Daftar Istilah Database

  • ACID Properties (Sifat ACID): Sekumpulan prinsip yang menjelaskan karakteristik transaksi dalam basis data yang meliputi Atomicity, Consistency, Isolation, dan Durability.
  • ACID: Singkatan dari Atomicity, Consistency, Isolation, dan Durability, konsep yang mendefinisikan sifat transaksi yang dapat diandalkan dalam database.
  • Backup Incremental: Metode pencadangan yang hanya mencadangkan perubahan data sejak cadangan terakhir, mengurangi waktu dan ruang yang diperlukan.
  • Backup Point-in-Time: Pencadangan data pada titik waktu tertentu yang dapat dipulihkan, sering digunakan untuk mengembalikan basis data ke keadaan tertentu di masa lalu.
  • Backup Retention: Kebijakan yang mengatur berapa lama cadangan data disimpan sebelum dihapus atau digantikan oleh cadangan baru.
  • Backup: Salinan data yang dibuat untuk mengamankan informasi dalam database, umumnya sebagai tindakan pencegahan terhadap kehilangan data.
  • Big Data: Istilah yang mengacu pada kumpulan data yang sangat besar dan kompleks yang sulit diolah dengan alat tradisional.
  • Blob (Binary Large Object): Tipe data dalam basis data yang digunakan untuk menyimpan data biner, seperti gambar, audio, atau video.
  • CAP Theorem: Prinsip yang menyatakan bahwa dalam sistem terdistribusi, tidak mungkin untuk memiliki konsistensi, ketersediaan, dan toleransi partisi secara bersamaan.
  • Cloud Database: Database yang di-host dan diakses melalui cloud computing, memungkinkan skalabilitas dan aksesibilitas yang lebih baik.
  • Concurrency Control (Kontrol Keserentakan): Teknik untuk mengelola akses bersamaan oleh banyak pengguna atau proses ke basis data agar tidak terjadi konflik atau ketidakseimbangan.
  • Data Cleansing: Proses membersihkan dan memperbaiki data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak konsisten dalam sebuah basis data.
  • Data Dictionary (Kamus Data): Kumpulan informasi tentang struktur, definisi, dan properti objek dalam basis data, seperti tabel, kolom, dan indeks.
  • Data Governance: Praktik pengelolaan data yang mencakup pengaturan, pengawasan, dan pemeliharaan data untuk memastikan kualitas dan keandalan.
  • Data Lake: Penyimpanan besar yang memungkinkan penyimpanan data mentah dalam berbagai format, sering digunakan untuk analisis mendalam.
  • Data Mart: Subset dari data warehousing yang diatur untuk tujuan analisis tertentu, seperti analisis departemen atau proyek.
  • Data Masking: Proses menggantikan data sensitif dalam basis data dengan data palsu dalam lingkungan pengembangan atau uji.
  • Data Mining: Proses mengeksplorasi data untuk mengidentifikasi pola dan informasi yang bermanfaat, sering digunakan untuk pengambilan keputusan.
  • Data Warehouse: Basis data yang dirancang untuk menyimpan data dari berbagai sumber dalam bentuk yang dioptimalkan untuk analisis dan pelaporan.
  • Data Warehousing: Proses mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menyimpan data dari berbagai sumber dalam satu tempat untuk keperluan analisis dan pelaporan.
  • Database Sharding: Pendekatan dalam basis data terdistribusi di mana data dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan disimpan di server terpisah.
  • Database: Kumpulan terstruktur dari informasi atau data yang disimpan dalam suatu sistem, biasanya diakses dengan bantuan perangkat lunak manajemen database.
  • Deadlock: Keadaan di mana dua atau lebih transaksi saling menunggu sumber daya yang dibutuhkan oleh transaksi lainnya, menyebabkan semua transaksi terjebak.
  • Denormalisasi: Proses sengaja mengurangi normalisasi dalam database untuk meningkatkan kinerja dengan mengizinkan beberapa duplikasi data yang terkendali.
  • Distributed Database: Basis data yang disimpan di beberapa lokasi fisik atau server yang berbeda, diatur sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai satu entitas tunggal.
  • Document Store: Jenis basis data NoSQL yang berfokus pada penyimpanan data dalam bentuk dokumen, seperti MongoDB.
  • Elasticsearch: Platform pencarian dan analisis terdistribusi yang sering digunakan untuk mencari dan menganalisis data semi-struktural.
  • Erd (Entity-Relationship Diagram): Diagram visual yang menggambarkan struktur relasi antara entitas dalam basis data, digunakan untuk perencanaan desain basis data.
  • ETL (Extract, Transform, Load): Proses pengambilan data dari berbagai sumber, transformasi data tersebut, dan memuatnya ke dalam basis data tujuan.
  • Foreign Key (Kunci Asing): Kolom atau kelompok kolom dalam sebuah tabel yang mengacu pada kunci utama di tabel lain, digunakan untuk menghubungkan data antar tabel.
  • Full Text Search (Pencarian Teks Penuh): Teknik mencari kata atau frasa dalam teks yang lebih kompleks daripada pencarian berdasarkan nilai tertentu.
  • Hadoop: Kerangka kerja open-source untuk memproses dan menyimpan data besar dalam lingkungan terdistribusi.
  • Horizontal Scaling: Meningkatkan kinerja basis data dengan menambahkan lebih banyak server atau node ke dalam klaster, sehingga beban dapat dibagi.
  • In-Memory Database: Basis data yang menyimpan dan mengakses data utama dalam memori utama komputer, meningkatkan kinerja akses data.
  • Indeks: Struktur data yang meningkatkan kecepatan pencarian data dengan membuat daftar nilai unik dari satu atau beberapa kolom tertentu dalam tabel.
  • Indexing: Proses membuat struktur data tambahan yang mempercepat pencarian dan pengambilan data dalam sebuah basis data.
  • Integritas Data: Kondisi di mana data dalam database akurat, konsisten, dan sesuai dengan aturan dan batasan yang ditetapkan.
  • JSON: Format pertukaran data yang umum digunakan dalam pengembangan web dan sering digunakan dalam basis data NoSQL.
  • Klaster Basis Data (Database Cluster): Kumpulan server fisik atau virtual yang bekerja bersama untuk mengelola dan menyediakan akses ke data, umumnya digunakan untuk meningkatkan ketersediaan.
  • Kolom: Bagian vertikal dalam tabel yang mewakili jenis data tertentu, seperti teks, angka, tanggal, atau gambar.
  • Kunci Utama (Primary Key): Kolom atau kelompok kolom dalam sebuah tabel yang secara unik mengidentifikasi setiap rekam dalam tabel tersebut.
  • Log Shipping: Metode replikasi basis data yang melibatkan pengiriman log transaksi dari server utama ke server cadangan untuk pemulihan.
  • Logical Backup: Pencadangan data yang didasarkan pada logika skema dan isi, tidak bergantung pada penyimpanan fisik, memungkinkan migrasi lintas platform.
  • Materialized View: Tabel yang berisi hasil pra-dihitung dari query yang kompleks, memungkinkan akses cepat ke data yang sering diminta.
  • MongoDB: Salah satu contoh sistem manajemen basis data NoSQL yang berorientasi dokumen, cocok untuk menyimpan dan mengelola data semi-struktural.
  • Normalisasi: Proses merancang struktur tabel dalam database untuk mengurangi duplikasi data dan meningkatkan efisiensi penyimpanan.
  • Normalization Forms (Bentuk Normalisasi): Sebuah hierarki langkah-langkah untuk merancang skema relasional dalam basis data yang meminimalkan duplikasi data dan memastikan integritas.
  • NoSQL: Pendekatan pengelolaan basis data yang tidak mengikuti model relasional tradisional, sering digunakan untuk mengelola data yang bersifat semi-struktural atau tidak terstruktur.
  • OLAP (Online Analytical Processing): Pendekatan untuk menganalisis data yang memungkinkan pengguna untuk menggali informasi dari berbagai dimensi dan sudut pandang.
  • OLTP (Online Transaction Processing): Pendekatan untuk mengelola dan mengelola transaksi bisnis secara real-time dalam database.
  • Partisi: Membagi tabel atau indeks menjadi beberapa bagian lebih kecil untuk meningkatkan kinerja dan manajemen data.
  • Pemicu (Trigger): Instruksi yang diatur untuk dijalankan secara otomatis oleh sistem manajemen basis data (SMBD) ketika suatu peristiwa tertentu terjadi dalam database.
  • Primary Index: Struktur yang meningkatkan kinerja pencarian data dengan menciptakan tautan langsung antara data fisik dan data dalam indeks.
  • Prosedur Penyimpanan (Stored Procedure): Sekumpulan pernyataan SQL yang telah didefinisikan sebelumnya dan dapat dieksekusi oleh aplikasi atau pengguna.
  • Query Optimization: Proses di mana sistem basis data menganalisis dan memilih cara terbaik untuk mengeksekusi query guna mencapai kinerja yang optimal.
  • Query: Permintaan untuk mengambil atau memanipulasi data dari sebuah database, sering kali menggunakan bahasa seperti SQL (Structured Query Language).
  • Rekam (Record): Kumpulan data yang berkaitan dan lengkap dalam satu baris dalam tabel. Misalnya, dalam tabel pelanggan, setiap rekam bisa mencakup nama, alamat, dan nomor telepon seorang pelanggan.
  • Relasi: Hubungan antara dua tabel dalam database yang dapat digunakan untuk menghubungkan dan menggabungkan data dari tabel yang berbeda.
  • Replica Set: Kelompok server dalam basis data yang mengandung salinan data yang sama, digunakan untuk keperluan ketersediaan dan toleransi kesalahan.
  • Replikasi: Proses membuat salinan data dari satu basis data ke basis data lainnya untuk tujuan keamanan, ketersediaan, dan kinerja.
  • Restore: Proses mengembalikan database dari salinan cadangan (backup) setelah terjadi kegagalan sistem atau kehilangan data.
  • Schema Migration: Proses mengubah struktur skema basis data secara terencana, seperti menambahkan kolom atau mengubah tipe data.
  • Sistem Manajemen Basis Data (SMBD): Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan mengatur data dalam suatu database, termasuk operasi penyimpanan, pengambilan, pembaruan, dan penghapusan data.
  • Skema Database: Struktur logikal dari database yang mencakup tabel, kolom, relasi, dan aturan integritas data.
  • Skema Fisik: Representasi fisik dari struktur database, termasuk cara data disimpan dalam penyimpanan fisik seperti hard drive atau server.
  • Snowflake Schema: Perkembangan dari skema bintang yang membagi tabel dimensi menjadi sub-dimensi, membentuk struktur seperti kristal salju.
  • Spatial Database: Jenis basis data yang dioptimalkan untuk menyimpan dan memanipulasi data geografis dan spasial, seperti peta dan koordinat.
  • SQL Injection: Serangan keamanan yang melibatkan menyisipkan kode SQL berbahaya ke dalam input pengguna untuk merusak atau mencuri data.
  • Star Schema: Model struktur basis data dalam data warehousing yang memiliki tabel fakta di tengah, dikelilingi oleh tabel dimensi.
  • Sumber Daya Basis Data: Komponen atau objek dalam basis data, seperti tabel, indeks, dan pemicu, yang dapat diakses, dikelola, dan dimanipulasi.
  • Surrogate Key: Kunci unik yang ditambahkan ke tabel untuk menggantikan kunci alami yang kompleks atau memakan waktu dalam pengambilan data.
  • Tabel: Struktur dasar dalam database yang mengorganisasi data menjadi baris dan kolom, setiap baris mewakili catatan individual dan setiap kolom mewakili jenis data tertentu.
  • Temporal Database: Basis data yang dirancang untuk menyimpan informasi tentang data di berbagai titik waktu, mendukung analisis sejarah.
  • Transaction Log: Rekaman kronologis dari semua perubahan yang terjadi pada data dalam basis data, digunakan untuk pemulihan dan rekonsiliasi.
  • Transaksi: Serangkaian operasi database yang dianggap sebagai satu unit kerja. Transaksi harus beroperasi dengan baik secara keseluruhan atau tidak sama sekali (konsep ACID).
  • Vertical Partitioning: Teknik memisahkan kolom dalam satu tabel menjadi tabel yang lebih kecil berdasarkan kelompok kolom yang sering diakses bersama.
  • Vertical Scaling: Meningkatkan kinerja basis data dengan meningkatkan kemampuan server yang ada, seperti peningkatan RAM atau CPU.
  • XML Database: Basis data yang mengelola dan menyimpan data dalam format XML (eXtensible Markup Language).
  • Zookeeper: Layanan manajemen konfigurasi terdistribusi yang sering digunakan dalam lingkungan basis data terdistribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *