Daftar Istilah Crane Operator

  1. Articulating Crane (Crane Artikulasi): Jenis crane dengan lengan yang fleksibel dan dapat diatur secara berbeda untuk mengakomodasi akses ke area yang sulit.
  2. Boom (Lengan): Bagian utama dari crane yang dapat diperpanjang atau dipendekkan untuk mencapai jarak tertentu dan mengangkat beban.
  3. Boom Angle (Sudut Lengan): Sudut antara boom crane dan horisontal, mempengaruhi kapasitas beban yang dapat diangkat.
  4. Boom Angle Indicator (Indikator Sudut Lengan): Perangkat yang menunjukkan sudut kemiringan lengan boom, membantu operator dalam mengatur posisi crane yang tepat.
  5. Boom Deflection (Lengkung Lengan): Perpindahan sementara lengan boom akibat beban yang diangkat, dan harus dihitung dalam perencanaan operasi crane.
  6. Boom Dolly (Gerobak Lengan): Gerobak yang digunakan untuk mengangkut dan memindahkan lengan boom crane secara terpisah.
  7. Boom Elevation (Elevasi Lengan): Gerakan vertikal boom crane untuk mengangkat atau menurunkan beban.
  8. Boom Length (Panjang Lengan): Jarak total dari pangkal hingga ujung boom crane saat lengan sepenuhnya diperpanjang.
  9. Boom Lift (Angkat Lengan): Gerakan vertikal untuk mengangkat atau menurunkan lengan boom crane.
  10. Boom Rest (Penyangga Lengan): Komponen yang digunakan untuk menopang dan mendukung lengan boom saat tidak digunakan.
  11. Control Levers (Tuas Kendali): Pengontrol fisik pada panel kendali crane yang digunakan oleh operator untuk menggerakkan berbagai bagian dan fungsi crane.
  12. Control Panel (Panel Kontrol): Pusat kendali crane, tempat operator mengoperasikan berbagai fungsi crane, termasuk pergerakan dan pengaturan beban.
  13. Counterweight (Kontra Bobot): Beban berat yang dipasang di bagian belakang crane untuk menjaga keseimbangan saat mengangkat beban.
  14. Crane (Crane): Alat berat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan beban berat secara vertikal dan horizontal dengan menggunakan kabel atau rantai.
  15. Crane Drive (Sistem Penggerak Crane): Sistem yang digunakan untuk menggerakkan dan mengontrol pergerakan crane, bisa berupa sistem hidrolik, elektrik, atau mekanis.
  16. Crane Inspector (Pemeriksa Crane): Seseorang yang memiliki kualifikasi untuk memeriksa dan menilai kondisi crane secara rutin guna memastikan keamanan dan keandalan operasionalnya.
  17. Crane Operator (Operator Crane): Seseorang yang memiliki kualifikasi dan keterampilan untuk mengoperasikan crane dengan aman dan efisien.
  18. Crawler Crane (Crane Rantai): Jenis crane yang bergerak menggunakan rantai kaki atau track, cocok untuk medan yang tidak rata atau lunak.
  19. CWT (Counterweight): Singkatan dari “Counterweight,” yang merujuk pada bobot tambahan yang dipasang di crane untuk menjaga keseimbangan saat mengangkat beban.
  20. Deadman Switch (Saklar Mati): Tombol atau saklar yang harus ditekan atau dipegang oleh operator secara terus-menerus agar crane tetap beroperasi. Jika operator melepas, crane akan berhenti secara otomatis.
  21. Duty Cycle (Siklus Tugas): Perhitungan waktu kerja dan waktu istirahat crane dalam suatu periode tertentu untuk mencegah overheat dan kelelahan mesin.
  22. Environmental Conditions (Kondisi Lingkungan): Faktor-faktor seperti cuaca, angin, dan kondisi lingkungan lainnya yang harus dipertimbangkan oleh operator sebelum dan saat mengoperasikan crane.
  23. Hand Signals (Sinyal Tangan): Komunikasi non-verbal antara operator crane dan petugas darat melalui gerakan tangan yang digunakan saat operator crane tidak dapat melihat petugas darat dengan jelas.
  24. Hoist (Katrol): Sistem mekanis yang digunakan untuk mengangkat atau menurunkan beban dengan menggerakkan kabel atau rantai.
  25. Hook (Gancu): Komponen yang tergantung pada ujung kabel atau rantai yang digunakan untuk mengaitkan dan mengangkat beban.
  26. Hook Block (Blok Gancu): Komponen yang digunakan untuk mengaitkan sling atau tali beban dengan hook crane.
  27. Jib (Tiang Penopang): Bagian tambahan dari crane yang dipasang pada ujung boom untuk meningkatkan jangkauan horizontal crane.
  28. Jib Extension (Pengembangan Tiang Penopang): Proses memperpanjang bagian jib crane untuk meningkatkan jangkauan vertikal dan horizontal.
  29. Leveling (Penyelarasan): Proses menyesuaikan crane agar berada pada permukaan yang datar dan seimbang sebelum mulai mengangkat beban.
  30. Lift Plan (Rencana Angkat): Dokumen yang merinci semua aspek perencanaan dan eksekusi proses pengangkatan, termasuk kapasitas beban, pengaturan rigging, dan langkah-langkah keselamatan.
  31. Load Capacity (Kapasitas Beban): Berat maksimum yang dapat diangkat dan ditahan oleh crane dalam kondisi operasional yang aman.
  32. Load Chart (Tabel Beban): Tabel yang berisi informasi tentang kapasitas beban crane berdasarkan jarak, sudut, dan kondisi operasional lainnya.
  33. Load Moment Indicator (Indikator Momen Beban): Sistem elektronik yang memantau kapasitas beban dan memberikan peringatan jika beban mendekati atau melebihi batas yang aman.
  34. Load Swing (Ayunan Beban): Gerakan beban yang mungkin terjadi saat crane mengangkat atau menurunkan beban, dan perlu dikendalikan oleh operator agar tetap stabil.
  35. Load Test (Uji Beban): Proses pengujian kapasitas beban crane dengan memuatnya dengan beban berat untuk memastikan keandalan dan keselamatan operasionalnya.
  36. Luffing Jib (Tiang Penopang yang Lengkung): Jenis jib yang dapat diatur kemiringannya untuk mengakomodasi kondisi kerja yang berbeda.
  37. Maintenance (Perawatan): Kegiatan rutin untuk memeriksa dan memelihara crane agar tetap dalam kondisi operasional yang aman dan efisien.
  38. Mobile Crane (Crane Bergerak): Crane yang dirancang dengan roda dan dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain dengan mudah.
  39. Multi-Crane Lift (Pengangkatan Multi-Crane): Proses mengangkat beban berat dengan menggunakan dua atau lebih crane yang bekerja bersamaan untuk membagi beban yang lebih besar.
  40. Operator Certification (Sertifikasi Operator): Sertifikat yang menunjukkan bahwa seorang crane operator telah mengikuti dan berhasil menyelesaikan pelatihan serta tes kompetensi untuk menjadi operator crane yang berkualifikasi.
  41. Outriggers (Kaki Penyangga): Struktur penopang tambahan yang diperluas di sisi crane untuk meningkatkan stabilitas saat mengangkat beban berat.
  42. Overhead Crane (Crane Atas): Jenis crane yang terpasang di struktur overhead (langit-langit) pabrik atau gudang dan digunakan untuk mengangkat beban di dalam ruangan.
  43. Pendant Control (Kontrol Pendant): Alat pengendali portabel yang dipegang oleh operator untuk mengoperasikan crane dari tempat yang aman dan strategis.
  44. Pendant Station (Stasiun Pengendali Pendant): Pusat kendali crane yang terletak pada pendant control, biasanya digunakan dalam crane jib atau overhead crane.
  45. Radio Remote Control (Kontrol Jarak Jauh Radio): Sistem kontrol crane yang memungkinkan operator untuk mengoperasikan crane dari jarak jauh dengan menggunakan perangkat nirkabel.
  46. Rigging (Pengangkatan dan Penanganan Beban): Proses mempersiapkan dan mengamankan beban pada crane menggunakan tali, sling, dan peralatan pengangkatan lainnya.
  47. Safe Working Load (Beban Kerja Aman): Berat maksimum yang diizinkan untuk diangkat oleh crane berdasarkan kondisi operasional tertentu.
  48. Safety Devices (Alat Keselamatan): Perangkat tambahan pada crane yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan operasi, seperti alarm beban berlebih, limit switch, dan perangkat keamanan lainnya.
  49. Slewing Brake (Rem Putar): Sistem pengereman yang digunakan untuk menghentikan atau mengatur kecepatan putaran crane saat mengangkat beban.
  50. Slewing: Gerakan putar crane secara horizontal, memungkinkan untuk mengarahkan boom dan beban ke arah yang diinginkan.
  51. Sling (Tali Pengikat): Tali atau alat pengikat lainnya yang digunakan untuk mengaitkan beban dengan hook crane.
  52. Swing Radius (Radius Ayunan): Jarak horizontal maksimum yang dapat dicapai oleh bagian bawah crane saat melakukan gerakan putar (slewing).
  53. Tagline: Tali yang digunakan untuk mengendalikan ayunan atau gerakan beban saat diangkat atau diturunkan.
  54. Top Running Crane (Crane Berjalan di Atas): Tipe crane overhead yang berjalan di atas jalur melintang pada struktur yang tetap.
  55. Tower Crane (Crane Menara): Crane besar yang sering digunakan dalam proyek konstruksi tinggi seperti bangunan gedung.
  56. Travel Limit Switch (Saklar Batas Perjalanan): Saklar yang mengatur dan membatasi pergerakan crane agar tidak melewati batas perjalanan yang ditentukan.
  57. Travel Speed (Kecepatan Perjalanan): Kecepatan gerakan crane saat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
  58. Trolley: Sistem pergerakan yang memungkinkan beban bergerak secara horizontal di sepanjang boom crane.
  59. Underhung Crane (Crane Terpasang di Bawah): Tipe crane overhead yang digantung di bawah jalur melintang pada struktur yang tetap.
  60. Working Radius (Radius Kerja): Jarak horizontal dari titik pusat crane ke titik pengangkatan beban, mempengaruhi kapasitas beban yang dapat diangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *