Daftar Istilah Catering (Layanan Makanan)

  • A la Carte: Menu dengan pilihan hidangan individual dan harga terpisah untuk setiap hidangan.
  • Al Dente: Istilah Italia yang menggambarkan pasta yang dimasak hingga tetap sedikit keras saat digigit.
  • Aperitif: Minuman ringan yang disajikan sebelum makan untuk merangsang nafsu makan.
  • Artisanal: Makanan yang dibuat dengan tangan menggunakan teknik tradisional, sering kali memiliki kualitas premium.
  • Au Gratin: Hidangan yang ditaburi dengan keju atau tepung roti dan kemudian dipanggang hingga keju meleleh dan kecokelatan.
  • Bain Marie: Metode memanaskan atau mencairkan makanan dengan meletakkannya dalam wadah di atas wadah berisi air yang mendidih.
  • Barista: Ahli dalam meracik kopi dan minuman kopi lainnya.
  • Bartender: Orang yang ahli dalam mencampur minuman dan menyajikan minuman beralkohol di acara.
  • Bento: Kotak makanan Jepang yang berisi berbagai macam hidangan, seringkali termasuk nasi, daging, ikan, sayuran, dan hidangan lainnya.
  • Bouquet Garni: Paket rempah-rempah dan herba yang digunakan untuk memberikan aroma pada hidangan selama proses memasak.
  • Brunch: Makanan yang diambil antara waktu sarapan dan makan siang, seringkali terdiri dari kombinasi hidangan makanan ringan dan berat.
  • Buffet: Penyajian makanan yang diletakkan di meja panjang dan tamu dapat mengambil sendiri sesuai pilihan.
  • Canape: Hidangan kecil dan lezat yang disajikan sebagai pembuka dalam acara, biasanya di atas roti atau krekas.
  • Canopy: Tenda atau perlindungan di luar ruangan untuk acara yang dilakukan di luar.
  • Catering: Layanan penyediaan makanan dan minuman untuk acara khusus atau pertemuan.
  • Caviar: Telur ikan yang dianggap sebagai makanan mewah dan biasanya disajikan sebagai hiasan atau hidangan penutup.
  • Chafing Dish: Wadah yang digunakan untuk menjaga makanan tetap hangat selama acara.
  • Chef’s Special: Hidangan istimewa yang direkomendasikan oleh koki kepala.
  • Confit: Teknik memasak dengan memasak daging dalam lemak, seringkali dengan suhu yang rendah, untuk membuat daging menjadi lembut dan beraroma.
  • Corkage: Biaya yang dikenakan jika tamu membawa minuman alkohol mereka sendiri ke acara.
  • Coulis: Saus cair yang terbuat dari buah-buahan atau sayuran yang dihaluskan dan disaring.
  • Culinary Arts: Seni memasak yang melibatkan kreativitas dalam penyajian dan penggunaan bahan.
  • Culinary Fusion: Menggabungkan elemen-elemen dari berbagai masakan atau budaya dalam satu hidangan.
  • Deglazing: Proses menggabungkan cairan (seperti kaldu atau anggur) ke dalam wajan setelah menggoreng untuk mengangkat sisa-sisa rasa dan membuat saus.
  • Degustation Menu: Serangkaian hidangan kecil yang dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh terhadap kemampuan dan kreativitas koki.
  • Degustation: Serangkaian hidangan kecil yang dirancang untuk membiarkan tamu mencicipi berbagai rasa dan tekstur.
  • Dietary Restriction: Batasan makanan berdasarkan alergi, preferensi, atau kebutuhan kesehatan tertentu.
  • Digestif: Minuman yang disajikan setelah makan untuk membantu pencernaan, sering kali beralkohol.
  • Dim Sum: Hidangan kecil dan variasi makanan yang berasal dari masakan Tiongkok, biasanya disajikan dalam keranjang atau piring kecil.
  • Event Planner: Individu atau tim yang merencanakan dan mengkoordinasikan seluruh acara, termasuk aspek catering.
  • Farm-to-Table: Filosofi menggunakan bahan-bahan segar dari petani setempat langsung ke dalam menu makanan.
  • Farmers’ Market: Pasar di mana petani lokal menjual langsung produk pertanian dan makanan segar kepada konsumen.
  • Finger Bowl: Mangkuk kecil berisi air dan kadang-kadang potongan lemon yang disajikan setelah makan untuk mencuci tangan.
  • Finger Food: Hidangan kecil yang dapat dimakan dengan tangan, biasanya tanpa perlengkapan makan tambahan.
  • Flambé: Proses menyalakan alkohol pada hidangan untuk memberikan efek api yang sementara.
  • Food Critic: Individu yang mengulas dan menilai makanan berdasarkan rasa, tampilan, dan pengalaman kuliner.
  • Food Presentation: Tata letak dan penyajian makanan untuk menampilkan estetika yang menarik.
  • Food Safety: Praktik-praktik untuk menjaga makanan tetap aman untuk dikonsumsi, menghindari keracunan makanan.
  • Food Styling: Seni merapikan dan mengatur tampilan visual makanan untuk membuatnya terlihat menggugah selera.
  • Food Tasting: Percobaan rasa makanan sebelum acara untuk memastikan kualitas dan cita rasa yang diinginkan.
  • Gala Dinner: Acara makan malam formal dan eksklusif yang biasanya diadakan untuk tujuan amal atau peringatan penting.
  • Garnish: Hiasan atau penyajian tambahan yang digunakan untuk memperindah hidangan.
  • Gastronomi: Seni dan ilmu memasak dan menyajikan makanan yang berkualitas tinggi.
  • Gourmet: Makanan berkualitas tinggi dengan bahan-bahan unggulan dan penyajian yang lebih eksklusif.
  • Halal: Makanan atau minuman yang diizinkan dalam Islam.
  • Hors d’Oeuvre: Hidangan ringan yang biasanya disajikan sebelum makan utama atau sebagai pembuka.
  • Infusion: Proses merendam bahan-bahan seperti herba atau buah dalam cairan (biasanya air atau minuman alkohol) untuk menciptakan rasa dan aroma yang diinfuskan.
  • Kosher: Makanan yang memenuhi persyaratan hukum agama Yahudi, termasuk dalam hal persiapan dan konsumsi.
  • Live Cooking: Penyiapan makanan secara langsung oleh koki dalam acara, memberikan pengalaman visual kepada tamu.
  • Marination: Proses merendam daging atau bahan lain dalam campuran bumbu untuk meningkatkan rasa dan kelembutan.
  • Menu: Daftar makanan dan minuman yang ditawarkan dalam suatu acara catering.
  • Mignonette: Campuran asam, seperti cuka dan bawang merah cincang, yang disajikan bersama dengan tiram mentah.
  • Mise en Place: Persiapan dan penataan bahan-bahan dan peralatan sebelum memasak.
  • Mocktail: Minuman non-alkohol yang dirancang untuk menyerupai koktail.
  • Molecular Gastronomy: Pendekatan ilmiah terhadap memasak yang melibatkan eksperimen dengan tekstur dan rasa menggunakan teknik dan bahan kimia.
  • Oven Roasting: Teknik memasak dengan memanggang makanan dalam oven, seringkali di atas rak atau loyang.
  • Parfait: Hidangan penutup yang terdiri dari lapisan krim, buah, dan saus, sering disajikan dalam gelas.
  • Pastry Chef: Koki yang ahli dalam membuat hidangan penutup dan kue-kue.
  • Place Setting: Penataan alat makan dan gelas di atas meja untuk setiap tamu.
  • Plating: Proses penataan dan penyusunan makanan di atas piring sebelum disajikan kepada tamu.
  • Prix Fixe: Menu dengan daftar hidangan dan harga yang tetap, biasanya dengan beberapa pilihan untuk masing-masing kursus.
  • R.S.V.P.: Singkatan dari “Répondez s’il vous plaît” dalam bahasa Prancis, mengharuskan tamu mengkonfirmasi kehadiran mereka di undangan.
  • Remoulade: Saus kental yang terbuat dari mayones, mustard, dan bumbu-bumbu seperti bawang putih, kaper, dan dill.
  • Seasonal Ingredients: Bahan makanan yang hanya tersedia dalam musim tertentu dan berpengaruh pada menu.
  • Service Charge: Biaya tambahan yang dikenakan untuk layanan dan pelayanan dalam acara catering.
  • Serving Platter: Nampan atau piring besar yang digunakan untuk menyajikan hidangan kepada sekelompok orang.
  • Sous Chef: Asisten dari koki kepala yang membantu mengatur operasi dapur dan mengawasi persiapan makanan.
  • Sous Vide: Teknik memasak dengan memasak makanan dalam kemasan kedap udara dalam suhu rendah dan stabil selama waktu yang lama.
  • Sustainability: Prinsip-prinsip lingkungan yang diterapkan dalam praktik catering, seperti penggunaan bahan ramah lingkungan.
  • Table D’Hote: Menu dengan hidangan yang telah ditentukan sebelumnya dengan harga tetap, umumnya termasuk beberapa pilihan untuk masing-masing kursus.
  • Tasting Menu: Serangkaian hidangan kecil yang dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh terhadap kreativitas koki.
  • Tray Passing: Pelayan membawa hidangan kecil atau minuman di atas nampan dan menawarkannya kepada para tamu dalam acara.
  • Truffle: Jenis jamur yang memiliki aroma dan rasa unik, sering digunakan sebagai bumbu mewah dalam masakan.
  • Umami: Salah satu rasa dasar (selain manis, asam, pahit) yang menggambarkan cita rasa gurih dan lezat.
  • Waitstaff: Para staf yang melayani dan menyajikan makanan kepada tamu di acara.
  • À la Mode: Hidangan yang disajikan dengan potongan buah atau bola es krim.
  • Éclair: Kue khas Prancis berbentuk panjang yang diisi dengan krim dan dilapisi dengan cokelat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *