Daftar Istilah Electrician (Tukang Listrik)

  • Arus Listrik: Aliran muatan listrik melalui suatu rangkaian, diukur dalam ampere (A).
  • Beban Listrik: Perangkat atau sistem yang mengonsumsi daya listrik dalam sebuah rangkaian.
  • Busbar: Konduktor tembaga atau aluminium yang digunakan untuk menghubungkan beberapa sirkuit dalam panel listrik.
  • Circuit Breaker: Pengganti fuse yang secara otomatis memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan atau beban berlebih.
  • Daya Aktif (Active Power): Daya listrik yang digunakan untuk melakukan pekerjaan berguna, diukur dalam watt (W).
  • Daya Harmonisa (Harmonic Power): Komponen frekuensi kelipatan dari gelombang sinusoidal yang dapat menyebabkan gangguan dalam rangkaian listrik.
  • Daya Reaktif (Reactive Power): Daya yang digunakan oleh perangkat induktif atau kapasitif dalam rangkaian AC, diukur dalam volt-ampere reaktif (VAR).
  • Daya Sembur (Power Surge): Lonjakan tegangan yang singkat dalam rangkaian listrik, biasanya disebabkan oleh petir atau gangguan dalam suplai listrik.
  • Diagram Skematik (Schematic Diagram): Representasi grafis dari rangkaian listrik yang menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan komponen dan koneksi.
  • Distribusi Beban: Proses membagi daya listrik dari panel distribusi ke berbagai sirkuit di dalam bangunan.
  • Distribusi Daya: Proses menyebarkan daya listrik dari sumbernya ke beban atau konsumen listrik.
  • Distribusi Primer (Primary Distribution): Tahap pertama dalam distribusi listrik dari gardu induk ke gardu distribusi.
  • Efek Fotovoltaik (Photovoltaic Effect): Proses di mana panel surya menghasilkan listrik ketika terkena sinar matahari.
  • Efek Joule (Joule Effect): Pemanasan yang dihasilkan oleh aliran arus melalui konduktor dengan resistansi, mengakibatkan pemborosan energi.
  • Elektrifikasi (Electrification): Proses memasang dan mengembangkan sistem listrik di suatu wilayah atau bangunan.
  • Elektroda: Konduktor yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik ke dalam atau dari suatu sistem, seperti elektroda pengelasan atau elektroda baterai.
  • Elektrolit: Zat yang mengandung ion yang dapat menghantarkan listrik, digunakan dalam baterai atau kapasitor.
  • Elektromagnet: Medan magnet yang dihasilkan oleh aliran arus listrik melalui kumparan kawat.
  • Elektron Volt (eV): Satuan energi yang setara dengan energi yang diperoleh oleh elektron saat melintasi beda potensial satu volt.
  • Energi Listrik Terbarukan (Renewable Energy): Energi yang dihasilkan dari sumber yang dapat diperbaharui, seperti surya, angin, air, atau biomassa.
  • Energi Reaktif (Reactive Energy): Energi yang dihasilkan oleh perangkat induktif atau kapasitif dalam sistem AC.
  • Flicker (Layar Kipas): Gejala fluktuasi kecil dalam tegangan listrik yang dapat mempengaruhi peralatan elektronik.
  • Fuse Holder: Tempat untuk meletakkan fuse dalam rangkaian, melindunginya dari kontak fisik dan lingkungan.
  • Fuse: Komponen perlindungan yang meleleh ketika arus yang mengalir melampaui batas maksimumnya, untuk melindungi rangkaian dari kerusakan lebih lanjut.
  • Generator Listrik: Perangkat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
  • Ground Fault: Kondisi ketika arus mengalir dari rangkaian listrik ke tanah karena ada hubungan yang tidak aman.
  • Grounding: Penghubung sistem listrik ke bumi untuk menghindari akumulasi muatan listrik yang berbahaya.
  • Hambatan Tanah (Ground Resistance): Ukuran resistansi tanah, penting dalam sistem grounding yang efisien.
  • Impedansi: Gabungan resistansi dan reaktansi dalam rangkaian bolak-balik (AC).
  • Induktansi: Sifat suatu rangkaian untuk menginduksi tegangan pada dirinya sendiri atau rangkaian lain, diukur dalam henry (H).
  • Isolasi Listrik (Electrical Insulation): Material yang digunakan untuk mengisolasi komponen listrik dari kontak langsung dengan konduktor lain atau tanah.
  • Isolator: Material yang menghambat aliran arus listrik, digunakan untuk menghindari kebocoran arus, misalnya plastik atau karet.
  • Jenis Arus: Arus searah (DC) mengalir dalam satu arah, sementara arus bolak-balik (AC) berubah arah secara periodik.
  • Jenis Konduktor (Conductor Type): Bahan yang digunakan sebagai penghantar listrik, seperti tembaga, aluminium, atau perak.
  • Kabel Listrik: Saluran penghantar yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik lainnya.
  • Kapasitansi: Kemampuan suatu kapasitor untuk menyimpan muatan listrik, diukur dalam farad (F).
  • Kapasitas Baterai: Jumlah energi listrik yang dapat disimpan oleh baterai, diukur dalam ampere-jam (Ah).
  • Kapasitas Beban (Load Capacity): Jumlah daya maksimum yang dapat ditangani oleh suatu peralatan atau rangkaian listrik.
  • Kapasitor Bank: Kombinasi beberapa kapasitor untuk meningkatkan faktor daya dan mengurangi konsumsi daya reaktif.
  • Kapasitor: Komponen yang menyimpan muatan listrik dan melepaskannya saat dibutuhkan.
  • Kilowatt-Jam (kWh): Satuan energi listrik yang setara dengan penggunaan daya satu kilowatt selama satu jam.
  • Konduktor: Material yang memungkinkan arus listrik mengalir dengan mudah, seperti tembaga dan aluminium.
  • Kontakor: Saklar elektromagnetik yang digunakan untuk mengendalikan aliran listrik pada peralatan industri atau daya tinggi.
  • Litar Hibrida (Hybrid Circuit): Rangkaian yang menggabungkan komponen analog dan digital dalam satu sirkuit.
  • Litar Logika (Logic Circuit): Rangkaian yang menggunakan gerbang logika untuk mengontrol operasi suatu sistem digital.
  • Litar Pendek (Short Circuit): Kondisi ketika dua titik dalam rangkaian terhubung secara langsung tanpa hambatan, menyebabkan aliran arus yang berlebihan dan berpotensi menyebabkan kerusakan.
  • Litar Terbuka (Open Circuit): Kondisi ketika sirkuit tidak terhubung dan arus tidak dapat mengalir.
  • Loop Pengawasan (Feedback Loop): Rangkaian yang memberikan umpan balik terhadap output untuk mengatur input suatu sistem.
  • Motor Listrik: Perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk menggerakkan suatu perangkat.
  • Multimeter: Alat pengukur serbaguna untuk mengukur tegangan, arus, dan resistansi dalam rangkaian.
  • Netral (Neutral): Kabel dalam sistem listrik yang membawa arus balik dari beban ke sumber.
  • Ohm: Satuan untuk mengukur resistansi suatu komponen dalam rangkaian.
  • Panel Listrik: Kotak yang berisi saklar sirkuit, breaker, dan fuse untuk mendistribusikan listrik ke berbagai bagian rumah atau bangunan.
  • Panel Surya (Solar Panel): Perangkat yang mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik melalui efek fotovoltaik.
  • Pengaman Kebocoran Arus (RCD): Alat yang mendeteksi kebocoran arus dan secara otomatis memutus aliran listrik untuk mencegah bahaya kejutan listrik.
  • Pengaman Transien Tegangan (Surge Protector): Perangkat yang melindungi peralatan elektronik dari lonjakan tegangan yang disebabkan oleh petir atau gangguan listrik.
  • Penghantar Tanah (Earthing Conductor): Kabel khusus yang menghubungkan peralatan listrik dengan grounding untuk melindungi dari kejutan listrik.
  • Perlindungan Sirkuit (Circuit Protection): Penggunaan fuse, breaker, atau RCD untuk melindungi sirkuit dari kerusakan akibat arus berlebih atau hubungan yang salah.
  • Perlindungan Tanah (Grounding Protection): Sistem dan perangkat yang digunakan untuk melindungi peralatan dan pengguna dari potensi kejutan listrik atau bahaya lainnya.
  • Power Factor: Rasio antara daya aktif dan daya aparitif dalam rangkaian, mencerminkan efisiensi penggunaan energi listrik.
  • Rangkaian Paralel: Rangkaian di mana komponen-komponennya terhubung secara paralel, sehingga memiliki tegangan yang sama di seluruh komponen.
  • Rangkaian Seri: Rangkaian di mana komponen-komponennya terhubung berurutan, sehingga arus yang sama mengalir melalui semua komponen.
  • Regulator Tegangan (Voltage Regulator): Perangkat yang mempertahankan tegangan keluaran pada level yang stabil dari sebuah sumber tegangan yang berfluktuasi.
  • Relay Termal (Thermal Relay): Relay yang diaktifkan oleh suhu yang tinggi, digunakan sebagai perlindungan dari pemanasan berlebih.
  • Relay: Saklar elektromagnetik yang diaktifkan oleh sinyal listrik, digunakan untuk mengendalikan peralatan lain dalam rangkaian.
  • Rele Proteksi (Protective Relay): Alat yang mendeteksi gangguan atau gangguan dalam rangkaian listrik dan memutuskan aliran listrik untuk melindungi peralatan dan sistem.
  • Resistor: Komponen yang menghambat arus listrik, digunakan untuk mengendalikan arus dalam rangkaian.
  • Saklar: Alat untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik dalam suatu rangkaian.
  • Seri Paralel (Series-Parallel): Kombinasi rangkaian seri dan paralel dalam sistem untuk mengatur arus dan tegangan dengan efisien.
  • Short Circuit: Kondisi ketika dua titik dalam rangkaian terhubung secara langsung tanpa hambatan, menyebabkan aliran arus yang berlebihan dan berpotensi menyebabkan kerusakan.
  • Siklus Kerja (Duty Cycle): Perbandingan antara durasi bekerja dan durasi istirahat dari suatu perangkat atau sirkuit.
  • Siklus Waktu (Cycle Time): Waktu yang dibutuhkan untuk suatu perangkat atau sistem menyelesaikan satu siklus operasinya.
  • Sistem Tiga Fasa: Sistem distribusi listrik yang menggunakan tiga kawat fasa, umumnya digunakan di industri dan aplikasi daya besar.
  • Surja Arrester: Perlindungan untuk peralatan elektronik dari lonjakan tegangan atau petir.
  • Tegangan Listrik: Perbedaan potensial antara dua titik dalam rangkaian, diukur dalam volt (V).
  • Transduser: Alat yang mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain, misalnya transduser tekanan atau transduser suhu.
  • Transformator: Perangkat untuk mengubah tegangan listrik dari satu tingkat ke tingkat lain dalam suatu sistem kelistrikan.
  • Voltameter: Alat untuk mengukur volume gas yang dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir melalui suatu larutan elektrolit.
  • Voltase Nol: Titik di mana tegangan listrik relatif terhadap tanah atau nol.
  • Wattmeter: Alat untuk mengukur daya aktif dalam sebuah rangkaian, diukur dalam watt (W).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *