakan kesempatan bagi kejahatan.
  52. Kesaksian palsu: Pernyataan yang sengaja salah dari seorang saksi untuk menyembunyikan kebenaran.
  53. Kesaksian: Keterangan atau informasi dari saksi mata atau saksi lainnya yang penting dalam mengungkap misteri.
  54. Kidnapping: Penculikan – Tindakan menculik seseorang dengan paksa, seringkali menjadi fokus utama dalam cerita misteri.
  55. Kompromi: Tindakan memanfaatkan kelemahan atau informasi rahasia seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.
  56. Koneksi: Hubungan atau asosiasi dengan individu atau kelompok yang dapat membantu pelaku dalam mencapai tujuan jahat.
  57. Kronologi: Urutan waktu kejadian dalam kasus yang membantu detektif memahami perkembangan peristiwa.
  58. Labirin: Situasi atau kasus yang sangat kompleks dan sulit untuk dipecahkan.
  59. Labyrinth: Labirin – Situasi atau kasus yang sangat kompleks dan sulit untuk dipecahkan.
  60. Laporan polisi: Dokumen resmi yang berisi informasi tentang kejahatan atau insiden tertentu yang dilaporkan kepada pihak berwenang.
  61. Lie: Kebohongan – Pernyataan palsu yang bertujuan untuk menyesatkan penyelidikan dan menyembunyikan kebenaran.
  62. Love Motive: Motif cinta – Alasan yang mendasari tindakan kejahatan yang berkaitan dengan hubungan romantis atau asmara.
  63. Mastermind: Dalang – Orang yang berada di balik aksi kejahatan dan berperan merencanakannya.
  64. Matriks Motif: Kumpulan alasan potensial yang mungkin mendasari peristiwa dalam cerita.
  65. Motif balas dendam: Alasan yang mendasari tindakan kejahatan sebagai pembalasan atas peristiwa atau perlakuan buruk masa lalu.
  66. Motif cinta: Alasan yang mendasari tindakan kejahatan yang berkaitan dengan hubungan romantis atau asmara.
  67. Motif keselamatan: Alasan yang mendasari suatu tindakan kejahatan yang dilakukan untuk melindungi diri sendiri atau orang lain.
  68. Motif Matrix: Matriks Motif – Kumpulan alasan potensial yang mungkin mendasari peristiwa dalam cerita.
  69. Motif: Alasan atau dorongan yang mungkin mendasari seseorang melakukan kejahatan tertentu.
  70. Motive: Motif – Alasan atau dorongan yang mungkin mendasari seseorang melakukan kejahatan tertentu.
  71. Motiveless Crime: Kejahatan tanpa motif – Kejahatan yang tampaknya tidak memiliki alasan atau tujuan yang jelas.
  72. Murder: Pembunuhan – Tindakan membunuh seseorang dengan sengaja, merupakan fokus utama dalam banyak novel misteri.
  73. Naskah tersembunyi: Dokumen rahasia atau pesan yang penting untuk mengungkap misteri.
  74. Organized Crime: Kejahatan terorganisir – Jenis kejahatan yang dilakukan oleh kelompok terorganisir dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau kekuasaan.
  75. Pembongkaran: Proses mengungkap kebenaran dan mengungkap dalang di balik misteri.
  76. Pembunuhan berantai: Serangkaian pembunuhan yang dilakukan oleh orang yang sama dengan pola tertentu.
  77. Pembunuhan: Tindakan membunuh seseorang dengan sengaja, merupakan fokus utama dalam banyak novel misteri.
  78. Penculikan: Tindakan menculik seseorang dengan paksa, seringkali menjadi fokus utama dalam cerita misteri.
  79. Pencurian: Tindakan mengambil barang milik orang lain secara ilegal, bisa menjadi latar belakang kasus dalam novel misteri.
  80. Penembak misterius: Identitas pelaku yang tidak diketahui, sering kali menjadi pusat perhatian dalam novel misteri.
  81. Penipuan: Taktik manipulatif yang digunakan untuk mengecoh orang lain demi keuntungan pribadi.
  82. Penjebakan: Tindakan mengatur situasi tertentu untuk menangkap pelaku kejahatan dengan mudah.
  83. Penyadapan: Taktik untuk mendengarkan atau merekam percakapan orang lain secara rahasia.
  84. Penyamaran ganda: Taktik di mana pelaku berpura-pura menjadi dua atau lebih orang yang berbeda untuk menghindari pendeteksian.
  85. Penyamaran identitas: Mengubah atau menyembunyikan identitas seseorang untuk menghindari pendeteksian.
  86. Penyamaran: Taktik pelaku kejahatan untuk menyembunyikan identitas atau tujuan mereka dengan berpura-pura menjadi orang lain.
  87. Penyelidikan: Proses mencari informasi, bukti, dan fakta untuk memecahkan misteri atau kejahatan.
  88. Penyergapan: Taktik yang digunakan oleh detektif atau petugas hukum untuk menangkap pelaku kejahatan dengan tiba-tiba dan tanpa diduga.
  89. Perjury: Kesaksian palsu – Pernyataan yang sengaja salah dari seorang saksi untuk menyembunyikan kebenaran.
  90. Petunjuk: Informasi kecil atau benda yang membantu detektif dalam menyimpulkan fakta dalam kasus.
  91. Police Report: Laporan polisi – Dokumen resmi yang berisi informasi tentang kejahatan atau insiden tertentu yang dilaporkan kepada pihak berwenang.
  92. Profil pelaku: Gambaran karakteristik dan perilaku pelaku yang digunakan untuk membantu identifikasi dan penangkapan.
  93. Psychological Profiling: Profil pelaku – Gambaran karakteristik dan perilaku pelaku yang digunakan untuk membantu identifikasi dan penangkapan.
  94. Psychological Terror: Teror psikologis – Taktik untuk menakuti atau mengancam seseorang tanpa melakukan kekerasan fisik.
  95. Reconciliation: Rekonsiliasi – Proses penyatuan informasi yang terpisah untuk mengungkap kebenaran dalam kasus.
  96. Red Herring: Angin surga – Informasi palsu atau petunjuk palsu yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari fakta sebenarnya.
  97. Red Herring: Informasi palsu atau petunjuk palsu yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari fakta sebenarnya.
  98. Reducing Suspects: Mengurangi tersangka – Proses mengeliminasi tersangka yang tidak mungkin terlibat dalam kejahatan berdasarkan bukti atau alibi.
  99. Rekayasa: Tindakan manipulatif untuk mengatur atau menciptakan peristiwa palsu demi menyembunyikan kebenaran.
  100. Rekonsiliasi: Proses penyatuan informasi yang terpisah untuk mengungkap kebenaran dalam kasus.
  101. Saksi: Seseorang yang melihat atau mengetahui peristiwa yang terjadi dan dapat memberikan keterangan dalam penyelidikan.
  102. Serangan verbal: Ancaman atau kata-kata yang ditujukan untuk mengintimidasi atau menyakiti seseorang secara verbal.
  103. Seri pembunuhan: Serangkaian pembunuhan yang terjadi dalam pola tertentu dan menjadi fokus utama detektif.
  104. Seri pencurian: Serangkaian kejahatan pencurian yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang sama dalam periode waktu tertentu.
  105. Serial Killer: Pembunuh berantai – Seseorang yang melakukan serangkaian pembunuhan dengan pola tertentu.
  106. Sidik jari: Cacat unik pada ujung jari yang digunakan sebagai alat identifikasi dalam penyelidikan.
  107. Sirkumspektif: Sikap hati-hati dalam menyelidiki dan mempertimbangkan setiap kemungkinan.
  108. Solving the Case: Memecahkan kasus – Proses mencari dan mengungkap kebenaran di balik misteri.
  109. Sosok bayangan: Orang atau identitas yang dicurigai berperan dalam kejahatan tetapi sulit untuk diidentifikasi.
  110. Sumber anonim: Informasi atau petunjuk yang diterima tanpa diketahui asalnya, sering kali digunakan oleh detektif untuk membongkar kasus.
  111. Surveillance: Penyadapan – Taktik untuk mendengarkan atau merekam percakapan orang lain secara rahasia.
  112. Suspense: Ketegangan – Perasaan tegang dan ingin tahu yang diciptakan dalam cerita untuk menjaga minat pembaca.
  113. Teror psikologis: Taktik untuk menakuti atau mengancam seseorang tanpa melakukan kekerasan fisik.
  114. Theft: Pencurian – Tindakan mengambil barang milik orang lain secara ilegal, bisa menjadi latar belakang kasus dalam novel misteri.
  115. Twist: Peristiwa mengejutkan atau plot twist yang mengubah arah cerita secara tiba-tiba.
  116. Twist: Plot twist – Peristiwa mengejutkan atau perubahan tiba-tiba dalam alur cerita.
  117. Unraveling Clues: Menguraikan petunjuk – Proses menghubungkan dan memahami petunjuk untuk mengungkap misteri.
  118. Whodunit: Pertanyaan siapa yang melakukannya – Sebuah jenis novel misteri di mana pembaca diajak untuk mencari tahu siapa pelaku kejahatan.
  119. Witness: Saksi – Seseorang yang melihat atau mengetahui peristiwa yang terjadi dan dapat memberikan keterangan dalam penyelidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *