Daftar Istilah Graphic Designer (Desainer Grafis)

  1. Alignment: Penyusunan elemen-elemen desain secara tepat untuk menciptakan tata letak yang teratur.
  2. Aspect Ratio (Rasio Aspek): Perbandingan antara lebar dan tinggi gambar atau layar, penting untuk menjaga proporsi gambar agar tidak terdistorsi.
  3. Balance (Keseimbangan): Distribusi visual berat atau elemen dalam desain untuk menciptakan stabilitas atau kesan yang diinginkan.
  4. Bleed: Area tambahan di luar tepi desain yang memastikan cetakan mencakup seluruh wilayah desain, biasanya untuk mencegah tepi putih saat dipotong.
  5. Branding: Proses menciptakan identitas unik untuk merek atau perusahaan melalui elemen visual seperti logo, warna, dan gaya desain yang konsisten.
  6. CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black): Model warna yang digunakan dalam pencetakan, dengan kombinasi empat warna untuk menghasilkan gamut warna yang lebih luas.
  7. CMYK vs. RGB: Perbedaan antara model warna CMYK yang digunakan untuk pencetakan dan model warna RGB yang digunakan untuk desain digital.
  8. Contrast: Perbedaan antara elemen-elemen dalam desain, seperti warna, ukuran, atau bentuk, untuk menciptakan ketertarikan visual.
  9. Crop: Memotong atau memperkecil bagian dari gambar atau desain untuk mengatur fokus atau menghapus elemen yang tidak diinginkan.
  10. Cropping: Memotong atau memperkecil bagian dari gambar atau desain untuk mengatur fokus atau menghapus elemen yang tidak diinginkan.
  11. Desain Grafis: Proses menciptakan dan menggabungkan elemen-elemen visual seperti gambar, teks, dan ilustrasi untuk menyampaikan pesan atau menciptakan karya artistik.
  12. Die-Cut: Proses pemotongan bahan cetakan atau kertas untuk menciptakan bentuk khusus dalam desain, sering digunakan untuk brosur, kemasan, atau undangan.
  13. Digital Illustration: Seni menciptakan gambar atau ilustrasi menggunakan perangkat lunak desain grafis.
  14. Dithering: Teknik untuk menciptakan efek visual atau gradasi warna dalam gambar raster dengan mengatur piksel-piksel dalam pola tertentu.
  15. DPI (Dots Per Inch): Satuan yang mengukur ketajaman dan resolusi gambar digital, mengacu pada jumlah titik per inci pada cetakan atau layar.
  16. Drop Shadow: Efek yang menambahkan bayangan di bawah elemen desain, memberikan kesan tiga dimensi dan memisahkan elemen dari latar belakang.
  17. Efek Teks: Efek-efek khusus yang diterapkan pada teks, seperti bayangan, emboss, atau efek 3D.
  18. Emphasis: Meningkatkan pentingnya atau peran elemen tertentu dalam desain dengan menonjolkan atau memperbesar elemen tersebut.
  19. GIF (Graphics Interchange Format): Format file gambar yang mendukung animasi dan transparansi, sering digunakan untuk ikon dan animasi sederhana di web.
  20. Gradient: Pergantian warna yang halus dari satu warna ke warna lain, digunakan untuk menciptakan efek visual menarik.
  21. Grayscale: Representasi gambar dalam skala abu-abu tanpa warna, sering digunakan untuk efek artistik atau mencetak dokumen tanpa menggunakan tinta berwarna.
  22. Grid: Rangkaian garis panduan yang membantu menentukan penempatan elemen dalam desain secara konsisten dan teratur.
  23. Halftone: Teknik menciptakan gradasi warna atau tonalitas dengan menggunakan titik-titik kecil yang berbeda ukuran dan jarak di dalam gambar raster.
  24. High Fidelity (Hi-Fi): Prototipe atau sketsa desain yang lebih mendekati hasil akhir, dengan lebih banyak detail dan realistis.
  25. Iconography: Penggunaan ikon atau simbol untuk menyampaikan ide, tindakan, atau konsep dengan cepat dan mudah dipahami.
  26. Ilustrasi: Gambar atau gambar yang digambar tangan atau menggunakan perangkat lunak untuk melengkapi desain atau menyampaikan ide secara visual.
  27. Infografis: Representasi visual informasi kompleks atau data dalam bentuk grafis yang mudah dipahami dan menarik.
  28. JPEG (Joint Photographic Experts Group): Format file gambar yang banyak digunakan untuk menyimpan gambar berwarna dengan kompresi yang baik, ideal untuk foto dan gambar realistis.
  29. Kanvas: Area kerja atau ruang di mana desain grafis dibuat, bisa berupa kertas, layar komputer, atau media lainnya.
  30. Kerning: Penyesuaian jarak antara huruf dalam kata untuk menciptakan tampilan teks yang lebih estetis dan mudah dibaca.
  31. Komposisi: Tata letak dan penataan elemen-elemen grafis dalam desain untuk menciptakan kesan visual yang harmonis dan menarik.
  32. Layer: Lapisan terpisah dalam perangkat lunak desain, memungkinkan pengelompokan dan pengaturan elemen secara terpisah.
  33. Layout: Tata letak dan penempatan elemen-elemen grafis dalam desain, termasuk gambar, teks, dan ruang putih.
  34. Leading: Jarak vertikal antara garis teks dalam paragraf, juga dikenal sebagai spasi baris.
  35. Lettermark: Tipe logo yang terdiri dari singkatan atau inisial merek yang diilustrasikan secara kreatif.
  36. Logo: Simbol atau ikon khas yang mewakili identitas merek atau perusahaan, biasanya terdiri dari kombinasi gambar dan teks.
  37. Logotype (Wordmark): Tipe logo yang berfokus pada nama merek atau perusahaan dengan desain tipografi yang unik.
  38. Low Fidelity (Low-Fi): Prototipe atau sketsa desain yang dibuat dengan sedikit detail atau perincian, digunakan untuk menguji konsep secara cepat.
  39. Mockup: Representasi visual dari desain yang diaplikasikan pada produk nyata atau diatur dalam konteks tertentu, membantu visualisasi hasil akhir.
  40. Monogram: Gabungan dua atau lebih huruf yang dibentuk menjadi satu desain, biasanya mewakili inisial nama atau merek.
  41. Motion Graphics: Desain grafis yang bergerak, mencakup animasi, video singkat, dan efek gerakan.
  42. Opacity: Tingkat transparansi elemen dalam desain, diukur dalam persentase.
  43. Pantone Matching System (PMS): Sistem standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mencocokkan warna dengan kode angka, umumnya digunakan dalam percetakan profesional.
  44. Pixel: Titik terkecil dalam gambar digital, merupakan dasar dari grafik raster.
  45. PNG (Portable Network Graphics): Format file gambar yang mendukung transparansi dan kualitas tinggi tanpa kehilangan detail, umumnya digunakan untuk grafik web dan desain dengan latar belakang transparan.
  46. PPI (Pixels Per Inch): Satuan yang mengukur kepadatan piksel dalam gambar, terutama pada layar komputer atau perangkat elektronik lainnya.
  47. Proximity (Kedekatan): Mengelompokkan elemen-elemen yang terkait secara visual dalam desain untuk menciptakan hubungan dan membantu pemahaman.
  48. Raster: Gambar yang terdiri dari piksel-piksel, yang cenderung kehilangan kualitas saat diperbesar.
  49. Repetition: Mengulang elemen-elemen desain tertentu, seperti warna, bentuk, atau pola, untuk menciptakan konsistensi dan kesatuan visual.
  50. Resolution: Resolusi gambar, mengukur seberapa banyak piksel yang ada dalam satu area gambar.
  51. RGB (Red, Green, Blue): Model warna dasar yang digunakan dalam desain digital, dengan kombinasi tiga warna untuk menghasilkan spektrum warna yang luas.
  52. Saturation: Kekayaan warna dalam gambar, mengacu pada seberapa hidup atau pucatnya warna.
  53. Seri Tipografi: Kumpulan aturan dan panduan untuk menggunakan tipe huruf dalam desain yang konsisten.
  54. Serif dan Sans Serif: Kategori utama jenis huruf (font) berdasarkan karakteristik ujung huruf. Serif memiliki ujung hiasan di ujung hurufnya, sementara Sans Serif tidak memiliki ujung hiasan.
  55. Texture (Tekstur): Efek visual yang menambahkan kesan fisik atau permukaan tertentu pada elemen desain.
  56. Thumbnail: Gambar miniatur atau sketsa kecil yang digunakan untuk merencanakan dan menciptakan komposisi desain.
  57. Typeface: Kumpulan karakter huruf yang memiliki gaya desain yang serupa, seperti Arial, Times New Roman, atau Helvetica.
  58. Typography: Seni dan teknik pemilihan dan pengaturan huruf, termasuk font, ukuran, dan jarak untuk menciptakan teks yang mudah dibaca dan menarik.
  59. Vector: Grafik yang dibuat dengan menggunakan garis dan bentuk matematika, yang memungkinkan untuk diperbesar atau diperkecil tanpa kehilangan kualitas.
  60. Vectorization: Proses mengubah gambar raster menjadi gambar vektor dengan cara menggambar ulang menggunakan garis dan bentuk matematika.
  61. Visual Communication (Komunikasi Visual): Penggunaan gambar, grafik, dan elemen visual lainnya untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan lebih efektif daripada hanya menggunakan teks.
  62. Visual Hierarchy: Mengatur elemen-elemen dalam desain untuk menunjukkan pentingnya secara visual, membantu pengguna memahami pesan dengan lebih jelas.
  63. Visual Identity: Identitas visual keseluruhan suatu merek, mencakup elemen seperti logo, warna, dan gaya grafis yang konsisten.
  64. Visual Style (Gaya Visual): Pendekatan estetika atau gaya khusus yang diterapkan dalam desain, mencakup pilihan warna, bentuk, dan elemen-elemen lainnya.
  65. White Space (Ruang Putih): Area kosong atau tidak terisi dalam desain yang membantu menciptakan keseimbangan, mengarahkan perhatian, dan memberikan kesan elegan.
  66. Wireframe: Sketsa sederhana yang menggambarkan tata letak dan struktur elemen-elemen utama dalam desain, sering digunakan dalam fase perencanaan proyek desain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *