Daftar Istilah Air Minum

  • Activated Carbon Filtration (Penyaringan Karbon Aktif): Proses penyaringan menggunakan karbon aktif untuk menghilangkan bau, rasa, serta bahan kimia organik dari air.
  • Aeration (Aerasi): Proses pemberian udara ke dalam air untuk menghilangkan bau dan meningkatkan oksigen terlarut.
  • Air Bersih: Air yang bebas dari kontaminan dan aman untuk diminum serta digunakan dalam berbagai keperluan.
  • Air Limbah: Air yang telah tercemar oleh limbah manusia, seperti air buangan rumah tangga atau industri.
  • Air Mineral: Air alami yang mengandung mineral dan nutrisi penting, sering kali dikemas dalam botol dan dijual sebagai produk minuman.
  • Air Minum: Cairan yang aman dan layak untuk diminum, biasanya telah melalui proses pengolahan untuk menghilangkan kontaminan dan mikroorganisme berbahaya.
  • Air Tawar: Air yang memiliki kadar garam yang rendah atau tidak ada garam sama sekali, umumnya ditemukan di sungai, danau, dan sumber air lainnya.
  • Airtanah: Air yang terdapat di dalam lapisan tanah yang jenuh air, biasanya diambil melalui sumur.
  • Aquifer (Akuifer): Formasi geologis yang dapat menyimpan dan mengalirkan air bawah tanah, biasanya berupa lapisan batuan atau pasir yang porus.
  • Chlorination (Klorinasi): Proses penambahan klorin ke dalam air untuk membunuh mikroorganisme berbahaya dan mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Clean Water (Air Bersih): Air yang bebas dari kontaminan dan aman untuk diminum serta digunakan dalam berbagai keperluan.
  • Contaminants (Kontaminan): Zat-zat yang ada dalam air dan dapat membahayakan kesehatan manusia, seperti logam berat atau bahan kimia beracun.
  • Daur Ulang Air: Proses mengolah kembali air limbah untuk digunakan kembali dalam berbagai keperluan, seperti irigasi atau pembersihan.
  • Desalinasi: Proses menghilangkan garam dan mineral dari air laut atau air asin, sehingga air tersebut dapat digunakan sebagai air minum.
  • Desalination (Desalinasi): Proses menghilangkan garam dan mineral dari air laut atau air asin, sehingga air tersebut dapat digunakan sebagai air minum.
  • Desalination Plant (Pabrik Desalinasi): Pusat di mana air laut atau air asin diubah menjadi air tawar melalui proses desalinasi.
  • Dissolved Solids (Padatan Terlarut): Zat-zat padat yang terlarut dalam air, termasuk garam dan mineral.
  • Drinking Water (Air Minum): Cairan yang aman dan layak untuk diminum, biasanya telah melalui proses pengolahan untuk menghilangkan kontaminan dan mikroorganisme berbahaya.
  • Filtrasi: Metode penyaringan air melalui media filter untuk menghilangkan partikel-partikel padat dan bahan organik.
  • Filtration (Filtrasi): Metode penyaringan air melalui media filter untuk menghilangkan partikel-partikel padat dan bahan organik.
  • Freshwater (Air Tawar): Air yang memiliki kadar garam yang rendah atau tidak ada garam sama sekali, umumnya ditemukan di sungai, danau, dan sumber air lainnya.
  • Groundwater (Airtanah): Air yang terdapat di dalam lapisan tanah yang jenuh air, biasanya diambil melalui sumur.
  • Hard Water (Air Keras): Air yang mengandung konsentrasi tinggi garam-garam mineral, terutama kalsium dan magnesium.
  • Klorinasi: Proses penambahan klorin ke dalam air untuk membunuh mikroorganisme berbahaya dan mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Konservasi Air: Upaya untuk menjaga dan menghemat penggunaan air melalui praktik-praktik yang efisien.
  • Kontaminan: Zat-zat yang ada dalam air dan dapat membahayakan kesehatan manusia, seperti logam berat atau bahan kimia beracun.
  • Kualitas Air: Ukuran tingkat kemurnian dan kebersihan air, termasuk parameter fisik, kimia, dan biologis.
  • Microorganisms (Mikroorganisme): Organisme kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti bakteri, virus, dan protozoa.
  • Mikroorganisme: Organisme kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti bakteri, virus, dan protozoa.
  • Mineral Water (Air Mineral): Air alami yang mengandung mineral dan nutrisi penting, sering kali dikemas dalam botol dan dijual sebagai produk minuman.
  • Ozonation (Ozonisasi): Proses penggunaan ozon (O3) untuk menghilangkan mikroorganisme dan bau yang tidak diinginkan dalam air.
  • Ozonisasi: Proses penggunaan ozon (O3) untuk menghilangkan mikroorganisme dan bau yang tidak diinginkan dalam air.
  • Pengawasan Kualitas Air: Proses pemantauan dan pengujian terhadap air untuk memastikan bahwa standar kebersihan dan keamanan terpenuhi.
  • Pengolahan Air: Proses fisik, kimia, dan biologis untuk membersihkan air dari kontaminan dan mikroorganisme agar aman untuk dikonsumsi.
  • Penyaringan Karbon Aktif: Proses penyaringan menggunakan karbon aktif untuk menghilangkan bau, rasa, serta bahan kimia organik dari air.
  • Perizinan Air: Izin resmi yang diberikan oleh otoritas pemerintah untuk mengambil, menggunakan, atau memanfaatkan sumber air tertentu.
  • Permeability (Permeabilitas): Kemampuan tanah atau batuan untuk mengizinkan air atau cairan lainnya untuk meresap dan bergerak melaluinya.
  • Rainwater Harvesting (Pengumpulan Air Hujan): Praktik mengumpulkan dan menyimpan air hujan untuk digunakan dalam berbagai keperluan, seperti irigasi atau kebutuhan rumah tangga.
  • Rainwater Runoff (Aliran Air Hujan): Air hujan yang mengalir dari permukaan tanah ke saluran air atau perairan lainnya.
  • Reservoir (Waduk): Sebuah area di mana air dikumpulkan dan disimpan, sering kali dibentuk oleh bendungan di sungai atau aliran air.
  • Soft Water (Air Lunak): Air yang memiliki konsentrasi rendah garam-garam mineral, terutama kalsium dan magnesium.
  • Sumber Air: Lokasi alami di mana air dapat ditemukan, seperti mata air, sungai, dan danau.
  • Turbidity (Kekeruhan): Tingkat kekeruhan atau keabu-abuan dalam air yang disebabkan oleh partikel-padatan yang terlarut atau terapung di dalamnya.
  • Wastewater (Air Limbah): Air yang telah tercemar oleh limbah manusia, seperti air buangan rumah tangga atau industri.
  • Water Conservation (Konservasi Air): Upaya untuk mengurangi pemborosan dan memanfaatkan air dengan bijak untuk menjaga ketersediaannya di masa depan.
  • Water Conservation (Konservasi Air): Upaya untuk menjaga dan menghemat penggunaan air melalui praktik-praktik yang efisien.
  • Water Cycle (Siklus Air): Proses alami di mana air bergerak antara atmosfer, permukaan bumi, dan kembali ke atmosfer melalui penguapan, kondensasi, dan presipitasi.
  • Water Footprint (Jejak Air): Total volume air yang digunakan untuk memproduksi barang atau layanan tertentu, termasuk air yang digunakan secara langsung dan tidak langsung.
  • Water Infrastructure (Infrastruktur Air): Jaringan pipa, saluran, dan fasilitas lainnya yang digunakan untuk mengalirkan, menyimpan, dan mengolah air.
  • Water Permitting (Perizinan Air): Izin resmi yang diberikan oleh otoritas pemerintah untuk mengambil, menggunakan, atau memanfaatkan sumber air tertentu.
  • Water Quality (Kualitas Air): Ukuran tingkat kemurnian dan kebersihan air, termasuk parameter fisik, kimia, dan biologis.
  • Water Quality Monitoring (Pengawasan Kualitas Air): Proses pemantauan dan pengujian terhadap air untuk memastikan bahwa standar kebersihan dan keamanan terpenuhi.
  • Water Recycling (Daur Ulang Air): Proses mengolah kembali air limbah untuk digunakan kembali dalam berbagai keperluan, seperti irigasi atau pembersihan.
  • Water Rights (Hak Air): Hak legal atau hukum yang memberikan akses dan penggunaan tertentu terhadap sumber air.
  • Water Scarcity (Kekurangan Air): Kondisi di mana pasokan air tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungan.
  • Water Source (Sumber Air): Lokasi alami di mana air dapat ditemukan, seperti mata air, sungai, dan danau.
  • Water Treatment (Pengolahan Air): Proses fisik, kimia, dan biologis untuk membersihkan air dari kontaminan dan mikroorganisme agar aman untuk dikonsumsi.
  • Water Treatment Plant (Pabrik Pengolahan Air): Pusat di mana air mentah diolah dan dibersihkan menjadi air minum yang aman dan layak dikonsumsi.
  • Waterborne Diseases (Penyakit yang Ditularkan melalui Air): Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk ke tubuh manusia melalui air yang terkontaminasi.
  • Waterborne Pollution (Pencemaran yang Ditularkan melalui Air): Pencemaran yang disebabkan oleh bahan kimia atau kontaminan lainnya yang masuk ke dalam sumber air dan dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *