Daftar Istilah Cloud Computing

  • AI as a Service (AI sebagai Layanan): Penyediaan layanan kecerdasan buatan melalui awan, memungkinkan pengembang untuk menggunakan kemampuan AI tanpa harus mengembangkan dari awal.
  • API (Application Programming Interface): Antarmuka yang memungkinkan aplikasi berkomunikasi dan berinteraksi dengan layanan atau perangkat lunak lainnya.
  • Auto-scaling (Skalabilitas Otomatis): Kemampuan sistem untuk secara otomatis menyesuaikan kapasitasnya sesuai dengan fluktuasi beban kerja, memastikan performa optimal.
  • Backup and Recovery (Cadangan dan Pemulihan): Proses membuat salinan data dan konfigurasi sistem untuk mengantisipasi kerusakan atau kehilangan, serta langkah-langkah untuk mengembalikan sistem ke kondisi normal setelah bencana.
  • Backup and Restore (Pencadangan dan Pemulihan): Proses mencadangkan data serta langkah-langkah untuk mengembalikannya ke keadaan sebelumnya jika diperlukan.
  • Big Data: Istilah untuk volume besar dan kompleksitas tinggi dari data yang sulit diolah dengan alat tradisional; biasanya melibatkan analisis untuk mendapatkan wawasan.
  • Blockchain: Teknologi distribusi yang menggunakan rantai blok terenkripsi untuk merekam transaksi dengan keamanan dan transparansi tinggi.
  • Cloud Backup (Cadangan Awan): Proses menyimpan salinan data di lingkungan komputasi awan untuk tujuan pemulihan jika terjadi kehilangan atau kerusakan data.
  • Cloud Bursting: Memindahkan beban kerja dari lingkungan lokal ke awan saat ada lonjakan permintaan yang sementara.
  • Cloud Computing (Komputasi Awan): Model penggunaan sumber daya komputasi seperti server, penyimpanan, basis data, jaringan, perangkat lunak, dan lain-lain melalui internet.
  • Cloud Governance (Governansi Awan): Praktik dan kebijakan yang mengatur penggunaan, manajemen, dan keamanan sumber daya awan dalam organisasi.
  • Cloud Native: Pendekatan pengembangan yang dirancang khusus untuk memanfaatkan keunggulan komputasi awan, dengan fokus pada kontainerisasi, otomatisasi, dan skala horizontal.
  • Cloud Security (Keamanan Awan): Praktik dan teknologi yang digunakan untuk melindungi data, aplikasi, dan infrastruktur di lingkungan komputasi awan.
  • Cloud Service Provider (Penyedia Layanan Awan): Perusahaan atau entitas yang menyediakan infrastruktur, platform, atau perangkat lunak melalui model komputasi awan.
  • Compliance (Kepatuhan): Mematuhi standar, regulasi, dan kebijakan yang berlaku terkait keamanan, privasi, dan aspek hukum dalam pengelolaan data di lingkungan komputasi awan.
  • Containerization (Kontainerisasi): Teknik untuk mengemas dan menjalankan aplikasi beserta dependensinya dalam wadah yang terisolasi, memudahkan pengembangan dan penyebaran lintas lingkungan.
  • Content Delivery Network (CDN): Jaringan server yang tersebar secara geografis untuk mengirimkan konten web dengan cepat kepada pengguna di lokasi yang berbeda.
  • Data Center (Pusat Data): Fasilitas fisik yang berisi perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengelola, menyimpan, dan mengamankan data serta layanan komputasi.
  • Data Center Virtualization (Virtualisasi Pusat Data): Praktik memisahkan sumber daya fisik di pusat data menjadi lingkungan virtual, memungkinkan pengelolaan yang lebih efisien.
  • Data Encryption (Enkripsi Data): Proses mengubah data menjadi bentuk yang tidak bisa dibaca agar hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki kunci enkripsi yang sesuai.
  • Data Lake: Penyimpanan besar untuk data mentah dan terstruktur yang memungkinkan analisis mendalam dan pengolahan data.
  • Data Migration (Migrasi Data): Proses memindahkan data dari satu sistem atau lokasi ke yang lain, seringkali terkait dengan perpindahan ke lingkungan komputasi awan.
  • Data Mining (Penggalian Data): Proses menemukan pola tersembunyi atau informasi berharga dari data besar melalui analisis komputasional.
  • Data Privacy (Privasi Data): Perlindungan data pribadi dan sensitif dari akses yang tidak sah atau penggunaan yang tidak sah.
  • Data Sovereignty (Kedaulatan Data): Prinsip bahwa data harus disimpan, dikelola, dan diolah sesuai dengan hukum dan regulasi wilayah tertentu.
  • Data Warehousing (Gudang Data): Proses mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menyimpan data dari berbagai sumber untuk analisis dan pelaporan.
  • DevOps: Kombinasi antara pengembangan (Development) dan operasi (Operations) yang bertujuan untuk mengintegrasikan proses pengembangan perangkat lunak dengan pengelolaan infrastruktur.
  • Disaster Recovery (Pemulihan Bencana): Strategi dan proses untuk mengembalikan operasi bisnis normal setelah terjadi bencana atau gangguan serius.
  • Docker: Platform kontainerisasi yang memungkinkan pengemasan, pengiriman, dan menjalankan aplikasi dalam lingkungan terisolasi yang disebut “kontainer”.
  • Edge Computing (Komputasi Tepi): Proses pengolahan data yang dilakukan di dekat sumber data, mengurangi latensi dan kebutuhan untuk mengirim data ke awan.
  • Elasticity (Elastisitas): Kemampuan infrastruktur awan untuk secara otomatis menyesuaikan ukuran sumber daya sesuai dengan kebutuhan, meningkatkan atau mengurangkan kapasitas saat diperlukan.
  • FaaS (Function as a Service): Model komputasi yang memungkinkan pengembang menjalankan kode (fungsi) secara otomatis tanpa harus mengelola infrastruktur.
  • Green Computing: Praktik penggunaan teknologi komputasi yang ramah lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi dan dampak lingkungan.
  • Hybrid Cloud (Awan Hibrida): Kombinasi dari lingkungan awan publik dan pribadi, memungkinkan data dan aplikasi bergerak di antara keduanya.
  • Hybrid IT (IT Hibrida): Penggabungan infrastruktur teknologi informasi tradisional dengan lingkungan awan untuk mengoptimalkan kinerja dan efisiensi.
  • Immutable Infrastructure (Infrastruktur Tak Bisa Diubah): Pendekatan di mana komponen infrastruktur diperlakukan sebagai objek yang tidak dapat diubah setelah dibangun, meningkatkan konsistensi dan keandalan.
  • Infrastructure as a Service (IaaS) (Infrastruktur sebagai Layanan): Model layanan komputasi awan di mana sumber daya infrastruktur seperti server virtual, jaringan, dan penyimpanan disediakan kepada pengguna.
  • IoT (Internet of Things): Konsep di mana perangkat fisik terhubung ke internet dan dapat saling berinteraksi serta berbagi data.
  • Latency (Lambat Jaringan): Waktu keterlambatan antara pengiriman data dari sumber ke tujuan melalui jaringan, mempengaruhi performa aplikasi yang memerlukan respon cepat.
  • Load Balancing (Pembalancing Beban): Proses mendistribusikan lalu lintas jaringan atau beban kerja komputasi secara merata di antara beberapa server untuk mencegah overload.
  • Microservices (Layanan Mikro): Pendekatan pengembangan di mana aplikasi dibangun sebagai rangkaian layanan kecil yang independen, memudahkan skalabilitas dan pemeliharaan.
  • Multi-Cloud: Penggunaan beberapa penyedia layanan awan untuk menghindari ketergantungan pada satu penyedia tunggal.
  • Multi-Tenancy (Multi-Penyewa): Model di mana satu infrastruktur awan digunakan oleh beberapa penyewa atau pelanggan secara bersamaan, dengan isolasi yang aman di antara mereka.
  • NoSQL Database: Jenis basis data yang dirancang untuk mengelola data semi-struktural atau tidak terstruktur dengan skema fleksibel.
  • Orchestration (Orkestrasi): Mengelola otomatisasi berbagai tugas atau proses dalam lingkungan komputasi awan untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Platform as a Service (PaaS) (Platform sebagai Layanan): Model layanan komputasi awan yang menyediakan platform pengembangan dan penjalanan aplikasi tanpa perlu mengurus infrastruktur di belakangnya.
  • Private Cloud (Awan Pribadi): Lingkungan komputasi awan yang dikelola khusus untuk satu organisasi, biasanya untuk alasan keamanan atau kepatuhan.
  • Public Cloud (Awan Publik): Lingkungan komputasi awan yang disediakan oleh penyedia layanan dan dapat diakses oleh masyarakat umum melalui internet.
  • Redundancy (Keganjilan): Menggunakan komponen cadangan atau berlebih dalam infrastruktur untuk meningkatkan ketersediaan dan keandalan sistem.
  • Scalability (Skalabilitas): Kemampuan sistem atau aplikasi untuk berkembang dan menyesuaikan diri dengan peningkatan beban kerja atau pengguna tanpa mengalami penurunan performa.
  • Server Farm (Kumpulan Server): Kumpulan beberapa server yang dikelola bersama untuk meningkatkan kinerja, keandalan, dan ketersediaan layanan.
  • Server Farm: Kumpulan server fisik yang dikelola sebagai satu unit untuk memberikan kapasitas komputasi yang lebih besar.
  • Serverless Architecture (Arsitektur Tanpa Server): Pendekatan pengembangan di mana pengembang hanya fokus pada kode fungsi, tanpa memikirkan infrastruktur di belakangnya.
  • Serverless Computing (Komputasi Tanpa Server): Model komputasi di mana penyedia layanan mengelola infrastruktur secara otomatis, membebaskan pengembang dari tugas konfigurasi server.
  • SLA (Service Level Agreement): Kontrak antara penyedia layanan dan pelanggan yang menetapkan tingkat layanan yang diharapkan dan konsekuensinya jika tidak terpenuhi.
  • Software as a Service (SaaS) (Perangkat Lunak sebagai Layanan): Model layanan komputasi awan yang menyediakan akses kepada perangkat lunak secara online melalui internet, tanpa perlu mengunduh atau menginstal aplikasi.
  • Vendor Lock-In (Keterikatan Penyedia): Risiko bahwa pengguna tidak dapat dengan mudah berpindah dari satu penyedia layanan awan ke yang lain karena ketergantungan pada teknologi khusus.
  • Vendor Neutral: Mengacu pada pendekatan yang tidak mengikat kepada satu penyedia layanan atau teknologi tertentu.
  • Virtualization (Virtualisasi): Teknik yang memungkinkan satu fisik server untuk menjalankan beberapa mesin virtual, memaksimalkan penggunaan sumber daya fisik.
  • Zero Trust Security (Keamanan Zero Trust): Pendekatan keamanan yang tidak menganggap ada entitas yang dapat dipercayai di dalam atau di luar jaringan, memerlukan autentikasi dan otorisasi yang ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *