Daftar Istilah CNC (Komputer)

  1. 3-axis CNC: Mesin CNC dengan tiga sumbu penggerak untuk pergerakan dalam tiga dimensi (X, Y, Z) untuk pemrosesan 3D.
  2. 5-axis CNC: Mesin CNC dengan lima sumbu penggerak untuk pergerakan dalam lima dimensi (X, Y, Z, A, B) yang memungkinkan akses lebih fleksibel ke berbagai sudut pemrosesan.
  3. Backlash (Luang Belakang): Kelonggaran mekanis yang terjadi pada sistem penggerak mesin CNC, yang dapat mempengaruhi akurasi pergerakan alat pemotong.
  4. Benda Kerja: Material atau komponen yang akan diproses dan diubah menjadi produk akhir di mesin CNC.
  5. CAD (Computer-Aided Design): Sistem yang memungkinkan desainer membuat gambar dan model 2D atau 3D untuk benda kerja.
  6. CAD Model (Model CAD): Representasi digital tiga dimensi dari desain benda kerja yang akan diproses pada mesin CNC.
  7. CAD/CAM Integration (Integrasi CAD/CAM): Penggabungan perangkat lunak desain (CAD) dengan perangkat lunak pemrograman CNC (CAM) untuk efisiensi dan akurasi dalam proses manufaktur.
  8. CAD/CAM Software: Perangkat lunak yang mengintegrasikan desain (CAD) dengan pemrograman untuk CNC (CAM) untuk menghasilkan kode G-Code.
  9. CAM (Computer-Aided Manufacturing): Sistem yang mengonversi desain dari CAD menjadi kode G-Code untuk diproses oleh mesin CNC.
  10. Chamfering (Pembengkokan): Proses menghilangkan sudut tajam pada tepi benda kerja menggunakan alat pemotong khusus pada mesin CNC.
  11. CNC (Computer Numerical Control): Sistem pengendalian mesin otomatis dengan bantuan komputer untuk menghasilkan produk dengan presisi tinggi.
  12. CNC 2D Profiling (Profilisasi 2D CNC): Proses memotong material sesuai dengan desain 2D menggunakan alat pemotong pada mesin CNC.
  13. CNC 3D Profiling (Profilisasi 3D CNC): Proses memotong material sesuai dengan desain 3D menggunakan alat pemotong pada mesin CNC yang memiliki sumbu tambahan.
  14. CNC 4th Axis (Sumbu CNC Keempat): Sumbu tambahan pada mesin CNC yang memungkinkan pemrosesan di keempat sumbu, umumnya pada mesin 3D.
  15. CNC 6th Axis (Sumbu CNC Keenam): Sumbu tambahan pada mesin CNC yang memungkinkan rotasi tambahan untuk akses lebih baik ke sudut pemrosesan.
  16. CNC Bending (Penggilasan CNC): Proses pembentukan material dengan menggunakan alat penekan yang dikendalikan oleh sistem CNC.
  17. CNC Boring (Pemboselan CNC): Proses memperbesar atau memperhalus lubang pada benda kerja dengan menggunakan alat bor pada mesin CNC.
  18. CNC Canned Cycle (Siklus Kalengan CNC): Program yang memungkinkan mesin CNC untuk melakukan serangkaian operasi pemrosesan dengan hanya menggunakan satu kode.
  19. CNC Coordinate System (Sistem Koordinat CNC): Sistem referensi untuk menentukan lokasi dan pergerakan alat pemotong di mesin CNC.
  20. CNC Drilling (Pengeboran CNC): Proses pembuatan lubang pada benda kerja menggunakan alat bor pada mesin CNC.
  21. CNC EDM (Elektro Discharge Machining): Proses penghilangan material menggunakan pembongkaran listrik antara elektroda dan benda kerja pada mesin CNC EDM.
  22. CNC Engraving (Pengukiran CNC): Proses pemotongan detail pada material untuk menciptakan desain atau tulisan yang halus dan presisi.
  23. CNC Face Milling (Milling Wajah CNC): Proses pemotongan permukaan datar pada benda kerja menggunakan alat milling pada mesin CNC.
  24. CNC Grinding (Penghalusan CNC): Proses manufaktur menggunakan mesin CNC untuk menghaluskan permukaan benda kerja dengan menggunakan gerakan putar alat pemotong abrasif.
  25. CNC Laser Cutting (Pemotongan Laser CNC): Proses menggunakan sinar laser untuk memotong material dengan presisi tinggi pada mesin CNC.
  26. CNC Lathe (Mesin Bubut CNC): Mesin CNC khusus yang digunakan untuk proses pengerjaan pada benda kerja yang berputar.
  27. CNC Machining Center (Pusat Mesin CNC): Mesin CNC yang memiliki banyak sumbu dan mampu melakukan berbagai operasi pemrosesan, termasuk milling, drilling, dan tapping.
  28. CNC Mill-Turn: Mesin CNC yang menggabungkan kemampuan bubut dan milling dalam satu mesin untuk pemrosesan kompleks.
  29. CNC Milling (Milling CNC): Proses penggunaan alat pemotong berputar untuk menghilangkan material dari benda kerja dan membentuk produk yang diinginkan.
  30. CNC Nesting (Pencetakan Nesting CNC): Proses mengatur dan menata sejumlah benda kerja pada material untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan efisiensi pemotongan.
  31. CNC Operator (Operator CNC): Individu yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan mesin CNC, mempersiapkan benda kerja, dan memantau proses pemotongan.
  32. CNC Plasma Cutter (Pemotong Plasma CNC): Mesin CNC yang menggunakan aliran plasma super-panas untuk memotong logam dengan cepat dan akurat.
  33. CNC Plasma Cutting (Pemotongan Plasma CNC): Proses pemotongan material menggunakan aliran plasma panas yang diatur oleh sistem CNC.
  34. CNC Programming (Pemrograman CNC): Proses membuat kode G-Code atau M-Code yang diperlukan untuk mengontrol mesin CNC sesuai dengan desain benda kerja.
  35. CNC Retrofitting (Penggantian CNC): Proses mengganti sistem pengendalian lama pada mesin konvensional dengan sistem CNC untuk meningkatkan kinerja dan presisi.
  36. CNC Robotics (Robotika CNC): Penggunaan robot yang dikendalikan oleh sistem CNC untuk melakukan berbagai tugas pemrosesan atau pemindahan material.
  37. CNC Router Bit (Ukiran CNC): Alat pemotong khusus yang digunakan pada mesin CNC router untuk memahat material seperti kayu, plastik, atau logam lunak.
  38. CNC Router: Mesin CNC yang digunakan khusus untuk pemotongan dan pemahatan pada material lembaran, biasanya untuk pekerjaan kayu atau plastik.
  39. CNC Tapping (Pencetakan CNC): Proses membuat uliran atau thread pada benda kerja menggunakan alat tapper pada mesin CNC.
  40. CNC Turning (Turning CNC): Proses penggunaan alat potong yang bergerak linier untuk menghasilkan bentuk silinder atau melengkung pada benda kerja yang berputar.
  41. CNC Turret (Turet CNC): Perangkat pada mesin CNC yang berisi beberapa alat pemotong yang dapat diputar dan dipilih secara otomatis untuk berbagai tugas pemotongan.
  42. CNC Waterjet Cutting (Pemotongan Air CNC): Proses menggunakan aliran air bertekanan tinggi untuk memotong material dengan akurasi pada mesin CNC.
  43. CNC Wire EDM (Wire EDM CNC): Proses manufaktur menggunakan benang tipis yang dilapisi dengan bahan abrasif untuk memotong material yang konduktif secara listrik dengan presisi tinggi.
  44. Coolant (Cairan Pendingin): Cairan yang digunakan untuk mengurangi panas dan mencegah deformasi pada benda kerja serta meningkatkan umur alat pemotong.
  45. Corner Rounding (Pembulatan Sudut): Proses menghaluskan sudut-sudut tajam pada benda kerja dengan menggunakan alat pemotong yang berbentuk bulat pada mesin CNC.
  46. Cutting Parameters (Parameter Pemotongan): Pengaturan seperti kecepatan pemakanan, kecepatan putaran spindle, dan kedalaman pemotongan yang mempengaruhi proses pemotongan pada mesin CNC.
  47. DRO (Digital Readout): Sistem tampilan digital yang menampilkan posisi sumbu mesin CNC untuk membantu mengukur dan mengatur pergerakan alat pemotong.
  48. Dwell Time (Waktu Tunggu): Jeda waktu yang diatur pada titik tertentu dalam jalur alat untuk memberikan waktu bagi alat pemotong untuk melakukan tindakan khusus, seperti lubrikasi atau pendinginan.
  49. Feed Hold (Hentikan Pemakanan): Fitur pada mesin CNC yang memungkinkan pengguna untuk menghentikan pergerakan alat pemotong dalam situasi darurat atau untuk pengecekan.
  50. Feed Rate (Laju Pemakanan): Kecepatan pergerakan alat pemotong relatif terhadap benda kerja selama proses pemotongan.
  51. Fixture (Perangkat Pemegang): Alat yang digunakan untuk memegang benda kerja agar tetap stabil selama proses pemotongan di mesin CNC.
  52. G-Code (Kode G): Bahasa pemrograman khusus yang digunakan untuk mengontrol gerakan dan fungsi mesin CNC.
  53. Homing (Penentuan Nol): Proses mencari posisi awal referensi (nol) pada sumbu mesin CNC sebelum memulai operasi.
  54. Jogging: Proses menggerakkan sumbu mesin CNC secara manual untuk mengatur posisi awal atau pindah posisi secara presisi.
  55. Lead-In (Masuk Pemotongan): Bagian awal dari jalur alat pemotong yang memungkinkan alat memulai pemotongan pada benda kerja dengan lembut, menghindari kemungkinan terjadi goresan.
  56. Lead-Out (Keluar Pemotongan): Bagian akhir dari jalur alat pemotong yang memungkinkan alat keluar dari benda kerja dengan lembut setelah selesai pemotongan.
  57. M-Code (Kode M): Bahasa pemrograman khusus untuk mengontrol fungsi tambahan dan peralatan periferal pada mesin CNC.
  58. Mesin CNC: Mesin yang menggunakan sistem CNC untuk mengubah benda kerja menjadi produk akhir dengan ketepatan dan pengulangan yang tinggi.
  59. Overcut (Pemotongan Lebih): Pemotongan yang melebihi ukuran benda kerja untuk menghindari adanya material yang tidak terpotong sepenuhnya.
  60. Post Processor (Pengubah Kode): Perangkat lunak yang mengonversi kode CAM menjadi kode G-Code yang dapat dipahami oleh mesin CNC tertentu.
  61. Rapid Move (Gerakan Cepat): Pergerakan cepat alat pemotong tanpa proses pemotongan untuk berpindah posisi dengan cepat.
  62. Rapid Prototyping (Prototipe Cepat): Proses menggunakan mesin CNC untuk membuat prototipe produk dengan cepat dan akurat sebelum memulai produksi massal.
  63. Rapid Traverse (Gerak Cepat): Pergerakan cepat mesin CNC dari satu titik ke titik lain tanpa melakukan pemotongan, biasanya untuk menghemat waktu.
  64. Spindle Speed (Kecepatan Spindle): Kecepatan putaran spindle dalam RPM yang mempengaruhi kecepatan pemotongan dan kualitas permukaan hasil.
  65. Spindle: Bagian mesin CNC yang berputar dan digunakan untuk memegang alat pemotong seperti bor atau fraisa.
  66. Surface Finish (Akhir Permukaan): Kualitas permukaan benda kerja setelah proses pemotongan di mesin CNC.
  67. Tolerance (Toleransi): Batas kesalahan atau ketidaksesuaian yang diizinkan dalam hasil akhir produk, diukur dalam satuan jarak.
  68. Tolerance Stack-Up (Akkumulasi Toleransi): Akumulasi toleransi dari beberapa fitur benda kerja yang dapat mempengaruhi hasil akhir produk pada mesin CNC.
  69. Tool Changer (Pergantian Alat): Sistem otomatis pada mesin CNC yang memungkinkan penggantian alat pemotong secara otomatis untuk berbagai jenis pemrosesan.
  70. Tool Length Offset (Pengompensasian Panjang Alat): Pengaturan untuk mengkompensasi panjang fisik alat pemotong yang berbeda agar tepat pada titik pemrosesan.
  71. Tool Path Optimization (Optimasi Jalur Alat): Proses mencari jalur pemotongan yang efisien dan mengurangi waktu pemrosesan pada mesin CNC.
  72. Toolpath (Jalur Alat): Rute pergerakan alat pemotong pada mesin CNC untuk membentuk benda kerja sesuai dengan desain yang diinginkan.
  73. Toolpath Simulation (Simulasi Jalur Alat): Proses menggunakan perangkat lunak untuk memvisualisasikan jalur pergerakan alat pemotong sebelum menjalankan mesin CNC, membantu mendeteksi potensi tabrakan atau kesalahan.
  74. Work Coordinate System (Sistem Koordinat Benda Kerja): Sistem koordinat yang digunakan untuk mengukur dan merujuk posisi benda kerja pada mesin CNC.
  75. Work Offset (Perangkat Offset): Pengaturan posisi nol benda kerja relatif terhadap sumbu mesin CNC untuk mengoptimalkan proses pemotongan.
  76. Workholding (Pemegangan Benda Kerja): Metode dan perangkat yang digunakan untuk memegang benda kerja dengan kokoh dan stabil selama proses pemotongan pada mesin CNC.
  77. Workpiece (Pekerjaan): Istilah lain untuk benda kerja, yaitu material yang akan diproses pada mesin CNC.
  78. Workpiece Datum (Datum Benda Kerja): Titik atau permukaan referensi pada benda kerja yang digunakan sebagai acuan dalam penentuan posisi pemotongan pada mesin CNC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *