Berbagai Istilah Terkait Diet

  • Antioxidant (Antioksidan): Zat yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan berpotensi mengurangi risiko penyakit degeneratif.
  • Asam Amino: Blok bangunan protein yang membentuk berbagai protein dalam tubuh.
  • Asupan Harian yang Disarankan (AHD): Pedoman tentang jumlah nutrisi yang diperlukan setiap hari untuk menjaga kesehatan.
  • Berat Badan Berlebih: Keadaan di mana berat badan seseorang melebihi rentang berat badan ideal dan dapat menimbulkan risiko kesehatan.
  • Berat Badan Ideal: Rentang berat badan yang dianggap sehat untuk tinggi dan usia tertentu.
  • BMR (Basal Metabolic Rate): Tingkat metabolisme basal, yaitu jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh saat istirahat untuk mempertahankan fungsi-fungsi dasar tubuh.
  • Body Mass Index (BMI): Pengukuran proporsi berat badan seseorang terhadap tinggi badan untuk menilai status berat badan.
  • Detoksifikasi: Proses membersihkan tubuh dari racun dan limbah, sering kali melalui perubahan pola makan dan gaya hidup.
  • Diet Alkaline: Pola makan yang mendorong konsumsi makanan yang meningkatkan pH tubuh menjadi lebih alkali daripada asam, diduga memiliki manfaat kesehatan tertentu.
  • Diet Anti-Inflamasi: Pola makan yang bertujuan mengurangi peradangan dalam tubuh dengan memilih makanan yang memiliki sifat anti-inflamasi.
  • Diet Anti-Kanker: Pola makan yang dianjurkan untuk mengurangi risiko kanker dengan memilih makanan yang mengandung senyawa anti-kanker.
  • Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension): Pola makan yang dirancang untuk mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Diet Detoks: Diet sementara yang bertujuan membersihkan tubuh dari racun dan limbah.
  • Diet Fleksitarian: Pola makan yang sebagian besar vegetarian namun sesekali memperbolehkan konsumsi daging atau ikan.
  • Diet Flexi: Pendekatan diet yang fleksibel, di mana orang dapat menyesuaikan pola makan mereka sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pribadi.
  • Diet Gizi Seimbang: Pola makan yang mencakup beragam makanan sehat yang menyediakan nutrisi yang diperlukan tubuh. Glosarium.org
  • Diet Gluten-Free: Pola makan yang menghindari gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan gandum hitam, biasanya dianjurkan bagi orang dengan intoleransi gluten atau penyakit celiac.
  • Diet Intermittent Fasting: Pola makan yang melibatkan periode puasa secara bergantian dan periode makan dalam waktu tertentu.
  • Diet Ketogenik: Pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan cukup protein yang dirancang untuk membantu tubuh mencapai ketosis, di mana tubuh membakar lemak sebagai sumber utama energi.
  • Diet Makanan Mentah (Raw Food Diet): Pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan mentah, atau makanan yang tidak dipanaskan di atas suhu tertentu.
  • Diet Medis: Pola makan yang direkomendasikan untuk mengelola kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
  • Diet Mediterania: Pola makan yang terinspirasi dari gaya makan orang-orang di kawasan Mediterania, kaya akan sayuran, buah-buahan, dan minyak zaitun.
  • Diet Nasi (Rice Diet): Pola makan yang mengutamakan konsumsi nasi sebagai sumber utama kalori dan dikenal sebagai pola makan tradisional beberapa negara.
  • Diet Paleolitik: Pola makan yang meniru pola makan manusia purba, dengan fokus pada makanan alami dan menghindari makanan olahan.
  • Diet Pescetarian: Pola makan yang mirip dengan pola vegetarian, namun juga memperbolehkan konsumsi ikan dan produk laut lainnya.
  • Diet Rendah Karbohidrat: Pendekatan diet yang mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan lemak dan protein.
  • Diet Tinggi Protein: Pola makan yang menekankan konsumsi protein tinggi untuk mempromosikan pertumbuhan otot dan mengurangi rasa lapar.
  • Diet Vegan: Pola makan yang sepenuhnya menghindari produk hewani termasuk daging, ikan, telur, dan produk susu.
  • Diet Vegetarian: Pola makan yang menghindari daging dan ikan, namun masih memperbolehkan konsumsi produk-produk nabati.
  • Dislipidemia: Gangguan kadar lipid (kolesterol dan trigliserida) dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Glikemik: Indeks Glikemik (IG) adalah ukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah cenderung memberikan kenaikan gula darah yang lebih lambat dan lebih stabil.
  • Gluten: Protein yang terdapat dalam gandum, barley, dan gandum hitam. Pada orang dengan penyakit celiac atau intoleransi gluten, konsumsi gluten dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya.
  • Gula Tambahan: Gula yang ditambahkan pada makanan dan minuman sebagai pemanis, yang sebaiknya dibatasi konsumsinya untuk kesehatan yang lebih baik.
  • Hipertensi: Tekanan darah tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
  • Indeks Glikemik (IG): Skala untuk mengukur seberapa cepat karbohidrat dalam makanan meningkatkan gula darah.
  • Indeks Kesehatan Tubuh (IKT): Skala yang menggabungkan beberapa ukuran kesehatan tubuh untuk memberikan gambaran umum tentang status kesehatan seseorang.
  • Indeks Massa Tubuh (IMT): Pengukuran yang menggambarkan proporsi berat badan terhadap tinggi badan seseorang untuk menilai tingkat kegemukan atau kekurusan.
  • Kalori Defisit: Keadaan di mana jumlah kalori yang dikonsumsi lebih sedikit dari jumlah kalori yang digunakan tubuh, biasanya untuk tujuan penurunan berat badan.
  • Kalori: Satuan energi yang digunakan untuk mengukur nilai energi dalam makanan dan minuman.
  • Karbohidrat: Sumber utama energi yang ditemukan dalam makanan seperti roti, nasi, dan kentang.
  • Kecanduan Makanan: Kondisi ketika seseorang memiliki keinginan yang tak terkendali untuk makanan tertentu.
  • Kolesterol: Zat lemak yang ditemukan dalam makanan dan juga diproduksi oleh tubuh, berperan dalam pembentukan sel dan hormon.
  • Lemak Jenuh: Jenis lemak yang biasanya ditemukan dalam makanan hewani dan produk olahan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
  • Lemak Tak Jenuh: Jenis lemak yang lebih sehat yang dapat ditemukan dalam minyak nabati, kacang-kacangan, dan ikan.
  • Lemak Trans: Jenis lemak yang dihasilkan melalui hidrogenasi dan ditemukan dalam makanan olahan, yang diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Lemak Tubuh: Persentase lemak dalam tubuh seseorang, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi komposisi tubuh.
  • Lemak: Nutrisi yang menyediakan energi cadangan dan membantu dalam penyerapan beberapa vitamin.
  • Metabolisme: Proses kimia dalam tubuh yang mengubah makanan dan minuman menjadi energi.
  • Mineral: Zat anorganik yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biologis.
  • Nutrigenomika: Bidang studi yang mempelajari bagaimana genetika individu mempengaruhi respon tubuh terhadap makanan.
  • Nutrisi: Zat-zat yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi yang baik.
  • Obesitas: Keadaan di mana seseorang memiliki berat badan yang berlebihan dan dapat menimbulkan risiko kesehatan.
  • Protein: Nutrisi penting untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan fungsi tubuh lainnya.
  • Rebound Weight Gain: Kondisi di mana seseorang mendapatkan kembali berat badan setelah menurunkannya melalui diet yang ketat.
  • Serat Larut: Jenis serat yang dapat larut dalam air dan membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh.
  • Serat Tidak Larut: Jenis serat yang tidak larut dalam air dan membantu melancarkan pencernaan.
  • Serat: Komponen tanaman yang penting untuk pencernaan yang sehat dan mengurangi risiko penyakit.
  • Suplemen Makanan: Produk yang mengandung nutrisi tambahan untuk melengkapi asupan makanan, seperti vitamin, mineral, atau protein.
  • Vitamin: Zat organik penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.
  • Zat Aditif: Bahan kimia yang ditambahkan pada makanan untuk tujuan pengawetan, penambah rasa, atau tujuan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *