Daftar Istilah Diabetes

  • Aterosklerosis: Penyempitan dan pengerasan arteri akibat penumpukan endapan lemak, sering kali terkait dengan diabetes.
  • Atherosclerosis: The narrowing and hardening of arteries due to the buildup of fatty deposits, often associated with diabetes.
  • Autoimmune disease: A condition where the immune system attacks the body’s own cells, as seen in type 1 diabetes.
  • Blood sugar control: Upaya untuk menjaga kadar gula darah dalam rentang yang aman dan sehat.
  • Blood sugar measurement: Proses mengukur kadar gula darah menggunakan alat glucometer.
  • Blood sugar unit: Satuan untuk mengukur kadar gula darah, seperti mg/dL (miligram per desiliter) atau mmol/L (milimol per liter).
  • Carbohydrate: Salah satu jenis nutrisi yang paling berpengaruh pada kadar gula darah, terdiri dari gula sederhana dan kompleks.
  • Combination therapy: Penggunaan beberapa jenis obat atau pendekatan pengobatan untuk mengendalikan diabetes.
  • Complications screening: Regular medical check-ups to identify and manage potential diabetes-related complications.
  • Continuous glucose monitoring: Sistem yang terus memantau kadar gula darah selama periode waktu tertentu.
  • Diabetes educator: A healthcare professional specialized in providing education and support to individuals with diabetes.
  • Diabetes gestasional: Diabetes yang terjadi selama kehamilan dan biasanya hilang setelah persalinan.
  • Diabetes management plan: A personalized strategy that includes diet, exercise, medication, and monitoring to effectively control diabetes.
  • Diabetes tipe 1: Jenis diabetes di mana tubuh tidak memproduksi insulin karena kerusakan pada sel-sel pankreas.
  • Diabetes tipe 2: Jenis diabetes di mana tubuh tidak menggunakan insulin dengan efektif dan mungkin juga tidak memproduksi cukup insulin.
  • Diabetes: Kondisi kesehatan kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah dalam tubuh.
  • Diabetic ketoacidosis (DKA): A serious complication of diabetes, characterized by high blood sugar levels and the presence of ketones in the blood.
  • Diet diabetes: Pola makan yang terencana untuk mengatur kadar gula darah, sering melibatkan pengaturan karbohidrat dan pilihan makanan.
  • Diet rendah karbohidrat: Pendekatan makan yang mengurangi asupan karbohidrat untuk membantu mengontrol gula darah.
  • Edukator diabetes: Profesional kesehatan yang mengkhususkan diri dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada individu dengan diabetes.
  • Gestational diabetes: Diabetes yang terjadi selama kehamilan dan biasanya hilang setelah persalinan.
  • Glikemik indeks: Skala yang mengukur seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.
  • Glucagon kit: Emergency kit containing glucagon, used to treat severe hypoglycemia.
  • Glucagon: Hormon yang meningkatkan kadar gula darah dengan merangsang pelepasan glukosa dari cadangan di hati.
  • Glucometer: Alat portabel untuk mengukur kadar gula darah sendiri.
  • Glucose tolerance test: A test that measures how the body processes glucose after consuming a specific amount of sugar.
  • Glukagon: Hormon yang meningkatkan kadar gula darah dengan merangsang pelepasan glukosa dari cadangan di hati.
  • Glukometer: Alat portabel untuk mengukur kadar gula darah sendiri.
  • Glukosa: Jenis gula sederhana yang merupakan sumber utama energi bagi tubuh.
  • Glycemic index: Skala yang mengukur seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.
  • Gula darah acak: Pengukuran kadar gula darah yang dilakukan kapan saja tanpa memperhatikan waktu makan.
  • Gula darah postprandial: Pengukuran kadar gula darah dua jam setelah makan.
  • Gula darah puasa: Kadar gula darah diukur setelah tidak makan selama minimal 8 jam.
  • Hemoglobin A1c: Ukuran rata-rata kadar gula darah selama beberapa bulan terakhir, memberikan gambaran kontrol gula darah jangka panjang.
  • Hiperglikemia: Kadar gula darah yang tinggi di atas batas normal.
  • Hiperlipidemia: Kadar lemak (lipid) yang tinggi dalam darah, biasanya terlihat pada individu dengan diabetes.
  • Hipertensi: Tekanan darah tinggi, yang sering kali menyertai diabetes.
  • Hipoglikemia: Kadar gula darah yang rendah, seringkali menyebabkan gejala seperti pusing dan gemetar.
  • Hyperglycemic crisis: A severe condition caused by very high blood sugar levels, including diabetic ketoacidosis and hyperosmolar hyperglycemic state.
  • Hyperlipidemia: Elevated levels of fats (lipids) in the blood, commonly seen in individuals with diabetes.
  • Hypertension: Tekanan darah tinggi, yang sering kali menyertai diabetes.
  • Hypoglycemic agents: Medications used to lower blood sugar levels in individuals with diabetes.
  • Injeksi insulin: Cara pemberian insulin ke dalam tubuh melalui suntikan, umumnya pada lapisan lemak di perut atau lengan.
  • Insulin injection: Cara pemberian insulin ke dalam tubuh melalui suntikan, umumnya pada lapisan lemak di perut atau lengan.
  • Insulin pump: A small device that delivers a continuous supply of insulin to the body, often used by individuals with type 1 diabetes.
  • Insulin resistance: A condition in which cells do not respond effectively to insulin, leading to high blood sugar levels.
  • Insulin: Hormon yang memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
  • Karbohidrat: Salah satu jenis nutrisi yang paling berpengaruh pada kadar gula darah, terdiri dari gula sederhana dan kompleks.
  • Kendali gula darah: Upaya untuk menjaga kadar gula darah dalam rentang yang aman dan sehat.
  • Ketoasidosis diabetik (DKA): Komplikasi serius diabetes yang ditandai oleh kadar gula darah tinggi dan adanya keton dalam darah.
  • Ketoasidosis diabetik: Kondisi darurat yang terjadi akibat kadar asam yang tinggi dalam darah, umumnya terjadi pada diabetes tipe 1.
  • Ketosis: Kondisi tubuh ketika menggunakan lemak sebagai sumber utama energi, umumnya terjadi pada diet rendah karbohidrat atau kelaparan.
  • Kit glukagon: Kit darurat yang berisi glukagon, digunakan untuk mengobati hipoglikemia parah.
  • Komplikasi diabetes: Masalah kesehatan jangka panjang yang dapat muncul akibat diabetes, seperti kerusakan saraf, gangguan mata, dan masalah jantung.
  • Komplikasi makrovaskular: Komplikasi diabetes yang melibatkan pembuluh darah besar, seperti penyakit jantung dan stroke.
  • Komplikasi mikrovaskular: Komplikasi diabetes yang melibatkan pembuluh darah kecil, seperti masalah pada mata dan ginjal.
  • Krisis hiper gula darah: Kondisi parah yang disebabkan oleh kadar gula darah yang sangat tinggi, termasuk ketoasidosis diabetik dan keadaan hiperosmolar hiper gula darah.
  • Latihan fisik: Aktivitas fisik teratur yang membantu meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin dan pengelolaan gula darah.
  • Low-carbohydrate diet: Pendekatan makan yang mengurangi asupan karbohidrat untuk membantu mengontrol gula darah.
  • Macrovascular complications: Komplikasi diabetes yang melibatkan pembuluh darah besar, seperti penyakit jantung dan stroke.
  • Microvascular complications: Komplikasi diabetes yang melibatkan pembuluh darah kecil, seperti masalah pada mata dan ginjal.
  • Monitor glukosa darah: Alat yang digunakan untuk mengukur kadar gula darah secara mandiri.
  • Nefropati diabetik: Kerusakan pada ginjal yang bisa muncul akibat diabetes jangka panjang.
  • Neuropathy: Nerve damage that often occurs as a result of diabetes.
  • Neuropati diabetik: Kerusakan pada saraf yang seringkali terjadi akibat diabetes.
  • Neuropati: Kerusakan saraf yang sering terjadi akibat diabetes.
  • Obat antidiabetes: Obat yang digunakan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah, termasuk insulin dan obat oral.
  • Obat hipoglikemik: Obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada individu dengan diabetes.
  • Pancreas: Organ dalam tubuh yang menghasilkan insulin dan enzim-enzim penting untuk pencernaan.
  • Pankreas: Organ dalam tubuh yang menghasilkan insulin dan enzim-enzim penting untuk pencernaan.
  • Pemantauan glukosa kontinu: Sistem yang terus memantau kadar gula darah selama periode waktu tertentu.
  • Pemeriksaan komplikasi: Pemeriksaan medis rutin untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi komplikasi yang terkait dengan diabetes.
  • Pengelolaan berat badan: Usaha untuk menjaga atau menurunkan berat badan guna mengontrol diabetes.
  • Pengukuran gula darah: Proses mengukur kadar gula darah menggunakan alat glucometer.
  • Penyakit autoimun: Kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri, seperti pada diabetes tipe 1.
  • Penyuntikan insulin: Cara memberikan insulin ke dalam tubuh melalui jarum suntik.
  • Pompa insulin: Perangkat kecil yang memberikan pasokan insulin secara terus-menerus ke dalam tubuh, sering digunakan oleh individu dengan diabetes tipe 1.
  • Postprandial blood sugar: Pengukuran kadar gula darah dua jam setelah makan.
  • Pradiabetes: Kondisi di mana kadar gula darah lebih tinggi dari normal tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes.
  • Prediabetes: A condition where blood sugar levels are higher than normal but not high enough to be diagnosed as diabetes.
  • Random blood sugar: Pengukuran kadar gula darah yang dilakukan kapan saja tanpa memperhatikan waktu makan.
  • Rencana pengelolaan diabetes: Strategi personal yang mencakup pola makan, olahraga, obat-obatan, dan pemantauan untuk mengendalikan diabetes dengan efektif.
  • Resistensi insulin: Kondisi di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan efektif, menyebabkan peningkatan kadar gula darah.
  • Resistensi insulin: Kondisi ketika sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin, menyebabkan peningkatan kadar gula darah.
  • Retinopati diabetik: Kerusakan pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan, disebabkan oleh diabetes.
  • Terapi kombinasi: Penggunaan beberapa jenis obat atau pendekatan pengobatan untuk mengendalikan diabetes.
  • Uji toleransi glukosa: Uji yang mengukur bagaimana tubuh memproses glukosa setelah mengonsumsi jumlah gula tertentu.
  • Unit gula darah: Satuan untuk mengukur kadar gula darah, seperti mg/dL (miligram per desiliter) atau mmol/L (milimol per liter).
  • Weight management: Usaha untuk menjaga atau menurunkan berat badan guna mengontrol diabetes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *