Daftar Istilah Dalam Komunitas Gothic

  1. Alternative: Sebuah kategori yang mencakup berbagai gaya, termasuk gothic, punk, grunge, dan lain-lain, yang menonjolkan gaya hidup dan pakaian yang berbeda dari mainstream.
  2. Ankh: Sebuah simbol kuno yang berasal dari Mesir, sering kali dianggap sebagai simbol kehidupan abadi dalam komunitas gothic.
  3. Autumn: Musim gugur, seringkali dianggap sebagai musim yang cocok dengan estetika dan suasana gothic karena warna-warna yang gelap dan kematangan alam.
  4. Batcave: Sebuah klub atau tempat pertemuan yang seringkali dipilih oleh komunitas gothic untuk berkumpul dan menggelar acara-acara.
  5. Bats: Kelelawar, sering kali dianggap sebagai hewan simbolik dalam budaya gothic karena hubungannya dengan kegelapan dan vampirisme.
  6. Black Metal: Subgenre musik metal yang menonjolkan tema-tema gothik dan kelam, seringkali dikaitkan dengan estetika gothic.
  7. Bloodletting: Praktik kuno membuang darah dari tubuh sebagai upaya penyembuhan atau pembersihan, seringkali dihubungkan dengan elemen gothik dan vampirisme.
  8. Catacomb: Sistem terowongan bawah tanah yang digunakan sebagai tempat pemakaman, seringkali menjadi ikon gothic karena hubungannya dengan kematian.
  9. Cemetery: Tempat pemakaman, seringkali menjadi tempat yang menarik bagi komunitas gothic karena estetika gelap dan suasana yang misterius.
  10. Cobweb: Jaring laba-laba, sering digunakan sebagai simbol atau dekorasi dalam estetika gothic.
  11. Cobwebbing: Seni atau teknik dekorasi yang menggunakan motif jaring laba-laba atau bentuk-bentuk yang mengingatkan pada laba-laba.
  12. Coffin: Peti mati, sering digunakan sebagai simbol dalam budaya gothic karena hubungannya dengan kematian.
  13. Coven: Kelompok tangan kanan yang berkumpul untuk melakukan praktik-praktik spiritual tertentu, seringkali dikaitkan dengan komunitas gothic.
  14. Crypt: Ruangan bawah tanah atau tempat penyimpanan jasad, sering menjadi bagian dari estetika gothic.
  15. Cryptkeeper: Karakter fiksi dari seri komik “Tales from the Crypt,” sering dianggap sebagai ikon gothic karena penampilannya yang menyeramkan.
  16. Dark Art: Seni rupa yang menonjolkan elemen gothic, seringkali menampilkan gambar-gambar mengerikan atau fantasi gelap.
  17. Dark Fantasy: Genre fiksi yang menggabungkan elemen-elemen fantasi dengan suasana dan estetika gelap, seringkali menjadi favorit dalam komunitas gothic.
  18. Dark Fashion: Gaya pakaian yang menonjolkan warna-warna gelap, gaya klasik, dan elemen estetika gothic.
  19. Dark Poetry: Puisi dengan tema-tema gelap, misterius, atau melankolis, seringkali menjadi bagian dari sastra dalam komunitas gothic.
  20. Darkwave: Genre musik yang cenderung gelap dan melankolis, sering dihubungkan dengan musik gothik.
  21. Elegi: Puisi atau sajak yang melankolis, sering dianggap sebagai representasi puisi dalam genre sastra gotik.
  22. Estetika Timur Tengah: Gaya pakaian yang menggabungkan unsur-unsur fashion dari budaya Timur Tengah dengan estetika gothik.
  23. Ethereal: Sebuah gaya musik atau estetika yang menonjolkan suasana yang tenang, gaib, dan terkadang melankolis.
  24. Festival Muzik Gothic: Acara musik besar yang menghadirkan berbagai band dan seniman dari berbagai genre musik gotik.
  25. Gargoyle: Gargoil, patung hiasan yang menonjolkan wajah makhluk mitos atau hewan, sering digunakan pada bangunan gothik sebagai saluran air.
  26. Gothic Architecture: Arsitektur gothik, gaya arsitektur yang berkembang di Eropa pada abad pertengahan, terkenal dengan elemen lengkungan spesifik dan keteduhan.
  27. Gothic Lolita: Gaya pakaian yang menggabungkan elemen gothic dengan gaya lolita, seringkali menampilkan gaun kembang dan aksesori gothik.
  28. Gothic Romance: Genre sastra yang menggabungkan unsur-unsur romantis dengan suasana gelap dan misterius, seringkali menjadi populer dalam komunitas gothic.
  29. Gothic: Sebuah subkultur yang diidentifikasi dengan estetika gelap, mode pakaian yang menonjolkan unsur-unsur gothik, dan minat pada seni, musik, dan sastra gotik.
  30. Gotik Romantis: Subgenre seni, sastra, atau musik yang menggabungkan elemen romantis dengan estetika gelap dan gothik.
  31. Haunted: Menghantui, terkait dengan tempat atau benda yang diyakini memiliki roh atau energi gaib.
  32. Incantation: Mantra atau ucapan khusus yang diyakini memiliki kekuatan gaib, seringkali digunakan dalam praktik mistis atau spiritual.
  33. Macabre: Sesuatu yang menyeramkan atau mengerikan, sering kali menjadi bagian dari tema seni dan sastra dalam komunitas gothic.
  34. Makabre: Sesuatu yang menyeramkan atau gelap, sering dihubungkan dengan tema-tema gothik.
  35. Melancholy: Perasaan sedih atau murung yang umum dijumpai dalam karya seni, sastra, dan musik gothik.
  36. Midnight: Tengah malam, waktu yang sering dikaitkan dengan suasana misterius dan gaib dalam komunitas gothic.
  37. Morrigan: Dewi mitologi Irlandia yang dianggap sebagai simbol kekuatan dan kegelapan, seringkali dikaitkan dengan estetika gothic.
  38. Morticia Addams: Karakter fiksi dari serial televisi dan film “The Addams Family,” sering dianggap sebagai ikon gothic karena gaya pakaian dan kepribadiannya yang gelap.
  39. Mourning: Berkabung, ungkapan perasaan sedih dan duka cita atas kematian seseorang, seringkali menjadi bagian dari estetika dan tema dalam komunitas gothic.
  40. Necropolis: Tempat pemakaman besar atau kota mati, seringkali dikaitkan dengan suasana gelap dan misterius dalam budaya gothic.
  41. Nekromansi: Praktik mistik yang melibatkan komunikasi dengan roh orang mati atau memanipulasi kekuatan gaib.
  42. Nightshade: Tanaman beracun yang sering dianggap sebagai simbol dalam budaya gothic karena asosiasinya dengan kegelapan dan magis.
  43. Occult: Hal-hal yang berhubungan dengan dunia supranatural, mistis, dan gaib, termasuk praktik-praktik spiritual tertentu.
  44. Ouija: Papan ouija, alat komunikasi dengan roh-roh yang seringkali menjadi bagian dari praktik mistis dalam komunitas gothic.
  45. Perajut: Orang yang tertarik dengan seni merajut, seringkali menghasilkan produk-produk yang menarik dengan sentuhan gothik.
  46. Perayaan Walpurgis: Acara atau perayaan tahunan yang diadakan oleh komunitas gothic, seringkali mencakup pertunjukan musik dan pameran seni.
  47. Perempuan Vampir: Gaya fashion atau pakaian yang menonjolkan estetika gothik dan vampir, seringkali mencakup gaun hitam, lipstik gelap, dan aksesori gothik.
  48. Persephone: Dalam mitologi Yunani, Persephone adalah dewi kematian yang dianggap sebagai ikon gothic karena keterkaitannya dengan dunia bawah.
  49. Phantom: Hantu atau penampakan gaib, sering muncul dalam kisah-kisah dan legenda dalam budaya gothic.
  50. Post-punk: Genre musik yang berkembang dari punk rock, sering dianggap menjadi salah satu genre musik yang mempengaruhi musik gothik.
  51. Raven: Burung gagak, sering kali dianggap sebagai simbol dalam budaya gothic karena kehadirannya yang misterius dan keterkaitannya dengan hal-hal gelap.
  52. Riasan Bleak: Gaya riasan wajah yang menonjolkan estetika gothik dengan fokus pada lipstik gelap, riasan mata yang intens, dan kulit pucat.
  53. Ruins: Puing-puing atau sisa-sisa bangunan yang hancur, sering menjadi bagian dari estetika gothic sebagai simbol keruntuhan dan kehancuran.
  54. Samhain: Festival pagan yang merayakan pergantian musim, sering dirayakan oleh komunitas gothic dengan ritual dan perayaan khusus.
  55. Shadowplay: Pertunjukan teater boneka yang menggunakan bayangan, seringkali menjadi elemen seni pertunjukan dalam komunitas gothic.
  56. Steampunk: Subgenre fiksi ilmiah atau estetika yang menggabungkan teknologi era Victoria dengan elemen futuristik, sering kali disukai oleh komunitas gothic.
  57. Subkultur: Sebuah kelompok sosial atau komunitas dengan minat, nilai, dan gaya hidup yang berbeda dari mayoritas masyarakat.
  58. Victorian: Mengacu pada gaya dan estetika dari era Victoria di Inggris (1837-1901), yang sering diadopsi oleh komunitas gothic.
  59. Wicca: Sebuah agama neopagan yang menekankan kehormatan terhadap alam, sering kali diminati oleh anggota komunitas gothic.
  60. Wraith: Penampakan hantu atau roh yang menyeramkan, sering digunakan sebagai tema dalam karya seni dan sastra gothik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *